Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
29. Cemburu


__ADS_3

Camila dan rei yang melihat muka mei yang kusut pun bingung sendiri,


"Shine, are you ok?." tanya camila, dia sangat khawatir dengan keadaan mei.


"aku baik baik saja kok, cuma lagi sedih sedikit saja." Jawab mei dengan lesu.


"Beneran baik baik saja, sedari tadi kamu ngak senyum barang sedikit saja." Sahut rei.


"Orang kalau lagi patah hati ngak bakal bisa senyum." sungut mei


Mereka yang mendengar itu pun tergelak, "astaga, patah hati toh.. Sini sini aku peluk biar patah hatinya hilang." Ucap rei, sembari merentangkan kedua tangannya.


Mei yang melihat itu pun menghampiri rei dan memeluknya.


"Aduh duh uluh uluh siapa sih yang sudah bikin gadis seimut ini patah hati, nanti akan aku jadikan dia sandwich goreng." Goda rei,


Camila dan victor yang melihat kelakuan mereka berdua hanya bisa geleng geleng kepala saja.


'mereka berdua itu benar benar, ngak tahu apa kalu mereka di tonton banyak orang.' batin camila gemas sekaligus malu sendiri.


Tiba tiba..


"Ekhemm... jangan pacaran di kelas saya." Ucap xing dengan dingin dan tajam.


Hati xing panas sendiri saat masuk ke kelas dia sudah melihat pemandangan yang membuatnya mendidih.


Sontak mereka pun berpisah dan duduk dengan tegak.


Xing menatap rei dengan tatapan yang tajam, jika saja dengan tatapan bisa membunuh maka mungkin saat ini rei sudah di pastikan tewas di tempat.


'Kok merinding ya, kalau sudah di tatap seperti itu sama mr. xing rasanya seperti akan di kuliti hidup hidup.' Batin rei bergidik ngeri.


"Kita buka bab xx, kita akan membahas tentang pasal 83 ayat (1) dan/ atau pasal 85 ayat (1) di sini di jelaskan dengan gamblang barang siapa yang terbukti melakukan tindakan pidana berupa pencucian uang maka akan di kenai pidana maksimal 10 tahun penjara. Ada yang tahu tentang pencucian uang?." Tanya xing, sembari menatap muridnya satu persatu.


'baru juga masuk beberapa hari, pembahsannya kok udah seberat ini, fiks gue nyesel masuk fakultas hukum.' batin seorang siswa.


Salah satu mahasiswa mengangkat tangannya

__ADS_1


"ya kamu, jelaskan pengertian dari pencucian uang."


"Mr. ini kita masuk baru beberapa hari lho, kok berat amat mr pembahasannya." Protes siswa tersebut,


'waduhh cari perkara tuh anak.' batin beberapa mahasiswa.


"Kamu tahu tidak, pencucian uang itu adalah hasil dari tindakan kejahatan yang jauh lebih besar dan sangat merugikan, dan pencucian uang itu kasus yang sangat sering terjadi di kehidupan pekerjaan. Dan kalian semua calon pengacara atau pun penegak hukum, harus tahu jika pencucian uang adalah kasus yang paking banyak di laporkan dan itu pasti kena pasal yang berlapis. Siapa pun yang tahu jelaskan mengapa saya memilih pencucian uang untuk saya bahas." Ucap mr. xing


Tetapi tidak ada satu pun mahasiswa yang mencoba untuk menjawab dan menunjukkan hal yang mereka pahami tentang itu.


"Jika kalian baru saya tanya seperti ini saja tidak ada yang berani untuk menjawab dan memberi opini kalian, bagaimana nanti saat kalian akan berhadapan dengan hakim nantinya. Kalian harusnya berani untuk mengutarakan keberatan dan juga opini kalian, sebelum kalian memasuki kelas harusnya kalian belajar atau memang kalian asal milih jurusan dan kalian ingin masuk kampus hanya untuk pacaran dan main main." Ucap xing dengan menohok.


"Kamu, jelaskan mengenai pencucian uang dan pasal berlapis apa saja yang mampu menjerat seseorang masuk ke pidana pencucian uang." Tuniuk xing ke victor.


Victor yang di tunjuk pun menjelaskan, " Pencucian uang adalah upaya untuk menyamarkan uang dari hasil tindakan kriminal seolah olah itu adalah hasil dari usaha yang sah secara hukum. Contoh kecil dari pencucian uang seperti uang dari hasil korupsi dan uang tersebut di gunakan untuk membangun usaha seperti restoran dan lain sebagainya."


"Kalian dengar itu, dia bisa menjelaskan dengan baik. Di pertemuan selanjutnya saya ingin kalian belajar dengan baik, saya tidak mau jika ada yang tidak tahu dengan apa yang sedang menjadi pembahasan. Kalian harus belajar di luar jam pelajaran, jangan hanya belajar jika di suruh dan juga di kelas saja. Jika kalian seperti itu kalian tidak akan sukses sama sekali, percuma orang tua kalian banting tulang untuk membiayai kalian jika kalian saja tidak belajar dengan serius." Nasihat xing.


'dia sangat bijak, jika seperti ini aku merasa jika kamu adalah xing yang aku kenal.' batin mei tersenyum.


Mei terus memandang xing hingga tak berkedip, camila yang melihat arah pandang mei pun mulai paham siapa yang telah membuat temannya sedih sedari tadi.


"Jadi kamu patah hati karena mengetahui jika mr. xing sudah berpacaran dengan mrs. livia?." Bisik camila, dan mengodanya.


Mei yang mendengar itu pun menyangkalnya, "Tidak kok, aku tidak patah hati karena mr. xing."


"Kok dari tadi lihat mr. xing-nya sampai tidak berkedip sama sekali." Ledek camila, dia terus menggoda mei. Hingga membuat mei malu sendiri karena katahuan sendang memandang xing sedari tadi.


'ishh malu malui saja sh...' batin mei kesal dengan dirinya sendiri.


Sedangkan xing yang memang memiliki pendengaran yang tajam pun mendengar percakapan mereka, xing hanya tersenyum sendiri saat mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.


'dia benar benar, aku jadi tidak sabar ingin memberi tahunya jika aku masih sangat mencintainya dan ingin meminta maaf atas segala perlakuan kasarku padanya dulu.'


Para mahasiswi yang melihat mr. xing tersenyum dengan tipis pun di buat terpesona.


"Dia kalau tersenyum ternyata jauh lebih tampan." gumam salah satu mahasiswi.

__ADS_1


"Calon suami gue memang tampan."


Sedangkan para mahasiswa yang mendengar pujian yang di lontarkan untuk mr. xing pun merasa iri.


'kalu mr. xing saja yang tersenyum lansung pada terpesona, lah kalo gue boro boro terpesona malah di cuekin.' batin salah satu mahasiswa dengan kesal sekaligus iri.


"Ekhemm.. sudah diam, ini kampus bukan pasar. Yang mau gosip silahkan keluar."


Sontak kelas pun menjadi hening setelah mendapat teguran dari mr. xing.


Setelah beberapa saat kelas pun selesai dan para mahasiswa buru buru untuk keluar kelas.


"Mei Shine Azar, kamu tetap di kelas sebentar ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu."


Mei yang di panggil pun tahu apa yang akan di bicarakan oleh xing, maka dari itu mei mencoba mencari alasan untuk tidak membicarakan hal tersebut, dia masih belum sanggup jika barus membicarakannya.


"Maaf mr. xing, saya ada hal yang sangat penting yang tidak bisa saya tinggalkan, saya permisi dulu." Mei langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari xing.


'Setelah saya mencoba untuk menerima kamu, tetapi kenapa kamu malah menghindar. Apa mungkin dia memang ada hal yang sangat penting?.' batin xing mencoba untuk positive thingking.


Xing pun membereskan seluruh peralatan yang di bawanya, dan kembali ke ruangannya.


Saat sampai di ruangannya xing tidak sengaja melihat mei sedang bercanda dengan rei melaui jendela yang ada di ruangannya.


'Jadi ini hal yang lebih penting, dia lebih memilih untuk berpacaran dengan dia dibanding berbicara denganku.' Batin xing dengan marah saat melihat mei yang tertawa bahkan saling memeluk dengan rei.


'Bahkan dia bisa tertawa dengan lepas saat bersama dengannya, apa kamu sudah lelah dengan ini semua. Apa kamu menyerah begitu saja, apa memang kamu hanya mempermainkan perasaan aku saja seperti dulu.' batin xing bertanya tanya.


'Kenapa kisah cinta kita harus serumit ini, bahkan ini belum di mulai tetapi sudah seperti bunga yang sudah layu.'


Xing terus memandangi mereka melalui jendelanya hingga dia memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya, karena jika terus memandangi mereka berdua maka xing akan semakin cemburu.


***


Bab baru telah di buat..


Mohon dukungannya teman teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2