
Mommy angela lalu melepas pelukannya dan menatap mereka semua dengan raut wajah yang serius.
"Mei sayang, kamu harus berhati hati. Bilang kepada xing dan keluarganya jika mereka harus sangat berhati hati.."
"Memangny kenapa mom? " Potong mei.
"Orang yang bernama caesar itu, dia adalah orang yang sama yang telah berkerja sama dengan livia. Dia yang telah membuat mental kamu down sayang." Ucap mommy angela serius.
Mei yang mendengar hal tersebut pun sangat terkejut. "Livia song."
Mei yang masih terkejut memilih untuk kembali ke kamarnya, meninggalkan zuu sendirian bersama dengan anggota keluarganya.
Mei mengambil ponselnya dan menelfon xing.
-> Bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan sesuatu mengenai dia?.
Xing langsung bertanya setelah mendapat telfon dari mei.
-> Xing.. Orang yang bernama caesar itu.. Adalah orang yang sama yang telah membuat mentalku seperti itu. Dia adalah orang yang berkerja sama dengan livia.
Jawab mei dengan lesu, dia tahu xing sangat menyayangi livia. Meski terkadang rasa cemburu itu ada, tapi dia juga tahu xing tidak pernah berbohong kepadanya. Jika itu dulu, mungkin saat ini dia masih akan menganggap xing berbohong kepadanya.
Xing yang mendengar itu sangat terkejut.
-> Apa?.. Bagaimana bisa?, mungkin kamu salah.
Xing tahu mei tidak pernah berbohong kepadanya, dia sendiri sudah pernah bertemu dan memperingatkan livia. Tapi dia masih berharap jika livia tidak menjadi seseorang yang jahat dan licik. Livia sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.
-> Maaf xing.. Tapi ini lah kebenarannya, mommy melihat visi dariku dan dari zuu. Momny masih ingat dengan jelas siapa orang yang telah membuat mantra ilusi tersebut. Dan saat momny melihat visi dari zuu, kecurigaan mommy ku terbukti dengan jelas...
Mei menghela nafasnya sebentar lalu kembali melanjutkan apa yang ingin di bicarakannya.
-> Aku tahu, ini akan sangat berat untukmu. Kamu sangat menyayanginya, tapi inilah yang terjadi. Maaf jika ini sangat membuatmu terkejut.
Xing memang sangat terkejut dan kecewa dengan hal yang baru di ketahui ini.
-> Aku memang terkejut, tapi rasa kecewa itu jauh lebih mendominasi.. Bagaimana bisa dia berkerja sama dengan orang yang telah membantai seluruh keluarganya.. Dia melakukan itu dengan sengaja, dan secara sadar.
Xing tidak habis fikir bagaimana bisa livia melakukan hal itu, dia bahkan sangat membenci mei karena dia telah membantai seluruh keluarganya. Tapi dia justru berkerja sama dengan orang yang menjadi dalang dari seluruh kematian anggota klannya.
Sedangkan mei yang mendengar hal itu, hatinya sangat sakit. Dialah yang membunuh seluruh keluarga livia.
-> Aku yang membantai seluruh anggota klannya xing, jadi livia tidak salah. Sangat wajar jika dia tidak membenci mereka, yang melakukan hal keji itu aku xing..
Ucap mei dengan parau, dia tidak menyalahkan livia jika dia tidak marah dengan mereka. Yang salah di sini adalah dia, dia yang membantai seluruh anggota klannya.
Xing yang mendengar perkataan mei yang seperti itu pun merasa sangat sedih dan juga kesal kepada mei.
__ADS_1
'Kenapa dia selalu saja menyalahkan dirinya sendiri. Bukankah tadi sudah membicarakan masalah itu, jangan menjadi terlalu baik sayang. Itu tidak akan baik.' Ucap xing dalam hati. Dia tiba tiba merasa sangat kesal sekaligus khawatir dengan mei.
-> Kenapa kamu berkata seperti itu? Salah ya salah, benar ya benar. Bukankah tadi kita sudah membahasnya, berhenti merasa bersalah. Kamu harus bisa maju, setiap orang akan melakukan kesalahan, yang terpenting kita menyadarinya dan memperbaikinya selagi masih di beri kesempatan.
Karena terlalu kesal xing tanpa sadar menaikan nada suaranya saat menjawab perkataan mei.
Mei yang mendengar nada bicara xing yang sedikit lebih tinggi pun langsung terdiam.
-> Maa.. Maaff
Xing yang menyadari jika dia telah berbicara sedikit kasar kepada mei pun mengusap wajahnya dengan kasar.
-> Maaf sayang, bukan maksud aku untuk berbicara kasar seperti ini. Aku hanya tidak ingin kamu selalu merasa bersalah. Ada saat kita akan melakukan kesalahan, tapi tuhan juga akan memberi kita waktu agar kita menyadari kesalahan yang kita lakukan, agar kita bisa menebus kesalahan itu. Dan kamu.. Kamu telah mendapatkan itu semua, bahkan kamu telah menebusnya. Jadi stop untuk merasa bersalah.
Mei hanya menganggukan kepalanya saja, padahal mereka bicara lewat telefon, maka dari itu xing tidak akan tahu jika dia tidak bicara dengnya.
-> Mei.. Sayang. Kamu dengar apa yang aku katakan tadi?.
Dia sedikit cemas saat tidak kunjung mendapatkan jawaban dari mei-nya
-> Maaf, iya aku dengar kok. Aku akan belajar untuk tidak merasa bersalah yang berlebihan seperti ini. Aku janji.
Xing yang mendengar itu pun tersenyum.
-> Bagus, itu baru mei kesayangan ku. Kamu jangan pergi kemana mana ya!! Mereka akan mencarimu, jika memang mereka berkerja sama dengan livia, maka dia pasti sudah mengetahui identitas dari pemilik dari silver blood.
-> Kamu juga, dia mungkin akan mendekatimu untuk melakukan sesuatu. Dia memiliki akses ke klan kamu dan apartemen kamu, maka dari itu kamu juga harus berhati hati ya.
Xing yang mendapat perhatian dari mei pun tersenyum dan berusaha untuk menggodanya.
-> Hmm.. Perhatian sekali anda nona pemukul, biasanya saja cuek kek kulkas. Kangen yaa..
Mei yang mendengar itu pun wajahnya langsung memerah.
-> Ishh.. Aku kan hanya mengkhawatirkan kamu. Dasar.
Mei lalu memilih untuk mematikan sambungan telefonnya dari pada nanti harus mendengar godaan lain dari xing.
Sedangkan xing yang melihat jika mei telah mematikan sambungan telefonnya pun hanya bisa terkekeh geli.
Dia lalu menuliskan sebuah pesan kepadanya.
->> Hey nona pemukul, jangan rindu. Nanti kita juga akan bertemu bahkan akan tinggal satu atap. Jadi tidak usah rindu. I LOVE YOU
Setelah selesai mengirim pesan tersebut xing langsung melesat ke bawah untuk memperingatkan keluarganya dan memperketat seluruh penjagaan di mansion.
"Dad, kita harus memperketat penjagaan di seluruh mansion." Ucap xing dengan serius.
__ADS_1
Alastor mengangkat alis sebelahnya saat mendengar hal tersebut. "Kenapa? Apakah ada masalah?." Tanya alastor penasaran.
"Jangan biarkan livia memasuki klan kita. Dia adalah orang yang berkerja sama dengan yixing claudrius." Jawab xing dingin.
Mereka yang mendengar hal tersebut pun langsung terkejut.
"Apa.. Dari mana kakak tahu? Mungkin kakak salah." Ucap rick, dia sangat terkejut karena menurutnya livia adalah orang yang baik.
"No, kakak tidak berbohong. Dia, kakak sudah memberinya peringatan sebelumnya. Tapi ternyata dia tidak mengindahkan peringatan kakak. Jadi, jangan biarkan di memasuki wilayah kita." Jawab xing tajam.
"Kakak sudah memberi peringatan kepada livia." Ucap jansen terkejut.
Xing memang tipe orang yang pendiam, maka dari itu saat dia sekali berbicara yang serius seperti ini mereka tidak akan terkejut.
"Hmm.." Gumam xing.
Alastor kemudian langsung memanggil seorang penjaga dan memerintahkan untuk memperketat penjagaan di mansion dan seluruh wilayah klan aladric.
"Penjaga." Panggil alastor.
Tak lama kemudian, seorang penjaga masuk.
"Ada apa tuan?." Tanya penjaga tersebut.
"Perketat seluruh penjagaan di mansion dan di seluruh perbatasan klan aladric, jangan biarkan ada yang memasuki wilayah kita sebelum mendapat izin langsung dari saya. Dan satu lagi, jangan sampai livia song juga memasuki wilayah kita, langsung usir dia!!."
Penjaga tersebut sangat terkejut saat tuannya tidak memperbolehkan livia untuk memasuki wilayah klan aladric. Biasanya dia bisa memasuki wilayah dengan bebas tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.
Tetapi penjaga tersebut tidak bertanya dan langsung melaksanakan perintah dari tuannya itu.
'Apakah ada sesuatu?.' Batin penjaga tersebut bertanya tanya.
Xing yang melihat itu pun langsung meminta udur diri.
"Kalau begitu, saya akan kembali ke kamar saya dad." Ucap xing sopan.
"Baiklah." Ucap alastor, mengizingkan xing.
Dia sendiri banyak yang harus dia diskusikan dengan tetua bersama dengan rick, jansen dan istrinya.
Sedangkan dia tidak melibatkan xing karena xing tidak perlu di beritahu pun akan mengetahuinya sendiri dengan cepat.
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
__ADS_1