
Sedangkan di sisi lain mei benar benar kesal dengan xing, di membanting hanphonenya ke kasur.
"Dianya saja yang aneh. Kalau ada taman di kamar kan jadi segar lihat hijau hijau. Dia saja yang kurang refreshing, dasar kulkas berjalan." Gerutu mei.
"Kenapa... Kanapa tidak ada yang mendukungku, mereka semua komplotan emang." Teriak mei dengan kerasnya.
Mei yang benar benar kesal pun hanya bisa terus mengomel tidak jelas.
"Dia pasti sedang menertawakan ku saat ini. Hiss lihat saja nanti." Gumam mei.
***
Di lain sisi livia dia tengah melesat menuju ke reruntuhan klan claudrius, dia memasuki wilayah reruntuhan tersebut. Tetapi alangkah terkejutnya dia saat tidak melihat reruntuhan sama sekali, yang dia lihat justru sebuah kastil yang sangat megah yang sangat luas.
"Pria itu benar ternyata, clan claudrius tidak pernah mati." Gumam livia.
Dia terus berjalan, hingga caesar menghampirinya bersama dengan beberapa prajurit clan yang mengikutinya dari belakang.
"Ternyata kamu, saya pikir penyusup." Ucap caesar datar, dia melambaikan tangan ke arah para prajurit di belakangnya tanda menyuruh mereka pergi.
"Anda bilang hanya orang yang memakai gelang ini yang bisa memasuki segel. Dan anda masih khawatir dengan adanya penyusup." Ucap livia dengan sinis.
"Waspada tidak salahnya bukan."
Livia hanya memutar matanya. "Terserah."
"Ada apa anda kesini." Tanya caesar.
"Saya kesini. Hanya ingin memberitahu jika mungkin kita akan jauh lebih susah untuk mendapatkan pemilik dari silver blood." Ucap livia serius.
"Kenapa begitu."
"Karena pemilik dari silver blood dia di jaga selama 24 jam oleh penjaga khusus. Selain itu, saya juga tidak dapat mendekatinya dengan mudah. Tadi malam kekasihnya mendatangi rumahku dan mengancamku. Dia sudah mengetahui seluruh rencana ku." Jawab livia denfan dingin.
"Dia sudah memiliki kekasih?." Tanya caesar.
"Ya. Dia sudah memiliki kekasih, mereka berdua belahan jiwa." Jawab livia datar.
Kata belahan jiwa seakan akan membuat lidahnya menjadi pahit.
'Cih, belahan jiwa.' Batin livia.
Caesar yang mendengar hal tersebut menjadi sangat senang sekaligus khawatir.
"Kita bisa memanfaatkan belahan jiwanya itu bukan." Ucap caesar.
__ADS_1
"Dia sangat mencintainya bahkan sebelum mereka menjadi belahan jiwa. Mustahil bisa memanfaatkannya." Sarkas livia.
"Tidak ada yang mustahil." Ucap caesar tersenyum.
"Bagaimana caranya?." Tanya livia penasaran.
Caesar menyeringai. "Kita manipulasi dia. Akan sangat mudah untuk memanipulasi seseorang hanya dengan sedikit sihir dan juga rune."
"Anda benar. Saya bisa dengan mudah melakukannya." Ucap livia senang.
"Ikuti saya kalau begitu." Ucap caesar.
Livia dengan senang hati mengikutinya. Hingga mereka memasuki sebuah ruangan, di sana dia melihat asap tebal yang membumbung di atas sebuah singgasana.
'Asap tebal. Bagaimana bisa.' Ucap livia di dalam hati. Dia cukup terkejut saat melihat asap itu.
Caesar membungkuk sebentar. "Salam tuan, di belakang saya. Dia adalah orang yang mengetahui indentitas dari pemilik dari silver blood." Ucap caesar dengan sopan.
"Benarkah." Tanya yixing senang, akhirnya penantiannya selama ratusan tahun akan segera berakhir.
'Ternyata dia adalah pemimpin clan caludrius. Aku pikir dia telah tewas menjadi abu, tapi ternyata dia menggunakan sisa kekuatannya untuk mempertahankan jiwanya. Tapi sepertinya masih sangat lemah, pantas saja dia sangat menginginkan silver blood.' Ucap livia dalam hati saat dia mulai bisa menebak siapa orang di balik asap tersebut.
"Jangan senang dulu tuan. Pemilik dari silver blood merupakan putri kandung dari julius sandiego azar." Ucap livia dengan entengnya
"Sialan." Teriak yixing, dia tahu siapa keluarga azar.
"Kalian harus ekstra hati hati. Dia tidak hanya di lindungi oleh keluarga azar tapi juga di lindungi oleh keluarga aladric. Belahan jiwanya adalah xing aladric, pewaris tahta dari clan aladric." Lanjut livia.
"Bagaimana bisa. Sialan, jika memang seperti ini. Akan sangat susah untuk mendapatkannya." Ucap caesar dengan kesal.
"Aku tidak mau tahu, pemilik dari silver blood harus bisa di tangkap. Aku ingin memberi perhitungan kepada mereka yang telah membuatku seperti ini." Ucap yixing dengan keras.
"Tapi tuan, kita harus hati hati. Jika kita ketahuan maka rencana kita akan gagal." Ucap caesar.
"Ckk.. Kamu biasanya sangat jenius caesar. Gunakan otak jenius kamu." Teriak yixing marah.
Livia memutar matanya saat melihat pemandangan di depannya. 'Cihh.. Bisanya cuma menyuruh dia.'
"Jika perlu kamu bantai seluruh keluarga azar, bukankah kita pernah membunuh kedua putra tertua dari julius. Lakukan itu, bagaimana pun caranya dia harus kita dapatkan." Ucap yixing, dia tidak mau tahu bagaimana pun caranya pemilik dari silver blood harus mereka dapatkan.
"Baik tuan, saya akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya." Ucap caesar dengan patuh. Sebenarnya caesar ingin memprotes tapi dia tahu jika dia membuat banyak argumen maka perdebatan ini tidak akan segera berakhir.
Dan dia tidak ingin berdebat sama sekali, dia terlalu lelah memikirkan seluruh rencana yang harus dia buat demi keselamatan mereka jika sesuaru yang buruk terjadi nantinya.
'Ini akan tidak baik pada akhirnya.' Batin caesar lelah.
__ADS_1
Sedangkan livia hanya menatap interaksi dari mereka berdua dengan bosan.
"Kamu bilang kita bisa memanipulasinya bukan. Kita bisa dengan mudah melakukan hal itu." Sahut livia.
"Bukankah kamu bilang dia sudah mengertahui rencana kamu terhadap belahan jiwanya. Bagaimana bisa kamu melakukannya." Ucap caesar sinis.
"Saya bisa datang ke apartemennya, saya tahu tempat tinggalnya. Cukup beri sedikit mantra penenang lalu kita beri dia rune manipulator." Ucap livia dengan jengah.
'Jenius apaan. Mikir rencana semudah ini saja dia tidak bisa.' Pikir livia dengan sinis.
"Hah.. Baiklah." Caesar laku berjalan ke arah sebuah tempat. Dia lalu menekan sebuah tombol yang berada di tembok, dan keluarlah beberapa kotak. Caesar membuka sebuah kotak dan mengambil sebuah botol. Setelah itu dia menekan kembali tombolnya hingga kotak kotak itu sudah tidak terlihat lagi.
'Botol apa itu.' Batin livia penasaran.
"Ini, kamu minumkan ramuan ini kepadanya. Ramuan ini di buat dengan menggunakan darah dan roh. Di dalamnya terdapat berbagai sihir dan juga rune, ini akan langsung berkerja. Efeknya akan sangat kuat." Ucap caesar sembari memberikan botol itu kepada livia.
Livia memandang botol tersebut dengan intens. "Sangat jarang ada yang bisa membuat ramuan seperti ini. Ini sangat susah di buat, bahannya pun tidak bisa menggunakan roh dan juga darah dari binatang suci yang sembarangan. Mereka harus khusus, selain itu dalam pembuatannya akan sangat menguras banyak energi. Dan anda dengan mudahnya menggunakan ini." Ucap livia dengan heran.
"Itu akan sepadan dengan apa yang akan kita dapatkan nantinya." Jawab caesar acuh tak acuh.
"Anda membuatnya sendiri?." Tanya Livia.
Caesar hanya menganggukan kepalanya. Livia memandang botol yang ada di tangannya dengan senang.
'Tidak akan ada kebahagiaan untuk mu mei.' Batin livia dengan senang.
"Apakah kamu tidak menginginkan silver blood." Tanya yixing heran.
Pasalnya dia sudah mengetahui identitas dari pemilik selver blood. Tapi dia justru malah memberitahukan kepadanya. Dia sangat heran masih saja ada yang tidak menginginkan silver blood.
"Tidak. Aku hanya ingin pemilik dari silver blood lenyap dari hidup xing selamanya. Dia itu pembawa sial." Jawab livia sinis.
"Sepertinya kamu sangat membencinya."
"Saya sudah bilang jika dia pembawa sial. Seluruh rencanaku untuk membuatnya menderita selalu gagal. Dia bahkan membuatku kehilangan detak jantungnku, karena dia memiliki silver blood." Jawab livia marah, matanya berkilat tajam
Dia masih tidak terima dengan apa yang sudah terjadi kepadanya.
'Cihh.. Mei sialan.' Umpat livia dalam hati.
Yixing hanya terkekeh saat mendengar jawaban dari gadis di depannya itu.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Upnya mungkin agak terlambat dan hanya satu bab.. Lagi sibuk hehe😆😆
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘