
Livia berjalan ke ruangannya, saat ini dia sangat marah karena kejadian tadi.
"Haahhh.. Kenapa mereka berdua malah semakin dekat." Teriak livia sembari mengebrak mejanya.
"Sia sia segala hal yang aku lakukan untuk memisahkan mereka berdua. Ini semua gara gara gadis sialan itu, jika saja dia tidak memiliki silver blood maka dia sudah menghilang selama lamanya. Kenapa gadis sialan sepertinya selalu saja beruntung, apa sih istimewanya.Gara gara dia aku harus kehilangan detak jantungku, aku jadi tidak bisa merasakan bagaimana cinta, segalanya terasa kososng. Aku tidak tahu bagaimana gilanya jantungku berdetak saat bersama dengan xing. Aku tidak peduli, bagaimana pun caranya xing harus menjadi miliku." Livia terus menerus menyalahkan mei karena segala kesialan yang menimpanya.
Livia menjadi orang yang pendendam karena dia tidak mampu mendekati xing, sifatnya yang pendendam semakin menjadi jadi saat xing yang sangat di cintainya lebih memilih mei, yang merupakan musuhnya. Orang yang telah membantai habis seluruh anggota klannya. Xing bahkan tidak sedikit pun memilihnya meski dia telah menunggunya selama 1000 tahun. Itu semua benar benar membuatnya sangat muak hingga dia menjadi seperti ini.
Kemudian livia melihat xing yang menuju ke mobilnya, livia yang penasaran pun langsung mengikutinya.
Amarahnya kembali terbakar saat dia melihat dia menghampiri mei dan mengajaknya menaiki mobilnya.
"Dia lagi, dia lagi. Kenapa gadis itu yang ada di pikiran kamu, bahkan sekarang saat kamu melihatku kamu seperti tidak bahagia. Tetapi saat bersamanya kamu sangat bahagia." Geram livia.
Livia terus mengikuti mereka berdua hingga mobil yang di kendarai oleh xing berhenti di sebuah rumah yang sangat indah, dia menahan seluruh amarahnya saat harus melihat kemesraan mereka berdua.
'Kamu membuat rumah ini hanya untuknya hmm.. Maka aku akan menghancurkannya. Kamu lihat saja nanti.' Batin livia dengan marah.
Livia yang sudah tidak tahan melihat kemesraan mereka berdua pun memilih pergi meninggalkan tempat tersebut.
Dia melesat memasuki sebuah hutan yang sangat jauh yang tidak pernah di masuki oleh siapa pun.
"Akhhhh.. Kenapa dia dia dia terus. Sedikit pun dia tidak pernah memperlakukan ku seperti ya, dia bahkan menyiapkan segalanya untuknya meski mereka belum resmi berpacaran." Teriak livia dengan marah.
Dia yang di penuhi dengan amarah pun memanggil vampire vampire baru yang di ciptakan oleh darel dan memerintahkannya untuk menghancurkan rumah xing tadi.
"Kalian pergi dan hancurkan rumah xing yang berada di kawasan zx, kalian apakan aku tidak peduli. Yang penting kalian menghancurkannya." Ucap livia dengan tajam.
"Baiklah tuan." Kemudian mereka semua melesat menuju ke tempat yang di maksud oleh livia tadi.
"Jika aku tidak bahagia, maka kamu juga tidak boleh bahagia." Desis livia.
***
"Kenapa lihat lihat. Aku tahu jika aku cantik makanya kamu terpesona kan." Ucap mei dengan pdnya, dia lupa jika xing tidak pernah berbohong padanya.
"Iya kamu cantik, sangat cantik." Jawab xing tersenyum dengan cerah.
Mei lagi lagi hanya bisa terdiam mendengar hal tersebut.
"Aku sudah bilang kepadamu jika aku tidak akan pernah berbohong kepadamu, aku benar benar tulus kepadamu. Kamu boleh ragu kepadaku, tapi pliss aku mohon agar kamu mau belajar sedikit demi sedikit untuk mempercayaiku. Aku tidak akan memaksamu untuk langsung mencintaiku, tapi setidaknya kamu mau belajar untuk mempercayaiku." Ucap xing.
"Bagaimana aku bisa percaya kepadamu jika kamu saja hanya memp..."
Ucapan mei terpotong dengan kedatangan vampire suruhan livia yang mulai menghancurkan bunga bunga yang ada di sana. Bahkan ada vampire yang memasukan sesuatu ke dalam kolam ikan koi yang ada di sana hingga membuat ikan ikan tersebut mati.
"Heyy apa yang kalian lakukan.." Teriak mei dengan marah.
Para penjaga bayangan yang melihat hal tersebut langsung berusaha mencegah ulah vampire vampire tersebut. Tapi di cegah oleh mei.
'Kalian tidak perlu turun tangan, biar xing yang melakukannya.' Ucap mei lewat telepati.
'Tapi nona muda, bagaimana jika mereka menyerang anda.' Jawab seorang penjaga.
__ADS_1
'Mereka tidak akan bisa, kalian lihat saja.' Ucap mei lewat telepati.
'Baikalah nona. Kami akan mempercayakan anda dengan tuan xing, tapi jika suasana sudah tidak memungkinkan maka kita akan turun tangan.' Ucap penjaga tersebut.
'Baiklah.' Jawab mei.
Sedangkan xing yang melihat itu pun sangat marah, xing langsung menghampiri mereka dan menyerang mereka secara membabi buta.
Mei yang melihat itu pun tak tinggal diam dan ikut menyerang mereka dengan memanipulasi perasaan mereka semua.
'Kalian merasa sangat sedih, hingga tiba tiba kalian merasa sangat kesakitan seperti ada pedang yang menusuk kalian berulang ulang.' Ucap xing dalam hati.
Suasana perasaan mereka yang tiba tiba tersebut membuat mereka semua tidak bisa berkonsentrasi hingga tiba tiba mereka merasa sangat kesakitan.
Xing yang melihat hal tersebut tidak menyia nyiakan kesempatan dan langaung menyerang mereka hingga mereka terkapar.
"Sudah cukup xing, biar penjaga yang mengurus mereka semua." Ucap mei, menghentikan xing agar dia tidak menyerang mereka semua.
Para penjaga pun keluar dan menagkap mereka semua.
"Terima kasih tuan xing, saya akan membawa mereka ke klan azar agar di hukum." Ucap seorang penjaga.
"Hmm.."
para penjaga pun melesat meninggalkan tempat tersebut dan membawa vampire vampire tersebut ke klan azar.
"Semuanya menjadi berantakan."
"Aku tahu, tapi aku telah mempersiapkan ini semua selama berbulan bulan. Aku yakin jika ada yang menyuruh mereka untuk melakukan ini semua." Ucap xing dengan emosi.
"Kelihatannya sih seperti itu, tapi siapa yang melakukan ini semua. Dan apa motifnya." Ucap mei bertanya tanya.
"Aku tidak tahu, mungkin seseorang yang tidak menyukai kita. Nanti kita bisa bertanya dengan daddy kamu."
"Hmm.. Lebih baik kita membereskan seluruh kekacauan ini." Ucap mei.
Mereka berdua pun langsung membereskan kekacauan yang ada di sana, mereka memilah milah bunga bunga yang masih bagus dan yang harus di buang.
"Padahal aku sendiri yang membeli mereka semua, aku tahu jika kamu sangat menyukai bunga tulip dan juga mawar. Maka dari itu aku sengaja memilihnya."
"Bagaimana kamu tahu bunga kesukaan ku." Ucap mei dengan bingung.
"Apa sih yang aku tidak tahu tentang kamu, aku tahu segalanya tentang kamu." Goda xing.
"Wahh.. selain pencuri ternyata anda juga stalker ya." Ucap mei dengan sinis.
"Tidak perlu menjadi stalker untuk bisa mengetahui segala hal mengenaimu. Cukup dengan melihat mata kamu saja aku sudah mengetahui segalanya."
Blushh
Muka semakin merah saat mendengar pujian pujian yang di lontarkan oleh xing kepadanya.
'Dasar tukang jualan gombal.' Gerutu mei dalam hati.
__ADS_1
Xing yang melihat muka mei yang merah merona pun langsung mencium pipi mei kilat.
Mei langsung terkejut dan mukanya semakin merah hingga ke leher leher.
Bukk
Mei langsung memukul xing dengan keras.
"Ishh kamu cita citanya apa jadi satpam sih, kok sukanya mukul mulu." Gerutu mei.
"Iya, supaya tidak ada orang yang berani beraninya mencuru lagi."Jawab mei berkacak pinggang.
"Hey, ini bukan pencuri. Tapi calon suami kamu tahu ." Protes xing.
"Mana ada pencuri yang ngaku, Calon suami apaan."
"Ohhh gitu ya.."
Xing lalu menghampiri mei dan mencium seluruh wajah mei. Mei yang risih pun langsung memukul xing dengan keras.
"Akhhh.. Sakit tahu.." Ringis xing.
"Rasain, makanya tidak usah macam macam. Kamu jangan lupa siapa aku ya." Sewot mei.
Dengan muka yang merah dan jantung yang deg degan dia memilih pergi ke arah kolam ikan koi untuk mengambil ikan ikan yang telah mati.
'Ini jantung kok tidak mau berhenti sih.' Gerutu mei dalam hati.
'Hah.. Dasar nona pemukul. Malu malu tapi mau, mukanya saja sudah semerah apel. Bahkan jantungnya berdetak sangat kencang.' Batin xing dengan senang.
"Ambil pakai apa ya." Gumam mei dengan bingung.
Xing yang melihat mei kebingungan pun pergi mengambilkan jaring dan juga wadah untuk menaruh ikan ikan yang mati tersebut.
"Ini, kita ambil pakai ini." Ucap xing, sembari menyodorkan jaring kepada mei.
Mei mengambil jaring tersebut dengan sedikit kasar.
"Jangan gitu dong.. Aku minta maaf ya." Ucap xing dengan wajah yang di buat memelas.
"Tidak usah pakai wajah kayak gitu, tidak cocok." Ucap mei, sembari menjaring ikan ikan yang telah mati dan memasukkannya ke dalam wadah.
Xing hanya mengeleng gelengkan kepalanya sembari memandangi wajah mei.
"Tidak usah lihat lihat, mending bantuin sini." Sewot mei.
***
Mei mah di ajak romantis tapi selalu gagalin😄😄
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
__ADS_1