
Mei mengajak xing untuk datang ke mansion klan azar terlebih dahulu. "Kita ke mansion terlebih dahulu ya." Ucap mei.
Xing menyetujuinya, kemudian mereka berdua melesat menuju ke mansion klan azar. Mei mengajak xing ke dalam kamarnya, setelah sampai di kamarnya mei mengeser sebuah kukisan besar di kamarnya hingga terlihat sebuah ruangan. Kemudian dia mengajak xing untuk memasuki ruangan tersebut.
"Ruangan apa ini sayang?." Tanya xing penasaran.
"Ini ruang khusus tempat aku menyimpan senjata dan berbagai barang berharga lain." Jawab mei.
Mei berjalan menuju ke sebuah meja yang terdapat berbagai senjata hingga dia mengambil sebuah kipas yang berada di atas meja tersebut.
"Kipas."
"Ya, ini senjata terbaik yang aku miliki. Kipas ini bukan hanya kipas biasa, saat kita mengayunkan kipas ini maka akan keluar senjata lain yang berupa jarum yang sangat kecil atau pun belati dan pisau. Senjata tersembunyi di dalam kipas ini sudah aku rancang untuk membunuh vampire, ada rune api abadi di dalam seluruh senjata yang di keluarkan oleh kipas ini." Jawab mei sembari memberikan kipas tersebut kepada xing.
"Kenapa kamu memberikan kipas ini kepadaku?." Tanya xing bingung saat mei justru memberikan kipas tersebut kepadanya.
"Kamu gunakan kipas ini sebagai senjata. Biar aku yang menggunakan pedang merah yang kamu miliki." Ucap mei serius.
Xing sangat terkejut saat mei mengatakan hal tersebut. "Apa, tapi hanya aku yang mampu memegang pedang merah sayang."
Mei tersenyum tipis. "Aku adalah belahan jiwa mu, aku akan bisa menggunakan pedang merah." Jawab mei dengan yakin.
"Tapi.."
"Kamu percaya kepadaku kan?." Tanya mei sembari menatap xing.
Xing menghela nafas sebentar, lalu dia mengeluarkan pedang merahnya dan memberikan kepada mei. "Ini, aku sangat mempercayaimu lebih dari apa pun." Ucap xing dengan serius.
Mei kembali tersenyum dan mengambil pedang tersebut dari tangan xing. "Lihat, aku bisa memegangnya. Dengan kita bertukar senjata, aku ingin memperlihatkan kepada mereka seperti apa kekuatan sebenarnya. Seperti apa kekuatan dari sebuah cinta yang mampu menghancurkan mereka. Dan aku ingin memperlihatkan bagaimna sebuah air mata dan juga luka bisa membuat orang lain menjadi lebih kuat." Ucap mei dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
Xing tersenyum dan mengusap wajah mei dengan penuh kasih sayang. "Kamu tahu, sudah saatnya dia harus menyadari. Dia sudah di beri peringatan dengan sebuah ramalan saat itu, tapi dia tetap saja melakukan rencananya. Sudah saatnya kehancuran dari yixing claudrius tiba, orang yang tidak memanfaatkan kesempatan dengan benar. Mereka tidak pantas untuk mendapatkannya." Ucap xing.
Mei tersenyum, lalu dia menatap pedang merah di tangannya. Kemudian dia melukai tangannya hingga darahnya keluar dari tangannya. Setelah itu dia menulis rune api abadi di atas pedang merah tersebut. "Kita lakukan sekarang!." Desis mei tajam.
"Kita lakukan." Jawab xing. Kemudian mereka berdua melesat menuju ke tempat peperangan yang saat ini tengah berlangsung. Tak lupa mereka menggunakan baju dari klan masing masing.
Sedangkan di medan peperangan saat ini sudah sangat kacau balau. Banyak pasukan yang berguguran, bahkan di pihak mahkluk supranatural sudah menambah jumplah pasukan mereka. Tapi lagi lagi bisa dengan mudah di halau oleh pasulan yixing claudrius. Pasukan yixing seakan memiliki stamina dan kekuatan yang tidak ada habisnya. Hanya sedikit dari mereka yang berhasil tumbang. Hal ini yang membuat pasukan dari mahkluk supranatural yang semakin menipis dan kualahan dalam menghadapi mereka, bahkan para pemimpin sudah mulai turun tangan di dalam medann perang.
Sedangkan Yixing claudrius hanya melihat pemandangan itu dari jauh sembari meminum darah di tangannya. Dia masih tidak mengetahui jika mei sudah tidak ada di sel ruang bawah tanah.
"Hahaha.. Lihat caesar, benar benar pemandangan yang indah. Tidak butuh waktu lama lagi maka kita akan memusnahkan mereka. Lalu, hanya klan claudrius yang memimpin seluruh makhluk." Ucap yixing, dia menyesap darahnya sembari memandang peperangan tersebut dengan senang.
"Iya tuan. Dengan kekuatan dari silver blood, kita akan menjadi penguasa dan memusnahkan mereka semua dengan sangat mudah." Jawab caesar, dia sangat senang saat melihat hal tersebut. Akhirnya seluruh penelitian yang di lakukannya selama bertahun tahun telah membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Tetapi kesenangan mereka hancur seketika saat mei dan xing datang. Mereka langsung menyerang seluruh pasukan yixing tanpa ampun sama sekali, hingga banyak yang tewas terkena rune api abadi.
"Apa.. Sialan, bagaimana mereka bisa sampai di sini. Bukankah xing masih dalam pengaruh ramuan dan sedang bersama dengan livia." Teriak yixing marah, dia melempar gelas yang masih berisi darah.
Sedangkan xing dan mei terus menyerang tanpa pandang bulu. Terlihat mata mei yang menyala tanda amarah yang sangat berkobar. Mei terus mengayunkan pedang merah milik xing ke arah para prajurit yixing. Begitu pula dengan xing yang juga terus mengajunkan kipas milik mei kearah prajurit yixing.
"Alastor, bukankah yang mampu memegang pedang merah hanya putramu xing?." Tanya seseorang. Dia sangat terkejut saat melihat mei yang mampu memegang pedang merah dengan mudahnya.
"Iya, saya tidak tahu jika dia bisa memegangnya. Dia bahkan bisa menggunakannya untuk menyerang." Jawab alastor, dia sendiri juga sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Wow.. Kak mei kalau sedang marah sangat mengerikan ya." Ucap rick kepada jansen.
"Aku tidak bisa berkata apa rick. Dia bisa memegang pedang merah, kita saja tidak bisa." Jawab jansen.
Mereka semua bertarung dengan sedikit terkejut dan juga bingung saat melihat mereka berdua bertukar senjata. Terlebih lagi mei yang menggunakan pedang merah. Ini benar benar mengejutkan mereka terutama seluruh anggota klan aladric.
__ADS_1
'Menakjubkan.' Batin beberapa orang yang ada di sana.
Pasalnya mei dan xing menyerang pihak lawan dengan cepat dan presisi. Tidak meleset sedikit pun hingga pihak lawan mulai kewalahan hanya dengan melawan dua orang.
Sedangkan yixing yang melihat hal tersebut semakin marah dan menghampiri mereka berdua.
"Kalian berdua." Desis yixing.
Mei dan xing yang melihat yixing mendatangi mereka pun langsung menatap yixing dengan sorot mata yang tajam.
"Yixing claudrius." Desis mei, dia menatap yixing dengan mata yang berkilat tajam. Lalu mei menatap xing, seakan memberitahukan kepadanya untuk mengurus yang lain. Xing yang melihat tatapan mei pun menganggukan kepalanya. Dia langsung melesat ke arah caesar.
"Anda tidak bisa pergi sir. Anda pikir saya akan membiarkan anda pergi setelah apa yang anda perbuat hmm.. "Ucap xing dengan nada suara yang rendah.
Dia tahu jika caesar pasti akan memilih untuk melarikan diri seperti di masa lalu. Dia tidak akan membiarkan masa lalu kembali terulang. Caesar dan yixing akan hancur saat ini juga.
Rahang caesar mengeras menahan amarah saat melihat xing yang menghadangnya. "Kamu.. Minggir."
"Apa saya tidak salah dengar. Anda menyuruh saya minggir, dalam mimpi anda sir." Jawab xing basa basi. Dia ingin membuat caesar marah agar mereka bertarung. Xing tahu jika caesar akan memilih menghindar bagaimanpun caranya.
"Shh.. Jangan buat marah saya anda anak muda." Desis caesar marah. Dia berusaha mencari celah untuk bisa pergi dari situasi ini.
"Kenapa? Anda pikir saya takut kepada anda tuan." Jawab xing, dia langsung menyerang caesar dengan menggunakan kipas yang ada di tangannya.
Caesar yang melihat hal tersebut langsung menghindar. 'Sialan.' Batin caesar dengan penuh emosi.
"Saya tidak akan pernah melepaskan anda setelah apa yang anda lakukan kepada mei, tidak akan." Ucap xing sembari terus menyerang caesar dengan menggunakan kipas yang ada di tangannya. Dia tidak akan pernah melepaskan caesar sebelum dia benar benar lenyap.
***
__ADS_1
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘