
"Sudah ya nangisnya nanti kita berburu di hutan aja ya. Tidak jauh dari sini kan ada hutan." Saran viagra.
"Boleh juga tuh, siapa tahu kamu nanti kamu dapat anak kucing jantan supaya mei mei punya pasangan, terus punya anak deh." Balas jennie.
Sedangkan viagra yang mendengar perkataan jennie pun mulutnya ternganga.
'Dia kok bisa kepikiran kek gitu ya, biasanya kan seriusnya sebelas dua belas kayak mr. xing.' Batin viagra, antara terkejut dan juga bingung sendiri.
"Ternyata loe bisa becanda juga ya." Celetuk viagra.
Jennie yang mendengar itu pun menatap viagra dengan tajam, sedangkan viagra yang di tatap jennie dengan tajam pun bergidik.
'Sopan sedikit bisa ngak hah, kamu ngomong gitu lagi lihat saja nanti.' Ancam jennie, lewat telepati.
'Hehehe, aku hanya takjub aja kok, maaf.' Balas viagra.
Sedangkan mei yang melihat interaksi mereka pun hanya tersenyum geli.
'setidaknya melihat mereka berdua seperti itu sedikit membuatku bahagia.'
"Wahh.. Kamu suka ya lihat aku di tindas sama mak mak vampir satu ini." Tanya viagra, setelah mendengar pikiran mei.
"Hehehe bukan gitu, kalian lucu tau kalau lagi berantem." Jawab mei, sembari mengusap air matanya.
"Gitu dong ketawa, kalau tau gini udah aku bejek bejek ini anak dari tadi supaya kamu ketawa ngakak."
"Heh.. Jahat ya kalian berdua." Protes viagra.
"Ngak jahat viagra, cuma kejam sedikit hahah." Ledek mei.
"Sama aja tau, aku ngambek aja ah." Ucap viagra, cemberut dan memalingkan wajahnya.
"Hahaha haha." Tawa mereka berdua.
'Aishh mau beneran ngambek tapi lihat mereka berdua ketawa lepas gitu kan jadi susah ngambeknya.' Omel viagra dalam hati.
"Kamu kayak cewek aja sih dikit dikit ngambek dikit dikit ngambek, atau jangan jangan kamu emang cewek tapi salah masuk tubuh orang lain." Kata mei, meledek.
"Iya hahaha kamu bener dia pasti salah badan hahah." Tawa jennie, menimpali perkataan mei.
"Kalian itu ya kalau sekali kompak, jahilnya itu lho ngak ketulungan. Kejam!!." Sungut viagra, tetapi tersenyum senang.
"Habis jahilin kamu itu wajib viagra james dean." Balas jennie.
" Haishh.. Sebentar lagi kan jam kelasnya selesai, kita akan ke hutan." Ucap viagra.
"Iya.. Okk" Jawab mereka berdua.
Tidak lama kemudian jam kelasnya telah berakhir, mereka bertiga memutuskan untuk keluar untuk berburu di hutan.
"Kamu benar benar tidak apa apa kan. Kalau memang kurang enak badan lebih baik ngak usah ngak apa apa kok." Ucap jennie.
"Ngak apa apa kok, siapa tahu nanti mood aku bisa lebih baik dan bisa sedikit melupakan hal hal yang menyakit kan." Jawab mei dan tersenyum.
"Baiklah, ayo." Ajak viagra.
Mereka pun berjalan keluar saat sampai di koridor kampus mereka tidak sengaja berpapasan dengan xing.
Xing dan juga mei sempat bertatapan secara tak sengaja sejenak hingga xing memutuskan kontak mata tersebut dan berjalan pergi dengan acuh tak acuh.
'Bahkan menatap ku saja dia tidak mau.' Batin mei sedih.
__ADS_1
Mereka berdua yang melihat mei murung pun mencoba menenagkan.
"Sudah, ngak pa pa ayo senyum." Ucap viagra.
Mei pun mencoba tersenyum, dan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke parkiran untuk membawa sepeda mereka ke hutan.
Sedangkan xing entah mengapa merasa sangat sakit saat melihat mata mei yang terlihat sedikit sembab.
'Apa dia habis menangis, tapi kenapa.' Pikir xing, bertanya tanya.
***
Mereka telah sampai di pinggir hutan dan menaruh sepeda mereka di bawah pohon yang cukup lebat.
"Nah kita udah sampai." Ucap viagra, senang.
"Kalau begitu mending kita berpencar ya." Ucap mei dengan gembira.
Sontak jennie dan viagra pun menatap mei dengan tajam.
"Kamu tidak akan pernah sendirian." Ucap viagra dengan tajam.
"Tapi kan, seperinya hutannya aman, Yaaa untuk kali ini aja aku ingin sendiri." Mohon mei
"Tidak." Jawab mereka berdua.
"Sekaliii ini aja, aku janji tidak akan jauh jauh." Ucap mei, mengacungkan dua jarinya.
Mereka berdua pun saling melirik dan terpaksa menyetujuinya.
"Baiklah kita akan berpencar, tapi kamu tidak boleh jauh jauh. Jika ada sesuatu kamu harus memanggil kita lewat telepati ok." Ucap jennie.
"Ok." Jawab mei, langsung melesat masuk ke dalam hutan.
Kepada beberapa anggota klan azar yang memang di perintahkan oleh julius untuk memantau kegiatan mei di luar wilayah klan azar.
'Baik.' Jawab mereka semua, lewat telepati.
Mereka semua melesat berpencar ke seluruh hutan untuk menjaga mei.
Jennie dan viagra pun saling melirik dan mengangguk lalu mereka berdua berpisah untuk pergi berburu.
***
Sedangkan di sisi lain mei tengah berkeliling untuk mencari rusa, hingga dia melihat seekor rusa yang berukuran sedang di balik semak semak.
Mei pun bersiap untuk menangkapnya, tanpa di sadarinya di sisi lain ada seseorang yang juga sedang mengincar rusa tersebut.
Hingga..
Brukk
Mei dan orang tersebut berebut untuk mendapatkan rusa tersebut. Hingga mereka mengeluarkan geraman dan mata mereka menyala.
Degg
Ternyata orang tersebut adalah xing yang juga memutuskan untuk berburu untuk melepaskan rasa frustasinya bersama dengan livia tetapi mereka memilih untuk berpencar.
'Ternyata dia bangsa serigala.' Batin xing tidak percaya saat melihat pancaran cahaya di mata mei.
'Xing. Aku berburu untuk melupakan mu sejenak tapi malah melihat mu.' Pikir mei, terkejut.
__ADS_1
Mei pun mencoba untuk pergi meninggalkan xing, tetapi xing mencekal tangan mei.
Arghhh
Teriak mereka berdua, merasakan sakit dan juga rasa terbakar yang teramat sangat di dada kiri mereka berdua.
"Apa yang kamu lakukan hah." Ucap xing tajam.
Mei yang mendengar hal tersebut sontak terkejut.
"Aku tidak melakukan apa apa." Ucap mei.
"Jika tidak melakukan apa apa kenapa bisa sesakit ini hah, Pasti kamu menggunakan mantra secara diam diam." Tuduh xing.
"Aku benar benar tidàk melakukan apa apa." Bantah mei.
"Orang seperti kamu hanya bisa menyakiti orang lain." Ucap xing dengan kejam.
"Tapi aku benar benar tidak melakukan apa apa, bahkan aku juga merasakan rasa akit yang sama." Jawab mei, putus asa.
"Cihh.. Kamu adalah pemain yang baik, jadi hanya untuk hal yang seperti ini bukan hal yang susah. Itu sudah menjadi hal yang biasa untukmu." Sinis xing.
Mei yang mendengar perkataan xing pun matanya berkaca kaca.
'Sebegitunya kamu membenciku xing.' Batin mei sedih.
Di sisi lain viagra dan juga jennie yang mendengar telepati dari orang yang memantau mei, jika mei sedang bersama dengan seseorang dan mereka terlihat sedang berseteru.
Mereka berdua pun melesat ke arah yang sudah di beri tahu oleh penjaga tersebut.
"Ada apa ini." Ucap viagra dengan dingin saat melihat mei bersama dengan xing.
"Jaga dia, jangan sampai dia melukai orang lain lagi." Jawab xing dengan dingin.
"Apa maksudmu." Tanya jennie.
"Tanya sendiri kepada dia." Tunjuk xing.
"Xing.. Are you ok." Tanya livia, saat dia menghampiri xing tetapi justru dia menemukannya bersama dengan mei dkk.
"Its ok. Dia membuat ulah lagi." Jawab xing sinis.
"Dia memang pembuat masalah, Lebih baik kita pergi saja dari sini." Ucap livia, menatap mei dengan sinis.
"Hemm.. Lebih baik kalian jaga dia dengan baik agar tidak membuat ulah.. Mut." Sarkas xing.
kemudian xing dan juga livia melesat pergi dari tempat tersebut.
"Aku benar benar tidak melakukan apa apa kak, tadi saat aku akan pergi xing mecekal tanganku tetapi justru dada kita rasanya sakit sekali rasanya seperti terbakar.." Ucap mei, menjelaskan apa yang baru saja terjadi.
"Tidak apa apa kok, kita percaya kepadamu. Mungkin ini efek dari silver blood yang kamu miliki." Ucap jennie.
"Kamu tahu sendiri jika dia adalah vampire, dan kamu juga tahu apa yang terjadi jika ada seorang vampire yang mencoba untuk memegangmu." Lanjut jennie.
"Lebih baik kita kembali ke rumah saja, sepertinya memilih ke hutan ini jadi keputusan yang salah." Ucap viagra, menghela nafas.
Mereka berdua pun setuju dan memilih untuk kembali ke rumah.
***
Finn
__ADS_1
Mohon dukungannya ya teman teman😘😘