Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
68. Di Culik Xing


__ADS_3

Livia megusap pipi xing dengan penuh kasih sayang. Bibirnya menyeringai, "Xing.. Sayang, sekarang kamu harus ke mansion klan azar. Bawa mei ke bekas reruntuhan klan claudrius. Jika dia menolaknya, paksa dia!! Gunakan seluruh kemampuanmu!! Aku tidak ingin menunggu terlalu lama."


Xing yang mendapatkan perintah itu langsung mengagukan kepalanya dan melesat menuju ke klan azar.


Livia menyeringai saat melihat xing langsung menuruti perintahnya tanpa banyak bicara.


"Hahaha.. Aku jadi tidak sabar untuk melihat wajah hancurnya mei saat dia di korbankan oleh kekasihnya sendiri. Lihat saja nanti." Gumam livia dengan senang.


Kemudian livia pergi dengan menggunakan rute yang di laluinya tadi. Dia tidak ingin mengambil resiko meski rencananya telah berjalan dengan mulus.


Setelah berhasil menjauh dari wilayah klan aladric, livia langaung melesat ke reruntuhan klan claudrius untuk menunggu xing.


Dia menunggu dengan sabar dan senang. Karena akhirnya dia sebentar lagi akan melihat kehancuran mei.


"Gadis sialan sepertinya memang tidak pantas untuk bahagia, apa lagi bahagia dengan xing.. Tidak pantas sekali."


Sedangkan di sisi lain xing setelah melewati wilayah klan aladric dia lebih memilih untuk mengunakan kemampuan teleportasinya. Entah kenapa dia seperti terburu buru dan tidak ingin membuang banyak waktu.


Dengan kemampuan itu xing langsung dengan sangat cepat sudah berada di depan kamar mei. Dia lalu mengetuk kamar mei.


Tok tok tok


Mei yang mendengar ada yang mengetuk pintunya pun sedikit bingung.


"Siapa ya? Daddy dan mommy sedang ada di konfrensi sedangkan viagra dan jennie sudah kembali ke klannya masing masing. Apakah mungkin zuu, tapi dia katanya sedang ingin beristirahat." Gumam mei.


Suara ketukannya semakin mengeras membuat mei kesal sendiri.


"Iya iya sebentarr.." Teriak mei kesal.


"Siapa sih. Kok tidak sabaran." Gerutu mei.


Cklek


Mei sangat terkejut saat melihat xing, dia tidak menyangka jika yang mengetuk pintu kamarnya adalah xing.


"Xing.." Pekik mei.


'Bukankah xing harus berada di mansionnya, kok bisa sampai di sini.' Batin mei bingung sendiri.


Xing langsung melesat ke kamar mei. "Ikut aku sekarang juga!!." Ucap xing datar, tanpa ba bi bu lagi xing langsung memerintahkan mei untuk ikut bersamanya.


Mei kembali di buat terkejut oleh perilaku tak biasa xing tersebut.


'Apakah ada sesuatu.' Batin mei dengan cemas.


Mei menatap mata xing, kebiasaan yang sudah di lakukannya setelah hubungan mereka membaik. Dia akan menatap mata xing jika menurutnya ada sesuatu yang tidak beres atau sesuatu yang di sembunyikan oleh xing.

__ADS_1


Dan alangkah terkejutnya mei saat melihat mata xing yang kosong seakan tidak ada kehidupan sama sekali.


'Ada seseorang yang memanfaatkan xing. Aku harus menyadarkannya.'


Xing yang melihat tidak ada respon dari mei pun menjadi sangat kesal dan mengancam mei.


"Saya sudah bicara baik baik, tapi anda tidak juga merespon saya. Jangan membuat saya menjadi mengunakan kekerasan kepada anda ya." Desis xing.


Mei berusaha tidak terkejut dan menatap xing dengan tajam.


'Dia bukan xing yang kamu sayangi, dia sedang berada di bawah pengaruh mantra.' Batin mei berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri agar dia tidak goyah dalam menghadapinya.


"Xing.. Tolong sadar, ini bukan kamu. Aku tahu kamu tidak akan pernah menyakitiku, jadi pliss sadar." Mei berusaha mengingatkan xing, dia berharap xing akan sadar.


Sedangkan xing mematung sejenaksaat mendengar perkataan mei tersebut. Dia merasa ada sesuatu yang membuatnya harus mendengarkan perkataan mei tersebut.


Mei tersenyum dengan senang saat xing lansung terdiam, dia berpikir mungkin dengan menceritakan kenangan mereka xing akan sadar. Dia berusaha untuk tenang dan sabar.


"Xing.. Aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan memisahkan ikan koi dan ikan peacock bass. Tapi aku tidak berjanji dengan menaruh taman mini di kamar kita nanti." Mei terus menceritakan masa lalu mereka.


Tetapi tiba tiba xing mengangkat mei layaknya karung beras dan langsung berteleportasi ke tempat yang di maksud oleh livia.


Mei yang sangat terkejut pun langsung terdiam, dia tidak menyangka jika xing akan mengangkatnya layaknya karung beras. Dan dia semakin terkejut saat xing menggunakan kemampuan teleportasinya.


'Wow, aku tidak menyangka jika xing akan sekuat ini.' Batin mei takjub.


Livia sangat senang saat xing berkerja sangat cepat sesuai dengan keinginannya. Dia lalu menghampiri xing dan kembali mengusap pipi xing.


"Kamu memang bisa di andalkan sayang."Ucap livia dengan senang sembari menekan kata sayang agar mei mendengarnya dengan jelas.


Mei yang mendengar suara livia yang memanggil xing dengan sebutan sayang pun langsung meradang, dia tidak rela jika ada yang memanggil xing-nya dengan sebutan sayang selain dirinya.


"Hey, jaga mulut busukmu itu nenek tua." Teriak mei dengan marah.


Livia langsung marah saat mei memanggilnya dengan sebutan nenek tua. "Lihat dirimu sendiri nona, pembunuh seperti anda itu tidak cocok untuk xing yang baik hati dan suci." Ucap livia telak langsung mengenai ulu hati mei.


Hati mei langsung berdenyut sakit saat mendengar hal itu, dia tidak lagi mampu berkata apa apa lagi saat mendapatkan jawaban yang menyakitkan itu. Dia tidak bisa membalasnya karena apa yang di katakan oleh livia memang benar adanya.


'Apakah aku memang tidak pantas untuk xing.' Batin mei pilu.


Livia yang melihat mei langsung terdiam pun bibirnya kembali menyeringai senang.


'Skakmat..'


Tanpa membuang banyak waktu lagi, dia langsung memerintahkan xing untuk masuk ke dalam segel. Dia memegang tangan xing erat agar dia juga dapat masuk ke dalam segel tersebut.


"Ikuti aku!!." Perintah livia, dia langsung melesat menuju ke arah tempat dimana keberadaan yixing dan caesar berada.

__ADS_1


Xing hanya menuruti perintah livia dan melesat mengikutinya dengan mei yang masing dia bopong layaknya karung beras itu.


Sedangkan mei terus berteriak berharap xing kembali sadar. "Xingg.. Lepaskan, jika kamu sadar nanti kamu akan sangat menyesali ini.. Xingg.."


Brukk


Xing tiba tiba langsung melemparkan tubuhnya ke bawah tanpa aba aba sama sekali.


"Xing.. Kamu sudah sadar." Ucap mei dengan senang, dia tidak mempermasalahkan jika dirinya di lempar layaknya barang. Dia terlalu senang dan berharap jika xing benar benar sadar.


"Silver blood." Desis yixing dengan senang.


Degg


Tubuh mei langsung menegang saat mendengar suara yang sangat familiar tersebut. Dia refleks langsung membalikan badannya untuk memastikan pendengarannya.


Matanya terbelalak saat melihat hal tersebut, ternyata apa yang di katakan oleh zuu benar.


"Hahahaha.. Ternyata dunia memang sempit.." Ucap yixing, di sedikit terkejut saat melihat siapa pemilik dari silver blood. Begitu pula dengan caesar, meski dulu dia sangat jarang berada di mansion klan claudrius yang berada di china, tapi dia masih ingat dengan jelas siapa gadis di depannya itu.


"Mei." Ucap mereka berdua bersama.


Mata mei langsung berkilat tajam saat mereka memanggil namanya di kehidupan sebelumnya.


"Jangan pernah menyebut namaku dengan mulut busuk kalian." Desis mei tajam, mei sangat tidak menyukai jika mereka memanggil namanya.


"Aw.. Kelelawar kecil kita yang penurut sekarang telah berubah menjadi serigala yang imut. Lihat dia caesar, aku dulu tidak sempat bisa berterima kasih dengannya karena telah memperbaiki permata kematian hingga bisa membuatku berkuasa. Dan sekarang aku di beri kesempatan untuk bisa berterima kasih, ck ck ck dewi memang sangat baik hati kepadaku ya kan caesar." Ucap yixing main main.


Mei yang mendengar itu pun semakin berang dan marah.


"Tutup mulut busukmu itu bedebah.." Teriak mei dengan marah. Nafasnya mulai tak beraturan karena mendengar perkataan yixing yang lansung menyulut amarahnya itu.


"Hohoho.. Sekarang kamu sudah berani melawan ya kelelawar kecil.. Atau aku panggil serigala imut saja. Dulu kamu sangat kurus, tapi lihatlah sekarang, kamu menjadi sangat berisi. Apakah klan azar mengurusmu dengan baik hmm.. sorry jika klan claudrius tidak mengurusmu dengan baik.." Yixing terus saja mengolok olok mei tanpa memperdulikannya yang terus saja semakin marah.


Sedangkan livia yang melihat hal itu pun menyeringai dengan senang. Dan xing hanya mematung melihat itu semua dengan tatapan yang kosong.


'Kamu akan mengetahui tempat kamu yang sebenarnya mei. Jangan pernah berharap seorang gelandangan dan pembunuh sepertimu bisa menjadi seorang putri.' Ucap livia dalam hati dengan sinis.


"Yixing claudrius.. Aku pastikan kamu akan hancur sehancur hancurnya tanpa meninggalkan setitik pun bagian tubuhmu yang selamat. Bahkan jiwa kamu akan hancur lenyap, silahkan sepuasmu mengolok olok ku sebelum waktu kamu habis." Teriak mei mengutuk yixing.


Sedangkan yixing yang mendengar itu pun langsung marah dan memerintahkan caesar untuk mengeksekusi mei.


"Caesar. Lakukan tugasmu!!." Perintah yixing.


***


Bab baru telah di buat~

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2