
Livia saat ini tengah berada di sebuah hutan yang jauh dari kota, "Aku yakin, rencana aku kali ini akan berhasil. Dan aku akan selamat," Gumam livia dengan senang.
Dia saat ini tengah mengintai seorang vampire kelas menengah yang berada tidak jauh dari dirinya.
Sett
Livia memanah vampire tersebut dengan panah yang sama yang dia gunakan untuk menyerang livia.
Akhh..
Panah tersebut mengenai tepat di dada vampire tersebut, hingga membuat vampire tersebut langsung tumbang dan pingsan.
"Gotcha," Livia sangat senang saat panah tersebut tepat mengenai sasaran.
Kemudian livia menghampiri vampire tersebut dan menempelkan jimat ke tubuhnya agar tubuh vampire tersebut mengikutinya, tanpa dia harus repot mengangkat tubuhnya.
Livia berjalan menuju ke sebuah gua yang berada di hutan tersebut. Lalu membaringkan tubuh vampire tersebut. Setelah selesai, livia menacapkan paku yang sudah dia tulisi dengan rune di leher vampire tersebut.
"Dengan paku ini, kamu akan menjadi boneka yang sangat penurut. Tidak seperti yang di lakukan oleh mei kepadaku dahulu, kamu memang menjadi bonekaku. Tapi kamu akan tetap bisa melakukan segala hal seperti vampire pada umumnya." Kata livia, sambil memandangi paku yang sudah menacap di leher vampire tersebut.
Kemudian dia membuat mantra penyamaran di leher vampire tersebut agar paku yang menacap di lehernya tidak terlihat.
Livia duduk sembari memandangi vampire yang terbaring di depannya dengan sangat senang. 'Dengan begini, aku bisa mencelakai mei tanpa harus mengotori tangan aku sendiri.' Batin livia dengan sangat senang.
Dia terus saja memandangi vampire tersebut tanpa bosan, hingga vampire tersebut terbangun. "Aakhh.." Teriak vampire tersebut.
"Kamu sudah bangun, bagaimana kedaan kamu?." Tanya livia saat melihat vampire tersebut telah bangun.
Vampire itu menoleh kearah livia, "Saya baik baik saja, hanya sedikit sakit." Jawab vampire tersebut dengan mata yang kosong.
"Bagus, Siapa nama kamu."
"Darel Austin."
"Oke, darel. Sekarang saya perintahkan kamu untuk mengigit manusia dan jadikan mereka vampire. Dan satu lagi, kamu harus menyerang mei shine azar, Dia belajar di kampus xx." Livia memerintahkan vampire yang bernama darel tersebut untuk membuat vampire baru dan juga menyerang mei.
"Kamu harus menyerangnya dari jauh, terserah kamu akan menggunakan senjata apa. Tapi yang jelas kamu harus membuatnya terluka. Dan satu lagi, kamu harus membuat mereka semua teralihkan agar mereka tidak terlalu menyadari jika ada yang ingin menyerangnya, bunuh beberapa manusia itu akan menjadi pengalihan yang mudah."
Darel hanya mengaggukkan kepalanya saja, "Bagus, sekarang kamu bisa pergi!!." Ucap livia, menyuruh darel pergi.
Livia menatap kepergian darel dengan sangat senang, 'Jika dia membuat vampire baru, aku bisa membuat vampire vampire baru itu untuk menyakiti mei terus menerus. Sekaligus membuat kekacauan.'
Kemudian livia memutuskan untuk berburu, agar stok darahnya tidak habis.
__ADS_1
***
Darel melesat pergi dan mengigit beberapa manusia agar mereka menjadi vampire sepertinya.
Setelah beberapa saat vampire yang telah di gigitnya telah berubah menjadi vampire. "Pergi dan bunuh beberapa manusia yang berada di kawasan kampus xx." Darel memerintahkan mereka semua untuk pergi dan membunuh beberapa manusia.
Mereka semua pergi dan mengigit beberapa manusia agar mereka tewas, sangat jelas terlihat di leher mereka terdapat bekas gigitan vampire.
Setelah selesai mereka melesat pergi meninggalkan kawasan tersebut, dan kembali menhampiri darel.
"Kita telah selesai mengigit beberapa manusia, mereka semua tewas karena kehabisan darah tuan." Ucap seorang vampire.
"Bagus, kita pergi sekarang. Setelah ini kalian bisa meminum darah sepuas kalian." Darel mengajak mereka semua untuk pergi bersamanya untuk berpesta meminum darah, selain itu mereka harus menghidari dari para pemburu yang kemungkinan tengah berkeliling untuk berjaga jaga.
Keesokan harinya berita mengenai kematian beberapa orang tersebut telah menjadi berita utama yang ada di tv maupun di berita online. Pasalnya, mereka tewas dengan ciri ciri yang sama dengan darah yang habis dan bekas gigitan di lehernya.
Saat ini mei tengah makan di kantin tetapi sedari tadi dia mendengar apa yang di katakan oleh mahasiswa yang ada di sana tentang orang orang yang telah tewas tersebut.
"Kalian tahu tidak.."
"Tidak."Potong mei sembari terus memakan makanannya.
"Ishh dengerin dulu. Tadi, ada berita yang mengatakan jika ada beberapa orang yang tewas di sekitar sini tahu." Ucap rei, memberi tahu berita yang tengah menjadi perbincangan tersebut.
"Iya aku tahu. Tapi aku yakin polisi tidak akan bisa menemukan pelakunya."
"Bagaimana bisa." Tanya mei dengan bingung.
"Karena.." Rei menjeda omongannya hingga membuat mei kesal karena terlalu penasaran.
"Apa.. apa." Ucap mei dengan penasaran.
"Karena yang melakukan itu semua adalah vampire " Ucap rei dengan sangat yakin.
Mei sangat terkejut saat mendengar perkataan dari rei, 'Bukankah itu hal yang melanggar hukum, kata daddy siapa pun yang telah dengan sengaja mengubah manusia menjadi mahkluk supranatural di luar wilayah klan maka akan di buru oleh para pemburu. Ini sudah bukan kewenangan suatu klan, aku saja yang di lukai oleh pemburu di luar wilayah klan azar pasti klan tidak akan menyalahkan para pemburu tanpa ada bukti yang jelas kenapa mereka menyerangku, ini sudah ada di dalam perjanjian selama bertahun tahun.' Ucap mei dalam hati, dia sangat terkejut sekaligus takut jika dengan kejadian ini maka para mahkluk suranatural akan terancam keselamatannya.
"Vampire itu tidak ada." Sahut victor dengan dingin.
"Tapi mereka semua tewas dengan ciri ciri yang sama, di leher mereka ada bekas gigitan dan darah mereka habis tak bersisa barang setetes pun. Jika bukan vampire apa hah." Jelas rei dengan mengebu gebu.
"Bisa jadi itu binatang buas rei." Jawab victor.
"Gak mungkin ada binatang buas di kota. Aku tetap yakin jika yang melakukan ini semua adalah vampire." Kekeh rei.
__ADS_1
"Teserahlah rei." Ucap victor dengan jengah.
"Ngak pa pa. Nanti biar vampirenya mengigit rei nanti malam." Ucap camila dengan jahilnya.
"Tidak akan, aku akan menyiapkan bawang putih agar mereka nanti tidak berani mendekatiku." Jawab rei,
"Bawang putih." Beo mei
"Iya bawang putih, vampire itu tidak menyukai aroma dari bawang putih tahu dan mereka juga tidak tahan dengan sengatan matahari. Jadi aku untuk saat ini masih selamat." Ucap rei dengan yakinnya.
'Dasar korban film, mana ada yang seperti itu.' Dengus mei dalam hati.
Mei hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya saja saat harus mengingat hal hal mengenai mereka para mahkluk supranatural di mata bangsa manusia.
'Manusia itu pandai berimajinasi ya.' Btin mei dengan geli.
"Mei kamu kenapa geleng geleng kepala sambil senyum seyum sendiri gitu." Tanya camila saat melihat kelakuan absurd mei.
"Ttidak, aku hanya suka saja melihat kalian berdebat seperti itu, Kalian sangat lucu." Jawab mei dengan santai.
'Sepertinya aku harus semakin berhati hati. Karena bisa jadi ada seseorang yang tengah merencanakan hal yang buruk. Dan pasti itu akan menarik perhatian dari para pemburu, ini tidak akan baik.' Batin mei dengan cemas.
"Lihat orang berdebat kok malah suka." Sewot rei.
"Ya kalian itu kalau udah bareng, tiada hari tanpa berdebat dan mengejek." Jawab mei dengan geli.
"Dianya sih yang nyebelin." Ucap camila dengan sinis.
"Kamu tuh yang nyebelin." Sahut rei tidak terima.
Mei hanya geleng geleng kepala saja saat melihat mereka kembali berdebat, "Kalian itu bisa diam tidak sih, makan." Ucap.victor dengan tajam.
Sontak saja mereka semua langsung terdiam dan makan makanannya masing masing.
'Ihh dia ngak asyik,' Batin rei dengan kesal.
'Bagaimana bisa aku betah memiliki teman kayak kulkas begini ya.' Batin camila tak kalah kesalnya dengan rei.
'Hahaha ternyata victor pawangnya mereka berdua.' Kekeh mei dalam hati.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘