Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
67. Kenekatan Livia


__ADS_3

Di sisi lain livia dia sangat marah dan memukul kaca di kamarnya hingga pecah.


"Sialan, kemana dia? Apakakah dia sudah mengetahui rencanaku?." Raung livia.


Dia sangat kesal dan juga marah saat dia tidak dapat menemukan xing di manapun. Dia sudah mencari di apartemen dan rumah kemarin, tapi apartemen dan rumah tersebut kosong tidak ada penghuni sama sekali.


Dia bahkan mencarinya di kampus, tetapi dia justru mendapatkan kabar jika xing sudah berhenti menjadi dosen di kampus tersebut. Dia bahkan juga mendapatkan kabar jika mei juga sudah tidak berkuliah di kampus itu.


Dia yang sudah merasa jika dia juga harus mengundurkan diri pun memilih untuk mengundurkan diri dari kampus tersebut. Toh, dia jadi dosen di kampus tersebut agar dia bisa terus dekat dengan xing, dan saat ini xing telah mengundurkan diri, maka dari itu sudah tidak ada alasan baginya untuk tetap menjadi dosen di kampus tersebut.


Lagi pula dia ingin fokus untuk menghancurkan kehidupan mei, dia tidak akan rela jika harus melihatnya bahagia dengan xing. Baginya xing hanya cocok bersanding dengannya, xing yang sempurna akan cocok dengan orang yang juga sempurna sepertinya, tidak seperti mei yang penuh dengan dosa itu.


"Arghh.. Jika sudah begini, akan sangat susah untuk mendapatkan silver blood dengan memanfaatkan xing." Amuk livia dan melempar semua barang di mejanya.


'Kenapa selalu saja ada masalah di saat aku hampir bisa melenyapkannya. Kenapa... Gadis itu, kenapa beruntung sekali.' Ucap livia dalam hati, dia sangat marah dengan apa yang telah terjadi kepada mei


Dia merasa jika gadis itu selalu saja beruntung.


"Ilusi apa yang di gunakan gadis sialan itu hingga dia selalu saja lolos dan banyak yang dengan senang hati membantunya. Akhh sial sial sial."Teriak livia.


"Aku tidak akan pernah menyerah sebelum melihat mu menderita, lihat saja. Aku akan membuatmu menangis darah dan meminta ampun." Desis livi, matanya berkilat tajam.


"Mansion, pasti xing saat ini tengah berada di mansion saat ini. Aku harus ke sana." Gumam livia.


Kemudian livia melesat untuk pergi ke mansion klan aladric. Tetapi saat dia sampai di perbatasan dan akan memasuki wilayah klan aladric, para penjaga langsung menghadangnya.


"Maaf nona, anda di larang memasuki wilayah klan aladric." Ucap seorang penjaga dengan dingin.


Livia yang di hadang pun sangat marah. "Apa. Memangnya kalian siapa hah, kalian tidak bisa menghadangku begini." Teriak livia, dia sangat marah saat mereka menghadang jalannya.


"Kita di perintahkan langsung oleh tuan alastor agar tidak ada siapa pun yang memasuki wilayah klan aladric. Dan kita tidak akan membiarkan siapa pun memasuki wilayah klan aladric, termasuk anda nona." Jawab penjaga tersebut.


"Apa hak kalian hah, kalian sendiri tahu siapa aku. Lihat saja, aku akan mengadukan ini kepada xing. Kalian akan habis di tangannya." Ancam livia, kesabarannya mulai habis menghadapi penjaga yang menurutnya tidak tahu diri itu.


Tetapi para penjaga sama sekali tidak bergeming saat menghadapi ancaman livia.

__ADS_1


"Kita di perintahkan oleh tuan alastor untuk menjaga wilayah klan aladric dan tidak memperbolehkan siapa pun memasuki wilayah, termasuk anda nona. Jangan membuat kita melakukan kekerasan kepada anda nona." Ucap penjaga tersebut dengan tajam, matanya pun juga sudah berkilat tajam.


Livia mengepalkan tangannya, mencoba untuk meredam emosinya. "Apakah kalian di beri perintah langsung untuk tidak membiarkan ku masuk ke wilayah klan aladric hah, berani sekali kalian." Raung livia emosi.


Dia tidak habis fikir dengan para penjaga tersebut, berani beraninya mereka melarangnya masuk. Dia adalah orang yang paling di percaya oleh xing.


'Akan aku beri kalian pelajaran nantinya.' Batin livia geram.


"Ya." Jawab penjaga tersebut.


"Ap.. Apa." Livia sangat terkejut saat mendengar jawaban penjaga tersebut yang singkat dan sangat jelas. "Bagaimana bisa? Kalian pasti salah dengar."


"Lebih baik anda pergi nona, saya tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni anda nona. Jangan membuat kita mengusir anda dengan menggunakan kekerasan nona."


Penjaga tersebut sudah sangat jengah menghadapi livia, setelah mengatakan itu penjaga tersebut menyuruh yang lainnya untuk kembali ke tempat masing masing. Dia sendiri juga telah kembali ke tempat semula, dia masih memandang livia dengan tajam. Jangan sampai dia kecolongan karena kenekatan livia.


Livia masih mematung di tempatnya, dia sangat terkejut saat mendapatakan jawaban dari penjaga itu.


"Akhh.. Sial." Umpat livia.


Livia menunggu hari menjadi malam, dia harua bisa berkamuflase agar bisa memasuki mansion dengan mudahnya.


Setelah hari berganti malam, livia mulai melaksanakan rencananya. Dia membaluri tubuhnya dengan tanah, dia bahkan mengganti bajunya dengan warna serba hitam dan di baluri lagi dengan tanah.


"Dengan begini mereka tidak akan mencium bau ku." Gumam livia senang.


Dia lalu melesat masuk ke wilayah klan aladric, saat sudah sampai di mansion matanya melihat ada beberapa cctv yang berada di berbagai sudut.


"Sial,ada cctv." Umpat livia. "Tepaksa lewat atap jika begini."


Akan sangat beresiko jika dia memasuki mansion tersebut. Dia juga tidak bisa berubah menjadi bentuk kelelawar, mereka akan langsung mengetahuinya jika dia berubah menjadi kelelawar.


Livia dengan terpaksa menyusup lewat atap. Dia harus melangkah dengan hati hati agar tidak ketahuan oleh para penjaga yang sedang berkeliling menjaga tempat tersebut. Saat dia melihat ada penjaga yang menengok ke arah atap dia langsung menelungkup agar tidak telihat oleh mata tajam mereka.


'Terkutuklah mata tajam yang di miliki bangsa vampire.' Rutuk livia.

__ADS_1


Setelah di rasa aman, livia langsung kembali berjalan. Hingga dia sudah sampai di atas kamar xing, dia msih sangat ingat di mana letak kamar xing. Jadi dia sangat yakin jika dia tidak akan pernah salah.


Dia lalu membuka atap xing dengan menggunakan jimat agar dia bisa lebih mudah masuk ke kamar xing. Setelah berhasil, livia langaung melompat ke bawah.


Sedangakan xing yang mendengar ada suara kaki di kamarnya pun langsung membuka matanya.


"Livia." Desis xing.


"Hallo xing. Aku mencarimu kemana mana, tapi kamu tidak ada. Kamu bahkan sudah mengundurkan diri dari kampus dan saat aku akan ke sini, para penjaga justru melarangku masuk. Jadi aku tepaksa ke sini diam diam."Ucap livia, dia sangat kesal dengan kejadian yang di alami tadi.


Xing sama sekali tidak bergeming dan menatap livia dengan tajam.


Livia yang melihat tatapan tajam xing yang tertuju kepadanya pun langsung melunturkan senyumannya dan menatap xing dengan tajam juga.


"Kamu tidak memberiku pilihan xing." Desis livia dan langsung menyerang xing.


Xing yang di serang pun langsung membela dirinya dan menyerang balik livia. Livia menyeringai dan langsung memberikan cairan mantra yang di berikan oleh caesar kepada xing saat dia menyerangnya.


Xing langsung mematung dan matanya langsung kosong setelah meminum cairan tersebut. Livia menyeringai saat melihat hal tersebut. Dia lalu mendekati xing.


"Ternyata dia tidak bohong, efeknya langsung terasa saat ramuan itu telah masuk ke tubuhmu." Gumam livia senang, dia mengelus wajah xing dan menciumnya.


"Kamu akan menjadi miliku xing."


"Saat ini kamu berada di bawah kendaliku, di luar kamu memang terlihat biasa saja, tapi sebenarnya kamu berada di bawah pengaruh mantra dan sihir.. ha haha haha" Tawa livia.


Dia tidak takut akan ketahuan karena dia tadi telah menyegel kamar xing terlebih dahulu.


"Mari kita buat mei kesayanganmu itu menderita.. Menderita di tangan kamu sendiri hahahaha.."


***


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2