
Xing hanya bisa bermeditasi sebentar saja karena dia tidak bisa fokus. Dia terlalu memikirkan mei hingga akhirnya dia memilih untuk sedikit demi sedikit mengalirkan energi yang dia miliki ke tubuh mei.
Jika dia merasa cukup xing akan membaca beberapa manual agar menemukan cara untuk membuat penyembuhan mei berjalan lebih cepat. Dia benar benar tidak akan bisa istirahat jika mei belum sembuh.
'Kamu tahu. Tidak tahu kenapa aku merasa sangat gelisah. Bukan karena kamu belum juga sembuh, tapi aku merasa akan ada hal yang buruk yang akan kembali menimpa kamu.' Ucap xing dalam hati.
Dia menatap mei dengan sendu, perasaannya kini campur aduk. Dia benar benar ingin melihat senyumannya lagi.
'Aku harap kamu akan segera sembuh. Aku akan menuruti segala keinginan aneh kamu. tapi aku mohon cepat sembuhh..'
Xing kembali membaca manual manual kuno tersebut. Dan membuat rune yang di lapisi dengan sihir. Dengan begitu energi gelap dari mantra ilusi akan terserap oleh rune yang telah berubah menjadi segel dan jika segel tersebut mulai tidak mampu maka sihir yang ada di dalam segel tersebut akan menetralisir energi gelap tersebut yang akan di kembalikan kepada alam.
"Dengan gabungan dari rune dan juga segel maka kita akan bisa menghemat energi yang kita miliki nantinya." Gumam xing, dia masih membuat rune hingga suara seseorang yang membuatnya sedikit terhenti.
"Xing apa yang kamu lakukan." Alastor sangat terkejut saat melihat putranya justru sedang membuat rune.
"Aku sedang membuat rune daddy." Jawab xing dan melanjutkan membuat rune lagi.
"Apakah kamu tidak tidur. Bukankah saya sudah bilang. Kamu harus istirahat." Ucap julius dengan tajam.
"Bagaimana saya bisa tidur. Jika saya sangat mengkhawatirkannya. Saya tidak bisa fokus, saya hanya bisa memikirkan kondisinya tuan." Jawab xing dengan sendu.
"Dia juga tidak akan senang saat mengetahui jika kamu seperti ini." Ucap mommy angela dengan lembutnya.
"Saya tahu, tapi mau bagaimana lagi. Saya tiba tiba merasa sangat gelisah, bukan hanya karena kondisinya. Tapi saya merasa akan ada hal yang sangat buruk yang akan terjadi." Ucap xing.
"Tapii.."
Perkataan mommy alice tiba tiba terpotong oleh teriakan mei.
"Tidakkkk..." Teriak mei dengan keras.
Otomatis mereka langsung menegok ke arah mei. Kemudian mereka semua langsung bergegas kembali mengalirkan energi ke tubuh mei. Hingga mei kembali menjadi tenang dan tertidur kembali.
Mommy alice dan alastor saling memandang dan memanggil xing. "Xing.. Bisa kita berbicara sebentar." Ucap mommy alice dengan lembut dan serius.
"Tapi mom.. Aku ingin tetap di sini dan menjaganya mom." Xing sangat enggan meninggalkan mei.
__ADS_1
"Sebentar saja. Ini sangat penting." Ucap alastor tampak sekali di raut wajahnya yang terlihat sangat serius.
Xing pun dengan enggan menyanggupinya dan mengikuti daddynya. Sebelum keluar xing melihat mei untuk sementara.
'Aku akan segera kembali.' Batin xing saat melihat mei. Kemudian xing berjalan mengikuti kedua orang tuanya.
Kedua orang tua xing menundukan kepalanya kepada kedua orang tua mei yang di balas dengan menundukan kepalanya juga.
Setelah di rasa sudah sedikit jauh dari kamar mei. Mereka langsung berhenti. "Apa yang ingin kalian bicarakan mom, dad." Xing langsung bertanya kepda kedua orang tuanya. Karena dia tidak ingin membuang buang banyak waktu, dia ingin segera kembali untuk menemani mei lagi.
"Kita ingin membicarakan mengenai livia." Jawab mommy alice.
"Livia.. Apakah terjadi sesuatu kepadanya?." Xing mulai khawatir saat mendengar orang tuanya membicarakan mengenai dia.
"Dia baik baik saja. Tapi mommy ingin kamu berhati hati dengannya." Jawab mommy alice langsung ke inti pembicaraan.
Xing mengreyitkan dahinya. "Kenapa aku harus berhati hati terhadap livia, momny sendiri tahu jika dia sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri bukan mom." Ucap xing dengan heran.
"Tapi kamu juga tahu jika dia sangat mencintai kamu xing." Sahut alastor dengan dingin.
"Aku tahu dad. Aku telah membicarakan masalah ini kepadanya. Dan dia menerimanya dengan ikhlas." Jawab xing.
Xing sangat terkejut saat melihat sisi lain dari mommynya tersebut. Karena biasanya dia adalah tipe orang yang penyayang dan tidak mudah membenci orang lain.
"Kenapa?." Tanya xing.
"Dia yang melakukan semua ini kepada mei." Ucap alastor dengan lugasnya.
Xing membelalakan matanya saat mendengar perkataan daddynya. "Tidak mungkin daddy. Dia orang yang baik, aku tahu dia mungkin terkadang sangat kasar jika sudah membicarakan mengenai mei. Tapi dia juga mempunyai alasan untuk berbicara seperti itu. " Xing langsung menyangkal perkataan daddynya.
"Tapi buktinya memang seperti itu. Vampire yang menyerang mei saat itu, yang kamu tangkap. Dia adalah vampire yang di manfaatkan oleh livia demi menyembunyikan kejahatannya. Dia menyuruh vampire itu untuk meciptakan vampire baru dan membunuh bangsa manusia. Dia juga yang menyuruh melakukan seluruh penyerangan terhadap mei dengan menggunakan vampire vampire baru tersebut. Dia bahkan berkerja sama dengan seseorang untuk membuat mei menderita. Yang membuat mei menjadi seperti ini adalah livia." Ucap alastor dengan penuh penekanan.
"Tapp.. Tapi dad. Dia sudah bilang kepadaku bahwa dia akan menerima hubungan kami dengan ihklas. Meski dia membenci mei, meskipun dia selalu berbicara kasar tentang mei. Aku tidak pernah melihatnya mendekati mei sama sekali dad." Xing benar benar tidak percaya dengan perkataan daddynya itu.
"Apakah dia mau mengambil resiko di benci olehmu. Jika dia secara terang terangan mencoba untuk melukai mei. Maka dia akan ketahuan dan otomatis kamu akan membencinnya. Dan dia akan di siksa oleh keluarga azar." Sarkas alastor.
"Sayang. Jika kamu memang tidak percaya dengan perkataan kita. Kamu bisa bertanya dengan mei apa yang telah dia lakukan terhadap mei. Kamu bilang mei juga mencintai kamu. Tapi apakah kamu pernah bertanya kenapa dia selalu menghindar jika kamu ingin berbicara lebih serius mengenai hubungan kalian. Kamu harus bisa lebih peka dengan keadaan di sekitar kamu xing." Ucap mommy alice memberi nasihat kepada xing.
__ADS_1
Degg
Hati xing langsung mencelos saat mendengar perkataan mommynya tersebut. Dia memang tidak pernah mencoba untuk bertanya atau pun memaksa mei untuk memberi tahu kepadanya kenapa dia tidak ingin membicarakan mengenai hubungan mereka. Dia selalu berpikir jika mei ingin semuanya berjalan normal tanpa ada paksaan. Seperti yang dia pikirkan selama ini, dia tidak pernah berpikir jika mei memiliki alasan di balik sikapnya yang seperti itu.
'Apakah aku yang terlalu bodoh atau memang aku yang terlalu naif.' Batin xing dengan getir.
"Akku.." Gumam xing dengan tidak jelas. Dia kehabisan kata kata setelah mendengar perkataan mommynya tadi.
Alastor yang melihat jika xing sepertinya terguncang pun hanya bisa menghela nafas.
"Mei pernah bertemu dan berbicara kepada livia. Tepat setelah tanda belahan jiwa kalian muncul." Ucap alastor.
"Bagaimana daddy tahu." Tanya xing dengan ling lung.
"Viagra dan julius yang memberitahu kepada daddy. Saat itu dia pergi tanpa izin terlebih dahulu hingga membuat seluruh klan azar mencarinya. Dan saat mereka menemukannya, keadaan mei sudah seperti sangat terguncang, dia tertidur di bawah pohon. Dia bahkan mengurung diri di kamarnya." Jawab alastor.
Degg deg deg
Xing benar benar terkejut saat mengetahui hal tersebut.
'Kenapa dia tidak pernah memberi tahu ku. Apa yang mereka bicarakan hingga mei sampai terguncang seperti itu.' Xing benar benar semakin resah saat mendengar hal itu.
Alastor dan mommy alice yang melihat hal tersebut pun hanya bisa memberi nasihatnya kepada xing.
"Xing. Semua ada pada diri kamu sendiri. Tapi mommy harap kamu harus bisa berpikir dengan jernih. Apa yang telah kalian hadapi selama ini, apa yang membuat hubungan kalian tidak terlalu baik selama ini. Mommy tahu ini akan menyakitkan bagimu, tapi mommy harap kamu bisa membuat hubungan kalian menjadi lebih sehat. Jika seperti ini terus menerus maka kalian akan semakin tersakiti. Itu sangat tidak baik sayang." Ucap mommy alice, berusaha untuk memberi pengertian kepada putranya tersebut.
"Mommy kamu benar xing. Jadilah orang yang tepat dalam menyelesaikan sebuah masalah. Mei memang pernah menjadi orang yang jahat, tapi apa yang bisa di lakukan oleh seorang anak yang hidup di jalanan selama hidupnya. Orang yang sudah ketakutan akan menjadi orang yang kejam hanya demi bertahan hidup. Cara berpikir kita pun akan sangat berbeda. Kita punya rumah, bisa makan dengan kenyang, dan kita tidak takut harus berebut sesuatu dengan orang lain. Karena kita sudah di hormati sejak lahir. Kejahatan memang tidak di benarkan, tapi apakah setiap orang akan selalu jahat. Setiap orang bisa berubah dengan mudahnya. Begitu pun mei dan juga livia." Ucap alastor.
"Aku tahu dad. Hanya saja aku butuh waktu untuk memikirkan ini semua. Aku terlalu terkejut dad." Jawab xing dengan lirih.
Alastor dan momny alice saling memandang untuk sesaat dan menganggukan kepalanya masing masing.
Alastor memegang bahu xing. "Jadilah orang yang bijak dalam menghadapi suatu masalah. Dan jangan terlalu keras dalam berpikir. Perlahan lahan saja." Ucap alastor.
Kemudian mereka berdua meninggalkan xing untuk berpikir sendirian.
***
__ADS_1
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘