Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
47. Rumah Masa Depan


__ADS_3

Mei berjalan ke kantin dengan terburu buru, saat sampai ke kantin dia mengedarkan pandangannya hingga dia melihat teman temannya lalu menghampiri mereka semua.


"Kamu kenapa kok matanya sembab begitu, apa mr xing menghukum kamu. Tapi kamu kayaknya tidak pernah melakukan kesalahan apapun." Tanya camila penasaran saat melihat mata mei yang sembab karena habis menangis.


"Aaku tidak apa apa kok, hanya kesal saja." Jawab mei sembari mengambil mangkok rei dan memakan makanan rei.


"Ehh.. kok di ambil makanan aku." Protes rei.


"Kenapa.. kamu kan bisa pesan lagi " Ucap mei dengan sewot.


Mei malah melampiaskan seluruh rasa kecewanya kepada teman temannya.


Rei yang melihat jika suasana hati mei sedang tidak kondusif pun memilih untuk mengalah dan membeli makanan baru.


'Lagi pms apa ya, galak amat. Perasaan tadi lagi bahagia kok sekarang tiba tiba udah berubah aja. Cewek kalau lagi pms emang nyeremin.' Gerutu rei di dalam hati.


"Suasana hati kamu kok kayaknya sedang tidak bagus sih." Ucap victor yang di angguki oleh camila.


"Dia tidak ngapa ngapain kok." Jawab mei seadanya.


"Tidak di apa apain kok sampai nangis gitu, kamu tidak jadi di ajak kencan makanya kamu nangis begini. Pasti kecewa ya melihat cowok yang kita sukai malah tidak peka sama sekali." Ucap camila.


Victor yang mendengar perkataan camila pun hanya bisa mengangkat sebelah alisnya. 'Kok dia yang curhat.'


"Bukannya tidak peka, dia kan memang sudah mencintai orang lain." Jawab mei dengan lesu.


"Kenapa kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, Capek tahu jika harus seperti ini." Sahut camila.


Mei hanya menganggukan kepalanya saja, hingga mereka berdua menggela nafas.


'Terkutuklah yang namanya cinta.' Batin mereka berdua.


"Kalian ini membicarakan masalah apa sih, kok kayaknya saling mengerti gitu. Aku saja tidak paham dengan apa yang kalian katakan." Ucap victor dengan bingung.


"Apa sih yang kamu tahu selain pelajaran tuan muka tembok. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang kita rasakan, tadi saja sok sokan nasihatin aku sama rei soal cinta. Tapi kamu saja nol besar," Sewot camila.


"Aku kan hanya bertanya." Ucap victor dengan kesal.


'Dasar tidak peka.' Maki camila dalam hati.


"Loh loh ini pada kenapa nih kok mukanya pada ngak enak di pandang begini." Ucap rei saat melihat muka mereka bertiga yang menurutny aneh, mei yang lagi sedih, camila dan victor yang terlihat sangat kesal.


"Diam kamu." Teriak camila dan victor secara bersamaan, hingga beberapa siswa yang ada di kantin langsung menoleh ke arah meja mereka.


'Ishh.. Kok malah aku jadi sasaran mereka sih. Heran deh, kayaknya aku tidak pernah melakukan kesalahan apa pun kok malah aku yang kena.' Batin rei nelangsa.


Rei memilih memakan makanannya dengan hikmat dari pada ikut campur urusan mereka berdua, dia tidak mau jadi pelampiasan mereka.


Setelah selesai makan mereka semua langsung pergi meninggalkan rei sendirian.

__ADS_1


"Hey bayar dulu ini makananya." Teriak rei.


Tetapi tidak di gubris oleh mereka bertiga, mereka bertiga memilih untuk pergi ke tempat tujuan masing masing.


"Alamat aku deh yang bayar semua makanan ini, lagian mereka tuh kenapa sih, Apes apes." Gumam rei, dia benar benar bingung kenapa dia yang malah kena apes padahal yang suasananya tidak bagus kan mereka tapi dia yang kena dampaknya.


'Benar benar teman lucknut.' Umpat rei di dalam hati.


***


Mei memilih untuk pulang duluan tanpa menunggu viagra dan juga jennie. Dia sedang tidak mood jika nanti harus menjawab pertanyaan dari mereka berdua, jika nanti mereka melihat kaeadaannya.


Hinga sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya, tapi memang mei yang sedang tidak mood, dia sama sekali tidak memperdulikan mobil tersebut.


Sedangkan xing yang melihat itu pun langsung turun dari mobil dan memegang tangan mei.


"Apa sih.." Teriak mei, kemudian dia menoleh ke belakang. Saat dia melihat siapa yang mencegat tangannya dia langsung terdiam.


"Kamu kenapa hmm.. Ayo kita berbicara sebentar." Ucap xing, memegang tangan mei dan mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.


"Kita akan kemana?." Tanya mei dengan cuek.


Xing hanya diam saja tanpa menanggapi omongan mei dan melajukan mobilnya ke arah yang tidak mei ketahui.


"Hey tuan pencuri, ini akan kemana." Tanya mei dengan bingungnya, pasalnya dia sama sekali tidak mengetahui kemana tunjuannya.


"Kita akan kerumah ku." Jawab xing.


"Kok untuk apa, rumah ku kan rumah kamu juga. Apa pun yang aku miliki adalah milik kamu. Jadi kamu harus tahu, dan rumah ini akan menjadi rumah masa depan kita nanti."


Mei yang mendengar itu pun hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Terserah."


"Kamu tidak percaya, nanti aku akan memperlihatkan sertifikat rumahnya agar kamu percaya." Ucap xing.


Mei hanya diam saja tanpa menangapi perkataan xing.


'Sepertinya dia masih kesal dengan kejadian di ruangan ku tadi.' Batin xing.


Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di sebuah rumah yang minimalis yang di kelilingi oleh taman bunga yang berwarna warni.


Seluruh rumah tersebut terbuat dari kayu yang berumur sangat tua.


'Sangat indah.' Batin mei saat melihat pemandangan di rumah tersebut.


"Bagaiman, kamu suka?. Rumah ini segaja aku sendiri yang mendisainnya. Ini baru telihat di depannya saja." Xing kemudian membukakan pintu mobilnya untuk mei.


Setelah mei keluar xing mengajak mei untuk keliling rumah tersebut.

__ADS_1


"Di belakang rumah ini ada danau buatan dan juga ada rumah pohon lho." Xing mengajak mei untuk ke belakang rumah tersebut, tetapi mereka harus melewati sebuah jembatan di atas kolam ikan koi.


"Bagaimana kamu bisa berpikir untuk mendisain rumah seperti ini, ini sangat menakjubkan." Ucap mei dengan takjub saat melihat pemandangan yang sangat indah.


"Karena orang yang akan menempati rumah ini adalah orang yang cantik dan juga indah, makanya aku membuat hal yang sama indahnya. Walau pun orang tersebut lebih indah dari seluruh pemandangan yang ada di sini." Jawab xing sembari memandang mei yang telihat sedang memetik bunga yang ada di sana.


Mei kemudian menoleh saat mendengar jawaban dari xing tersebut. "Siapa." Tanya mei.


'Pasti yang dia maksud adalah livia.' Batin mei kecut.


Xing menghampiri mei dan mengandeng tangannya untuk menuju ke rumah pohon yang di maksud.


"Tentu saja itu kamu. Di dunia ini tidak ada yang lebih indah dari kamu." Jawab xing sambil tersenyum.


Mei yang mendapat jawaban yang sangat romantis dari xing pun reflek langsung memukul pundak xing.


"Aww.. kok kamu mukul aku terus," Ucap xing sembari mengelus elus pundaknya yang sakit akibat dari pukulan mei.


"Kamu kan memang pantas untuk di pukul tuan pencuri." Kekeh mei, dia berlari menuju ke rumah pohon.


"Hey nona pemukul.. saya tidak pernah mencuri apa pun ya." Protes xing lalu mengejar mei. Tetapi mei telah naik ke atas pohon.


"Isshh dasar dia itu." Gerutu xing.


Kemudian xing berubah menjadi kelelawar dan terbang ke rumah pohon.


"Indah bukan." Tanya xing masih di dalam bentuk shifternya.


"Iya, ini sangat indah." Jawab mei, sembari memandang danau yang ada di bawah.


Xing langsung berubah menjadi manusia lagi dan memeluk mei dari belakang.


"Tapi kamu lebih indah dari segala hal yang ada di sini." Ucap xing tepat di sebelah telinga mei.


"Lepas tidak pelukannya. Atau nanti kamu aku pukul lagi, mau." Ucap mei sembari menunjukkan kepalan tangannya.


"Kamu itu ya sedikit dikit pukul, di cium kek peluk balik kek gitu." Ucap xing dengan kesalnya.


"Itu sih maunya kamu, aku sih ogah." Ucap mei acuh tak acuh.


"Huftt.."


Xing hanya ikut memandangi pemandangan yang ada di bawahnya saja.


'Kenapa susah sekali membuatmu jatuh cinta kepadaku. Apa memang kamu sama sekali tidak mencintaiku, apa kamu terpaksa mau menjalani ini semua karena ikatan ini.' Batin xing kalut, dia memandang wajah mei yang sedang tersenyum ke arah pemandangan yang ada di bawah sana.


***


Bab baru telah di buat~

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2