Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
120. Ritual Pernikahan Kuno


__ADS_3

Bibir Mei bergetar menahan tangis, perkataan mommynya seakan menghantamnya dengan keras. Selama ini dia hanya berkubang dengan masa lalunya, penyesalannya. Dia tidak memikirkan jika dia memiliki dirinya sendiri dan keluarganya yang harus di pikirkan.


"Maaf hiks hiks.. Maaf hiks hiks.."


Mei memeluk Mommy Zein dengan erat. Gelombang emosi langsung menyelimutinya, tangis yang di tahannya langsung pecah saat mengetahui apa maksud dari Mommynya. Dia telah menderita di tangan Yixing Claudrius selama berabad-abad dan yang ada di pikiran mommynya hanyalah dirinya. Sedangkan dirinya malah berkubang dengan masa lalunya, hingga tanpa di sadarinya jika hal tersebut telah menyakiti dirinya sendiri serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Seharusnya dia memikirkan kebahagiaan dirinya dan tidak menyalahkan dirinya sendiri terus menerus. Seharusnya dia bahagia karena sudah di beri kesempatan kedua untuk bisa menebus dosanya.


Sontak saja mereka semua yang ada di sana langsung panik saat melihat Mei yang justru malah menangis.


"Sayang kok malah nangis." Ucap Mommy Angela, menghampiri Mei dan memeluknya.


"Aku.. Hiks maaf karena jadi orang yang egois. Aku janji aku akan memikirkan diriku sendiri dan orang-orang yang mencintaiku. Aku akan bahagia.." Ucap Mei di sela-sela tangisannya.


Mereka semua langsung bernafas lega saat mendengar perkataan Mei.


"Sudah.. Jangan menangis terus, sebentar lagi mau menikah kok malah nangis sih. Ishh.. Kalau cengeng begini, bisa-bisa cucu mommy juga cengeng nantinya." Ucap Mommy Alice, menggoda Mei agar Mei kembali ceria.


"Mom.." Pekik Mei, mukanya merah padam saat mendengar apa yang di katakan oleh Mommy Alice.


"Adik kecil, karena kamu sudah mau menikah dan punya anak. Jadi kamu sudah tidak kakak panggil adik kecil lagi, kakak akan panggil kamu mommy kecil ya." Ucap Sean yang juga ikut menggoda adiknya.


Mei menatap kakaknya dengan tatapan dingin dan datarnya. "Kak, kakak itu memang kurang kreatif dan cenderung kurang wawasan. Jadi ya.. Terserahlah.." Ucap Mei datar.


Sean hanya bisa tercengang saat mendengar perkataan adiknya yang tersirat tapi nylekit tersebut.


"Kejam banget sih kamu dek. Masa kamu bilang kakak bodoh.." Protes Sean.


"Kaka sendiri yang bilang seperti itu." Ucap Mei.

__ADS_1


"Sudah sudah.. Kalian ini kok malah bertengkar seperti anak kecil sih." Lerai Daddy Julius.


"Sayang, nanti jika kamu menikah. Kamu ingin konsep yang seperti apa?" Tanya Mommy Zein.


Mei menatap Mommy Zein Lembut. "Mom, aku akan menikah di Shangri La. Tidak ada mahluk yang bisa keluar masuk di Shangri La dengan mudah. Jadi, nanti kita hanya masuk untuk ritual pernikahan kuno saja mom.."


"Ritual pernikahan kuno." Pekik mereka semua.


"Ya, kita berdua akan melakukan ritual pernikahan kuno." Ucap Mei tegas.


"Apa kalian serius, jika kalian ingin melakukan ritual pernikahan kuno. Kalian harus mampu menekan nafsu alami kalian sebagai mahkluk supranatural." Ucap Tetua Vincent dengan serius.


"Jika kalian tidak mampu melakukan itu, salah satu dari kalian akan tewas kehabisan energi." Sahut Tetua Damian menimpali perkataanTetua Vincent.


Selama berabad-abad ke belakang, setelah perang melawan Yixing Claudrius. Generasi sekarang banyak yang tidak mampu melaksanakan ritual pernimahan kuno, karena dalam ritual tersebut mereka harus saling menukarkan energi ke masing-masing pasangan. Pasangan yang tidak mampu menekan nafsu alami mereka akan dengan rakus meminum energi pasangannya hingga pasangan mereka mati karena kehabisan energi. Sedangkan mereka yang menyaksikan prosesi tersebut sudah di pastikan tidak akan mampu menolong pasangan pengantin yang menikah karena pasangan pengantin akan terhalang di dalam rune khusus untuk mengikat tali takdir mereka.


Xing dan Mei saling melirik dan tersenyum tipis.


"Tetua, kita berdua adalah belahan jiwa. Tanpa ritual khusus ini kita juga sudah saling menukarkan energi. Jiwa kita berdua akan saling terhubung dan saling menjaga jika terjadi sesuatu yang buruk mepada kita berdua. Lagi pula kita berdua pernah hidup di masa lampau jauh sebelum peradaban modern, sehingga kita berdua tahu dengan pasti apa dan bagaimana yang harus kita lakukan. Ritual ini hanyalah sebagai penguat terakhir dari ikatan kita yang sudah kuat. Kita tidak akan kenapa-kenapa." Ucap Xing dengan penuh keyakinan.


"Xing benar tetua, kita berdua adalah belahan jiwa. Hal yang lumprah jika kita melakukan ritual pernikahan kuno. Insting kita sudah saling menjaga sejak tanda belahan jiwa kita muncul, energi kita berdua akan saling berputar bolak-balik antara aku dan Xing tanpa terpurus sama sekali. Jadi sudah di pastikan kita berdua akan baik-baik saja." Ucap Mei tak kalah yakin.


Mereka semua yang mendengar penjelasan dari Mei dan Xing pun terdiam sejenak untuk mencerna dan memikirkan perkataan mereka dengan matang.


"Sepertinya kalian sudah sangat memikirkan hal ini dengan sangat matang. Kalian juga sudah saling mengerti masing-masing.Tidak ada hal lain lagi yang bisa kita khawatirkan. Lakukan yang terbaik bagi kalian masing-masing." Ucap Tetua Vincent dengan bijak.


Setelah mendengar perkataan dari Tetua Vincent, hati mereka langsung merasa lega. Mereka tahu jika pada akhirnya yang paling mengerti tentang mereka berdua adalah mereka berdua sendiri.

__ADS_1


"Karena Tetua Vincent sudah memberikan restu serta pemikirannya. Kita semua juga merestuinya, laukan yang terbaik. Xing, kamu yang mengurus seluruh prosesi pernikahan. Biar Saya dan Alastor yang mengurus keamanan saat kita semua akan menuju ke Shangri La." Ucap Julius dengan tenang.


"Tidak perlu dad, untuk keamanan yang lebih baik. Kita semua akan berteleportasi langsung ke Shangri La." Ucap Xing Tegas.


"Jangan, itu akan sangat berbahaya bagi kamu. Kamu harus melakukan ritual pernikahan kuno, akan sangat berbahaya jika energi kamu tidak penuh akibat dari teleportasi." Ucap Alastor yang langsung menolak keinginan putranya.


Dia tidak bisa membiarkan Xing melakukan hal tersebut, karena teleportasi akan sangat membutuhkan banyak energi.


"Alastor benar Xing. Kamu jangan melakukan itu, kamu percayakan saja seluruh keamanan kepada Julius dan Alastor. Mereka pasti akan tahu apa yang terbaik, yang kamu pikirkan hanya izin untuk masuk ke Shangri La serta pemulihan energi. Bukan hal yang mudah untuk bisa memasuki Shangri La, kamu akan membutuhkan banyak energi." Ucap Tetua Damian.


Xing memejamkan matanya sejenak, lalu dia membuka matanya dan menatap seluruh keluarganya.


"Baiklah, aku akan mengurus seluruh persiapan pernikahan. Daddy Julius dan Daddy Alastor yang mengurus penjagaan dalam perjalanan menuju Shangri La." Ucap Xing.


Dia terpaksa menerima keputusan mereka demi kelangsungan pernikahannya. Meski ada sedikit rasa khawatir, tapi dia tahu jika akan sangat tidak bagus jika dia memaksakan dirinya sendiri. Dia hanya bisa berharap semuanya akan lancar.


'Aku tidak akan memaafkanmu Livia. Lihat saja jika kamu berani mengacaukannya, akan ku habisi kamu. Tidak semuanya akan berakhir memaafkanmu, masa lalu sudah berlalu. Penebusan sudah di lakukan, sudah tidak ada alasan lagi untuk merasa bersalah dan memberi kesempatan lagi.' Batin Xing.


Mei menatap Xing dengan tatapan lembutnya.


"Semua akan baik-baik saja." Bisik Mei.


Xing langsung merasa sedikit tenang dan lega setelah mendengar bisikan Mei.


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2