Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
85. Ngambek


__ADS_3

Sudah berminggu minggu berlalu sejak perang berakhir. Mei dan yang lainnya kini telah kembali ke aktivitas mereka sehari hari. Kali ini mei sudah kuliah di kampus, dia kuliah di kampus lain bersama dengan viagra dan zuu. Sedangkan jennie, dia kembali ke negaranya dan klannya.


Xing yang awalnya akan menjadi dosen pun memilih mengurungkan niatnya dan memilih untuk fokus di bisnisnya. Mereka semua sudah memulai awal yang baru setelah perang tersebut.


"Ingat ya! Jangan tebar pesona nanti di kampus, harus belajar yang giat." Xing memberi peringatan kepada mei agar dia tidak macam macam di kampus. Apa lagi jika dia tebar pesona.


Sedangkan mei yang mendengar omelan dari xing pun merasa jengah sendiri. Pasalnya, sedari tadi xing terus saja mengomel.


"Hahh.. Iya iya,kamu kok jadi cerewet kayak ibu ibu sih. Aku janji, tidak akan tebar pesona dan fokus belajar. Kan masih ada viagra dan zuu." Ucap mei jengah. Dia sedikit kesal dengan xing.


'Perasaan dari tadi kok di omeli mulu sih.' Gerutu mei dalam hati.


Xing yang melihat mei cemberut pun terkekeh geli dan menarik pipi mei. "Hahaha.. Kamu menggemaskan sekali sih. Aku hanya tidak ingin kekasihku yang cantik ini berpaling ke pria lain. Aku tahu mereka pasti akan langsung jatuh cinta kepadamu saat melihat muka imut dan catik kamu ini." Ucap xing gemas sendiri.


Muka mei langsung merah padam saat mendengar pujian dari xing. Dia lalu berbalik dan menatap xing dengan senyum cerahnya. "Nooo, never. Aku tidak akan pernah berpaling dari pria lain. Aku sudah memiliki kekasih yang tampan, kaya, terus nyebelin kayak kamu. Mana ada spesies yang seperti itu lagi, cuma kamu aja. Jadi hanya kamu yang paling aku cintai dan sayangi." Ucap mei dengan cerianya.


Xing lalu menarik hidung mei dan menatapnya dengan sedikit kesal. "Kamu itu muji atau ngeledek sih. Masa udah di sanjung tampan tapi masih di kata nyebelin juga." Ucap xing sewot.


"Karna kamu memang nyebelin, nyebeliiinn banget. Tapi aku suka, kalau kamu tidak menyebalkan mungkin aku tidak akan suka sama kamu." Ucap mei.


Xing tersenyum tipis. "Terserahlah. Yang penting kamu suka dan cinta, aku akan terima walau terpaksa." Jawab xing.


Mei hanya tertawa renyah saat mendengar jawaban dari xing. "Kamu itu ada ada aja sih." Ucap mei geli sembari memukul lengan xing.


"Ishh.. Nona pemukul muncul deh. Jangan mukulin calon suami kamu yang paling tampan dunia ini terus nona mei." Ucap xing main main.


"Tampan dari mana juga." Ucap mei sinis.


"Lihat saja, jika aku keluar. Pasti gadis gadis akan langsung terpesona sama aku." Jawab xing dengan pd.


Mei langsung menatap xing dengan tajam. "Ohh.. Jadi kamu mau tebar pesona gitu. Tadi aja bilang supaya aku tidak tebar pesona tapi kamunya yang pengen tebar pesona." Ucap mei sewot.


Xing menjadi gelagapan sendiri saat mendengar ucapan dari mei.


'Ishh.. Salah lagi kan.' Batin xing kesal.


"Bukan begitu sayang, aku kan cuma mau bilang yang sebenarnya kalau calon suami kamu ini sangat tampan." Ucap xing lembut.

__ADS_1


"Dihh.. Pd." Ucap mei dengan ketus. Dia memilih mengalihkan pandangannya ke depan dengan muka yang cemberut.


"Jangan cemberut gitu dong, nanti cantiknya hilang lho." Xing mencoba merayu mei tetapi mei memilih mendiamkan xing.


'Kok jadi kayak begini sih. Repot kalau udah menghadapi gadis yang sudah ngambek.' gerutu xing dalam hati.


"Jangan ngambek lagi ya, nanti aku akan menuruti semua yang kamu mau."


Mei yang mendengar itu pun langsung berbinar bahagia. "Benarkah.. Semuanya?." Tanya mei dengan mata yang berbinar.


Xing menganggukan kepalanya. "Semuanya." Ucap xing dengan yakin.


"Kalau begitu kamu harus mau kalau aku masuk ke agensi kamu." Ucap mei dengan bahagia.


'Masih ingat saja.'


"Tidak ada artis artisan. Lebih baik kamu ngambek aja lagi." Jawab xing sinis.


"Lho, katanya kamu mau nurutin semua yang aku mau." Protes mei.


"Semua, tapi tidak dengan menjadi artis." Jawab xing dengan penuh penekanan.


'Xing ngeselin.' Gerutu mei dalam hati, dia melirik xing berharap agar xing kembali membujuknya lagi. Tetapi xing justru malah cuek dan acuh.


'Benar benar menyebalkan.'


"Xingg.." Mei mencoba untuk kembali merayu xing tetapi di ganggu oleh ketukan di kaca mobil.


Tok tok tok tok


"Woy.. Kalau mau pacaran itu inget waktu. Udah mau jam masuk ini, aku samapai lumutan nungguin kamu mei. Tapi malah enak enakan pacaran." Teriak viagra dengan kesal. Sedangkan zuu hanya geleng geleng kepala saja melihat kelakuan viagra yang bar bar.


Mei pun langsung membuka pintu mobilnya dengan kasar hingga membuat viagra terkena pintu tersebut. "Apaan sih, ganggu aja." Ucap mei dengan kesal. Gara gara viagra dia jadi gagal merayu xing.


Viagra melotot dan menatap mei dengan tajam. "Ohh.. Jadi ganggu nih. Ok, silahan pacarannya di lanjutin. Tidak usah kuliah sekalian." Ucap viagra dengan emosi. Kemudian dia berjalan meninggalkan mei.


Zuu dan xing yang melihat respon yang kurang baik dari mei pun tercengang.

__ADS_1


"Mei, kenapa kamu malah bicara seperti itu pada kak viagra. Diakan cuma mau memberi tahu kamu jika sebentar lagi jam belajar akan di mulai. Kita baru hari pertama masuk lho mei." Ucap zuu dengan lembut. Dia berusaha untuk memberi tahu mei secara halus agar mei tidak tersinggung dan semakin kesal. Setelah mengatakan itu zuu berjalan untuk menyusul viagra.


Mei yang mendengar itu pun langsung sadar dengan apa yang sudah di lakukannya dan merasa bersalah dengan viagra karena sudah membentak dan membuatnya terkena pintu mobil hanya karena kekesalannya.


"Maaf.. Aku tidak bermaksud membentak dan berkata kasar seperti itu." Ucap mei dengan lirih.


Xing yang mekihat hal tersebut pun langsung menghampiri mei dan memeluknya sebentar, lalu dia melepaskan pelukannya dan menatap mei dengan lembut.


"Sayang, kita boleh menginginkan sesuatu. Tapi kita juga harus tahu jika terkadang kamu tidak harus mendapatkan apa yang kamu inginkan itu. Hal yang baik menurutmu bukan berarti itu benar benar yang terbaik untukmu." Ucap xing dengan lembut, dia menatap mata mei yang sudah berkaca kaca.


"Lihat sekarang! Semua keegoisan kamu, kamu jadi membentak bahkan berbicara dengan kasar seperti itu kepada viagra. Dia hanya ingin memberitahu kepadamu jika sudah saatnya kamu masuk. Belajar untuk melakukan segalanya dengan cukup itu harus, agar segalanya tidak berlebihan dan menjadi bumerang suatu saat nanti." Lanjut xing.


Mei hanya menganggukan kepalannya dan menunduk, dia tidak berani menatap xing. "Iya, maaf. Aku hanya merasa kesal saja hingga tanpa sadar malah melampiaskan kekesalanku pada orang lain. Lain kali aku akan berusaha lebih tenang dan memikirkan segalanya terlebih dahulu." Jawab mei parau.


Xing tersenyum tipis. "Bagus, sekarang kamu ke masuk. Sebentar lagi jam belajar akan di mulai, jangan lupa untuk meminta maaf kepada viagra." Ucap xing dengan lembut. Lalu dia mencium pipi mei sebentar.


Mei yang di cium oleh xing pun langsung memerah, dia melirik ke segala arah.


'Astaga. Kok malah di cium sihh, banyak orang yang liatin lagi. Tapi sukaa..' Batin mei berteriak histeris.


Mei menatap xing malu malu, laku dia berjinjit untuk mencium pipi xing. Setelah itu dia lari masuk kedalam kampus.


Sedangakan xing yang mendapat perlakuan manis dari mei pun hanya tersenyum tipis, setelah itu dia masuk ke dalam mobil dan berangakat ke kantornya.


'Manis sekali dia.' Batin xing.


"Mereka berdua sangat menggemaskan ya." Ucap seorang mahasisiwi kepada temannya yang berada di sampingnya.


"Iya, jadi pengen punya pacar kayak gitu deh.." Jawab teman dari mahasiswi tesebut.


"Ehkemm.. Jadi pengen selingkuh nih.." Ucap seorang pria.


"Ehh.. Bukan begitu sayang, aku pengen kamu jadi romantis seperti pria itu." Ucap mahasiswi tersebut dengan cepat.


"Ohhh.. Tenang aku akan romantis kok."


'Selamat selamat. Bisa gawat jika dia semakin cemburu nantinya.' Batin mahasisiwi tersebut sembari mengelus dadanya.

__ADS_1


***


Jangan Lupa Dukungannya Teman Teman😘😘


__ADS_2