
Sean dan xing terus melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, merek berdua tidak ingin membuang banyak waktu.
Hingga tak lama kemudian mereka berdua sampai di mansion klan azar.
" Kalian berhasil membawa air sucinya." Tanya tetua vincent saat melihat mereka berdua.
Sean dan xing pun menganggukan kepala mereka, "Kita berhasil tetua," Jawab sean sembari menunjukan wadah yang di bawanya.
"Apa kita tepat waktu?." Tanya sean dengan cemas.
"Kalian tepat waktu, masih ada waktu 30 menit. Berikan air yang kalian bawa ke viagra, jennie dan yang lainnya sekarang juga, detak jantung mereka sudah sangat melambat." Ucap dokter karina, langsung memerintahkan sean untuk memberikan air suci tersebut kepada jennie dan yang lainnya terlebih dahulu.
"Baiklah." Sean pun langsung melesat ke arah mereka semua dan meneteskan air suci tersebut ke dahi mereka.
Setelah di teteskan ke dahi mereka, tampak di wajah mereka yang mulai kembali berwarna. Mereka sudah tidak lagi pucat, detak jantung mereka pun mulai berdetak dengan normal.
"Lalu, bagaimana keadaan mei." Tanya xing dengan sangat cemas .
"Karena dia memiliki silver blood, keadaannya tidak seburuk jennie dan yang lainnya. Tapi kita juga tidak bisa menunda untuk memberikan air tersebut kepada mei, lebih cepat lebih baik." Jawab dokter karina.
Kemudian sean dan xing melesat ke kamarnya mei, di dalam kamar mei di temani oleh julius dan angela.
Sean pun langsung mendekati ayahnya dan memberikan wadah yang berisi air suci di tangannya kepada ayahnya. "Dad, lebih baik daddy yang memberikan air ini kepada mei."
Julius menerima wadah tersebut dan meneteskannya di dahi mei, setelah itu julius mencium dahi putrinya.
"Semuanya baik baik saja, matahari klan azar tidak akan pernah padam hanya karena hal yang seperti ini. Kamu princess kita yang paling kita sayangi dan juga kita cintai, cepat bangun sayang daddy sangat mencintai kamu." Ucap julius dengan lirih di depan wajah putrinya tersebut hingga tak terasa air matanya menetes di wajah putrinya.
"Dia akan baik baik saja, lihat wajanya sudah mulai bersinar lagi, dia sudah tidak pucat." Sahut mommy angela dengan sendu, mencoba untuk menguatkan suaminya.
Hati orang tua mana yang tidak sakit dan juga khawatir, jika harus melihat anaknya yang biasanya ceria tiba tiba terbaring di ranjang dalam keadaan yang hampir sekarat seperti itu.
__ADS_1
"Lebih baik kalian istirahat, kalian sudah pergi jauh ke gunung himalaya. Energi kalian pasti habis setelah kalian melesat tanpa berhenti selama 8 jam." Mommy angela menyuruh xing dan sean agar beristirahat untuk sementara waktu.
"Tidak nonya, saya ingin menemani mei sampai sadar." Jawab xing, menolak tawaran dari mommy angela.
Julius dan angela saling memandang, "Lebih baik kamu istirahat, lagi pula walaupun kamu belahan jiwa anak saya dan sudah menyelamatkan anak saya. Saya tidak akan dengan mudah membiarkan kamu dekat dengan anak saya, sekali vampire tetap vampire." Ucap julius dengan dingin dan juga tajam.
Sontak saja mommy angela langsung menegur suaminya agar tidak terlalu ikut campur di dalam hubungan mereka berdua, 'Sayang.. kita tidak boleh mengurusi hubungan mereka. Ingat, kita tidak akan bisa memisahkan mereka berdua, ini sudah takdir yang di betikan oleh dewi kepada mereka.' Tegur mommy angela lewat telepati.
'Aku tahu.. tapi aku hanya ingin tahu seberapa keras dia mencoba untuk memperjuangkan hubungannya dengan putri kita. Aku tidak ingin pasangan putri kita hanya orang yang memanfaatkan ikatan tersebut, apa lagi putri kita memiliki siver blood. Dan kamu sendiri juga tahu, silver blood sangat di incar oleh kelelawar menjijikan itu.' Jawab julius lewat telepati.
Mommy angela yang mendengar jawaban dari suaminya tersebut hanya mampu terdiam dan mengela nafas saja.
'Di keluarga ini semuanya protektif.' Batin mommy angela dengan kesal, padahal dia pun sama saja, Sama sama protektif.
Xing yang mendengar jawaban yang cukup menohok dari ayah mei pun hanya bisa menghela nafas.
"Saya tahu jika bangsa vampire dan bangsa serigala sangat susah untuk bisa menerima satu sama lain. Tapi saya berjanji, saya akan berusaha untuk memperjuangkan hubungan kita dengan sekuat tenaga saya." Ucap xing dengan lantang dan penuh keyakinan.
"Saya janji, saya tidak akan membuat putri anda menangis tuan." Jawab xing dengan sangat yakin.
"Kita lihat saja nanti." Sahut sean yang berada di samping mei dan mencium dahi mei.
"Semua akan baik baik saja, kakak sangat mencintaimu." Gumam sean dengan lirih.
Kemudian sean berjalan keluar kamar dan berhenti di depan xing, "Aku pegang janji kamu, awas saja jika kamu berani mengingkari janji kamu. Maka kamu akan berhadapan denganku." Ucap sean dengan mata yang berkilat tajam.
"Saya tidak akan pernah mengingkari janji saya."
Sean hanya menganggukan kepalanya dan melesat menuju ke kamarnya sendiri.
"Baiklah nak xing, kamu bisa menjaga mei. Jika terjadi apa apa kamu bisa memanggil kita. Kamar kita yang paling ujung kanan. Dan saya pegang janji kamu untuk tidak membuat mei-ku menangis."
__ADS_1
"Saya berjanji nyonya."
Mommy angela menyeret suaminya untuk kembali ke kamar mereka, saat papasan dengan xing, julius memandang xing dengan mata yang berkilat tajam seakan memperingatkan xing agar xing menjaga mei dengan benar.
Xing menganggukan kepalanya kepada julius, dia mengerti dengan tatapan yang di berikan oleh ayah mei kepadanya.
Xing berjalan menuju ke tempat mei berbaring dan duduk di sampingnya lalu menggengam tangan mei.
"Ternyata kamu memiliki keluarga yang sangat protektif ya. Mereka sangat mencintai kamu, wajar jika mereka sangat protektif kepadamu."
"Kenapa kamu masih tertidur, apa kamu tidak merindukanku atau kamu bermimpi sangat indah hingga membuatmu tidak bangun bangun." Gumam xing sendu, tampak sekali matanya berkaca kaca.
"Aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu. Maaf karena pernah berpikir untuk membuatmu menderita. Maaf hikss maaf hiksss hiskss.." Xing amat sangat merasa bersalah karena telah membuat mei menderita.
"Aku berjanji tidak akan membiarkanmu terluka lagi, aku akan menjaga mu dengan seluruh tenaga yang aku miliki. Aku... aku sangat takut.. aku takut hal yang buruk terjadi kepadamu.. ini semua karena ketidak mampuan ku untuk menjagamu hingga membuatmu seperti ini."
Xing terus saja berbicara mengeluarkan seluruh isi hatinya dan dia menceritakan kehidupan sehari harinya hingga dia tanpa sadar tertidur dengan tangan yang masih memegang tangan mei, tubuhnya terlalu lelah.
Hingga beberapa saat kemudian mei sadar dan membuka matanya, dia merasakan ada seseorang yang memegang tangannya dengan erat.
Saat melihat siapa yang memegang tangannya mei pun sanagat terkejut, "Xi xing.." Gumam mei.
Dia tidak menyangka jika xing berani masuk ke klan azar, 'Kenapa kamu seberani ini, apakah sebegitu bencinya kamu kepadaku hingga membuatmu melakukan hal yang berbahaya ini agar segala rencana kamu tidak gagal dan aku tidak curiga.'
Mei hanya mampu menatap dengan sendu xing yang ada di sampingnya, hatinya sangat sakit. Tetapi dia menahannya karena dia pun merasa jika semua itu memang pantas di dapatkannya.
"Maaf xingg.." Ucap mei dengan lirih, hingga kesadarannya kembali menghilang. Tubuhnya masih sangat lemah hingga membiatnya kembali pingsan.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘