
Saat ini mei tengah berburu di hutan bersama dengan viagra dan juga jennie, mei mengajak mereka berdua berburu untuk melupakan masalah yang tengah dia hadapi saat ini. Di dalam hutan mereka semua berpencar, walaupun viagra dan jennie tidak menyetujuinya tetapi mereka berdua terpaksa menyetujuinya karena mereka berdua tidak sanggup menolak permintaan adik kecil mereka.
Saat ini mei tengah mencari hewan untuk di burunya, hinga tiba tiba ada seseorang yang mencekiknya dari belakang.
"kenapa kamu tidak juga memutuskan ikatan sialan itu hah, kamu bahkan memilih untuk menjalin hubungan dengan xing. Gadis sepertimu memang tdak tahu di untung." Geram mei,
"Li livia." Gagap mei, saat mendengar suara seseorang yang sangat di kenalinya.
'Nona muda.' teriak para penjaga lewat telepati saat melihat nona muda mereka di cekik secara tiba tiba oleh seorang wanita.
Para penjaga tersebut ingin menghampiri dan akan menyerang livia tetapi di cegah oleh mei.
'Kalian jangan mendekat!! all be ok.' sentak mei lewat telepati.
'Tapi nona.'
'Aku akan baik baik saja, aku mohon kali ini saja, jika ada sesuatu yang membahayakan kalian boleh menyerang.'
'Baiklah nona muda.' Para penjaga terpaksa menuruti keinginan nona muda mereka, namun mereka menjadi sangat waspada. Gerakan sekecil apa pun sangat mereka perhatikan.
"Livia tolong lepaskan, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan." Ucap mei mencoba untuk membujuk livia agar melepas cekikan di lehernya.
" Tidak seperti yang aku pikirkan bagaimana hah, sudah jelas jelas kamu menerima xing untuk menjalin hubungan yang serius dengannya." Teriak livia sembari menekan cekikannya terhada mei lebih kuat.
Akhh
Para penjaga yang melihat hal tersebut sontak saja langsung mencoba untuk menghampiri mereka namu lagi lagi di hentikan oleh mei.
"Lephasshh.. dulu, aku akan menjelaskan semuanya." Ucap mei sembari memukul mukul tangan livia.
Livia pun melepaskan cekikannya terhadap mei.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan livia.Kita hanya mencoba saling mengenal agar xing bisa mengawasiku, dia takut hal yang sama kembali terulang. Maka dari itu dia ingin kita menjalin hubungan yang lebih serius, dia ingin kita bersahabat tidak lebih. Lagi pula dia masih sangat mencintaimu. Saat dia berbicara tentang kamu dia sangat bahagia, dia berhubungan denganku hanya untuk ikatan ini dan agar aku tidak menimbulkan kehancuran yang lebih lanjut." Jelas mei,
__ADS_1
"Kamu berbohong, aku sendiri mendengar kalian akan menjalin hubungan yang lebih serius. Apa susahnya sih kamu menolak hubungan itu hah. Atau memang kamu masih mencintainya?." Ucap livia dengan sinis.
Mei pun langung menyagkalnya, "Tidak livia, aku bisa jamin jika kita tidak lebih dari sahabat. Aku tahu jika dia masih mencintaimu, dia hanya menggunakan ikatan ini hanya untuk permainannya. Dia ingin balas dendam kepadaku." Tetiak mei dengan frustasi.
Livia yang mendengar itu pun sangat terkejut,
'Permainan.' batin livia dengan bingung.
"Maksud kamu apa, dia tidak pernah mempermainkan seseorang." Sangah livia dengan tajam.
"Ya dia memang sangat baik, tapi sebaik baiknya orang bukannya punya hati juga. Seperti yang kamu bilang dia hanya ingin menggunakan ikatan ini agar aku semakin menderita, sudah berulang kali aku mencoba untuk menyagkalnya tetapi itu semua benar. Dia hanya mencintaimu, dia sengaja melakukan itu semua hanya berpura pura saja. Dia hanya ingin aku menderita." Isak mei, hatinya sangat sakit saat harus mengingat jika sebenarnya apa yang di lakukan oleh xing hanya permainan untuknya agar dia menderita.
Livia yang mendengar itu pun langsung memahami apa yang tengah terjadi.
"Jadi dia percaya jika xing memang melakukan itu semua untuk membuatnya menderita, dia tidak mengetahui jika sebenarnya itu semua adalah sebuah kebenaran. Itu artinya xing ingin hubungan mereka berjalan sebagaimana mestinya, dia tidak ingin langsung mengutarakan keinginannya agar mei menjadi pasangannya. Dia ingin hubungan mereka berjalan secara perlahan lahan dan tidak terburu buru, dan xing belum mengatakan perasaannya kepada mei." Pikir livia.
'Itu artinya aku masih bisa memanfaatkan keadaan ini agar kamu semakin menderita sebelum aku menghabisimu mei.' Batin livia dengan licik.
"Jika kamu sudah mengetahui semuanya, kenapa kamu masih melanjutkannya hah." Tanya livia dengan tajam.
'Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya.' batin mei.
"Aku apa hah.. Kamu berharap jika kamu menerima itu semua agar xing dekat denganmu dan mencintaimu begitu." Geram livia.
Mei sangat bingung harus menjawab apa, Sedangkan livia yang melihat wajah bingung mei pun semakin geram dan kesal.
"Kamu bisa dekat dengan xing sesuka kamu, tapi kamu harus ingat jika dia hanya memanfaatkan ini semua hanya untuk membuatmu menderita. Dia sangat sangat mencintaiku." Ucap livia dengan penuh penekanan.
Mei yang mendengar itu semua hatinya sangat sakit, dia sendiri juga tahu jika semua yang di katakan oleh livia semuanya benar.
"Cihh.. ngaca dulu sebelum mengharapkan hal yang sangat mustahil seperti itu. Dia tidak mungkin mau mencintai gadis yang sudah membuatnya menderita." Sarkas livia, kemudian livia memikih melesat pergi meninggalkan mei.
'Kenapa saja masih sakit, aku sudah tahu akan seperti apa jadinya. Tetapi tetap saja menyakitkan meski sudah mencoba menguatkan hati ini saat harus menghadapi hal yang seperti ini.' batin mei dengan pilu.
__ADS_1
Para penjaga yang melihat jika livia sudah pergi pun mendekat dan menghampiri mei. Begitu pula dengan viagra dan juga jennie mereka berdua mendapat kabar dari penjaga melalui telepati jika mei di cekik oleh seorang wanita, sontak saja mereka berdua langsung melesat ke arah yang sudah di beri tahu oleh penjaga, untuk menolong mei.
Tetapi saat mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut kepada mei mereka berdua pun urung untuk menolong mei, karena mereka sangat memahami dengan apa yang tengah mereka bicarakan. Mereka hanya mampu melihat dan mengawasi livia dan mei agar hal yang fatal tidak terjadi.
"Nona muda anda tidak apa apa?." tanya seorang penjaga dengan khawatir.
Mei pun menoleh ke arah penjaga tersebut, "Aku tidak apa apa, aku hanya terkejut tadi. Terima kasih kalian mau menuruti perintahku, aku hanya ingin semua masalah ku selesai. Walaupun ini jauh dari kata selesai tetapi setidaknya aku sudah mencobanya." Jawab mei sembari tersenyum.
"Jika tadi ada hal yang lebih dari itu, kita tidak akan segan segan segan menyerangnya. Kita di tugaskan untuk menjaga nona agar nona tidak terluka, jika tadi nona terluka sedikit pun maka kita akan menyerangnya tanpa ampun. Vampire tetaplah vampire, makhluk yang sangat serakah." Ucap seorang penjaga dengan dingin dan juga tajam.
Kemudian penjaga tersebut bersama dengan anak buahnya berpencar.
"Dia sekali berbicara saja sangat menakutkan." Ucap viagra dengan ngeri.
"Tentu saja dia adalah salah satu pemimpin prajurit bayangan yang sangat di hormati dan di takuti. Hanya orang orang tertentu yang mampu melihat dan mendeteksi keberadaan mereka. Kita saja tidak tahu identitasnya seperti apa, penyamaran adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh lupa." Jelas jennie dengan serius.
"Huft.. Iya kamu benar, dia tidak menyerang livia karena permohonan dari mei."
"Kamu tidak apa apa kan mei." lanjut viagra bertanya dengan khawatir.
"Aku tidak apa apa, aku hanya terkejut saja. Aku tahu hal ini akan terjadi tetapi aku tidak menyangka akan secepat ini." Jawab mei.
Mereka berdua tahu jika ini akan semakin rumit, tetapi mereka berdua tidak bisa berbuat apa apa. Karena ikatan belahan jiwa tidak akan bisa di putuskan, meski mereka berdua sangat sedih jika harus melihat mei tersakiti oleh perasaannya sendiri seperti ini. Tetapi mereka tidak bisa melawan takdir yang sudah di gariskan oleh dewi.
"Lebih baik kita kembali ke rumah saja." Ucap jennie.
Mei pun hanya menurutinya saja karena memang dia sudah terlalu lelah dengan apa baru saja terjadi, dia susdah tidak berselera untuk berburu lagi. Dia sangat terkejut dengan kedatangan livia yang sangat tidak terduga.
"Baiklah." Jawab mei.
Kemudian mereka semua melesat menuju rumah mereka untuk beristirahat dan tidur.
***
__ADS_1
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘