Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
61. Zurica Jovovic


__ADS_3

"Dia tidak akan pernah bahagia. Karena darahnya akan kita eksploitasi tepat di depan belahan jiwanya sendiri. Bahkan belahan jiwanya tidak akan menolongnya sedikit pun." Ucap yixing.


Livia yang mendengar itu pun menyeringai dan semakin senang.


'Dia hanya milikku.' Batin livia posesif.


***


Di lain sisi mei yang sudah merasa baikan pun langsung mengajak jennie dan viagra untuk kembali ke rumah.


Saat mereka sampai di rumah, mei langsung melesat ke kamarnya. Tetapi dia sedikit terkejut saat melihat ada seorang gadis yang tidur di kasurnya.


Mei pun menghampirinya. "Hey, bangun. Siapa kamu, bagaimana bisa kamu berada di rumah ini. Apa lagi berada di kamarku, tidak ada yang boleh masuk tanpa ijinku." Omel mei sembari menepuk nepuk pipi dari gadis tersebut.


Viagra dan jennie yang mendengar mei seperti mengomeli seseorang pun langsung melesat ke kamarnya. Mereka juga sedikit terkejut saat melihat ada seseorang yang sedang tidur dengn pulas di kasur mei, seakan akan tidur di kamarnya sendiri.


"Siapa dia?." Tanya viagra penasaran.


Mei hanya mengangkat bahunya saja. " Tidak tahu, tiba tiba saja dia berada di situ. Heran kok dia bisa masuk ya." Jawab mei sedikit heran.


Mei pun kembali berusaha untuk membangunkan gadis itu lagi, kali ini dia menggunakan tenaganya.


"Bangunnnn.." Teriak mei tepat di telinga gadis itu.


Si gadis yang di bangunkan dengan cara seperti itu. Sontak saja langsung terbangun dan ingin memarahi orang yang membangunkannya tanpa adab sama sekali.


"Apaan sih, bangunin orang kok kayak bangunin preman sih." Gerutu gadis tersebut.


"Oi tuan putri ketlingsut. Kenapa bisa kamu ada di sini hah." Ucap mei galak.


'Apaan tuh ketlingsut.' Batin jennie dan viagra bingung sendiri. Viagra pun menatap jennie dengan penuh tanya sedangkan jennie hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu.


Gadis itu matanya langsung membola saat mendengar suara siapa itu, sontak saja dia langsung memeluk mei dengan eratnya.


"Hey hey lepas bodoh. Apa yang kamu lakukan." Teriak mei sembari memukuli gadis tersebut.


"Mommy, i miss you so much." ucap gadis tersebut dengan senangnya.


Sedangkan mereka yang mendengar perkataan dari gadis itu pun hanya bisa ternganga.


"Hah.. Mommy." Pekik viagra.


Gadis tersebut yang mendengar suara viagra pun langsung melepaskan pelukannya dan menyapanya.


"Hallo uncle viagra, hallo aunty jennie." Gadis itu menyapa dengan sopan.


'Kayaknya dia orang gila yang nyasar. Atau jangan jangan dia penyusup yang berpura pura menjadi gila.' Pikir mei senewen sendiri.


Viagra yang mendengar pikiran mei pun sangat menyetujuinya.


"Siapa anda. Bagaimana anda bisa kenal dengan kita, dan mengapa anda memanggil mei mommy." Tanya jennie datar.

__ADS_1


Gadis itu hanya bisa tersenyum, " Hehe lupa. Hallo perkenalkan nama saya Zurica Jovovic. Saya kucing yang di selamatkan oleh mommy mei. Kalian juga bisa memanggilku mei mei atau zuu saja, senyaman kalian saja tidak apa apa kok." Ucap zurica memperkenalkan dirinya sendiri.


"Mei mei." Pekik mereka semua.


Mei yang sedikit terkejut pun mendekatinya dan membalik balik badannya dan memandangnya dengan intens.


"Astaga, bagaimana kamu bisa sebesar ini. Bahkan kamu lebih tinggi dariku." Gumam mei tidak percaya.


"Kapan kamu berubah menjadi manusia?." Tanya jennie penasaran.


"Saya sudah berubah sudah lebih dari satu minggu ini." Jawab zuu.


"Ohh.. " Gumam viagra.


Tiba tiba..


"Dia siapa?." Tanya xing, xing yang saat itu sangat bosan dan terus memikirkan mei pun lebih memilih untuk datang ke perusahaannya dan mengurus seluruh pekerjaannya yang sudah menumpuk dan menyelesaikan secepat mungkin. Dia terus berkerja hingga tidak istirahat agar bisa bertemu dengan mei.


Tetapi saat dia ingin menemuinya di mansion, ayah mei mengatakan kepadanya jika mei sudah kembali ke rumahnya. Dia pun langsung melesat menuju ke rumah, saat masuk dia mendengar seperti keributan di kamar mei. Xing langsung melesat ke arah kamar tersebut, tetapi dia melihat seseorang gadis yang cukup tinggi yang berda di kamar mei, dia tidak pernah melihatnya sama sekali.


"Xingg.. Kamu tahu mei mei. Kucing kesayanganku, dia sekarang sudah berubah menjadi manusia, lihat." Ucap mei dengan gembiranya.


Xing sedikit terkejut saat mengetahuinya. "Ohh.. Cepat sekali dia berubahnya." Ucap xing, dia menghampiri mei dan mengecup dahinya.


Muka mei langsung memerah, dan memukul xing. "Ishh.. ada orang ini."


"Biarin." Jawab xing datar.


'Cihh.. Langsung di beri pemandangan yang merusak mata.' Batin viagra kesal.


"Ohh.. Jadi satu minggu yang lalu adalah ulang tahunmu. Maaf ya tidak bisa merayakannya." Ucap mei sedih.


"Tidak apa apa kok mom, bisa melihat mommy bahagia saja aku sudah senang." Ucap zuu dengan bahagia.


Xing mengkreyitkan dahinya. "Kenapa kamu memanggilnya mommy?." Tanya xing.


Mereka semua menatap zuu, terlihat sekali mereka juga ingin mengetahui mengapa dia memanggil mei dengan sebutan mommy.


"Dia sudah merawatku sejak aku masih kecil, dia bahkan menguburkan seluruh keluargaku dengan layak. Aku juga sudah tidak memiliki siapa pun, maka dari itu aku memanggilnya mommy. Memang tidak boleh ya?." Tanya zuu dengan sedih.


"Boleh kok. Hanya saja sedikit aneh saat ada yang memanggilmu dengan sebutan mommy, sedangkan aku belum menikah. Bahkan umur kamu saja lebih tua dariku." Ucap mei.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?." Tanya zuu.


Mei pura pura berpikir sejenak. "Hahah.. Kamu bisa menjadi kakak aku." Teriak mei.


"Tidak usah teriak sayang." Ucap xing datar.


"Hehe maaf."


"Tapi aku baru berumur satu tahun." Rengek zuu.

__ADS_1


Mei hanya bisa menghela nafas saja. " Ya sudah, kamu bisa memanggil nama ku saja."


"Itu tidak sopan." Ucap zuu.


"Lalu kamu ingin memanggilku apa?." Tanya mei jengah.


"Hmm.. Aku memanggilmu adik saja deh tidak apa apa."


Mereka semua hanya bisa menghela nafas saja saat mendengar hal tersebut.


'Sebelas dua belas sama sifat mei, cocok kalau dia memangil mei mommy.' Batin viagra.


'Mereka berdua kalau bersama akan sangat klop.' Batin jennie.


'Dua anak ini.' Batin xing heran.


Mereka hanya memandang mei dan zuu dengan skeptis.


"Lebih baik kita memanggil felix." Ucap mei.


Xing langsung menatap mei dengan tajam, dia masih cemburu dengan pria yang bernama felix tersebut.


"Untuk apa kamu memanggilnya?." Tanya xing tajam.


"Dia kan shifter kucing, dia akan lebih mengetahui mengenai mei mei. Lagi pula dia adalah calon suaminya." Ucap mei.


Sedangkan zuu yang mendengar hal tersebut pun mukanya langsung memerah, dia tahu siapa pria yang di masksud oleh mei.


'Masa iya orang sekelas tuan felix zurich mau menjadi suamiaku. Kelas kita saja beda jauh.' Batin zuu, dia merasa tidak pantas untuknya.


Mei tidak memperdulikan xing, dan memanggil felix untuk datang ke rumahnya sekarang juga.


"Lebih baik kita ke ruang tamu saja. Di sana lebih luas." Ucap jennie.


Mereka pun menyetujuinya dan langsung berjalan ke ruang tamu.


Mei pun berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka semua, tapi dia tidak menemukan apa pun di dalam kulkas. Bahkan buah buhan yang berada di kabinet pun juga tidak ada.


"Huft.. Pasti di makan oleh mei mei semua ini." Gumam mei, dia terpaksa hanya menyajikan air putih saja.


"Ini.. Hanya ada air putih, semuanya habis di makan oleh mei mei." Ucap mei sembari meletakkan nampan yang berisi teko air putih dan juga beberapa gelas.


Mereka semua melihat zuu dengan mata yang terbelalak. "Sebanyak itu habis semua." Ucap viagra tak percaya.


'Badannya kecil tapi makannya sebanyak itu.' Batin jennie.


"Hehehe iya, semuanya aku habisin. Habisnya kalian tidak ada, jadi aku memakan makanan yang ada saja. Mau masak tapi takut gosong hehe.." Kekeh zuu.


Mereka hanya bisa geleng geleng kepala dan terpaksa meminum air putih saja.


***

__ADS_1


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2