Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
86. Maaf Kak Viagra


__ADS_3

Mei masuk ke kampus dengan lesu, dia benar benar merasa kesal kepada dirinya sendiri.


'Mei bodoh, kenapa kamu tidak bisa mengontrol emosi kamu sihh..' Rutuk mei dalam hati.


Selama pelajaran berlangsung mei hanya diam dan memperhatikan dosennya yang sedang menerangkan dengan tatapan kosong. Pikirannya masih tertuju kepada viagra yang sudah dia bentak.


Mei masih saja melamun hingga dia tidak sadar jika jam pelajarannya telah selesai hingga seseorang menepuk bahunya ringan.


"Hey, dari tadi kok melamun saja. Jam pelajarannya sudah selesai, apa kamu sedang tidak enak badan?." Tanya seorang gadis yang tadi menepuk bahunya. Sedari tadi dia melihat mei yang melamun terus.


Mei yang tersadar dari lamunannya pun hanya tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan dari gadis tersebut. "Tidak apa apa kok, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Jawab mei.


"Ohh.. Apa kamu mau ke kantin denganku?." Tanya gadis tersebut.


"Tidak usah, kamu duluan saja."


"Hmm.. Baiklah, tapi jika kamu ada apa apa kamu bisa berbicara kepadaku. Namaku betty." Ucap gadis yang bernama betty tersebut.


"Ahh.. Iya, terimakasih karena sudah perhatian denganku, namaku mei." Jawab mei sembari tersenyum tipis.


"Yasudah mei, aku pergi ke kantin duluan ya." Ucap betty.


Mei hanya menganggukan kepalanya, setelah itu betty pergi keluar untuk ke kantin.


Mei menghela nafas sebentar. "Lebih baik aku mencari kak viagra dan meminta maaf kepadanya, aku akan mengirim pesan kepada zuu dulu" Gumam mei.


✉ Zuu apa kamu sedang bersama kak viagra, kalian di mana. Aku ingin meminta maaf kepadanya.


Mei berjalan keluar dari kelas hingga pesannya sudah terbalas.


✉ Kita sedang ada di parkiran, kamu kesini saja. Kita sedang menunggumu, kak viagra sepertinya sudah tidak marah kepadamu kok.


Setelah membaca pesan dari zuu mei sedikit merasa lega.


'Bagaimana bisa aku sampai seegois ini. Zuu saja bisa lebih dewasa dariku, harusnya aku yang lebih dewasa dan pengertian, terutama dalam mengontrol emosi ku.' Batin mei, dia benar benar merasa malu dengan kelakuannya sendiri.


✉ Aku akan segera kesana.


Kemudian mei berjalan ke parkiran, di sana dia melihat viagra dan zuu yang sedang berbicara di samping mobil menunggunya.


Mei berlari kecil menuju ke arah mereka berdua hingga dia sudah sampai di depan mereka berdua, mei tersenyum dan akan berbicara tetapi di dahului oleh viagra.


"Kita pulang sekarang!." Ucap viagra datar, saat dia akan membuka pintu mobil, mei mencegatnya.


"Kak viagra, aku minta maaf. Maaf karena sudah menyakitimu dan membentakmu, aku berjanji aku tidak akan seperti itu lagi." Ucap mei dengan parau, matanya sudah mulai berkaca kaca.


Viagra menghela nafasnya. "Aku tidak marah kepadamu, aku hanya tidak suka jika kamu, adik kecilku yang baik hati sampai bersikap kasar seperti itu. Itu tidak baik sayang, kamu biasanya sangat sopan lho." Ucap viagra dengan lembut.

__ADS_1


Mei menatap viagra dengan mata yang berkaca kaca. "Maaf, aku tidak akan seperti itu lagi." Ucap mei dengan lirih.


Viagra tersenyum dan mengacak acak rambut mei. "Tidak apa apa, kamu sudah mengakui kesalahan kamu. Dan kamu juga sudah berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Sekarang kita pulang ya."


Mei tersenyum dengan manis dan menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka pulang ke rumah yang mereka tempati, yang lokasinya tidak jauh dari kampus.


Setelah mereka sampai di rumah mei langsung melesat ke kamarnya dan berganti baju. Rencananya dia ingin ke kantor xing untuk makan bersama dengannya.


Setelah bersiap siap lalu dia ke dapur dan memasak sebentar untuk dirinya dan xing dan juga viagra dan zuu. Kemudian dia menaruh makanan di kotak bekal.


"Kamu mau kemana kok bawa kotak bekal makanan segala?." Tanya viagra penasaran.


Mei tersenyum tipis. "Aku ingin memberikan ini untuk xing, dia pasti terlalu sibuk dengan pekerjaannya." Jawab mei dengan ceria.


Viagra hanya mendengus kesal saat mendengar jawaban dari mei. "Bucin amat, baru juga kerja beberapa hari tapi kok sudah tahu jika dia belum makan. Memangnya tahu dari mana." Ucap viagra dengan sewot.


Mei mengangkat alis sebelahnya saat mendengar perkataan viagra. "Makanya jangan jomblo, supaya tahu bagaimana rasanya di beri perhatian dan memberi perhatian." Jawab mei menyindir viagra.


"Jomblo mah bebas, tidak ada yang ngatur." Sahut viagra.


"Yang sirik bilang dong." Teriak mei sembari berjalan menjauh dengan membawa kotak bekal di tangannya.


"Cihh.. Kurang asem, begini nih nasib jadi jomblo. Tidak ada yang memberi perhatian." Gumam viagra merana.


Zuu yang melihat interaksi mereka berdua pun hanya terkekeh geli. "Cari pacar dong kak, biar ada yang merhatiin dan tidak merana terus seperti itu." Ledek zuu.


Viagra langsung menatap zuu dengan tajam. "Anak kecil tidak usah ikut ikut."


'Aishh.. Nasib nasib, perasaan di ledekin mulu dari tadi.' Batin viagra kesal.


Viagra mengambil makanan dan memakan makanannya dengan kesal.


"Makannya pelan pelan nanti tersedak mati kan tidak lucu." Ledek zuu.


'Hahaha sepertinya meledek kak viagra itu jadi hobi baruku, dia sangat lucu sih.' Batin zuu dengan senang.


"Uhukk ukhukk.."


Zuu yang melihat viagra benar benar tersedak pun langsung mengambilkan minuman dan memberikan kepada viagra.


"Kan sudah aku bilang jika makan itu pelan pelan. Tersedak beneran kan." Omel zuu.


Viagra meminum air putih yang di beri oleh zuu. "Glek glek glek.. Ahhhh leganya. Itu semua salah kamu, kamu yang doain kakak supaya tersedak. Lihat, tersedak beneran kan." Viagra justru malah menyalahkan zuu.


"Terserahlah, yang tidak jomblo mengalah saja." Ucap zuu sembari membawa makanannya. Dia memilih makan di ruang tamu dari pada di salahin oleh viagra lagi.


"Aihh.. Kok pada suka meledek sih." Ucap viagra dengan kesal.

__ADS_1


Di sisi lain mei sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan xing. Dia ke sana dengan menggunakan sepeda, hitung hitung sambil berolahraga.


"Xing pasti senang aku bawakan makanan." Gumam mei dengan senangnya.


Setelah sampai di depan gedung perusahannya xing, mei langsung memarkirkan sepedanya.


"Woww.. Aku tidak tahu jika perusahannya sebesar ini. Ternyata calon suamiku kaya juga." Ucap mei kagum dengan gedung perusahaannya xing yang besar di depannya.


Lalu mei berjalan untuk masuk ke dalam. Tetapi dia justru di hadang oleh security yang menjaga di depan pintu masuk.


"Maaf nona, anda siapa. Apakah sudah anda janji, sebelum masuk anda harus menunjukkan bukti jika anda punya izin untuk masuk." Ucap security tersebut dengan tegas.


'Ketat sekali penjagaannya.' Batin mei antara terkejut dan juga kagum dengan keamanan yang di terapkan di perusahaan.


"Aku tidak memiliki izin pak, tapi sebentar ya aku akan menelfon xing terlebih dahulu." Ucap mei. Kemudian mei memilih melakukan vc dengan xing agar dia bisa dapat masuk.


"Hai sayang, tidak biasanya kamu melakukan video call. Dan tunggu dulu, apakah kamu ada di depan gedung xing's corp." Xing cukup terkejut saat mei melakukan panggilan video dengannya. Tetapi dia semakin terkejut saat melihat latar di belakang mei.


"Ahh.. Iya, aku sengaja datang ke xing's corp untuk memberimu makanan. Tapi karena tudak memiliki bukti untuk bisa masuk jadi aku tidak bisa masuk." Jawab mei.


"Ohh perhatian sekali calon istriku ini.. Kamu berikan hp kamu kepada security di belakang kamu." Ucap xing menggida mei.


"Baik akan aku berikan kepada pak securty dan tidak usah menggoda goda." Kemudian mei memberikan hpnya kepada security yang menghadangnya tadi.


"Ini pak, xing ingin berbicara dengan bapak." Ucap mei dengan sopan sembari memberikan hpnya kepada security yang bernama alec tersebut.


Alec menerima hp dari mei dan alangkah terkejutnya dia saat melihat jika yang sedang melakukan panggilan video dengan mei benar benar xing aladric bossnya.


"Tuan." Ucap alec terkejut.


Dia tidak menyangka jika mei berkata jujur, pasalnya bukan sekali dua kali ada wanita yang datang ke perusahaan xing's corp dan mengatakan jika mereka mengenal xing aladric.


"Tolong anda biarkan dia masuk. Dia adalah calon istri saya." Ucap xing dengan tegas.


"Baik tuan, maaf saya tidak mengetahui jika dia adalah calon istri anda maka dari itu saya menghadangnya." Ucap alec sungkan.


"Tidak apa apa, anda hanya menjalankan tugas anda. Dia juga akan mengerti kok." Ucap xing.


"Terimakasih tuan." Kemudian alec langsung memberikan hpnya kepada mei dan mempersilahkan dia untuk masuk ke dalam.


"Ini nona, maaf saya tadi menghalangi anda untuk masuk." Ucap alec.


Mei tersenyum tipis. "Tidak apa apa pak. Saya tahu jika anda hanya menjalankan tugas anda, terimakasih sudah menjaga xing's corp."


Mei menundukan kepalanya sebentar ke arah pak alec, lalu dia masuk ke dalam.


Alec menatap punggung mei sebentar. "Calon istri tuan xing sangat cantik dan juga baik. Dia tidak arogan sama sekali, beruntung sekali pak xing." Gumam alec.

__ADS_1


÷÷÷÷


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2