
Hari terus berganti seluruh keluarga azar dan keluarga aladric masih saja tidak lelah dalam memberikan energi yang mereka miliki kepada mei agar dia cepat sembuh.
Keadaanya terus membaik seiring berjalannya waktu, Hingga saat ini mei sudah bisa sadar sepenuhnya walaupun tubuhnya menjadi cukup lemah karena kekurangan nutrisi.
"Bagaimana keadaan cucu saya karina." Tanya grandma elise. Kedua orang tua julius dan orang tua angela datang ke mansion, mereka sangat marah karena julius tidak memberi tahu keadaan cucu kesayangan mereka tersebut.
Alhasil julius menjadi objek omelan mereka berdua.
"Dia baik baik saja gradma. Hanya kurang nutrisi dan badanya sedikit kaku karena kurang bergerak. Dengan makan yang cukup dia akan segera kembali pulih seperti sedia kala." Jawab dokter karina.
"Kamu ini bagaimana sih julius kok bisa bisanya anak bisa sampai kekurangan nutrisi. Sudah bangkrut kamu hah." Omel grandma elise.
'Mulai deh.' Batin julius dengan kesal.
"Mom, mei itu selalu tidur. Bagaimana bisa orang yang tetidur bisa makan." Ucap julius dengan wajah yang datar. Dia tidak ingin martabatnya turun di muka keluarga aladric jika memperlihat kan ekspresi kesalnya begitulah sekiranya yang ada di pikirannya
Grandma elise pun memukul bahu julius dengan kerasnya. "Kamu itu bagaimana sih. Kan bisa pakai infus untuk menyalurkan nutrisi ke tubuhnya tanpa harus dia makan." Grandma elise terus saja mengomeli julius.
Sedangkan orang orang yang ada di sana yang melihat hal tersebut pun hanya bisa tertawa geli.
'Ternyata mei jadi suka mukulin orang karena turunan sifat dari neneknya ya ' Batin xing dengan geli saat sedari tadi dia melihat julius yang di pukul oleh grandma elise.
"Ada segel mom. Kita tidak bisa masuk ke dalam segel. Dan jika kita membuatnya terus menerus energi kita akan terkuras, dan kita tidak bisa dengan maksimal menyembuhkannya mom." Ucap julius mencoba untuk berbicara sehalus mungkin.
Grandma elise hanya bisa mengerutu saat mendengar hal itu dan saat di sadar jika orang yang ada di sana menahan tertawa, grandma elise langsung menatap mereka semua dengan tajam.
"Apa yang kalian tertawakan hah." Ucap grandma elise dengan tajam.
Sontak saja mereka semua langsung terdiam dan mengalihkan pandangan masing masing. Meski mereka masih saja menahan tawa.
Sedangkan mei yang melihat hal tersebut pun hanya bisa tertawa.
"Kalian semua telah menyembuhkanku. Aku benar benar sangat berterima kasih kepada kalian." Ucap mei dengan lemah.
Dia benar benar bersyukur memiliki orang orang yang sangat mencintainya dengan tulus. Mereka mengorbakan waktu dan juga energi yang mereka miliki hanya untuknya. Ini lebih dari yang dia harapkan.
'Aku hanya berharap memiliki sedikit orang yang mencintaiku dengan tulus. Aku hanya berharap memiliki rumah dan tempat untuk pulang di dalan sisa hidupku. Tapi ini jauh dari yang aku inginkan, ini terlalu banyak. Terkadang aku merasa tidak pantas berada di antara mereka semua.' Batin mei.
__ADS_1
Sedangkan viagra yang mendengar hal tersebut pun tidak menyukainya.
"Kamu sangat pantas berada di sini. Dan jangan pernah merendahkan diri kamu sendiri. Aku sangat tidak menyukainya." Ucap viagra dengan dingin.
Mereka semua lalu menengok ke arah viagra dan memandang mei. "Benarkah yang di katakan viagra." Tanya julius dengan seriusnya.
Mei hanya bisa memdang ke bawah. Dia tidak berani menatap mereka semua.
"Aku hanya merasa kalian semua berasal dari klan yang sangat di hormati. Aku tidak pernah berharap akan berada di antara kalian semua. Aku merasa jika aku tidak pantas. Aku dulu hanya anak jalanan bahkan penjahat yang paling di buru pada masanya." Jawab mei dengan getir.
"Kamu adalah putri ku, aku yang melahirkanmu. Terlepas dari masa lalu kamu yang kurang baik, kamu akan tetap menjadi putriku." Ucap mommy angela.
"Aku tahu mom. Terkadang aku sangat malu dengan masa lalu ku jika harus mengingatnya."
"Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang kamu di beri kesempatan untuk menebus segalanya." Ucap grandma elise.
Mei sangat terharu karena bisa memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.
"Kamu istirahat dulu. Agar kamu bisa segera pulih." Ucap mommy angela dan mengelus puncak kepalanya lalu menciumnya.
Mereka semua keluar dari kamar mei, tapi sebelum keluar mereka mengecup puncak kepala mei. Kecuali adik adik xing, Viagra dan juga felix. Jika mereka melakukannya maka mereka pasti akan di tinju oleh xing.
"Aku benar benar sangat senang saat melihat kamu sudah sadar dan akan segera pulih. Maaf karena tidak bisa menjagamu." Gumam xing lalu dia mengecup dahi mei cukup lama dan berjalan keluar dari kamar mei.
Sedangkan mei hanya bisa memandang mereka semua yang keluar dari kamarnya satu persatu dengan lemah. Hingga dia kembali terlelap ke dalam mimpi.
***
waktu terus berlalu dengan cepatnya. Hingga mei sudah sepenuhnya pulih dari mantra ilusi tersebut.
Kini mei sudah kembali ceria. Keluarga aladric pun juga telah kembali ke mansion mereka.
"Ini makan semua." Ucap grandma elise. Terlihat dengan jelas di depan mei terdapat banyak sekali makanan yang sengaja di buat oleh grandma elise sendiri agar mei makan lahap dan berat badannya kembali seperti semula.
"Tapi grandma ini terlalu banyak." Mei benar benar kewalahan dengan banyaknya makanan yang tersaji di depannya. Dia merasa kenyang hanya dengan melihat makanan makanan itu.
"Badan kamu itu kurus kering kayak begini. Kamu harus makan yang banyak agar cepat gemuk." Omel gradma elise.
__ADS_1
Mei pun memandangi tubuhnya saat mendengar perkataan dari grandmanya tersebut.
'Badan aku kayaknya biasa saja deh. Grandma saja yang berlebihan.' Batin mei dengan kesal.
"Elise dia bisa mual jika kamu beri makan sebanyak itu." Ucap garndpa jason, dia hanya bisa geli saat melihat kelakuan istrinya tersebut.
"Diam kamu. Kamu sama julius itu sama saja, tidak becus mengurus anak." Sarkas grandma elise.
'Lah kena lagi.' Batin julius dan drandpa jason dengan miris. Sepertinya mereka selalu saja salah di mata grandma elise.
Mereka semua hanya bisa terkikik melihat pemandangan tersebut.
'Rasakan.' Batin sean dengan senang saat melihat grandpa jason dan daddy julius yang seperti mati kutu di hadapan grandma elise.
Sedangkan mommy angela yang melihat hal tersebut pun berusaha untuk menenagkan suasana.
"Mom.. Sepertinya memang benar apa yang di katakan oleh daddy jason. Lihat muka mei sudah tidak enak di pandang saat melihat makan makanan tersebut." Mommy angela berusaha entuk menghentikan grandma elise. Dia sangat tidak tega saat melihat muka putrinya yang sudah masam saat melihat makanan tersebut."Berikan makanan secukunya saja mom."
Grandma elise pun memandang wajah cucunya tersebut. Dan benar saja muka mei sudah sangat masam, terlihat dengan jelas jika mei hanya bisa memandang makanan yang tersaji di depannya dengan tatapan yang nanar.
"Huftt.. Baiklah." Grandma elise pun dengan terpaksa menyusun kembali makanannya di tengah dan mengambilkan makanan dengan porsi normal kepada mei.
"Ini cucu grandma yang paling manis makan ini saja. Tapi harus di habiskan lho ya." Ucap grandma elise dengan sayang.
Mei tersenyum cerah. "Iya gradma. Aku akan menghabiskannya."
Xing di sisi lain yang melihat itu pun sangat bahagia. Dia sangat bersyukur bisa melihat senyum di bibir mei lagi.
'Akhirnya kamu bisa ceria lagi.' Batin xing bahagia.
Mereka semua pun memakan makanan mereka masing masing dengan hikmat.
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
__ADS_1