
Di lain tempat tampak seorang wanita yang sedang terluka, telihat sekali dia sangat lemah.
"Sial, ternyata dia pemilik silver blood. Jika seperti ini aku tidak akan bisa melukainya dengan menggunakan rune atau pun mantra yang lain, resikonya terlalu besar. Aku juga tidak akan bisa memutuskan ikatan belahan jiwa mereka dengan paksa." Ucap wanita tersebut dengan marah.
"Arghhh.. kenapa gadis itu selau beruntung sih, sedangkan aku. Tidak, tidak, tidak xing hanya miliku tidak ada yang boleh memilikinya selain aku." Teriak wanita tersebut dengan marah, tampak matanya yang berkilat dengan tajam.
Wanita tersebut adalah livia, dia sangat marah dan juga tidak menyukai hubungan mereka. Dia sudah melakukam berbagai cara untuk membunuh mei tetapi terus menerus gagal, bahkan dia telah berhasil meyakinkan mei jika xing hanya melakukan itu semua hanya untuk membalaskan dendam kepadanya, tapi mei tetap saja bertahan dengan hubungan yang bahkan sangat menyakitkan hati nya.
"Apa sih maunya gadis sialan itu." Ucap livia dengan sangat kesal.
"Untuk saat ini, aku harus bisa mendapatkan penawar terlebih dahulu agar jantungku tidak berhenti berdetak. Tapi aku tidak memiliki energi sama sekali untuk pergi ke gunung himalaya." Livia sangat kesal dengan situasi yang di hadapinya.
Dia sangat kesal, rencana yang sudah dia persiapkan dengan matang selama berbulan bulan terus saja gagal dan berbalik kepadanya.
"Aku harus mencari cara lain untuk menghabisinya dengan cara yang lebih halus." Gumam livia.
"Akhhh..."
Livia telah mencapai batasnya, energinya telah terkuras habis karena luka yang di deritanya, dia juga memaksakan diri untuk melesat menuju ke rumahnya agar tidak di tangkap oleh para pemburu. Livia yang sudah tidak kuat pun tidak sadarkan diri.
***
Sedangkan xing dan juga sean, mereka telah sampai di bawah gunung himalaya. Tetapi mereka di hadang oleh sekelompok shifter elang yang memang sudah mengintai mereka dari tadi, "Mau apa kalian kemari." Tanya shifter tersebut dengan dingin sekaligus waspada.
Xing dan sean pum saling memandang, "Kami ke sini untuk mencari mata air suci yang di miliki oleh pixie air yang berada di puncak gunung." Jawab sean dengan lantang dan tegas.
"Untuk apa kalian mencari mata air tersebut?." Tanya shifter itu dengan curiga.
Xing pun menceritakan maksud dan juga tujuan mereka untuk mencari mata air tersebut, "Kami sangat membutuhkan air yang ada di mata air tersebut, kekasih dan juga keluarga kita terkena oleh rune pembakar jantung. Dan kita hanya memiliki waktu 8 jam saja, jadi kami mohon agar anda mau memberi kita jalan, ini sudah lebih dari 3 jam."
"Baiklah saya akan memberi jalan bagi kalian, tapi kalian harus ingat, kalian harus menyebrangi danau yang berada di tengah tengah gunung, di dalam danau tersebut terdapat bangsa siren. Jika kalian berbohong dengan niat kalian!, maka kalian akan terpengaruh oleh nyanyian dari para siren yang menghuni danau tersebut hingga kalian terjatuh dari jembatan yang akan kalian gunakan untuk menyebrangi danau tersebut, kalian akan jadi santapan siren siren yang ada di sana." Ucap shifter tersebut.
"Siren."Gumam xing.
__ADS_1
"Bukankah mereka masih kerabat dari bangsa duyung." Tanya sean.
"Iya, kalian pikirkan baik baik. Jika niat kalian suci maka kalian akan mampu menyebrangi danau tersebut tanpa kendala, di ujung jembatan kalian akan di hadang oleh seekor duyung. Kalian akan di beri teka teki yang harus kalian tebak dengan benar agar kalian bisa melanjutkan perjalanan kalian."
"Jika kita salah menjawab dari tebakan duyung itu bagaimana?." Tanya xing penasaran.
"Kalian tidak akan bisa melanjutkan perjalanan kalian, dan kalian akan langsung masuk ke dalam danau." Jawab shifter tersebut.
'Sama saja dong.' ucap sean di dalam hati, dia menjadi kesal sendiri.
"Kita akan tetap melanjutkan perjalanan, dan saya yakin kita akan mampu mencapai tempat yang kita tuju." Ucap xing dengan sangat yakin.
"Baiklah, kalian juga harus menghadapi para yeti yang menjaga puncak gunung himalaya. Mereka tidak akan segan segan menyerang dan membunuh siapa pun yang mencoba untuk memasuki gerbang menuju ke tempat para pixie tinggal. Yeti adalah tantangan terbesar kalian." Ucap shifter tersebut, memberi tahu mengenai yeti.
"Kita akan menghadapi apa pun demi mei yang sangat kita cintai." Ucap sean dengan tegas dan sangat yakin.
Para shifter yang melihat tekat mereka yang kuat dan tidak goyah sama sekali pun mengapresiasinya, sehingga mereka memberi jalan bagi mereka berdua agar mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Kemudian mereka berdua melesat menuju ke danau yang harus mereka lalui, mereka menyebrang lewat jembatan gantung yang terdapat di tengah tengah danau.
Tampak di bawah jembatan di danau para siren menyanyikan lagu yang akan menghipnotis mereka agar mereka terjatuh masuk ke dalam danau.
'kita bisa.' batin mereka berdua menyemangati diri mereka sendiri.
Mereka berdua berhasil sampai di ujung jembatan, hingga mereka melihat ada seekor duyung yang ekornya berwarna emas ke perakan yang indah duyung tersebut berukuran sekitar 4 meter.
"Jarang sekali ada yang mampu menyebrangi danau ini," Ucap salah satu siren.
"Iya, sangat jarang."
"Untuk apa kalian kemari?." Tanya duyung tersebut dengan angkuhnya.
"Kami ke sini karena kami ingin mencari air, di mata air suci milik para pixie air, untuk menyembuhkan adik saya." Jawab sean dengan tegas.
__ADS_1
"Kalian telah di beri jalan oleh para shifter elang dan kalian berhasil sampai di sini tanpa terpengaruh sama sekali oleh nanyian para siren di bawah sana." Ucap duyung tersebut.
"Baiklah, kalian harus berhasil menjawab satu teka teki dari saya jika kalian gagal, Kalian akan langsung terjun ke danau yang ada di bawah kalian."
"Baiklah, kami siap menjawab teka teki yang akan anda beri kepada kami." Ucap xing dengan yakin.
Putri duyung tersebut mulai memberikan teka teki kepada sean dan xing, "Tanpanya tumbuhan tidak akan mampu bertahan hidup, kita merasakan rasa hangat dari cahayanya walau pun sebenarnya benda ini amat sangat panas. Kalian hanya punya waktu 15 menit untuk menjawab pertanyaan saya." Ucap putri duyung tersebut.
"Kamu mengetahuinya?." Tanya sean, xing hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua pun berpikir dengan keras hingga.. "Matahari." Teriak xing dengan tidak elitnya.
"Ishh.. tidak usah teriak teriak dong, sakit nih telingaku." Ucap sean dengan kesal.
Putri duyung tersebut hanya tersenyum dengan geli saat melihat kelakuan ajaib mereka berdua.
"Sudah sudah, kalian berhasil menjawab pertanyaan saya dengan tepat. Maka dari itu, kalian bisa melanjutkan perjalanan kalian lagi. Dan kalian harus berhati hati saat kalian bertemu dengan yeti nantinya." Putri duyung itu pun melerai pertengkaran mereka yang tidak berfaedah tersebut, dan memberi tahukan mereka jika mereka berhasil menjawab teka tekinya sekaligus memperingatkan mereka tentang yeti
"Mereka berhasil menjawab teka teki duyung itu dengan tepat." Ucap salah satu siren, para siren tersebut diam diam memperhatikan mereka semua.
Xing dan juga sean hanya menganggukan kepala mereka, lalu mereka melesat menuju ke puncak gunung himalaya, tetapi mereka di hujami oleh bongkahan salju yang di aliri dengan energi api yang panas membara hingga melukai mereka berdua.
"Akhh.." Teriak xing dan juga sean saat sebongkah salju berukuran bola tenis mengenai mereka berdua.
"Lihat di atas kak." Teriak xing sembari menunjuk ke atas di mana tampak terlihat dengan jelas ada seekor yeti yang di tangannya terdapat beberapa bongkahan salju seukuran bola tenis, yeti itu pun melempar bongkahan salju yang ada di gengamannya kepada mereka berdua.
Xing dan sean bergegas menghindari bongkahan bongkahan salju yang menghujami mereka yang seperti tidak ada habisnya sama sekali.
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘
__ADS_1