
Camila menatap victor dengan aneh.
'Kok dia occ gini ya. Masa cinta bisa merubah sifat orang secepat ini.' Batin camila heran.
Victor yang melihat camila menatapnya pun mengangkat sebelah alisnya.
"Aku tahu jika aku tampan. Tapi biasa aja kali lihatnya!." Ucap victor narsis.
Camila mendengus kesal saat mendengar perkataan victor yang kelewat narsis tersebut.
"Kamu itu titisan kanebo kering, tidak ada tampan-tampannya sama sekali." Ledek camila.
"Apa kamu bilang hmm."
"Victor wallace tuan kulkas kanebo kering." Jawab camila penuh penekanan. Dia melotot menatap victor dengan tajam.
Victor yang melihat hal tersebut pun malah di buat gemas dengan ekspresi lucu yang di tampilkan oleh camila. "Ishh kamu kok jadi lucu banget sih." Ucap victor gemas sembari mencubit dan menarik kedua pipi camila.
"Swahit.. Vichorr.." Rengek camila tidak jelas karena pipinya di tarik oleh victor.
Karena tidak kunjung di lepaskan camila pun balik mencubit perut victor dengan keras.
"Aduhh.. Sakit tahu, kok di cubit sih.." Teriak victor kesakitan, dia mengelus-elus perutnya yang sakit akibat di cubit oleh camila.
"Rasain, sakitkan. Lagian ini pipi juga sakit tahu, nih lihat merah gini." Omel camila kesal.
"Hehe maaf maaf.. Habisnya kamu menggemaskan sekali sih." Kekeh victor.
__ADS_1
'Kayaknya hanya dia deh yang bilang aku menggemaskan. Padahal muka aku tidak bulat kayak bayi deh. Dasar victor aneh.' Batin camila bergidik.
"Kamu kok bisa out of character gini sih. Heran, biasanya kamu kayak kanebo kering yang tidak bisa becanda. Seriuuuss mulu." Cerocos camila mengatakan unek-uneknya.
Victor tersenyum tipis, "Aku tidak tahu, aku hanya merasa bebas lepas mencurahkan segala ekspresi saat melihat kamu. Mungkin seluruh bebanku sudah di angkat, jadi bisa sebebas ini. Kamu adalah keajaiban." Ucap victor lembut.
Camila menatap victor dengan serius. "Bisakah kamu berjanji kepadaku?." Tanya camila dengan serius.
Deg
Entah kenapa perasaan victor langsung tidak karuan saat mendengar pertanyaan itu.
'Jangan..' Batin victor pilu.
"Apa?." Lirih victor.
"Jika sudah tiba saatnya aku pergi. Kamu harus tetap bahagia, tertawa lepas dan bisa bercanda seperti ini. Berjanjilah padaku jika tidak ada air mata kesedihan yang menetes darimu. Itu akan sangat amat menyakitiku victor." Ucap camila dengan parau. Air matanya mulai mengalir tak terbendung, karena dia tahu jika waktunya hanya sementara.
Victor memeluk camila dan mengelus kepala camila. Matanya sudah mulai mengembun, hatinya sakit saat harus kembali mengingat kenyataan pahit tersebut.
"Bagaimana aku bisa berjanji seperti itu. Kamu adalah cintaku, aku sudah kehilangan ibuku dan beberapa saudaraku. Memang perpisahan itu akan mendatangi setiap makhluk di bumi. Tapi, aku tidak akan siap dan sanggup meski aku sendiri sudah tahu kapan waktu itu akan berlangsung. Apa aku akan sanggup, apa aku akan sanggup camila. Kamu adalah pemilik hatiku, bagaimana bisa aku tidak sedih dan juga sakit saat harus melepasmu. Kamu pergi meninggalkanku dengan membawa sebagian cintaku, hatiku akan terasa hampa dan kosong camila." Lirih victor, suaranya sudah serak karena menahan tangis. Meski dia seorang pria bahkan seorang pemburu, tapi dia masih makhluk yang memiliki perasaan.
Meski dia tipe orang yang pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi dia bukan orang yang bisa menyembunyikan perasaannya dengan mudah. Rasa sakit saat dia harus memendam perasaannya kepada camila saja itu sudah sangat menyiksanya. Bagaimana bisa dia harus kembali merasakan hal tersebut.
Camila mengeratkan pelukannya kepada victor dan membenamkan wajahnya di dada victor. Dia hanya bisa menagis melampiaskan segala gundah dan sedih yang tengah menyelimuti hatinya saat ini. Dia sendiri juga tidak tahu harus seperti apa, mereka berdua tidak seperti mei dan juga xing yang terikat menjadi belahan jiwa. Mereka berdua tidak ada hal yang bisa membuat mereka terikat selain cinta tulus yang mereka berdua rasakan.
"Hatiku juga akan sakit victor. Rasanya sangat menyiksa saat harus jauh darimu. Sakit sekali, tapi aku bisa apa. Tugas dan kewajibanku sudah ada di depan mata, ya aku memang memiliki waktu di sela-sela tugas tersebut. Tetapi aku tidak akan bisa keluar kecuali saat tugas tersebut berlangsung. Tidak ada alasan, selain kamu. Tapi apa takdir akan membiarkanku keluar? Apa takdir akan selalu bersama dengan kita?." Lirih camila.
__ADS_1
Victor meraih wajah camila dan menatap matanya.
"Kita harus yakin jika takdir baik akan selalu berpihak kepada kita. Hari ini takdir telah menuntunku untuk berani mengungkapkan perasaanku padamu. Jadi, kita harus yakin jika sudah menjadi takdir kita kalau kita akan bersatu. Untuk saat ini kita gunakan waktu kita yang tersisa ini untuk mengukir kenangan indah. Percayakan segalanya kepada sang dewi dan tuhan agar takdir selalu memihak kita. Jika kita memang di takdirkan untuk bersama, aku yakin kamu akan bisa keluar untuk menemuiku." Ucap victor dengan lembut.
"Aku sangat yakin jika kita memang di takdirkan untuk bersama. Sejak pertama kali melihatmu aku sudah sangat yakin jika kamu di takdirkan untukku. Aku sangat yakin." Ucap camila tersenyum cerah.
Victor tersenyum tipis, lalu dia menempelkan dahinya di dahi camila cukup lama untuk menyalurkan segala perasaan yang tengah menyelimuti perasannya. Mereka berdua menutup mata, merasakan bagaimana segala perasaan yang berkecamuk menjadi satu, senang, sedih, dan rasa takut yang bercampur membuat hati mereka terasa berat.
'Dewi, tolong izinkan aku untuk tetap mencintainya. Tolong izinkan kita untuk berasama hingga akhir hayat. Tolong bahagiakan dia kapan pun, dimana pun dia berada.' Batin camila berdoa yang terbaik untuk victor.
'Tuhan, jangan jauhkan aku dengannya tuhan. Aku sangat mencintainya lebih dari diriku sendiri. Tolong takdirkan kita untuk bersatu selamanya. Aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan cintaku kembali. Aku sudah kehilangan keluargaku di depan mataku sendiri, tolong jangan buat aku kehilangan camila juga.' Batin victor yang juga berdoa untuk camila.
Mereka berdua membuka mata dan saling menatap satu sama lain.
"Aku sangat mencintaimu, dulu, hari ini, besok dan selamanya." Ucap camila dengan lembut.
"Aku juga sangat mencintaimu, dulu, hari ini, besok dan selamanya. Tidak akan pernah pudar sama sekali." Ucap victor dengan lembut.
Mereka berdua tertawa kecil dan kembali berpelukan. Mereka ingin mengunakan waktu mereka yang tersisa untuk saling mencintai dan mengasihi. Mereka akan mengikuti akan seperti apa rencana yang sudah takdir persiapakan untuk mereka berdua. Tapi untuk saat ini, biarlah mereka bahagia dan bersama.
'Aku memang bukan yang paling sempurna. Tetapi satu hal yang pasti, aku akan selalu mencintaimu sampai kapan pun. Aku harap takdir memihak kepada kita.' Batin victor.
'Aku memang tidak tahu harus seperrti apa dan bagaimana. Tetapi aku sangat yakin jika takdir akan berpihak kepada kita, dan jika saat itu sudah tiba, kita akan tahu harus seperti apa dan bagaimana. Sangat yakin.' Batin camila.
...----------------...
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘
__ADS_1