Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
59.Kemarahan


__ADS_3

Livia kembali mengatakan hal hal yang memojokkan mei terus menerus, berharap xing semakin marah kepadanya dan meninggalkannya.


"Dia benar benar tidak tahu malu, datang kesini harusnya meminta maaf kepadaku tapi justru dia malah mengancamku dan melukaiku. Dia bahkan ingin memanfaatkan ikatan belahan jiwa itu un..."


Brak


Xing yang sudah tidak mampu membendung amarahnya pun langsung melesat ke arah livia, kemudian di memaksa livia berdiri dan memukulnya hingga dia terlempar ke belakang.


Dia mendesis ke arah livia dan menatapnya dengan mata yang berkilat tajam, bahkan taringnya hingga mencuat.


Sedangkan livia yang mendapat perlakuan tersebut sangat shok, dia tahu jika xing akan sangat marah. Tapi dia tidak berpikir jika kemarahannya itu di tunjukan kepadanya bukan kepada mei, ternyata dia salah sangka.


"Xxxing.." Ucap livia dengan gugup.


"Ss.. Mei memang salah kepadamu dan keluargamu. Tapi bukankah dia sudah meninggal saat itu, dan ini masa depan. Mei yang dulu telah mati, dia saat itu di manfaatkan oleh keluarga claudrius. Yang menyuruhnya adalah yixing claudrius, dan satu lagi jangan pernah memutar balikkan fakta. Setiap orang bisa berubah." Desis xing dengan penuh amarah.


Livia langsung berdiri dan menghapus darah dari bibirnya. "Dia telah mengambilmu dariku xing." Desis livia, dia sangat tidak terima jika xing lebih memilih mei dari pada dirinya.


"Bukankah saya sudah bilang jika anda sudah saya anggap sebagai saudara saya." Jawab xing dengan dingin. Respectnya kepada livia telah hilang menguap seketika.


"Kenapa, kenapa kamu tidak bisa memilihku. Aku sudah menunggumu selama 1000 tahun. Sedangkan dia, dia orang yang sangat jahat dia seharusnya tidak perlu bereinkarnasi. Dia tidak pantas mendapatkan kebahagiaan." Raung livia.


Xing kembali mendesis saat livia tidak mau berhenti menghina mei. "Saya pikir karena anda sudah dewasa maka anda akan jauh lebih bisa mengerti sebuah keadaan. Tapi ternyata itu hanyalah omong kosong. Jika anda terus saja berkubang dengan kebencian anda, dan anda tidak berusaha untuk memahami orang lain dari sudut pandang lain. Maka anda tidak akan pernah puas dengan segala hal." Ucap xing dengan nada suara yang rendah.


Livia menatap xing dengan nyalang, dia merasa jika xing justru malah menyalahkannya dan mengolok oloknya. "Aku harus memaafkannya dengan mudah begitu. Dia telah membantai seluruh anggota klan ku, dia menjadikanku sebagai boneka, dia bahkan membuatku harus hidup sendirian selama 1000 tahun." Ucap livia dengan marah, dia tidak habis pikir dengan xing. Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu dengan mudahnya.


"Seluruh anggota keluargamu mereka sudah bereinkarnasi kembali, mereka tidak membalas dendam kepada mei sama sekali. Mereka memaafkannya, mei bahkan diam diam membantu mereka melalui daddynya. Dan anda sudah sadar bukan, sekarang anda bisa melakukan apapun yang anda mau, dan anda harus hidup sendirian itu pun di saat anda sudah dewasa. Anda sudah tahu yang baik dan juga yang benar. Tapi mei, dia sendirian sebagai seorang anak, harus bisa bertahan hidup sendirian tanpa bimbingan dari siapa pun. Dia akan melakukan apa saja agar dia bisa hidup dengan nyaman tanpa ada acaman." Ucap xing dengan tajam.


Livia hanya terdiam saat mendengar perkataan dari xing tersebut.


'Mereka sudah bereinkarnasi, bagaimana aku bisa tidak mengetahuinya.'


"Itu karena anda terlalu buta dengan kebencian yang anda miliki. Mereka bahkan sudah di pantau oleh keluarga azar sejak mei mengatakan kebenaran dari masa lalunya kepada keluarganya." Ucap xing seakan sudah mengetahui apa yang di pikirkannya.


"Yang sudah dia lakukan tidak akan pernah bisa di hapus begitu saja." Ucap livia datar.

__ADS_1


"Sekarang anda memang tidak memiliki detak jantung, tapi bukankah anda punya pikiran untuk berpikir. Punya hati untuk merasakan. Jangan hanya karena detak jatung anda berhenti anda jadi menhenhtikan segalanya." Xing benar benar sudah muak, livia yang di kenalnya sudah mulai menghilang. Dia sudah tidak tahan berada satu tempat bersamanya.


"Pets*tan dengan itu semua. Jika aku tidak bisa bahagia maka dia juga tidak akan bahagia." Ancam livia.


Mata xing kembali menyala, "Jika anda ingin menyakitinya maka anda akan berhadapan langsung dengan saya." Desis xing.


Xing yang sudah tidak tahan pun langsung melesat menunggalkan livia. Dia benar benar sudah tidak mau tahu dengannya, dia telah kehilangan haknya yang telah dia berikan untuknya. Dia bukan lagi saudaranya atau pun temannya.


"Arghh.. Aku tidak perduli jika mereka semua sudah bereinkarnasi. Bukankah mereka hanya suka melihatku menjadi seperti yang mereka inginkan. Sekarang aku telah berdiri sendiri, aku tidak akan membutuhkan mereka semua. Pers*tan kalian klan song." Raung livia.


Brak Brak Brak


Livia melempar seluruh barang yang ada di ruang tamunya.


"Hahahaha.. Harusnya aku berterima kasih kepada gadis bodoh itu, dia telah melepaskanku dari seluruh aturan bodoh yang ada di klan itu. Aku sudah tidak terkekang lagi bukan hahahha.." Ucap livia kepada dirinya sendiri.


"Tapi dia telah mengambil xing dariku, dan tidak ada yang boleh memilikinya selain aku. Dia tidak pantas untuk xing."


Livia sudah benar benar gila, dia benar benar buta dengan segala hal. Yang di pikirkannya hanyalah keinginannya.


***


"Apakah dia sudah gila." Umpat xing.


Setelah sampai ke apartemnnya dia langsung berbaring di kamarnya, dia memejamkan matanya sembari memikirkan tentang mei. Tetepi pikirannya langsung buyar saat mendengar notifikasi dari hanphonenya.


"Mei." Gumam xing.


- Xing.. Kamu mau ya masukin aku ke agensi kamu ya ya ya 🥺🥺😘😘


Xing yang mendapat pesan dari mei yang seperti itu pun hanya bisa mendengus geli.


×Tidak😘😘


-Jahat😤😤.. Sama calon istri juga

__ADS_1


Xing hanya tertawa geli saat membaca balasan darinya.


'Setidaknya dia benar benar menjadi matahari di dalam hidupku, melihat pesannya saja kemarahanku langsung mereda.' Batin xing.


Xing kemudian menelfonnya.


"Xingg.. Kenapa kamu jahat sekali. Aku kan sangat ingin bisa tanda tangan kepada penggemarku nantinya " Rengek mei.


"Kalau kamu hanya ingin tanda tangan, aku bisa melakukannya. Aku adalah pengemar nomor satu kamu." Jawab xing.


"Itu beda.." Ucap mei dengan kesal.


Xing hanya terkekeh saat mendengar nada kesal mei. Dia jadi ingin berada di sampingnya dan melihat ekspresi kesal ya. Dia ingin kembali menciumnya.


'Pasti menggemaskan.' Batin xing geli.


"Xingg.. hallo. Kamu masih di sana kan." Ucap mei saat tidak kunjung mendapatkan jawaban darinya.


"Tidak usah aneh aneh. Keinginan aneh kamu waktu itu saja belum di wujudkan. Sekarang malah minta hal yang makin aneh." Omel xing.


"Apa.. Aku tidak pernah meminta hal yang aneh kepadamu." Jawab mei dengan bingung.


"Ohh.. Benarkah, kamu ingin membuat taman di kamar kita. Lalu kamu ingin memasukan ikan koi satu kolam dengan ikan oeacock bass itu tidak aneh hmm." Ucap xing, sembari memberi tahukan keinginannya saat itu.


"Itu tidak aneh tahu.." Protes mei.


"Tidak aneh bagaimana, karyawan yang melayani kamu saat itu sampai menyuruhku untuk sabar menghadapi keinginan aneh kamu karena dia pikir kamu sedang hamil." Jawab xing dengan gemasnya.


"Hah.." Hanya itu jawaban yang di dapatkan dari mei. Hingga sambungan telephonenya terputus.


"Hahaha.. Dia pasti sedang mengomeliku. Dia pikir aku berbohong." Kekeh xing.


"Pasti dia akan sangat menggemaskan saat sedang mengomel. Aku jadi ingin melihatnya." Ucap xing.


Dia hanya bisa membayangkan wajah menggemaskan mei yang sedang mengomel.

__ADS_1


***


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2