Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
41. Licik


__ADS_3

Berhari hari telah berlalu setelah kejadian tersebut, Mei, viagra, jennie dan yang lainnya pun telah pulih total. Saat ini mereka semua sudah melakukan kegiatan mereka dengan normal walaupun dengan tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi.


Sedangkan xing, di sisi lain dia harus segera menemukan siapa pelaku penyerangan tersebut agar dia bisa berada di dekat mei lagi. Saat ini dia hanya bisa memantau mei dari jauh agar dia bisa tetap melindunginya.


"Gara gara vampire sialan itu aku jadi harus menjahui mei, padahal aku telah berjuang dengan keras agar bisa dekat dengannya. Belum juga benar benar jadi pasangannya sudah di uji seperti ini, tapi aku yakin aku pasti bisa memperjuagkannya." Xing sedari tadi terus saja mengerutu merutuki seluruh kejadian yang di alaminya beberapa waktu yang lalu.


"Xing, kenapa muka kamu seperti itu?." Tanya livia, dia sangat merindukan xing maka dari itu dia memutuskan untuk menghampiri xing di ruangannya.


"Ohh.. Hai livia, aku sedang sangat kesal. Kamu tahu, saat aku berada di hutan aku, mei dan yang lainnya di serang oleh vampire hingga membuat mei dan yang lainnya sekarat." Ucap xing dengan sangat kesal.


Livia sangat terkejut, 'Bagaimana dia tahu jika yang menyerangnya adalah vampire.' Ucap livia dalam hati, dia sangat cemas. Bagaimana nanti jika xing mengetahui jika dia lah yang menyerang mereka semua, pasti xing akan sangat marah kepadanya.


"Bagaimana kamu yakin jika yang menyerang kalian adalah vampire."


"Darah yang di gunakan untuk menulis rune adalah darah vampire." Jawab xing dengan lugas.


Livia berusaha untuk tidak terlihat terkejut, 'Bodoh, bodoh, bodoh bagaimana bisa aku seceroboh ini. Harusnya aku menggunakan darah hewan saja.' Livia merutuki semua kebodohan yang di lakukannya.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?." Tanya livia dengan sedikit cemas dengan nasibnya nanti.


"Aku akan mencari vampire tersebut, dan akan membawanya ke klan azar."


Livia semakin kalut saat mendengar penuturan dari xing tersebut, "Apakah kamu sudah menemukan vampire tersebut."


Xing menghela nafas, "Sayangnya aku belum menemukan vampire tersebut, tapi siapa pun vampire tersebut. Aku yakin aku akan menemukannya, aku tidak akan berhenti untuk mencarinya." Jawab xing dengan tajam.


"Kenapa kamu sampai sebegitunya xing." Livia tiba tiba sangat kesal, karena dia tahu, untuk siapa dia melakukan iti semua.


Xing yang mendengar nada kesal dari livia pun mengkreyitkan dahinya dan menoleh ke arah livia, "Kenap kamu sekesal itu, aku akan melakukan apa saja untuknya. Dan aku tidak akan membiarkan orang yang telah melukainya bisa berkeliaran dengan bebas."


"Xing, apa di hati kamu hanya ada mei?. Aku sangat mencintaimu xing, apa sih kelebihan yang di milikinya. Dia itu pembunuh, dia penjahat xing." Teriak livia dengan emosi.


"Kita sudah membicarakannya livia, saat ini aku menahan amarahku karena kamu adalah salah satu orang yang sangat aku percayai dan aku sayangi. Tapi, sekali lagi kamu berbicara seperti itu tentang mei. Aku tidak akan pernah memaafkanmu, aku pernah mencintai kamu, tapi kamu sendiri yang membuatku jauh. Jadi, jangan pernah menyalahkan mei." Desis xing dengan suara yang rendah, tetapi sangat mengancam.


"Aaa apakah tidak ada sedikit pun cinta di hatimu untukku xing."


"Aku hanya mencintaimu sebagai saudara livia, maaf jika ini sangat menyakitimu. Tapi aku tidak bisa terus berbohong dengan perasaan ku sendiri."


Livia pun memilih untuk pergi menjauh dari ruangan xing, dia sangat marah dengan apa yang di katakan oleh xing.


Sedangkan xing hanya menatap kepergian livia dengan diam.

__ADS_1


'Aku harus merencanakan sesuatu agar aku tidak ketahuan.'


Livia memilih untuk kembali ke rumahnya. Setelah sampai ke rumahnya livia mulai merencanakan sesuatu, terus saja mondar mandir di dalam kamarnya.


"Aku harus apa, jika aku ketahuan maka aku akan habis di tangan klan azar." Gumam livia dengan cemas.


"Untuk saat ini aku masih aman, tetapi aku harus tetap bisa mengalihkan mereka semua. Tapi dengan apa."


"Apa aku harus meciptakan vampire baru, tapi itu terlalu beresiko." Livia terus saja bergumam, dia teris berpikir dengan keras agar dia menemukan cara agar tidak ketahuan.


Hingga dia menyeringai, karena dia telah menemukan cara yang sangat brilian, "Kenapa aku harus pusing, aku bisa menggunakan vampire lain. Dengan begitu dia akan mengira jika vampire itulah yang menyerang mereka." Ucap livia dengan licik.


'Kamu memang sangat pintar livia.' Batin livia dengan sangat senang.


***


Sedangkan di lain tempat, di sebuah rumah. Mei mengajak felix untuk berkunjung ke rumahnya, dia ingin menunjukkan mei mei kepada felix.


Di sisi lain xing yang melihat kedekatan felix dan juga mei pun merasa cemburu. ' Dia pasti hanya modus, cihh.. jika saja aku berada di sana sudah aku pukul dia karena berani mendekati mei-ku.' Batin xing dengan kesalnya.


"Mei mei," Teriak mei dengan kerasnya.


"Ishh, ngak usah teriak teriak dong mei, suara kamu itu cempereng." Ledek viagra.


"Ngak sopan!!." Rutuk viagra.


'Mulai lagi, mulai lagi.' Batin jennie dengan jengah.


"Sopan sama kamu mah, ngak perlu." Sahut mei,


"Kamu.." Viagra ingin menjawab perkataan mei tetapi terpotong oleh teriakan mei yang keras.


"Mei mei." Teriak mei, saat melihat mei mei yang datang menghampirinya.


"Nihh.. ini yang namanya mei mei, cantikkan." Ucap mei dengan ceria, dia menujukan mei mei kepada felix.


"Cantik.." Felix mengambil mei mei dari tangan mei dan memandanginya.


"Sepertinya, dia akan menjadi shifter yang cantik suatu saat nanti." Ucap felix,


"apa," Teriak dan mei.

__ADS_1


"Ishh. kalian itu heboh sekali." Ucap jennie dengan sinis.


"Jadi dia bukan kucing biasa, dia adalah shifter?." Tanya mei dengan tidak percaya.


"Iya, aku bisa merasakan auranya. Tapi, bagaimana bisa dia jauh dari orang tuanya. Ini masih sangat kecil, Dia baru bisa berubah saat umurnya sudah mencapai satu tahun." Felix sangat prihatin dengan nasib mei mei yang sudah jauh dari kedua orang tuanya sejak masih kecil.


"Emm.. orang tuanya sudah meninggal, saat itu aku melihat beberapa kucing yang sekarat, tapi aku hanya mampu menyelamatkan mei mei. Dan yang lainnya, sudah aku kuburin karena sudah mati." Jawab mei dengan sedih.


"Mungkin ada sesuatu di klannya yang membuatnya di bantai." Celetuk viagra.


Mereka semua memandang viagra, "Bisa jadi." Gumam felix.


"Itu artinya, kita harus melindungi mei mei. Jika ada yang tahu tentang ini, bukan tidak mungkin mereka akan mencoba untuk membunuhnya." Ucap jennie


"Kita lihat saja, jika sudah tiba saatnya. Kita akan mengetahui apa yang telah terjadi terhadap klannya." Ucap felix, masih memandang mei mei dengan sedih.


"Maksud kamu apa." Tanya mei penasaran.


"Jika umurnya telah mencapai satu tahun, maka dia akan berubah menjadi manusia. Sudah bukan rahasia lagi, jika kucing memiliki daya ingat yang luar biasa. Maka dari itu meski dia masih anak anak, dia tetap akan mengingat apa yang telah terjadi pada klannya."


"Felix benar, setiap shifter memiliki keunikannya masing masing. Aku tidak tahu, tapi aku merasa akan banyak hal besar yang akan terjadi suatu saat nanti," Jennie mengutarakan kecemasan yang di alaminya setelah kejadian penyerangan tersebut.


"Apakah kamu mendapatkan vision." Tanya viagra.


"Aku hanya melihat kegelapan ada di mana mana, Darah di mana mana. Hanya itu," Ucap jennie.


"Sepertinya ramalan itu akan segera terjadi." Ucap felix.


"Bisa jadi " Sahut viagra.


"Emm.. kenapa mei mei harus menunggu satu tahun untuk bisa berubah." Mei berusaha untuk mengalihkan pembicaraan agar suasananya tidak telalu menegangkan.


'Aku tidak ingin membicarakan tentang itu untuk saat ini.'


"Itu karena, di usianya yang ke satu tahun. Dia telah mencapai usia yang cukup matang untuk bereproduksi dan menghasilkan keturunan, jika di hitung di usia manusia. Dia kira kira berumur 18 - 19 tahun."


"Wow.. Ternyata cepat sekali dia berumur 18 tahunnya. Baru juga aku rawat beberapa bulan, tapi umurnya sudah sama dengan aku." Mei sangat takjub dengan apa yang baru di katakan oleh felix.


"Suatu saat kamu pasti akan menemukan hal hal yang jauh lebih menakjubkan." Ujar felix, tersenyum.


***

__ADS_1


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘


__ADS_2