Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
49. Di Kira Ngidam


__ADS_3

Mereka berdua mengangkat ikan ikan yang telah mati dan di masukkan ke dalam wadah. Setelah itu, mei meminta xing untuk menguburkan ikan ikan tersebut.


"Sudah selesai, sekarang kamu gali lubang untuk mengubur mereka semua. Aku akan mengumpulkan bunga bunga yang masih bagus untuk di sebar ke ikan ikan ini. Ingat jangan di timbun dulu sebelum aku ke sini bawa bunga bunganya. Kalau tidak aku akan memukulmu." Ancam mei sembari mengepalkan tangannya.


"Iya iya nona pemukul, aku akan mencari sekop dulu untuk mengali tanah." Jawab xing, dan pergi ke gudang untuk mengambil sekop.


Mei mengambil beberapa bunga dan memisahkan yang masih bagus untuk di tanam kembali.


"Hmmm yang ini masih bisa di tanam lagi." Gumam mei, sembari menyingkirkan bunga tersebut untuk di tanamnya nanti.


Setelah di rasa cukup mei kembali ke tempat wadah ikan ikan itu, mei mengkreyitkan dahinya "Tuan pencuri kemana ya kok tidak ada. Bukannya menggali tanah untuk menguburkan mereka tapi kok malah ngilang." Gerutu mei dengan kesal.


Mei memilih duduk dan menunggu xing. Hingga tak lama kemudian xing datang dengan membawa sekop.


"Lama sekali sih." Sewot mei.


"Tadi aku mencari ini dulu, tidak mungkinkan jika aku menggunakan tangan untuk menggali tanah." Jawab xing sembari menunjukan sekop yang ada di tangannya.


"Ya sudah ayo kita kuburkan di bawah pohon bunga bougenville itu saja." Mei mengangkat wadah yang berisi ikan ikan yang telah mati tersebut dan membawanya ke bunga bougenville yang berwarna merah cerah itu.


Kemudian xing mulai menggali lubang, setelah di rasa sudah dalam xing menyudahinya.


"Nah sudah selesai, ayo kita tata ikannya agar semuanya bisa masuk."


Mereka berdua pun menjejerkan ikan ikan tersebut, setelah selesai mei menaburkan bunga di atas ikan ikan tersebut. "Kamu timbun gih."


Xing pun menimbun ikan ikan tersebut dan menaburi bunga di atasnya.


"Sudah selesai, mending sekarang kita membeli beberapa bibit bunga dan ikan lagi. Tadi aku sudah membuka pembersih otomatis di kolam itu jadi kita tidak perlu menguras airnya." Ucap xing, tersenyum.


"Oke." Ucap mei dengan ceria.


Mereka berdua pun berjalan ke tempat penjualan bunga dan ikan yang ada di daerah itu.


***


Sedangkan di sisi lain livia tengah menunggu vampire vampire baru yang dia perintahkan untuk menyerang rumah xing. Tapi mereka tidak kunjung kembali juga.


"Apa mereka gagal. Ahhh kenapa aku bisa sebodoh ini, pasti mereka akan kalah. Mei, dia di lindungi oleh penjaga khusus maka dari itu hanya untuk menghabisi mereka akan sangat mudah. Sial kenapa aku tidak pernah memikirkannya." Rutuk livia kepada dirinya sendiri.


"Jika seperti ini maka aku harus mencari cara lain untuk menghancurkannya tanpa harus mengotori tanganku lagi."


'Apa aku harus membuat vampire baru.' Pikir livia.


"Tapi itu terlalu beresiko, pasti para pemburu itu saat ini tengah berjaga jaga di pemukiman manusia. Bisa bisa aku ketahuan dan ketangkap."


Tiba tiba..


"Apa yang membuatmu sangat marah nona muda?." Tanya seseorang kepada livia.


"Siapa kamu?." Tanya livia dengan curiga, pasalnya orang tersebut menggunakan baju serba hitam di sertai dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya.


"Saya caesar, tadi saya tidak sengaja melihat anda tengah memerintahkan beberapa vampire muda untuk menyerang kediaman seseorang." Ucap seseorang yang bernama caesar tersebut.

__ADS_1


"Lalu, apa urusan anda hah." Ucap mei dengan sinis. Walaupun dia ketar ketir, dia takut jika orang tersebut melaporkan hal yang di lakukannya kepada raja vampire.


"Saat saya melihat anda tadi saya jadi sangat tertarik untuk mengajak anda berkerja sama." Jawab caesar.


"Apa untungnya bagi saya jika kerja sama dengan anda." Sinis livia.


"Saya bisa membantu anda untuk membalaskan dendam anda." Jawab caesar.


Livia menjadi sangat tertarik dengan kerja sama yang di berikan oleh orang tersebut.


"Benarkah, saya tidak percaya. Saya ingin anda membuktikan terlebih dahulu baru saya bisa percaya." Ucap livia, dia tidak ingin salah lagi. Dia ingin mei benar benar terluka.


Caesar menyeringai saat mendengar perkataan livia. 'Menarik, biasanya orang yang saya ajak untuk bekerja sama akan langsung menyetujuinya. Tapi dia tidak, ternyata saya tidak salah dengan analisa saya.' Batin caesar dengan puas.


"Saya akan membuat orang yang anda benci tersebut menjadi gila, karena mantra khusus yang saya lemparkan. Dia tidak akan terluka tapi psikisnya akan terganggu, tenang saja dia akan tetap sadar. Menurut saya itu jauh lebih mengerikan di bandingkan dengan luka fisik." Ucap caesar.


'Kenapa aku tidak pernah memikirkannya dulu.' Batin livia.


"Lakukan sekarang. Saya akan melihat hasilnya terlebih dahulu sebelum kita menyepakati kesepakatan ini." Ucap livia dengan serius.


"Baiklah, siapa nama lengkapnya." Tanya caesar.


"Mei Shine Azar."


"Dari klan azar ya." Gumam caesar.


'Ini akan semakin menarik.' Kekeh caesar di dalam hati.


Mei Shine Azar Dar Găi Tā Bevreesd El Mas Grande


Setelah beberapa saat caesar membuka matanya.


"Saya telah melakukannya, sekarang kamu bisa melihatnya. Jika anda tertarik dengan kesepakatan ini anda bisa kembali ke sini sebelum matahari terbenam. Saya akan menunggu di sini." Ucap caesar.


"Lihat saja jika anda berbohong, akan saya habisi anda." Ancam livia, setelah itu livia melesat ke rumah yang di kunjungi oleh mereka berdua tadi.


***


Saat ini mei dan livia tengah mencari bibit bunga untuk di tanam menggantikan bunga bunga yang telah di hancurkan oleh vampire tadi.


"Lihat ini, bunganya sangat cantik." Ucap mei dengan bahagia sembari menunjukkan bunga mawar berwarna putih kepada xing.


Xing tersenyum saat melihat mei yang sangat ceria.


"Kamu lebih cantik dari seluruh bunga yang ada di dunia ini." Ucap xing dan tersenyum manis.


Muka mei langsung bersemu merah saat mendengar pujian dari xing.


"Kamu juga tampan kok." Ucap mei


"Benarkah." Xing terkejut saat mendengar mei yang memujinya balik.


"Tapi jika di lihat dari lubang semut." Lanjut mei dengan jahilnya.

__ADS_1


Senyum xing langsung luntur saat mendengar hal tersebut.


"Ohh minta di cium lagi, sini sini." Ucap xing mencoba untuk mencium wajah mei.


Mei pun menghindar dengan mudahnya dan berlari ke arah salah satu karyawan yang ada di sana.


"Hahaha.. Wlekk.." Ledek mei.


Karyawan tersebut yang melihat adegan romantis tapi lucu antara mei dan xing hanya bisa geleng geleng kepala saja meski pun dia juga iri.


'Kapan aku memiliki pacar, agar aku bisa rimantis romantisan seperti mereka.' Batin karyawan tersebut iri dengan mereka berdua.


"Mbak saya mau pesan bibit bunga mawar berbagai warna, bunga tulip berbagai warna dan bunga matahari. Saya juga pesan pot berbagai ukuran dan jenis. Masing masing warna 150 batang ya. Dan potnya cukup 50 pot saja, banyakin yang ukuran kecil ya mbk." Ucap mei.


'Banyak sekali.' Batin karyawan tersebut terkejut.


"Kamu mesannya banyak sekali sayang." Ucap xing terkejut saat mendengar pesanan yang di pesan oleh mei barusan.


"Kenapa, cuma segitu. Kamu tidak sanggup bayarnya, jika tidak sanggup aku yang akan membayarnya." Ucap mei dengan sinis.


"Bukan begitu, bagaimana jika nanti tidak muat."


"Makanya aku memesan pot juga. Aku ingin menaruhnya di balkon dan juga di dalam rumah. Aku ingin membuat taman mini di kamar kita nantinya."


Xing yang mendengarnya pun tersenyum.


'Dia sudah memikirkan kamar kita, tadi saja dia kelihatan tidak antusias sama sekali mengenai rumah. Tapi ini, dia sudah memikirkannya. Tadi pake malu malu segala, tapi kok aneh ya keinginannya.' Batin xing antara mau senang dan juga bingung sendiri.


"Sayang.. Mana ada taman mini di dalam kamar. Dan jika kamu ingin menaruh tanaman di balkon kita bisa memilih jenis tanaman lain." Protes xing tidak setuju dengan keinginan aneh mei itu.


"Aku maunya tanaman ini, dan biar beda dong dari yang lainnya. Tidak usah protes." Ucap mei.


"Mbak nanti semuanya bisa di kirim ke alamat ini ya, nanti biar dia yang membayar semuanya." Ucap mei sembari menunjuk xing, lalu berjalan kembali ke dalam mobil.


Sedangkan xing hanya bisa menghela nafas dan menuruti keinginan mei.


"Pak tenang ya, wanita yang sedang hamil memang aneh ngidamnya. Jadi bapak harus sabar ya jika istri babak meminta hal hal yang aneh dan cenderung tidak lazim seperti itu." Ucap karyawan tersebut prihatin dengan nasib xing.


Xing hanya cengo sendiri saat mendengar perkataan karyawan tersebut dia sampai tidak bisa berkata kata.


'Sangking anehnya keinginan mei sampai di kira nyidam dianya.' Batin xing dengan geli.


Xing hanya mengiyakan perkataan karyawan tersebut dan membayar seluruh pesanan mei. Setelah itu xing kembali ke dalam mobil.


"Kita cari tempat ikan." Ucap xing.


"Iya." Jawab mei.


***


Hari ini sangat sibuk..


Selamat menunaikan ibadah puasa teman teman.😃💪

__ADS_1


__ADS_2