
Setelah sampai di rumahnya xing langsung membawa mei dan wanita yang di tolongnya tadi ke kamar utama. Dia lalu membaringakan mereka berdua di kasur.
"Kenapa kalian terlihat sangat mirip." Gumam xing saat melihat mereka berdua. Tetapi xing menepis pikiran konyolnya dan bergegas mengalirkan energinya ke tubuh wanita tersebut.
Dia juga memberikan tranfusi darah ke tubuh wanita tersebut, karena tubuh wanita tersebut terlalu lemah dan dalam kondisi yang tidak sadarkan diri. Sangat tidak mungkin untuk memberikan darah tanpa melalui tranfusi.
"Semoga anda selamat dan bisa bertahan nyonya."
Lalu xing memanggil dokter keenan agar dia datang ke rumahnya untuk mengecek kondisi mei dan wanita tersebut.
Tak lama kemudian dokter keenan datang, ke rumah xing.
"Xing, ada apa ini? Bukankah kamu harusnya berada di medan perang?" Dokter keenan yang tidak mengetahui jika xing sempat terpengaruh di bawah mantra pun sangat terkejut saat tiba tiba xing menelfonnya dan menyuruhnya untuk datang ke rumahnya, bahkan alamat yang di kirimkan oleh xing merupakan kawasan yang cukup jauh dari mansion dan wilayah klan azar maupun aladric. Sebelum xing menelfonnya dia sudah mendapatkan kabar dari alastor jika dia harus menjadi tim medis untuk perang yang akan segera berlangsung. Saat ini mereka telah menuju ke bekas reruntuhan klan claudrius.
Dia sama sekali tidak di beri tahu jika xing tidak ikut menuju ke tempat tersebut, dia berpikir jika pasti xing yang memimpin pasukan dari klan aladric. Dia hanya di beri tahu untuk berpartisipasi dalam perang sebagai tim medis.
"Saya harus bisa menyelamatkan mei terlebih dahulu dr. Anda sendiri juga tahu jika tidak mungkin yixing bisa bangkit tanpa silver blood, mereka sangat licik. Lagi pula ada rick dan jansen, mereka sangat mampu untuk memimpin pasukan dari klan aladric." Jawab xing. Dia sendiri tidak terkejut saat dr keenan menanyakan hal ini. Kepergiannya yang tiba tiba tanpa ada kabar pasti membuat seluruh mansion menyelidiki apa yang telah terjadi dan akan di laporkan kepada daddynya.
"Baiklah, saya tidak terlalu ingin tahu urusan ini. Siapa yang harus saya priksa, karena setelah ini saya harus segera pergi untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk perang."
Xing lalu mengajak dr keenan ke kamar utama. Tempat di mana mei dan wanita tersebut beristirahat. Dr karina yang melihat keadaan mereka berdua sangat terkejut. "Kenapa bisa sampai seperti ini xing?." Tanpa pikir panjang, dr keenan langsung memeriksa keadaan mereka berdua.
"Mereka berdua di siksa oleh yixing claudrius." Jawab xing tajam.
Dr keenan sedikit tercengang saat mendengar jawaban dari xing, dia tidak menyangka jika yixing akan menyiksa seorang wanita dengan begitu kejamnya.
__ADS_1
"Untung kamu cepat menolongnya xing. Kondisi mei saat ini cukup stabil, luka lukanya juga sudah menutup dan sembuh. Tapi, wanita yang berada di samping mei. Kondisinya sangat tidak baik, sepertinya dia di siksa terus menerus selama berahun tahun, tubuhnya bahkan sudah berhenti beregenerasi hingga bekas lukanya sangat kentara sekali. Saya bahkan sangat terkejut saat melihanya masih bisa bertahan hidup sampai sekarang dengan kondisi yang seperti ini. Ini bukan hanya tentang kondisi fisiknya saja, tapi mentalnya pasti juga terkena xing. Dia benar benar sangat kuat, ini suatu keajaiban yang tidak pernah saya pikir akan ada." Jawab dr keenan, dia memandang wanita tersebut dengan prihatin sekaligus kagum dengan semangat hidup yang di milikinya.
"Lalu apa yang harus saya lakukan dr ?." Dia juga memandang wanita tersebut dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"Kamu harus memberikan sedikit aliran energi kepadanya secara beekala. Selain itu, kamu juga harus memberikan dia transfusi darah terus menerus sampai kondisinya membaik. Bangsa vampire sangat memerlukan darah untuk bertahan hidup, sedangkan dia. Aku tidak tahu bagaimana bisa dia tetap bertahan dengan kondisi yang bukan hanya banyak luka, tapi juga kekurangan asupan darah." Jawab dr keenan.
"Baiklah dr, saya akan melakukannya. Terima kasih sudah meluangkan sedikit waktu yang anda miliki. Beritahu kepada daddy jika saya dan mei telah kembali dalam keadaan baik baik saja." Ucap xing.
"Tidak masalah. Sudah tugas saya sebagai dokter untuk membantu seseorang yang sedang sakit. Dan saya akan memberitahukan kepada tuan alastor mengenai kondisi anda. Kalau begitu saya permisi."
Xing hanya menganggukan kepalanya. Matanya masih tertuju kepada mereka berdua. Dokter keenan pun memilih untuk melesat pergi dari rumah xing. Banyak hal yang harus di persiapkan.
"Perang telah di mulai. Aku akan menghancurkanmu yixing claudrius." Gumam xing dengan penuh amarah, matanya berkilat tajam saat kembali mengingat apa yang baru saja di katakan oleh dr keenan tadi.
Kemudian xing berjalan menghampiri mereka berdua. Xing mengelus wajah mei dengan lembut. "Sayang, cepat buka mata kamu. Apakah kamu tidak ingin membantu yang lainnya untuk berperang. Mereka berjuang demi kamu dan orang orang yang mereka cintai. Apakah kamu ingin tetap tertidur dan tidak mau membantu mereka." Bisik xing.
"Xing.." Gumam mei.
Xing yang mendengar suara mei langsung mengengam tangannya. "Ya sayang, apakah ada yang masih sakit?." Ucap xing penuh perhatian.
Mei mengerjapkan matanya, saat dia melihat xing di depannya mata mei langsung membola karena terkejut.
"Xing.. Kamu sudah sadar." Pekik mei dengan senang. Sontak saja dia langsung memeluk xing saking bahagianya.
"Hey, hey.. Tentu saja aku sadar, saat aku mendengar suara kamu. Aku langsung tersadar, aku bahkan mengingat segala hal yang telah di lakukan oleh caesar kepadamu. Maaf karena telah membuatmu terluka seperti ini, ini semua salahku. Jika saja aku bisa lebih waspada, maka ini semua tidak akan terjadi." Bisik xing dengan lirih.
__ADS_1
Mei lalu melepaskan pelukannya dan menangkup pipi xing. "Kenapa kamu berkata seperti itu. Semuanya baik baik saja, lihat. Aku bahkan sudah tidak apa apa. Saat itu kamu dalam pengaruh mantra, aku bisa melihat dari tatapan mata kamu yang sangat kosong seperti tidak ada cahaya sama sekali. Aku sangat berterima kasih karena kamu telah menolongku. Terima kasih." Ucap mei dengan lembut, lalu dia mencium dahi xing.
"Kamu kok hanya mencium dahi ku. Tidak mau mencium bibirku saja hmm?." Tanya xing dengan jahilnya.
Mei langsung memukul xing dengan keras." Ishh.."
"Akhh.. Kamu ini, baru juga sadar tapi pukulannya tetap mematikan." Ucap xing sembari mengelus lengannya yang baru saja di pukul oleh mei.
"Lagi pula kamu ini tidak bisa di ajak serius sama sekali." Sunggut mei.
'Heran, padahal saat dia jadi dosen galaknya minta ampun sampai bikin suasana kelas jadi angker begitu.' Gerutu mei dalam hati.
"Hehe maaf maaf.. Hanya bercanda sayang." Kekeh xing.
'Aku hanya tidak ingin jika lagi lagi kamu akan bersedih saat kamu mengingat tentang silver blood yang di ambil darimu. Dan apa yang telah terjadi saat ini, meski kamu juga akan segera mengetahuinya. Tapi setidaknya jangan sekarang, kamu harus benar benar pulih terlebih dahulu.' Batin xing, dia memandang wajah mei dengan intens.
Mei yang di pandang oleh xing dengan intens pun menjadi malu dan memalingkan wajahnya. Tetapi dia di buat sangat terkejut saat ada wanita di belakangnya. Lalu dia membalikkan badannya dan melihat wanita tersebut, matanya terbelalak saat melihat wajah wanita tersebut.. Air mata langsung mengalir dari matanya saat melihatnya..
Sedangkan xing yang melihat mei menagis pun langsung memeluknya. "Ada apa sayang?." Tanya xing bingung. Pasalnya mei tiba tiba saja menangis saat melihat wanita yang di tolongnya itu.
"Xing.."
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘