Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
44. Penagkapan


__ADS_3

Darel menghampiri livia setelah selesai menjalankan perintahnya.


"Tuan, saya telah menjalankan perintah anda. Saat ini mereka sangat ingin meminum darah sepuas mereka tuan." Ucap darel sembari menujuk vampire baru di belakangnya.


"Bagus, tadi saya telah berburu dan kali ini kita berpesta.." Ucap livia dengan gembira.


Mereka semua pun memasuki rumah livia yang berada di luar kota x tidak ada yang tahu mengenai rumah ini, Kemudian livia mengambil segelas darah.


"Dan kalian, vampire vampire baru. Kalian harus mengikuti perintah saya, yang akan saya sampaikan melalui darel. Dan jika suatu saat kalian di tangkap jangan pernah kalian menyebut nama saya, termasuk kamu darel. Kalian paham!!." Ucap livia.


"Paham tuan." Jawab mereka semua dengan kompak.


"Bagus." Livia menyeringai sembari menyesap darah dari gelasnya.


'Dengan begini, aku tetap bisa membuat mei menderita tanpa takut harus ketahuan.' Batin livia dengan sangat senang.


"Darel, besok kamu harus menyerang mei, aku tidak ingin kamu gagal." Ucap livia, memerintahkan darel untuk menyerang mei.


"Baik tuan." jawab darel.


'Dengan darel menyerang mei maka mei akan terluka dan silver blood akan tumpah dan mei akan di buru oleh banyak orang. Kenapa dulu aku harus repot repot mengotori tanganku, hingga membuatku harus kehilangan detak jantung.'


Keesokan harinya mei, jennie, dan viagra telah kembali dan kini mereka tengah berjalan menuju ke kampus untuk belajar.


Mereka di intai oleh darel sedari tadi, di sisi lain xing yang melihat jika ada yang mengintai mei dari jauh pun menatapnya dengan waspada. Hingga xing melihat jika vampire itu mengeluarkan sebuah benda yang menyerupai jarum yang akan di arahkannya ke arah mei. Xing yang melihat itu pun langsung melesat dan membekuk vampire tersebut.


"Apa yang akan kamu lakukan hah." Desis xing dengan marah.


Para penjaga bayangan juga ikut menghampiri mereka bedua. "Bawa dia ke klan azar, biar kami yang menjaga nona mei." Ucap seorang penjaga.


Penjaga yang lain pun mengabari julius mengenai ini. 'Tuan, kita telah menemukan vampire yang telah menyerang nona muda. Saat ini vampire tersebut tengah di bawa oleh tuan xing ke mansion tuan.' Ucap penjaga tersebut melalui telepati.


Julius yang mendapat kabar tersebut pun sangat senang, 'Bagus, saya akan menunggunya.' Jawab julius.


Xing menganggukan kepalanya dan membawa vampire itu ke klan azar. "Kamu melakukan hal yang sangat fatal." Ucap xing dengan marah.


"Akhhh lepas.." Teriak darel.


"Apa kamu bilang lepas hah, dalam mimpi mu saja." Xing mengeratkan cengkramannya terhadap darel.


"Akhhh.."


Xing melesat dengan sangat cepat hinga membuat darel kewalahan dalam mengimbangi kecepatan xing.


Setelah beberapa saat xing telah sampai di mansion dengan darel yang di cengkramnya. Tampak julius yang menunggunya di depan mansion.

__ADS_1


Xing melempar darel ke arah julius, julius pun langsung mengangkat darel dan mencengkram lehernya.


"Jadi vampire rendahan ini yang telah berani menyerang putri kesayangan saya." Desis julius dengan marah hingga matanya berkilat tajam.


"Iya tuan, vampire ini mungkin juga vampire yang sama yang menyerang mei saat itu, dia tidak memiliki detak jantung tuan." Jawab xing dengan mata yang berkilat tajam.


"Kenapa kamu melakukan itu." Tanya sean dengan tajam dan menghampiri darel yang masih di cengkram oleh julius.


"Haha, dia memiliki silver blood bukan. Siapa yang tidak mengiginkannya, dengan saya berhasil menguasai silver blood maka saya akan jadi penguasa bagi seluruh mahluk." Jawab darel.


Mereka semua semakin marah saat mendengar penuturan dari darel. Julius yang sudah terlanjur emosi pun mencekik dan melempar darel hingga dia terluka parah.


"Mahkluk sialan sepertimu memang tidak pantas untuk hidup lebih lama." Ucap julius dengan emosi.


Julius yang marah pun ingin menghabisi darel, tetapi di hentikan oleh mommy angela.


"Dari pada kamu membunuhnya, lebih baik kamu penjarakan dia dipenjara khusus. Jangan beri dia makanan sedikit pun saya ingin lihat samapi kapan dia akan mampu bertahan hidup. Detak jantungnya telah berhenti bukan, maka dia akan semakin menderita." Ucap mommy angela dengan dingin.


Julius dan yang lainnya yang mendengar hal itu pun menyeringai. "Hh.. Kamu memang terbaik sayang." Ucap julius.


Momny angela hanya tersenyum dengan manis, "Kita tidak perlu mengotori tangan kita hanya untuk vampire rendahan seperti dia." Ucap mommy angela dengan sinis.


'Glek.. Mommy kalau sudah seperti ini memang sangat mengerikan.' Batin sean bergidik ngeri.


"Penjaga.. bawa dia ke sel penjara, pastikan dia tidak akan bisa lari barang sedikit pun."


"Ayo.." Teriak penjaga tersebut.


"Lepass.." Teriak darel.


Penjaga tersebut tidak bergeming dan tetap menyeret darel.


Sedangkan xing saat ini hatinya tengah berbunga bunga karena sebentar lagi dia bisa pdkt lagi. 'Akhirnya aku bisa mendekati mei lagi.' Batin xing dengan bahagia.


Sean yang melihat xing tersenyum senyum sendiri pun menyindirnya. "Aduhh kayaknya ada yang lagi bahagia nih." Ucap sean dengan lantang.


Mereka semua pun menoleh ke arah xing yang hanya tersenyum sendiri.


"Apa, tentu saja bahagia. Aku bisa mendekati mei lagi," Ucap xing dengan wajah yang datar untuk menyembunyikan kesengannya.


'Anak muda jaman sekarang, tidakpunya rasa malu.' Batin julius geleng geleng kepala.


"Kamu memang sudah bisa dekat dekat dengan anak saya, tapi ada batasnya." Ucap mommy angela.


"Tenang nyonya, saya tidak akan menyentuhnya sebelum saya resmi menjadi pasangannya. Dan saya akan selalu menjaga mei nyonya." Ucap xing dengan yakin.

__ADS_1


"Bagus, sekarang kamu bisa kembali lagi ke kampus. Bukankah hari ini kamu harus mengajar." Ucap julius.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


Mereka semua hanya menganggukan kepalanya, dan xing langsung melesat menuju ke kampusnya.


Xing masuk ke ruangannya dan mengambil tasnya lalu berjalan menuju ke kelas untuk mengajar.


"Pagi anak anak, maaf saya telat. Kalau begitu kalian buka bab 12 kita akan membahas mengenai tindak pidana ringan." Ucap xing sembari tersenyum yang membuat seisi kelas heboh.


'Astaga, tampan. Mau dong jadi istrinya ' Batin seorang mahasiswi, dia terpesona dengan ketampanan dosennya tersebut.


'Dia apa baru menang lotre ya, kok senang sekali. Sampai sampai memberikan senyumanya yang kramat itu.' Batin seorang mahasiswa dengan heran.


'Cihh modus.' Batin mei, dia sangat cemburu saat melihat tatapan memuja yang di tunjukan oleh mahasiswi yang ada di kelasnya kepada xing setelah melihat xing terseyum.


"Malah tebar pesona." Gumam mei dengan kesal.


Xing yang mendengar gumaman mei pun semakin senang sekaligus geli sendiri. ' Jika sedang cemburu seperti ini dia sangat mengemaskan.' Batin xing bahagia saat melihat ekspresi mei yang sedang cemburu tersebut hingga dia tanpa sadar kembali tersenyum yang justru membuat seisi kelas semakin heboh.


Sedangkan mei semakin cemburu dan mukanya lansung cemberut saat melihat xing justru malah semakin tebar pesona.


"Sok ganteng." Gumam mei lebih kesal.


Camila, rei dan victor yang mendengar gumaman mei pun hanya tersenyum geli.


"Kamu cemburu ya shine." Bisik camila


Mei yang mendengar bisikan camila pun mejadi glagapan sendiri, "Ttt tidak kok, siapa yang cemburu." Ucap mei dengan gugup, mukanya sudah merah menahan malu.


"Tapi aku mendengar gumaman kamu tadi." Sahut rei berbisik juga.


"Ishh.. Kalian ini, perhatikan saja pelajarannya." Ucap mei dengan kesal.


'Suka banget ngeledekin.' Gerutu mei dalam hati.


Mereka berdua hanya tersenyum geli melihat tingkah mei dan kembali memperhatikan pelajaran.


'Ternyata dia memiliki teman yang jahil ya.' Batin xing dengan geli saat melihat interaksi mereka.


Xing kembali mengajar dengan serius.


***


Bab baru telah di buat~

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2