Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
84. Stop Jadi Pengecut


__ADS_3

Di lain sisi camila yang sudah kembali ke klannya di ras petir, dia sedang memandang dengan sendu ke arah foto yang di pegang. Di dalam foto tersebut tampak victor yang tengah tersenyum. Saat itu dia yang melihat victor tersenyum langsung saja memotretnya dan menunjukkan kepada victor hingga membuat victor sedikit marah dan meminta camila untuk menghapus fotonya. Baginya itu adalah kenangan paling membahagiakan antara dia dan victor.


Flash back On~


"Hey, hapus tidak fotonya!." Ucap victor marah.


"Kenapa harus di hapus, ini foto yang langka tahu. Lihat kamu terlihat tampan kalau lagi tersenyum seperti ini. Lagi pula ini sudah tercetak, jadi tidak bisa di hapus" Ucap camila sembari menunjukan foto yang berada di tangannya. Saat itu dia memotretnya dengan menggunakan kamera yang fotonya langsung tercetak.


Wajah victor sedikit memerah saat camila memujinya, tetapi victor berhasil menyembunyikannya agar camila tidak mengolok oloknya terus.


"Ishh... Sini..Mana fotonya." Victor berusaha mengambil foto tersebut dari tangan camila tetapi camila sudah lebih dahulu memasukan fotonya ke dalam saku yang ada di dadanya.


'Kalau begini dia tidak akan bisa mengambilnya hehe, camila memang terrr the best dehh..' Kekeh camila dalam hati.


"Upss.. Maaf sudah terbang ke kantong nih." Ucap camila main main.


"Ishh, terserah lah. Anggap saja sebagai sumbangan." Ucap victor dengan sewot dan pergi meninggalkan camila sendirian.


"Hahaha.. Rasain loe,camila kok di lawan." Ucap camila dengan bangga.


"Ckk.. Loe jahil banget sih." Ucap rei, dia memandang kejadian tadi dengan geli.


"Habisnya ngerjain dia itu sangat menyenangkan." Jawab camila dengan senang.


"Iya juga sih."


Flash bac off-


Camila tersenyum tipis saat mengingat kejadian tersebut. "Mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Tapi aku hanya memiliki satu kesempatan untuk bisa ke dunia manusia dan berbaur dengan mereka. Sebentar lagi aku harus melaksanakan tugasku." Gumam camila dengan perasaan yang amat sangat sedih. Dia sebentar lagi berumur seeatus tahun hanya dalam kurun waktu lima tahun dari sekarang dia akan mengemban tugasnya sebagai pixie petir.

__ADS_1


"Tapi aku berjanji aku akan selalu menyimpan cintaku untukmu selamanya dan tidak akan pernah melupakannya. Aku tahu konsekuensi dari mencintaimu, bukan hanya karena kamu dari bangsa manusia, tapi kamu juga adalah pewaris dari pemimpin pemburu. Kita bukan belahan jiwa yang akan bisa bersatu tanpa pertentangan. Dan aku tahu kamu tidak pernah mencintaiku."


Kemudian camila meletakkan foto tersebut ke dalam tablet mantra agar foto tersebut awet dan tidak pernah usang.


"Aku Mencintaimu." Bisik camila.


Kemudian camila mengubah bentuknya ke dalam wujud pixienya dan berkumpul dengan pixie yang lain untuk berlatih.


***


"Apa yang kamu pikirkan, kok dari tadi kamu melihat ke arah luar." Ucap rei, dia sedikit heran dengan victor yang sedari tadi melihat ke arah luar. Padahal suasana sedang hujan petir tetapi dia justru duduk di pinggir rumah hingga kebasahan kena air hujan. Tatapannya mengarah ke awan yang hitam pekat di selingi sambaran petir.


"Aku masih tidak habis pikir jika camila itu adalah seorang pixie." Gumam victor.


Rei hanya menghela nafasnya. Sebenarnya dia sangat gemas dengan kelakuan mereka berdua yang tidak berani mengutarakan perasaan mereka berdua masing masing. Padahal sudah sangat jelas terlihat jika mereka berdua itu saling mencintai, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mencoba untuk membicarakannya. Terutama victor, kaku sih boleh kaku tapi kalau sudah masalah perasaan masa juga harus kaku kek begitu, sakit hati tidak sih.


Kemudian rei memilih ikut duduk di samping victor dan melihat victor sebentar. "Aku juga tidak menyangka jika dia adalah pixie petir. Tapi satu hal yang pasti, sebentar lagi dia sudah tidak akan bersama kita lagi." Ucap rei sembari melihat ke arah awan yang di selimuti petir.


Mata victor langsung terbelalak saat rei mengatakan hal tersebut. "Maksud kamu apa? Dia akan meninggalkan kita." Tanya victor tidak percaya.


Rei lalu menengok victor dengan alis yang terangkat sebelah. Dia benar benar tidak habis pikir dengan victor yang bisa bisanya tidak mengetahui mengenai hal ini. "Bagaimana kamu bisa tidak tahu, apakah kamu tidak melihat sayapnya yang sudah berwarna merah. Padahal kamu sudah berbicara tatap muka dengannya tapi kamu tidak menyadarinya, apa sih yang ada di dalam pikiran mu." Ucap rei yang mulai emosi. Menurutnya victor sudah sudah sangat keterlaluan.


"Kamu menghargainya tidak sih sebenarnya hingga hal sepele seperti itu saja kamu tidak tahu." Sarkas rei, ingin rasanya dia memaki victor. Tetapi dia masih menghormatinya maka dari itu dia menahannya.


Victor terdiam cukup lama, tatapannya tiba tiba kosong. "Aku.. Aku tidak memperhatikannya, saat itu aku hanya memperhatikan bagaimana cantik dan juga menggemaskannya dia." Ucap victor yang tanpa sadar secara tidak langsung mengungkap perasaannya.


Rei mendengus kesal saat mendengar jawaban dari victor. "Bodoh.. Kalau kamu seperti ini terus, aku pastikan kamu akan sangat menyesal." Ucap rei dengan kesal.


"Maksud kamu?." Tanya victor bingung.

__ADS_1


"Tuan victor wallace yang terhormat. Jika kamu tidak mau mengungkapkan perasaan kamu itu kepadanya secepatnya maka kamu akan sangat menyesal. Karena hanya tinggal menunggu waktu saja bagi camila untuk berusia seratus tahun dan mengemban tugasnya sebagai pixie." Ucap tei dengan penuh penekanan.


'Gitu aja kok harus di jelaskan sih.' Batin rei kesal sendiri.


Victor menghela nafasnya. "Sebenarnya aku ingin mengungkapkannya. Tetapi rasa ragu itu selalu datang, apalagi setelah aku mengetahui jika dia adalah dari ras pixie. Aku jadi semakin ragu dan minder, rei." Ucap victor dengan lirih.


Rei langsung terperangah saat mendengar jawaban dari victor, dia sangat terkejut saat mendengar jika victor. Seorang victor wallace yang di segani bisa minder, benar benar menakjubkan.


"Ngapain pakai minder segala, aku yakin kok kalau camila itu juga mencintai kamu. Kamu sendiri kan tahu bagaiman perjuangannya dulu saat dia berusaha untuk dekat dengan mu. Kalau saja dia tidak sengaja menemukan dompetku juga, sudah aku pastikan camila sudah menyerah dan kamu tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dekat dengannya. Sekarang selagi masih ada kesempatan jangan pernah menyia nyiakannya atau kamu yang akan menyesal. Pikirkan itu baik baik, jangan jadi pengecut." Ucap rei dengan bijaksana.


"Bagaimana tidak minder, dia berasal dari bangsa pixie. Kita memang memburu makhluk supranatural, tapi kamu tahu sendiri jika tidak semua makhluk supranatural yang harus kita basmi bukan. Apalagi bangsa pixie yang sama sekali tidak pernah membuat keributan. Bahkan kita semua sangat menghormati mereka." Jawab victor.


"Terserah kamu sih. Mau mengatakan atau tidak itu urusan kamu. Tapi satu hal, jangan sampai kamu menyesal karena ego kamu sendiri." Ucap rei. Dia menepuk bahu victor sebentar dan pergi meninggalkan victor sendirian.Dia sebagai sahabat hanya bisa memberinya support dan nasihat saja. Hanya victor sendiri yang bisa menyelesaikan masalahnya.


'Keras kepala.'


Victor hanya menatap dengan kosong pada langit di atas. Dia mengingat dengan jelas bagaimana dia berusaha menepis seluruh perasaannya dengan tidak menanggapi seluruh perhatian camila saat itu hingga dia yang mulai menerima perasaannya sendiri.


Ada rasa takut baginya jika dia tidak akan bisa membahagiakannya dengan sifatnya yang kaku yang sangat berbanding terbalik dengan sifat ceria camila. Apalagi setelah dia mengetahui jika camila adalah bangsa pixie, bukan hanya rasa takut tapi rasa minder yang menyelubunginya saat mengetahuinya.


Tetapi dia tiba tiba teringat dengan perkataan dari rei. "Mungkin benar dengan apa yang di katakan oleh rei. Aku harus mengatakannya, aku tidak ingin menyesal di kemudian hari." Gumam victor.


'Aku harus stop untuk jadi pengecut seperti ini. Mau bagaimana nanti hasilnya, yang terpenting aku harus mengatakannya.' Batin victor yang berusaha menyemangati dirinya sendiri.


***


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya buat mbk otor semuanya😘😘

__ADS_1


__ADS_2