Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
119. Terus Maju Dan Bahagia


__ADS_3

Tampak di mansion Clan Azar tengah ramai, seluruh keluarga inti dari Clan Aladric dan Clan Azar tengah berkumpul menjadi satu. Mereka sengaja bertemu karena undangan dari Xing yang mengatakan jika dirinya dan Mei ingin membicarakan hal yang sangat serius.


"Jadi, apa yang ingin kalian bicarakan kepada kami semua?." Tanya Julius dengan serius.


Xing bedehem sebentar, tiba-tiba saja rasa gugup langsung menyelimuti dirinya.


'Kenapa rasanya sangat gugup begini.' Batin Xing.


Xing memandang mereka semua satu persatu, dia berusaha untuk rilex dan tidak tegang.


"Daddy Julius dan Daddy Alastor. Kami berdua sudah memutuskan untuk..."


Xing menarik nafasnya dengan susah payah, entah kenapa rasa gugupnya malah membuatnya sulit bernafas. Mei yang melihat Xing yang sangat gugup pun mengengam tangan Xing dan mengelusnya untuk meredakan kegugupannya, meski dirinya juga tak kalah gugupnya dari Xing. Xing tersenyum tipis, dia balas meremas tangan Mei dengan lembut untuk memberikan kekuatan kepada Mei. Dia sendiri juga merasakan ketegangan Mei melalui tangan Mei yang mengenggam tangannya.


Sedangkan mereka semua yang melihat Xing dan Mei yang tampak tegang dan mencoba untuk menguatkan satu sama lain pun di buat bingung dan semakin penasaran dengan apa yang ingin mereka sampaikan hingga membuat mereka setegang itu.


"Kita sudah memutuskan untuk menikah tepat di hari wisuda Mei." Ucap Xing dengan tegas.


Xing menatap mereka semua dengan bingung karena mereka hanya diam dan menatap dirinya dan Mei dengan tatapan biasanya. Padahal tadi dia melihat mereka semua tampak sangat penasaran, tapi setelah dia mengatakan maksudnya tapi mereka semua malah tidak bereaksi sama sekali.


'Mereka kok datar-datar saja. Padahal tadi kelihatan sangat penasaran.' Batin Xing bingung.


"Kalian tidak terkejut?" Tanya Mei mengatakan apa yang ada di pikirannya.


"Tidak, daddy tidak terkejut sama sekali. Kalian ini sudah seperti ikan dan air, jadi daddy sudah menduganya. Meski ini sangat cepat, tapi daddy sudah menduga jika kalian ingin menikah segera setelah wisuda kamu Mei." Jawab Alastor.

__ADS_1


"Alastor benar, melihat kalian yang sudah tidak terpisahkan seperti itu. Sudah bukan hal yang aneh jika kalian ingin segera menikah, apa lagi setelah kalian berciuman saat itu." Ucap Julius menimpali perkataan dari Alastor.


Xing dan Mei saling melirik,mereka berdua menganggukan kepala. Wajah mereka berdua memerah saat Julius menyinggung mengenai ciuman mereka.


"Daddy, aku dan Xing sudah sepakat ingin melangsungkan pernikahan di Shangri La." Ucap Mei mantap.


Sontak saja mereka yang mendengar perkataan dari Mei langsung terlonjak. Mereka sangat terkejut dengan keputusan yang di ambil oleh mereka berdua.


"Sayang, apa kamu serius dengan keputusan ini. Shangri La bukan tempat sembarangan, tidak semua orang bisa memasukinya. Akan sangat sulit untuk masuk ke Shangri La." Ucap Mommy Angela dengan lembut.


"Tidak mom, kita berdua sudah sepakat untuk melangsungkan pernikahan di Shangri La. Hanya di sana kita bisa melaksanakan pernikahan dengan tenang tanpa gangguan. Aku juga sangat yakin jika kalian akan mampu memasuki Shangri La. Kalian bukan orang jahat dan picik." Ucap Mei dengan penuh keyakinan.


"Apa yang membuat kalian yakin untuk melangsungkan pernikahan di Shangri La?" Tanya Mommy Alice, mengutarakan pertanyaan yang mengusik hatinya.


Mata Xing langsung mengelap setelah mendengar pertanyaan dari mommynya.


Mereka semua langsung tersentak setelah mendengar desisan Xing. Terutama Clan Aladric, mereka sangat tahu siapa Livia. Mereka sedikit bingung saat mendengar nada bicara Xing yang sorot akan kebencian. Sudah bukan rahasia lagi jika Xing dan Livia adalah sahabat lama. Bahkan mereka sempat di gadang-gadang sebagai pasangan di masa depan.


"Kenapa?" Tanya Jansean, jujur saja dia sedikit terkejut dengan kebencian yang di tujukkan oleh kakaknya kepada Livia.


"Dia adalah dalang di balik segala bencana yang terjadi selama ini. Kekuatan yang di miliki Clan Claudrius hingga segala kemalangan yang menimpa Mei. Dia yang melakukannya." Jawab Xing dingin.


Mereka semua hanya bisa bungkam setelah mendengar pernyataan Xing. Mereka tidak menyangka jika penyebab dari kehancuran mereka adalah orang yang dekat dengan mereka sendiri.


"Kenapa kakak baru mengatakan sekarang? Apa yang di lakukan oleh Livia sudah sangat jahat. Dia hampir membuat seluruh makhluk supranatural musnah." Ucap Rick, dadanya bergemuruh. Dia sangat marah dengan kenyataan yang baru di dengarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja rasa muak langsung menghampirinya. Dia tidak menyangka jika orang yang sudah di anggapnya sebagai keluarga ternyata adalah musuh dalam selimut.


"Dia melakukannya karena dendam kepadaku. Maaf karena membuat kalian jadi susah, harusnya hanya aku yang kenapa-kenapa, tapi kalian malah kena imbasnya juga." Lirih Mei, rasa bersalah langsung menyelimuti dirinya lagi setelah mendengar perkataan Rick.


"Itu bukan salah kamu. Siapa yang sengaja menyalakan api maka dia juga akan ikut terbakar. Livia terlalu di butakan oleh dendamnya hingga membakar dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Takdir bukan hal yang bisa di tolak oleh setiap makhluk hidup." Ucap Alastor dengan bijak sana.


"Yang di bilang Alastor benar, masa lalu adalah masa lalu. Mereka yang terlalu terikat dengan masa lalu tidak akan bisa berjalan maju. Dan kamu harus bisa maju, sudah bukan masanya lagi untuk terjebak dengan masa lalu." Ucap Julius, menimpali perkataan Alastor.


Dia sendiri sangat tahu bagaimana rasa bersalah dan penyesalan yang sangat besar dari masa lalu putrinya tersebut telah memblengunya hingga membuatnya menjadi pribadi yang terlalu pemaaf dan juga baik, hingga membuat dia dengan mudahnya di manfaatkan oleh orang lain. Maka dari itu dia memperketat penjagaan untuk Mei tanpa sepengetahuan Mei demi menjaganya dari orang-oarng yang ingin memanfaatkannya, meski terkadang ada saja saat dia merasa kecolongan dalam penjagaannya, tapi dia juga sadar jika tidak ada yang sempurna di dunia ini.


Lagi pula dengan kematian Mei, otomatis seluruh ikatan yang di milikinya sudah terputus. Dan Mei juga sudah menebus masa lalunya saat ini, jadi sudah bukan masanya lagi baginya untuk terus memikirkannya. Mei harus maju demi masa depan yang tenang dan bahagia.


Mommy Zein mendekati Mei, dia duduk di samping Mei dan mengelus puncak kepala Mei dengan sayang. Hatinya terasa tercubit saat mendengar dan mengetahui segala susah dan derita yang harus di jalani oleh putrinya tersebut. Meski bukan sekali dua kali dia sudah mendengarnya, tapi setiap kali dia kembali mendengarnya pasti ada hal yang membuatnya merasa terpukul. Sebagai ibu dia merasa sangat gagal dalam membesarkan dan melindungi putrinya.


"Sayang.. Dulu saat mommy di kurung dan di siksa oleh ayahmu.."


"Dia bukan ayahku Mom." Sergah Mei dengan cepat.


Perasaan mual dan jijik seketika langsung menghantamnya saat mengingat perkataan mommynya jika Yixing Claudrius adalah ayahnya. Tidak dalam hidupnya sekali pun dia akan mengakui jika Yixing Claudrius adalah ayahnya, tidak akan. Dia tidak sudi menerimanya, ayah sepertinya tidak akan pantas di sebut ayah oleh anak manapun. Memanggil namanya saja sudah sangat memuakan apa lagi harus memanggilnya ayah.


Mommy Zein hanya bisa menghela nafas saat mendapat respon yang sangat buruk dari putrinya tersebut. Dia sangat paham dan tidak bisa berkata apa-apa, dia tahu apa yang di lakukan oleh Yixing Claudrius memang sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa di toleransi lagi. Hatinya juga sangat sakit saat mengetahuinya, penderitaannya serta penderitaan putrinya selama ini sangat tidak sepadan dengan kematian Yixing Claudrius. Sangat amat tidak sepadan, di dunia ini hukuman yang paling mengerikan adalah penderitaan yang terus menerus bukan kematian.


Momny Zein memejamkan matanya sejenak, lalu dia kembali menatap Mei dengan lembut.


"Dulu saat mommy di siksa oleh Yixing, bukan sekali dua kali mommy berusaha untuk melarikan diri. Mommy hanya memikirkan mu, kamu adalah jiwa mommy yang sesungguhnya. Setiap saat mommy berpikir, apakah anak mommy sudah makan dengan baik, apakan anak mommy bahagia atau tidak, banyak hal lagi yang mommy khawatirkan. Kamu, hanya kamu yang mommy khawatirkan, melebihi mommy sendiri. Dan sekarang mommy sudah di berikan kesempatan untuk melihat dan berada di samping kamu. Jadi, mommy harap kamu harus tetap maju dan bahagia. Biarkan segalanya berjalan, mengalir seperti air. Takdir sudah di tentukan." Ucap Mommy Zein dengan lembut.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman 😘😘


__ADS_2