Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
103. Tantangan


__ADS_3

Xing yang melihat mri senyum-senyum sendiri pun langsung mengigit pipi mei hingga membuat mei terkejut.


Mei menatap nyalang kepada xing. "Kenapa kamu suka mengigit pipi ku sih. Darah aku itu pahit xing." Protes mei.


"Kamu pasti mikirin yang aneh-aneh bukan?." Tanya xing, dia menatap mei dengan penuh selidik.


"Tidak, aku hanya membandingkan zaman dahulu dengan zaman sekarang. Dulu tidak ada es krim, kalau sekarang ada. Tinggal klik sana klik sini sudah muncul dengan mudah."


Xing mengetuk kepala mei pelan. "Kamu itu ada-ada aja. Bagaimana bisa kamu malah memikirkan makanan, aku tadi menjelaskan panjang lebar tapi yang ada di otak kamu hanya makanan." Omel xing yang semakin di buat gemas dengan tingkah mei.


Mei cemberut menatap xing malas. "Dengar kok, hanya saja aku dulu kalau mau sekedar dapat makanan harus berjuang keras, tidak ada makanan yang cukup layak untukku. Sekarang banyak komunitas-komunitas yang membantu kehidupan banyak orang. Dulu aku sangat menderita, dapat makanan sisa saja aku sudah sangat senang." Ucap mei sedih jika harus mengingat perjuangannya saat dia masih kecil dulu.


Di usia delapan tahun dia harus berjuang bertahan hidup sendirian, kehidupannya yang keras saat di jalanan yang menempanya menjadi olivia mei yang terkenal kejam. Dengan menjadi kuat otomatis orang akan takut kepadanya dan membuatnya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Meski harus menindas orang lain, meski pada akhirnya hal itulah yang membuat orang lain memanfaatkannya dan berakhir dengan kehancurannya.


Terkadang orang hanya bisa melihat kekejaman yang di lakukannya tanpa bisa melihat kekejaman yang mereka lakukan sendiri. Bagaimana bisa seseorang yang hidup di jalanan, yang tidak tahu cara mengekspeksikan rasa sakit, rasa cinta kasih. Harus mengerti itu semua, yang dia tahu hanyalah bertahan hidup bagaimana pun caranya. Hanya itu, sedangkan saat dia tahu itu semua, semuanya sudah hancur tak bersisa bersama dengan kematian xing saat itu. Suatu hal yang sangat menyakitinya hingga kini.


Xing memeluk mei dengan erat. "Maaf, aku terlalu bias dengan ajaranku. Aku hanya melihat hitam dan putih, padahal masih ada abu-abu yang harus aku lihat. Aku hanya melihat apa yang kamu lakukan tanpa mampu melihat penderitaan yang kamu alami. Terkadang keadilan itu terlihat sangat rancu jika kita hanya melihat satu sisi. Maaf.." Bisik xing.


Hati xing sangat sakit saat harus membayangkan bagaimana hidup mei saat dia yang masih seorang anak harus di paksa untuk tumbuh mandiri tanpa dukungan dari siapa pun. Terkadang dia berandai-andai jika dia menemukan mei saat dia masih kecil. Sebelum segalanya berubah menjadi hitam seperti itu.


Mei memandang lurus ke depan dengan matanya yang berkaca-kaca. Dagunya bertumpu di bahu xing. "Kenapa kamu harus meminta maaf hmm.. Itu bukan salah kamu, tapi salah aku. Mereka memang jahat tapi apa yang aku lakukan itu jauh lebih jahat. Aku memusnahakan jiwa dan raga mereka dengan sangat kejam, bahkan yang tidak bersalah pun juga aku musnahkan. Aku terlalu berkubang dengan kebencian dan dendam hingga membutakan segalanya. Yang aku tahu rasa sakit harus di balas dengan rasa sakit, mereka harus merasakan hal yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang aku rasakan. Hanya itu." Ucap mei, pandangannya kosong tanpa cahaya.


Di lain sisi ada rasa sakit, tapi di sisi lain ada rasa lega. Walau hanya sesaat dia rasakan, karena saat dia hidup bersama xing dia mulai paham seperti apa warna kehidupan yang sebenarnya itu pun sudah sangat terlambat hingga menyisakan rasa kosong dan juga hampa, semuanya terasa sia-sia saja.


"Apa yang kamu alami itu membuka mataku untuk lebih memperdulikan tidak hanya korban tapi juga pelakunya. Kita terkadang terlalu menjude ini yang salah tanpa harus menyelidiki apa yang membuanya bisa seperti itu. Tidak ada asap jika tidak ada api." Ucap xing, suaranya sedikit bergetar saat mengingat bagaimana dia dengan mudahnya menyalahkan mei tanpa bisa melihat jika yixing claudrius juga bersalah. Orang-orang yang menyiksanya saat mei masih kecil pun juga bersalah.


Dia justru membawanya kepada yixing, hal tersebut pasti membuatnya dengan mudah menutupi seluruh kejahatannya. Bahkan karena kebutaannya itu yixing berhasil membuat dunia jadi kacau balau. Terlalu banyak konspirasi dengan kematian mei jika memang saat itu dia berhasil di eksekusi. Banyak yang akan tertawa senang, mungkin dirinya juga merasa senang. Tanpa melihat konsekuensinya.


"Hahaha.. Kenapa kita malah membicarakan masa lalu sih. Sekarang kita di beri kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Kita tidak boleh menyia-nyiakannya." Ucap mei dengan tawa sumbang.

__ADS_1


"Kamu benar, tapi tetap saja kita tidak bisa melupakannya bukan. Sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa di lupakan. Tetapi semakin kita mengingatnya semakin kita tahu seluruh kesalahan yang pernah kita lakukan, dan itu sangat menyakitkan. Terkadang aku merasa bodoh sendiri." Lirih xing.


"Ya, terkadang aku juga merasa bodoh sendiri. Berandai-andai pun juga tidak baik."


Mereka berdua saling memandang dan tersenyum. Seakan menyalurkan segala gejolak batin yang memblengu selama ini.


'Badai sebenarnya adalah masa lalu kita.' Batin mei.


'Masalah yang kita hadapi yang sebenarnya adalah masa lalu kita.' Batin xing.


Mereka baru menyadari jika masa lalu, kehiduoan mereka yang sebelumnya adalah belengu yang mengikat mereka dan menyakiti mereka lebih dari apa pun. Yang mereka alami saat ini merupakan bagian dari masa lalu mereka berdua.


"Mau berburu?." Tanya mei.


"Ya, mari kita berburu." Jawab xing.


Setelah mendapat jawaban dari xing, mei langsung melepas pelukannya dan lompat kebawah. Seketika itu juga mei berubah menjadi serigala dan melesat meninggalkan xing yang masih di atas pohon.


'Dia sangat mengejutkanku.' Batin xing.


Setelah tersadar dari keterkejutannya xing langsung berubah menjadi kelelawar dan menyusul mei.


"Kamu mau main-main hmm.. Lihat saja." Gumam xing.


Di lain tempat mei merasa sangat puas saat berhasil membuat xing terkena syok terapi jantung darinya.


"Hahaha.. Dia pasti sangat terkejut. Siapa suruh tadi membuatku terkejut. Sekarang rasakan, tidak enakkan. Hahahah.." Ucap mei senang.


"Kamu ingin balas dendam hmm.." Tanya xing, hingga membuat mei langsung berhenti dan melihatnya yang saat ini masih dalam wujud kelelawarnya.

__ADS_1


Mei menggeram ke arah xing hingga memperlihatkan gigi serigalanya yang tajam. "Grrr.. Aku tidak balas dendam kok.. Hanya ingin memberimu syok terapi saja." Geram mei.


Xing membalas geraman mei dengan desisan, matanya berkilat tajam. "Shh.. Ok, suka-suka kamu saja sayaangg.. Tapi kita lihat saja, siapa yang lebih dulu mendapatkan hewan buruan. Maka dia yang menang, dan yang kalah harus mendapat hukuman." Tantang xing.


'Dia memberiku tantangan rupanya. Siapa takut.' Batin mei.


"Ok, siapa takut. Memangnya apa hukumannya?." Tanya mei yang merasa sangat antusias dengan tantangan yang di berikan oleh xing.


'Gotcha.. I Got You Beib hahaha.' Teriak xing dalam hati, dia merasa sangat senang karena berhasil memancing mei.


Xing menyeringai, "Jika kamu menang aku akan memakan makanan manis selama satu bulan penuh. Aku akan memakan makanan seperti yang kamu suka. Jika aku kalah maka kamu tidak boleh memakan makanan manis selama satu bulan. Aku akan mengintai kamu sehingga kamu tidak akan bisa melanggar. Jika kamu ketahuan memakan makanan manis maka hukumannya akan bertambah satu minggu di setiap waktu kamu makan makanan manis itu." Ucap xing.


Glekk


Mei menelan salivanya kasar saat mendengar hukuman yang harus di terima jika dia kalah.


'Bisa mati berdiri aku kalau tidak makan makanan manis.' Batin mei bergidik saat harus membayangkan jika dirinya tidak makan makanan manis selam satu bulan.


Jangankan satu bulan, satu hari pun mei akan sangat uring-uringan jika belum makan makanan manis. Dia tidak sanggup membayangkan.


"Emm.. Tidak ada yang lain apa xing?." Tanya mei mencoba bernegosiasi.


"Tidak ada. Jika kamu tidak sanggup ya tidak apa-apa, tidak masalah. Bisa nangis sampai guling-guling kamu kalau tidak makan manis selama sehari." Ejek xing.


Mei menggeram saat mendengar ejekan xing. "Grr.. Ok aku terima tantangan kamu. kita lihat saja nanti!." Ucap mei geram.


"Deal?." Tanya xing


"Deal." Jawab mei.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘


__ADS_2