
Mei dan xing masih terus bermeditasi agar tenaga mereka kembali pulih setelah apa yang sudah terjadi sebelumnya. Mereka bermeditasi dengan khusyuk hingga suara batuk membuat mereka berdua membuka mata mereka.
Mei langsung berlari mendekati kasur tempat mommy zein berbaring. "Mom.. Apakah ada yang masih sakit?." Tanya mei dengan cemas.
Mommy zein mengerjapkan matanya saat mendengar suara mei. Saat dia bangun dia sedikit terkejut saat melihat dia tidak berada di sel seperti biasanya.
"Di mana ini?." Lirih mommy zein. Perasaan cemas tiba tiba menyerangnya,dia cemas jika ternyata dia berada di ruangan yang di persiapkan oleh yixing untuk menyiksanya. Dia sebenarnya sudah lelah dengan seluruh penyiksaan yang di alaminya selama ini. Tapi, dia berusaha untuk bertahan. Dia berharap dia bisa bertemu kembali dengan putrinya. Meski dia sudah tidak tahu sudah berapa lama waktu telah berlalu, tapi kenangan bersama putrinya lah yang membuatnya bisa bertahan dengan seluruh penderitaan yang di alaminya selama ini.
"Mommy sekarang ada di rumahnya xing. Mommy tenang saja, mommy aman sekarang." Ucap mei.
Mommy zein lalu menengok ke arah mei. "Aman.. Benarkah? Dan kenapa kamu memanggilku mommy?." Gumam mommy zein dengan parau.
Melihat mei dia menjadi teringat dengan putri kecilnya. Dia mengengelus pipi mei, tak terasa air matanya menetes. 'Pasti mei kecilku sudah besar sekarang. Bagaimna keadaannya sekarang, apakah dia bisa bertahan sendirian. Maafkan mommy yang tidak bisa menjagamu, mommy sangat sayang kepadamu. Tidak pernah sekalipun mommy tidak memikirkan keadaanmu.' Batin mommy zein pilu. Hatinya sangat sakit saat dia memikirkan keadaan putri kecilnya itu.
"Mom.. Kenapa menangis? Ini aku mei. Olivia mei, putri kesayangan mommy." Ucap mei dengan parau. Dia berusaha menahan air matanya saat dia melihat momnynya. Dia tidak ingin membuat mommynya sedih.
"Olivia mei.. Putri kecilku, benarkah?." Ucap mommy zein terkejut. Dia lalu berusaha untuk bangun.
Mei yang melihat itu pun langsung membantu momnynya. "Iya.. Ini putri kecil mommy. Bertahun tahun aku mencari mommy. Maaf membuat mommy menunggu, harusnya mommy tidak seperti ini." Ucap mei sedih. Air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi, dia menangis dengan keras saat mengatakan itu semua.
Mommy zein menagkup wajah mei dan memandangnya dengan intens. Air matanya semakin mengalir dengan deras saat mendengar perkataannya. "Kenapa putri kecil mommy harus menangis hmm.. Mommy tidak apa apa, harusnya mommy yang harus meminta maaf kepadamu. Kamu jadi harus bertahan hidup sendiri di saat kamu masih sangat kecil. Pasti sangat berat bagimu saat itu, maafkan mommy sayang." Jawab mommy zein dengan sendu. Dia benar benar merasa sangat bersalah saat dia tidak mampu membesarkan putrinya sendiri. "Sekarang kamu sudah sebesar ini."
"Noo.. Mommy tidak boleh berkata seperti itu, aku tidak apa apa. Lihat, aku sudah besar sekarang. Putri kecil mommy sudah besar dan kuat. Mommy mau apa? Aku akan memberikan apa pun yang mommy inginkan." Ucap mei dengan derai air mata yang terus saja menetes.
"Hahaha.. Benar putri besar mommy sudah tumbuh menjadi sangat cantik sekarang. Mommy tidak menginginkan apa pun sayang, cukup dengan melihatmu tersenyum bahagia saja itu sudah cukup membuat mommy jauh lebih bahagia." Ucap mommy zein tersenyum dan memeluk mei.
__ADS_1
Sedangkan xing yang melihat interaksi mengharukan dari mereka berdua hanya memandang dengan perasaan yang juga terharu. Dia masih tidak menyangka jika wanita yang telah di selamatkannya ternyata adalah mommy dari mei di kehidupannya sebelumnya. Dia sengaja tidak menyela atau pun menggangu mereka, dia ingin melihat mereka melepaskan seluruh kerinduan mereka selama ini setelah bertahun tahun tidak bertemu.
'Takdir memang terkadang sangat mengejutkan.' Batin xing. Dia tersenyum memandang mereka berdua.
"I Miss You So Much Mom.."Ucap mei sembari mengeratkan pelukannya terhadap mommy zein.
"I Miss You Too Sayang.." Jawab mommy zein sembari mengelus punggung dan kepala putrinya tersebut. Dia sangat bahagia, akhirnya dia dapat bertemu dengan putrinya kembali.
Lalu mei melepas pelukannya dan menatap mommynya. "Mom.. Kenapa mommy bisa seperti ini? Apa yang telah yixing claudrius sialan itu lakukan kepada mommy?." Tanya mei.
"Hey.. Tidak boleh berkata seperti itu. Dia adalah ayah kamu, kamu harus menghormatinya. Dan mommy tidak kenapa napa kok sayang." Jawab mommy zein tersenyum.
"Noo mom.. Dia bukan ayah aku. Dia sangat jahat mom, benar benar jahat. Dia bahkan menyuruhku untuk melakukan kejahatan hanya demi kekuasaannya. Dan, saat aku melihat kondisi mommy sangat kritis mom. Jika saja xing tidak menolong mommy tepat waktu maka mommy tidak akan selamat." Ucap mei dengan marah. Dia sangat tidak menyukai saat mommynya masih membela dan menutupi seluruh kesalahan yang telah di lakukan yixing claudrius.
Mata mommy zein terbelalak saat mendengar perkataan mei. "Apa? Dia menyuruhmu apa?." Tanya mommy zein, dia tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.
Air mata mommy zein kembali mengalir saat mendengar hal itu. Seluruh penyiksaan yang di alaminya ternyata sia sia. Putrinya masih di manfaatkan oleh yixing claudrius tanpa di ketahuinya selama ini. Ketakutannya benar benar terjadi. "Ma.. Maaf sayang.. Mommy tidak tahu jika dia benar benar melakukannya. Kenapa dia tega melakukan hal sekeji itu kepada putrinya sendiri.. Kenapa?."
Mei menghapus air mata mommy zein. "Sekarang mommy sudah mengetahuinya. Jadi aku mohon... Jangan lagi membelanya, dia tidak pantas di bela setelah apa yang telah di lakukannya. Dia, dia sangat kejam mom." Ucap mei memberi pengertian kepada mommynya.
"Apa yang telah dia lakukan kepada mommy hingga seperti ini." Tanya mei dengan lirih.
"Dulu, saat mommy pergi berburu. Mommy tidak sengaja melihat anggota klan claudrius. Momny yang sangat takut jika mereka datang untuk mencarimu lalu melesat menjauh dari rumah kita agar mereka mengejar mommy dan tidak menagkap mu. Mommy di tangkap dan siksa selama bertahun tahun, dia sangat ingin mengetahui keberdaaan kamu. Tapi mommy tidak memberi tahu kepadanya karena mommy tahu jika dia ingin memanfaatkanmu, mommy selalu bertahan demi kamu. Kamu adalah penyemangat hidup mommy, setidaknya mommy hanya ingin melihat senyummu untuk yang terakhir kali jika memang mommy tidak selamat. Saat itu mommy lebih memilih meninggalkan mansion dengan membawamu karena mommy mendengar perkataan yixing bersama dengan temannya. Dia mengatakan jika dia ingin memanfaakan mu suatu saat nanti. Maka dari itu mommy membesarkanmu sendirian, mommy sangat menyayangimu. Mommy tidak rela jika yixing memanfaatkanmu. Apapun akan mommy lakukan agar kamu bisa aman." Jawab mommy zein sembari menerawang kejadian saat itu.
Mei kembali memeluk mommy zein, dia benar benar terharu dengan pengorbanan yang telah di lakukan oleh mommynya demi dirinya. Dia juga merasa bersalah, harusnya saat itu dia bisa menyelamatkan mommynya. Dia berada di ruang bawah tanah di klan claudrius selama hampir satu tahun. Tapi dia justru fokus dengan perintah yixing claudrius. Dia menyalahkan dirinya yang mudah putus asa dan melupakan tujuan terbesarnya saat itu.
__ADS_1
'Mei bodoh.' Umpat mei pada dirinya sendiri.
Matanya berkilat tajam, dia sangat marah kepada yixing claudrius. 'Aku akan melenyapkannya.' Batin mei dengan penuh amarah.
Kemudian dia melepaskan pelukannya dan menyuruh mommynya untuk beristirahat. "Mommy sekarang istirahat dulu ya. Keadaan momny belum pulih dengan benar, jadi mommy harus banyak beristirahat." Ucap mei dengan lembut.
"Tapi.. Mommy masih ingin bersama mu."
"Noo mom.. Mommy harus beristirahat. Masih banyak waktu yang akan kita miliki, aku juga tidak akan pergi jauh kok." Jawab mei, dia berusaha untuk memberi pengertian kepada mommynya itu.
"Baiklah, mommy akan beristirahat."
Mei tersenyum dan mencium dahi mommynya. "Kalau begitu mei pergi dulu ya. Hanya sebentar saja kok, setelah urusan mei selesai mei akan datang ke sini lagi. Nanti jika mommy membutuhkan sesuatu akan ada orang yang akan membantu mommy."
Momny zein tersenyum dan mengangukan kepalanya. Setelah itu mei pergi keluar bersama dengan xing.
Mata mei berkilat tajam, dia sangat marah dengan yixing claudrius. "Kita akhiri sekarang." Ucap mei dingin.
Xing menatap mei, dia menganggukan kepalanya. Dia tahu jika sudah saatnya mereka mengakhiri segalanya. "Baik."
'Habis kamu yixing claudrius.' Batin mei dengan penuh amarah.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘