Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
55. Setiap Orang Bisa Berubah


__ADS_3

Xing hanya bisa termangu di tempat itu sendirian. Dia benar benar sangat terkejut dengan hal yang baru saja dia dengar mengenai livia.


"Bagaimana bisa dia menjadi sperti ini. Benarkah," Gumam xing, dia masih percaya dan tak percaya dengan itu semua.


"Aku harus memastikan semuanya. Jika mei sembuh nanti aku akan bertanya kepadanya. Dan dia harus menjawab seluruh pertanyaanku dengan jujur." Gumam xing.


'Aku tahu daddy dan mommy tidak mungkin berbohonģ kepadaku. Aku hanya ingin mendengarnya sendiri langsung darimu mei.' Ucap xing dalam hati.


"Aku takut jika hal yang sama kembali terulang. Aku tidak ingin hubungan persahabatan ku dengan livia kembali terputus hanya karena ego masing masing. Dan aku tidak ingin jika harus kembali terpisah dengan mei, aku tidak akan sanggup jika harus berpisah dengannya lagi." Gumam xing frustasi.


"Aku akan mencoba untuk memaafkan livia. Tapi jika livia tidak mau berubah sama sekali dan tetap melukai mei maka aku tidak akan pernah memaafkannya." Ucap xing dengan serius.


"Mei sudah berubah menjadi orang yang lebih baik sekarang. Dan jika livia tidak juga mau berubah aku tidak akan pernah memaafkannya. Dia sendirian saat itu, tapi dia sudah dewasa dan mampu berpikir dengan benar. Harusnya dia bisa berubah." Harapan xing agar livia mau berubah benar benar sangat besar. Baginya livia bukan hanya sekedar sahabat tapi juga sudah seperti saudara.


'Mungkin dulu aku hanya mencintainya sebagai saudara. Aku tidak pernah memiliki saudara perempuan, maka dari itu saat aku bertemu dengan livia aku langsung mencurahkan seluruh kasih sayang yang aku miliki kepadanya. Hingga tanpa sadar aku menganggapnya sebagai cinta.' Ucap xing dalam hati dengan getir. Dia hanya bisa merutuki kenaifannya saja.


Xing kemudian kembali ke kamar mei dengan gontai.


Mereka semua yang masih berada di kamarnya mei pun langsung menegok ke arah xing yang suasana hatinya tampak suram tersebut.


"Are you ok?." Tanya viagra saat melihat muka xing yang terlihat suram seperti itu.


"Boleh saya bertanya." Ucap xing dengan suara yang terlihat serak.


Viagra hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Benarkah mei pernah menemui livia dengan diam diam." Tanya xing.


"Ya. Saat itu dia bertanya kepada saya mengenai alamat mrs livia. Setelah beberapa saat seluruh mansion heboh dan juga panik karena mei tidak ada di manapun. Kemudian kita mencarinya dan kita menemukan mei yang tertidur di bawah pohon. Sangat terlihat jika dia sangat terguncang dan ada jejak air mata di pipinya. Dia tidak ingin ber berbicara dengan siapa pun dan memilih mengurung diri." Jawab viagra, sebenarnya dia tidak ingin mengungkitnya karena baginya itu terlalu menyakitkan.


"Kapan kejadian itu terjadi."

__ADS_1


"Tepat setelah tanda belahan jiwa kalian muncul." Jawab viagra.


Xing hanya bisa terdiam dan memandang mei dengan sendu.


Mereka semua yang melihat hal tersebut pun memilih pergi agar xing memiliki waktu sendirian dengan mei. Walaupun mei masih tertidur tapi dia tahu jika ikatan mereka yang kuat akan memberikan suport tanpa mereka sadari


"Apa pun keputusan yang akan kamu ambil nanti. Saya harap tidak akan menyakiti putri saya terlalu dalam. Lebih baik sakit di awal, dari pada kamu memaksakan sesuatu hal. Itu pada akhirnya juga akan lebih menyakitkan." Ucap julius dengan serius saat berhadapan dengan xing.


Xing menganggukan kepalanya. "Saya janji akan lebih bijak dalam menghadapi suatu masalah. Dan saya tidak ingin melakukan kesalahan akibat dari kecerobohan saya. Saya akan menjadi lebih logis dan tidak mengedepankan ego saya jika menghadapi masalah. Saya tidak ingin kehilangan lagi."


Julius yang melihat tekat dan keseriusan di mata xing pun hanya bisa tersenyum dan meremas bahunya sedikit. Kemudian dia meninggalkan kamar mei.


"Pikirkan dengan baik baik. Jangan terlalu tergesa gesa." Ucap mommy angela dengan lembut.


Xing tersenyum dan menganggukan kepalanya."Saya sudah memikirkan nyonya. Saya akan jauh lebih tegas dan berusaha untuk melihat suatu masalah dari sisi lain."


Mommy angela tersenyum dan meninggalkan xing sendirian bersama dengan mei.


"Bersama denganmu aku merasakan seperti apa cinta itu. Saat itu aku memilih mengakhiri hidupku karena aku tidak sanggup untuk menyakitimu. Saat itu meskipun kamu telah melepas penyamaran kamu, tapi aku masih sangat mencintaimu. Hingga kini pun rasa cintaku kepadamu tidak pernah pudar sama sekali. Meskipun aku telah menyangkalnya berkali kali, tapi aku masih mencintaimu." Ucap xing sembari menatap mei dengan penuh penyesalan.


"Maafkan aku yang terlalu naif ini. Maafkan aku karena aku tidak peka. Aku tidak menyadari jika penolakanmu selama ini karena kamu merasa menjadi orang ketiga di dalam hubungan ku dengan livia. Aku tidak tahu jika kamu tidak pernah mempercayai perkataanku karena kamu merasa menjadi penghalang. Maaff.. Hikss.. Hikss.. Hahh.. Hah.." Xing sangat menyesal dengan ketidak mampuannya selama ini.


Dia tanpa sadar telah menyakiti orang yang paling dia cintai. Xing hanya bisa memandang dengan sendu mei yang ada di depannya.


"Aku mohon.. Kamu cepat sembuh dan sadar kembali. Aku ingin menjelaskan seluruh kesalah pahaman kita selama ini. Aku juga akan memberi peringatan kepada livia jika dia tidak berhenti menyakitimu. Aku tidak akan pernah memafkannya." Gumam xing.


"Maafkan aku.."


Sedangkan mereka semua yang melihat pemandangan itu semua dari luar pintu pun hanya


bisa memandangnya dengan prihatin.

__ADS_1


Mereka memang tidak tahu bagaimana perasaan xing saat ini. Tapi mereka tahu bagaimana sakitnya saat kita berusaha untuk membuat orang yang kita cintai bahagia justru malah sebaliknya. Meski pun yang mereka rasakan tidak seintens xing.


"Sudah takdir mereka berdua yang harus seperti ini." Ucap tetua felis.


"Ya anda benar. Hubungan mereka akan di penuhi dengan badai. Takdir yang mereka pikul akan sangat berat. Maka dari itu mereka harus belajar untuk bisa menghadapi rasa sakit itu melalui hubungan yang terjalin saat ini." Sahut tetua vincent.


"Tapi saya tidak tega jika harus melihat mereka menderita seperti ini." Lirih mommy alice.


"Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di gariskan kepada mereka berdua. Kita sebagai orang yang lebih tua hanya bisa memberikan saran saja. Karena bagimanapun maslah itu milik mereka, maka dari itu mereka harus bisa menyelesaikannya sendiri. Agar mereka lebih dewasa nantinya." Ucap tetua damian dengan bijak.


"Tapi damian. Apakah penderitaan yang mereka rasakan di masa lalu belum juga cukup." Ucap mommy angela, hatinya sangat sakit jika harus melihat penderitaan putrinya yang seperti tidak ada habisnya.


"Masa lalu mereka justru membuat masalah semakin pelik. Dan tujuan reinkarnasi mereka adalah untuk menyelesaikan masalah tersebut." Jawab tetua damian dengan tajam.


"Sudahlah sayang. Kamu harus yakin jika putri kita dapat menyelesaikan masalahnya. Kamu tahu sendiri meski putri kita sangat manja tapi dia bukan orang yang yang lemah, dia lebih tangguh dari kita. Kamu pernah melihat sendiri bagimana dia bisa berjuang seorang diri tanpa bimbingan dari orang lain. Dia bisa bertahan, meski dia menempuhnya dengan jalan yang salah hingga akhirnya di manfaatkan oleh orang lain. Tapi dia sekarang memiliki kita, dia memiliki orang orang yang sangat mencintainya. Kita tidak akan membirkan masa lalu terulang lagi. Kita adalah penopangnya, dia memiliki orang yang mampu di percayainya dan tempat untuk pulang." Ucap julius memberi tahu mommy angela seberapa kuat mei-nya mereka.


"Aku tahu dia sangat kuat. Hanya saja seorang ibu tidak akan sanggup jika harus melihat putrinya terluka sekecil apapun." Jawab mommy angela dengan lirih. Julius pun memeluk istrinya agar dia menjadi lebih tenang.


"Saya memang tidak tahu seperti apa dia, hanya saja melihat dari masa lalunya yang seperti itu. Dan melihat perubahan yang dia alami saat ini. Saya yakin jika dia akan menjadi orang yang jauh lebih baik karena ada yang membimbingnya dan menegurnya jika dia melakukan kesalahan." Ucap alastor.


Mommy alice tersenyum."Kamu benar dad. Sekarang pun xing juga harus belajar agar dia jauh lebih tegas dan menjadi orang yang tidak naif. Dia harus bisa mempertahankan, sudah cukup dia mengalah. Dia harus bisa lebih rasional dan tidak hanya berpikir dari satu sudut pandang saja. Dia harus bisa menyelesaikan masalah melalui sudut pandang orang lain juga."


Mereka semua memandang xing dan juga mei dengan perasaan yang campur aduk. Di sana ada harapan yang mengalir untuk mereka berdua


"Tidak selamanya mendung akan bertahan. Ada kala cerah bahkan hujan deras di sertai petir. Siklus akan selalu berputar seperti halnya kehidupan. Kita hanya harus bisa menjadi yang lebih bijak di dalam keadaan apa pun yang akan mendera kita nantinya."


***


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2