
Mei berjalan ke kantin setelah kelasnya telah selesai. Setelah sampai di kantin dia melihat viagra zuu serta rei yang tengah duduk di salah satu bangku yang ada di sana.
"Ehh, ada rei juga ternyata. Berarti victor juga ada di sini ya." Gumam mei.
Mei tersenyum dan berjalan ke arah mereka semua. Dahinya mengreyit saat melihat muka masam di wajah mereka. Hanya zuu saja yang terlihat bahagia dan makan dengan santai.
"Kenapa tuh muka kok jelek gitu?." Tanya mei tiba-tiba hingga membuat mereka terkejut.
Rei dan viagra menatap mei dengan datar. "Tanya nih sama anak kamu yang nyebelin ini!." Jawab viagra ketus.
"Iya, dia itu benar-benar menyebalkan." Sahut rei, dia menatap zuu sinis.
Sedangkan zuu sendiri hanya cuek saja dan memakan makanannya dengan santai seakan tidak ada masalah apa pun.
Mei duduk di kursi dan menata zuu penasaran. "Memang apa yang kamu lakukan zuu sampai muka mereka kusut begitu?." Tanya mei penasaran sambil mengambil makanan rei dan memakannya.
"Ehh, itu punyaku tahu." Protes rei saat melihat mei mengambil makanannya.
"Kan kamu tidak memakannya. Jadi ya buat aku, dari pada terbuang sia-sia ya buat aku aja." Ucap mei cuek.
'Dasar duo menyebalkan. Kok ada sih spesies kayak mereka berdua, bisa langsung gila kalau menghadapi orang yang sifatnya kayak mereka berdua setiap hari.' Batin rei dan viagra bergidik saat membayangkan kalau harus menghadapi orang yang modelnya seperti mereka berdua.
"Aku tadi melaporkan mereka berdua ke dosen karena mereka bolos." Jawab zuu datar.
Mei menatap mereka berdua dengan tajam. "Kalian ke sini untuk belajar atau untuk main-main?." Tanya mei dengan nada suara yang rendah.
Rei dan viagra saling melirik dan menelan saliva saat melihat tatapan tajam dari mei yang di tunjukkan kepada mereka.
"Habisnya kita tadi ngintip victor dan camila.."
"Kita, kita.. Kamu aja kali, aku hanya menghampiri kamu yang mengintip mereka berdua. Lihatnya saja saat mereka berpelukkan saja." Potong viagra menyela ucapan rei.
Mei yang mendengar hal tersebut pun matanya langsung berbinar-binar.
"Jadi mereka sudah mengungkapkan perasaan mereka masing-masing?." Tanya mei antusias.
Mereka semua menatap mei aneh. "Kok kamu bisa tahu?." Tanya rei bingung, pasalnya hanya dia saja yang tahu mengenai perasaan mereka berdua.
"Ya tahulah. Camilakan suka curhat kepadaku." Ucap mei senang.
"Ohh.. Jadi kamu teman curhatnya."
"Iya." Jawab mei.
Rei dan viagra pun hanya mengendikkan bahunya.
__ADS_1
"Jadi mereka berdua jadi romantis dong.?" Tanya mei penasaran.
"Romantis banget, kamu sama xing kalah." Jawab rei yakin yang di setujui oleh viagra dan zuu.
Mei mengreyitkan dahinya. "Kok bisa gitu?." Tanya mei sewot, dia tidak suka jika dia di bilang tidak romantis. Menurutnya mereka berdua sudah sangat romantis kok.
'Kita setiap hari romantis-romantisan mulu kok. Mereka berdua saja yang tidak melihat.' Batin mei mencak-mencak sendiri.
"Iyalah, mereka saja berani kissing kok. Bahkan merea tidak malu-malu berpelukkan. Lah kamu sama xing cuma pelukkan, gendongan sama pukul-pukulan." Ucap rei.
"memangnya kamu pernah melihat kita pas lagi bareng." Ucap mei kesal.
"Sering malah. Awalnya sih aku terkejut karena kamu bisa naklukin si mr xing yang dingin bin nyeremin itu. Sifat kalian itu jomplang abis tahu." Jawab rei.
"Ishh.. Xing itu hangat tahu, lagi pula dia tahu kapan harus serius dan kapan harus bercanda. Kamu aja yang slengean, tidak ada wibawanya sama sekali. Maka dari itu kamu tetap sendiri tidak memiliki kekasih. Kalah sama zuu yang baru netes kemarin." Ucap mei sadis.
"Uhuk..Uhuk.. Uhukk.."
Zuu yang mendengar ucapan mei pun langsung tersedak. Mei yang melihat zuu tersedak hanya menatapnya datar tanpa inisiatif untuk menolongnya, dia lebih memilih menatap rei dengan tajam.
'Maksudnya apa coba mei pakai bilang seperti itu.' Batin zuu skeptis.
Rei melotot menatapa mei dengan tajam. "Heh, aku itu apa adanya tahu. Lagi pula aku juga pilih pilih pasangan, aku cari yang anggun, lemah lembut tidak seperti kamu yang bar-bar." Ucap rei tak kalah pedas.
"Cihh.. Kalau ada gadis yang seperti itu sudah pasti bukan kamu yang di pilih, tidak cocok." Ledek mei.
"Ok, siapa takut. Paling juga kamu bakalan jatuh cinta sama gadis yang kelewat bar-bar. Kalau prediksi aku ini benar kamu yang harus menraktirku selama 1 tahun." Mei menerima tantangan rei dan menambah waktu traktirannya.
"Hey kalian ini. Tidak boleh seperti itu, itu namanya kalian mempermainkan perasaan orang lain." Viagra memarahi rei dan mei karena mereka melakukan tantangan.
Mereka berdua pun terdiam dan hanya bisa menundukkan kepala. "Maaf kak.." Ucap mereka berdua.
'Kak viagra kalau lagi node tegas kayak begini kok bisa sangat menyeramkan ya.' Batin mei bergidik.
'Astaga, langsung ciut aku saat melihat ekspresinya.' Batin rei.
"Duduk, makan makanan kalian! Jodoh itu perkara tuhan. Tidak usah aneh-aneh!." Ucap viagra tegas.
"Tapi makananku di ambil mei."
"Beli lagi. Nanti aku bayarin." Ucap viagra.
Mereka bertiga yang mendengar hal tersebut pun langsung mendongak dan menatap viagra berbinar-binar.
"Benarkah?." Tanya rei memastikan jika dirinya tidak salah dengar.
__ADS_1
"Iya.." Jawab viagra jengah.
Mereka bertiga pun langsung berjalan untuk mengambil makanan yang mereka sukai. Sedangkan viagra sendiri yang melihat hal tersebut pun hanya bisa melongo.
"Alamat langsung kering ini dompet." Gumam viagra merutuki dirinya sendiri. "Aih.. Gara-gara mereka bertengkar aku yang malah jadi korban. Nasib nasib." Lajut viagra meratapi nasibnya sendiri.
"Lho kak viagra kok sendiri, biasanya sama mei dan zuu. Kemana mereka berdua? Ini juga makanannya kok banyak sekali, sudah mau habis lagi. Wow, ternyata nafsu makan kakak banyak juga ya." Camila menanyakan serentetan pertanyaan yang membuat viagra makin pusing saja.
Camila yang baru datang ke kantin melihat viagra sendirian pun memilih menghampirinya. Namun alangkah terkejutnya dia saat melihat banyak makanan yang sudah hampir habis di meja tempat viagra duduk.
'Pacar aku ternyata punya bakat jadi rapper.' Batin victor nyeleneh.
Viagra hanya melihat camila serta victor dengan datar.
'Ini nih, dua makhluk ini yang jadi biang kerok.' Batin viagra kesal.
"Sudah nanyanya? Lihat tuh mereka bertiga! Tanya kepada mereka!." Jawab viagra datar, dia lebih memilih untuk makan makanannya dari pada harus pusing memikirkan mereka.
Camila dan victor pun saling memandang sejenak, victor hanya bisa mengendikkan bahunya sedangkan camila hanya bisa menghela nafas. Mereka berdua pun memilih duduk dan mengambil minuman yang terlihat maih baru serta beberapa makanan yang belum tersentuh sama sekali.
'Kayaknya lagi bad mood banget dia.' Batin camila bertanya-tanya.
Tak lama kemudian mei, zuu serta rei datang dengan membawa beberapa makanan.
"Banyak sekali kalian makannya. Ini saja belum habis lho." Ucap camila terkejut dengan banyaknya makanan yang mereka bawa.
"Hehe iya, mumpung ada yang neraktir. Nih buat kamu sama victor, anggap saja hadiah dari kak viagra untuk kalian." Ucap mei sekilas melirik viagra. Kemudian dia duduk dan memakan makanannya di susul oleh zuu dan juga rei.
"Iya, kalian pasti capekkan setelah romantis romantisan seakan dunia milik sendiri. Aku yang lihat saja sudah capek, apa lagi kalian." Sahut rei menyindir victor dan camila.
Viagra sendiri mendengus kesal saat mendengar perkataan mereka berdua.
'Nyesel aku bilang neraktir tadi.' Batin viagra yang menyesali perbuatannya.
Camila dan victor yang mendengar hal tersebut pun seketika wajanya langsung merah padam hingga ke telinga karena malu. Mereka melihat ke arah viagra.
"Beneran kamu neraktir kita. Wahh, terima kasih ya." Ucap camila senang, lalu dia mengambil makanan dan memakannya dalam diam. Dia berusaha bersikap biasa saja padahal dia sudah sangat malu karena mendengar sindiran dari rei
'Rei sialan.' Umpat camila.
Victor sendiri hanya terdiam, berusaha terlihat cuek meski wajahnya masih merah padam hingga terlihat sampai telinga.
"Hmm.." Viagra hanya berdehem saja. Karena sudah malas membalas perkataan mereka semua.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘