
"Hey, sudah sudah jangan jahili dia lagi. Kasian tahu, mending kita makan yuk." Ucap mommy angela menyela mereka semua.
Mei yang mendengar kata makan pun langsung berdiri tegak dan menatap mommy angela dengan mata yang berbinar-binar. "Makan, ada mie kuah coklat ngak mom atau steak yang di baluri madu di tambah coklat plus gula.. Emmm pasti enak." Ucap mei dengan senangnya. Dia sudah membayangkan bagaimana enaknya nanti jika dia makan makanan itu.
Mereka semua yang mendengar hal tersebut pun menatap mei dengan datar.
'Dasar sweet girl' Batin mereka semua.
"Dek kalau kamu makan makanan manis mulu nanti gigi kamu keropos berlubang. Masa serigala ngak punya gigi sih." Ucap sean berkacak pingang.
"Tidak akan kok kak, tenang saja. Aku rajin gosok gigi kok." Jawab mei dengan enteng sembari mengibaskan tangannya tanda jika itu tak masalah baginya.
"Nanti gendut, aku tidak bisa ngendong kamu lagi." Celetuk xing.
Mei langsung melotot saat dia di katai gendut oleh xing. "Ckk, kamunya aja yang lemah loyo tak bertenaga." Sinis mei.
"Mana ada yang seperti itu." Protes xing tak terima.
Mei hanya mengendikkan bahunya dan berjalan ke arah ruang makan. Tampak terlihat ada berbagai makanan yang tersaji di meja panjang yang ada di ruang makannya.
"Wahh banyaknya makanannya." Ucap mei dengan mata yang berbinar cerah saat melihat berbagai hidangan yang tersaji.
Mereka semua menyusul mei dan duduk di tempat masing masing. Setelah melihat jika semuanya sudah duduk mei lalu menyiapkan makanan di piring untuk mommy angela, mommy alice dan mommy zein. Tak lupa dia juga menyiapkan untuk xing.
"Nih aku siapkan makanan yang banyak agar tidak lemah loyo tak bertenaga." ucap mei sembari mengambilkan makanan dan di taruh di piring xing.
Setelah itu mei duduk, kemudian dia menyendok makanan dan di beri ke mommy zein. "Aku suapin ya mom." Ucap mei tersenyum tipis.
Mommy zein tersenyum dan memakan makanan yang di beri oleh mei.
"Terima kasih sayang." Ucap mommy zein lalu dia mencium kening mei sayang.
"Sama sama mom."
__ADS_1
Mommy angela memandang mereka dengan tatapan yang sendu.
'Apakah mei akan jauh dariku. Dia sudah bertemu dengan mommynya.' Batin mommy angela. Dia hanya bisa tersenyum dengan kecut.
Julius yang melihat istrinya sedih pun mengenggam tangannya.
'Kamu tetap mommynya, kamu yang melahirkannya. Dia tidak akan pernah menjauhimu atau pun menjuh dari kita. Dia sangat mencintai klan azar, terutama kamu sebagai mommynya. Tenang saja.' Ucap julius melalui telepati.
'Aku tahu, hanya saja rasa takut itu muncul dengan sendirinya. ' Jawab mommy angela.
Mei tersenyum senang saat mommy zein makan dari suapannya. Setelah itu dia gantian ingin menyuapi mommy angela. "Sekarang giliran mommy."Ucap mei dengan ceria.
Mommy angela terkejut saat mei tiba tiba menyodorkan sendok berisi makanan ke arahnya. Hatinya menghangat saat dia juga mendapatkan perlakuan manis dari mei. Perasaan kalut dan juga cemas seketika langsung hilang saat mei juga ingin menyuapinya.
Mommy angela tersenyum senang dan memakan makanan dari suapan mei. "Kamu sangat mais sekali sayang. Mommy sangat amat mencintaimu lebih dari apa pun." Ucap mommy angela kemudian dia juga mencium kening mei.
"Aku juga mencintaimu mom, sampai kapan pun aku akan selalu mencintaimu. Mencintai kalian semua." Jawab mei, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang makan dengan senang. Lalu dia kembali menyuapi mommy zein dan mommy angela, sesekali dia juga menyuapi mommy alice.
Mei sangat bahagia karena dia bisa berkumpul dengan seluruh keluagranya secara utuh seperti ini. Bisa bercanda tawa bersama. Keinginan kecil yang di milikinya selama ini sudah terwujud di buat semakin sempuna dengan adanya mommy zein. Sudah tidak ada lagi hal yang di inginkan selain bersama dengan orang orang yang di cintainya.
'Manis sekali.' Batin sean, matanya berkaca-kaca karena melihat perlakuan manis dari adik kecilnya itu.
'Mungkin orang yang melihat pemandangan ini tidak akan percaya jika dia dulu adalah seorang yang sangat kejam. Ini terlalu manis, perubahan yang ada pada dirinya sangat amat kentara sekali. Terima kasih karena sudah berubah menjadi lebih baik lagi.' Batin xing terharu, dia sangat terharu dengan perubahan dari mei.
Dia sendiri tahu dan menyaksikan bagaimana kekejaman yang di lakukan oleh mei di kehidupannya terdahulu. Dia sangat yakin jika orang yang ada di kedupannya terdahulu melihat hal ini mereka akan sangat terkejut dan juga tidak percaya.
Mereka semua memakan makanan mereka dalam diam sembari melirik perlakuan manis mei di mana dia menyuapi kedua mommynya serta mommy alice. Bahkan mereka bertiga juga balik menyuapi mei, benar benar pemandangan yang sangat manis.
Setelah selesai makan mereka semua langsung berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang, bagaimana kuliah kamu?." Tanya xing.
"Semua baik-baik saja. Zuu dan viagra kan ada yang menemaniku." Jawab mei sembari memakan kripik kentang.
__ADS_1
Xing mengkreyitkan dahinya. "Tidak ada hal yang macam - macamkan sayang. Memangnya livia tidak jadi dosen di kampus kamu?." Tanya xing, dia khawatir jika livia menjadi dosen di kampus tempat belajar mei.
Dia takut jika livia nekat menyakiti mei saat dia ada di kampus. Bagaimana pun dia tidak bisa berada di dekat mei selama dua puluh emapat jam.
Mei berhenti memakan kripik kentangnya dan menatap xing. "Tidak,dia tidak menjadi dosen di kampusku. Bahkan terakhir aku melihatnya adalah saat kita membebaskannya dulu." Jawab mei.
Mommy alic dan daddy alastor yang sedari tadi menyimak pun saling melirik. "Sayang, mungkin kamu harus berhati-hati. Livia, dia orang yang nekat mommy tidak tahu bagaimana bisa dia bisa sejahat ini. Kamu harus waspada sayang, mommy yakin dia saat ini tengah merencanakan sesuatu." Ucap momny alice, dia takut jika livia nanti berbuat nekat mencelakai mei.
"Ya, diamnya seseorang terkadang adalah badai yang sesungguhnya." Sahut alastor.
"Iya mom dad. Aku akan lebih berhati-hati, aku juga tahu livia tidak akan diam saja. Meski aku masih berharap jika dia bisa berubah." Jawab mei.
Xing memeluk bahu mei dan menyandarkan kepada mei di bahunya. "Entah kenapa aku merasa jika dia tidak akan pernah berubah sayang. Dia benar-benar berubah menjadi sosok yang sangat tidak bisa aku kenali lagi. Dia terlalu jahat dan juga licik. Mungkin dulu saat kita berdua bersama mengembara, dia hanya berpura-pura baik saja." Bisik xing.
Dia benar benar kecewa, sangat kecewa dengan livia. Dulu dia adalah orang yang baik meski dia terkadang tidak bisa mengendalikan emosinya dan cenderung pendendam, mereka mengembara hanya untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Tapi sekarang, dia bagai dua sosok yang berbeda.
Mereka semua diam membisu, karena memang mereka tidak tahu seperti apa sosok livia yang sebenarnya. Mereka hanya mengenalnya sekilas saja. Hanya keluarga aladric yang tahu seperti apa sifat livia, itu pun karena livia mencintai xing sehingga dia baik kepada mereka.
"Semua akan baik baik saja sayang." Ucap mommy angela dengan lembut.
Mei menengok ke arah mommy angela dan tersenyum tipis. "Mau bagaimana lagi mom, perasaanku selama ini tidak pernah tenang sama sekali. Ini bahkan jauh lebih menganggu dari pada dulu waktu sebelum masa perang. Aku merasa kali ini livia akan membuat hal yang jauh lebih buruk lagi. Insting bahaya yang aku rasakan sangatlah tajam." Ucap mei dengan cemas.
Setelah dia dan xing membebaskan livia saat itu entah mengapa perasaan cemas langsung menghantamnya hingga kini. Dia merasa akan ada badai di saat yang tidak terduga.
"Semua akan baik-baik saja." Ucap julius.
"Aku harap seperti itu dad." Lirih mei.
Semua yang ada di sana hanya bisa duduk termangu dengan pikiran mereka masing-masing.
Setelah mendengar keluh kesah mei, entah kenapa perasaan mereka juga langsung di landa kecemasan serta kekhawatiran. Meski mereka sendiri tahu jika takdir belahan jiwa yang harus di lewati oleh mei dan xing akan sangat berliku. Tapi mereka tidak tahu akan seperti ini, dan itu hanya karena ulah satu orang.
Masa lalu yang menyakitkan dan penuh rasa bersalah yang harus menjadi bayang-bayang mereka berdua.
__ADS_1
***
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘