Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
74. Perang


__ADS_3

Di lain sisi tampak perang telah di mulai. Tempat yang mereka jadikan medan perang telah mereka segel agar bangsa manusia tidak mengetahuinya. Banyak korban yang berjatuhan dari pihak shifter. Sedangkan dari pihak yixing hanya sedikit pasukan mereka yang tumbang, kekuatan mereka yang luar biasa membuat mereka unggul dalam perang tersebut. Karena mereka di topang oleh kekuatan silver blood hingga kekuatan mereka menjadi tidak tertandingi. Bahkan kekuatan gabungan dari para pemburu dan makhluk supranatural yang lain dengan sangat mudah mereka lenyapkan.


Pasukan yixing hanya bisa musnah jika mereka di serang dengan menggunakan senjata yang di tulisi rune api abadi. Karena hanya api abadi yang mampu membunuh vampire. Sedangkan untuk membuat senjata dengan rune dalam jumlah banyak sangat membutuhkan energi yang banyak juga.


Ada kalanya senjata yang mereka luncurkan meleset, justru malah terkena pasukan mereka sendiri. Bahkan mata mata yang berusaha mereka masukkan ke dalam kubu yixing semuanya ketahuan dengan sangat mudah.


"Julius, apakah kita harus segera turun tangan?." Tanya alastor, dia sudah mulai khawatir saat melihat pasukan gabungan mereka sudah mulai berkurang.


"Kita tunggu sebentar." Julius sendiri juga sudah mulai khawatir. Kekuatan mereka terlalu luar biasa, hanya dalam hitungan jam sejak perang di mulai pasukan mereka sudah berkurang sangat drastis.


Pasukan mereka di pimpin oleh anak anak mereka. Sehingga mereka harus menyusun rencana dan membimbing mereka dalam perang tersebut.


"Tapi mau sampai kapan kita akan menunggu?." Tanya seseorang.


"Ini terlalu brutal. Bahkan perang yang terdahulu saja tidak semematikan ini."


Mereka yang sudah mengalami bagaimana perang di masa lalu berlangsung juga sudah mulai tidak sabar dengan situasi yang sangat mengkhawatirkan ini. Mereka melihat dengan jelas bagaimana mudahnya pasukan dari yixing claudrius melawan pasukan mereka. Senjata sekarang memang jauh lebih canggih dari masa lalu, tapi dengan kekuatan dari silver blood kecanggihan senjata yang mereka miliki hanya seperti angin lalu saja.


"Hanya xing dan mei yang mampu menghentikan kebrutalan mereka semua." Sahut seseorang.


"Ya, hanya mereka bedua. Tapi saat ini mereka pasti sedang memulihkan tenaga mereka. Mereka tidak bisa langsung datang ke sini dalam keadaan lemah." Jawab julius.


Mereka baru mendapatkan kabar dari keenan jika xing dalam keadaan baik baik saja. Dia sudah menyelamatkan mei, mereka bahkan di beritahu jika xing juga menyelamatkan seorang wanita yang keadaannya sangat mengenaskan karena telah di siksa selama bertahun tahun. Mereka yang mendengar hal itu merasa sangat lega, itu artinya harapan mereka untuk mengalahkan yixing masih ada.


Sedangkan di dalam perang tampak rick, jansen, viagra, jennie sean dan yang lainnya terus menyerang musuh dengan senjata masing masing. Ada yang menggunakan senjata tradisional hingga modern. Mereka berusaha menyerang dengan cepat, mereka juga menghindari bertarung dengan tangan kosong. Mereka sangat mengandalkan menggunakan tenaga dan bakat mereka untuk menghemat energi mereka.


Di lain sisi pihak pemburu yang di pimpin oleh dua orang pria juga terus melancarkan serangan bertubi tubi. Mereka tidak ingin kalah, bagi mereka melindungi bangsa manusia adalah prioritas. Karena dengan memenangkan perang ini maka bangsa manusia akan terlindungi. Mereka terus menyerang hingga tiba tiba pemimpin dari pasukan pemburu terkena anak panah dari pasukan yixing.

__ADS_1


"Victor." Teriak seorang rekannya.


Beberapa anak buah yixing yang melihat itu pun langsung melesat kerarah victor dan berusaha meminum darah dari victor.


"Shhh.. Darah.." Desis mereka.


Tetapi saat mereka baru akan mendekati victor, mereka telah di serang oleh seorang wanita hingga mereka langsung musnah. Terlihat jelas jika wanita tersebut sangat marah saat melihat victor yang terluka.


"Victor, are you ok?." Tanya wanita tersebut dengan raut wajah yang sangat khawatir.


Victor tersenyum tipis. "Aku tidak apa apa. Terima kasih sudah membantuku dan menghawatirkanku." Jawab victor.


"Tetu saja khawatir bodoh. Kamu sahabatku, aku tidak ingin kehilangan satu satunya sahabat langka aku yang satu ini." Ucap wanita tersebut.


"Hey camila. Kamu hanya mengkhawatirkannya? Tidak mengkhawatirkan ku hmm." Tanya rekan victor sembari menaik turunkan kedua alisnya.


Rei yang mendengar jawaban dari camila pun hanya merengut kesal. Dia lebih memilih melindungi mereka berdua. Dia tidak ingin ada yang menyerang mereka berdua di saat camila sedang menyembuhkan victor.


'Hahhh.. Benar benar menyebalkan sekaligus mengejutkan. Aku tidak tahu jika camila yang berisik dan menyebalkan ini ternyata adalah bangsa pixie, bangsa pixie yang terkenal kecil dan imut. Harusnya dia jadi kucing baru aku percaya dan tidak seterkejut ini.' Gerutu rei dalam hati. Dia melirik camila dan kembali mendengus kesal.


'Cihh.. Kalu udah sama victor dia mah perhatian banget. Haeduh, jadi pengen di perhatiin juga.' Rei terus saja mengerutu sembari melawan serangan serangan yang datang kepada mereka.


"Untung ini hanya anak panah biasa. Masih di kasih hidup kamu." Gumam camila, dia terus berkonsentrasi menyembuhkan luka victor hingga dia tidak sadar jika dia di perhatikan oleh victor sedari tadi.


'Dia sangat manis jika sedang khawatir seperti ini.' Batin victor.


Sebenarnya dia masih sedikit terkejut saat tadi dia melihat camila yang memimpin pasukan dari bangsa pixie petir. Dia tidak menyangka jika gadis berisik seperti camila adalah bangsa pixie. Selama bersahabat dengannya dia sama sekali tidak curiga jika camila adalah bagian dari mahkluk supranatural.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu menjadi pemimpin pasukan dari bangsa pixie petir. Kamu tidak ada imut imutnya sama sekali. Aku benar benar tidak bisa mempercayai jika kamu adalah pixie. Tapi kamu selalu berisik sih, jadi sepertinya memang cocok menjadi bagian dari pixie petir apalagi pemimpinnya." Tanpa sadar victor mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.


Camila yang mendengar perkataan dari victor tersebut langsung mendelik dan menatap victor dengan tajam.


"Hey apa maksud kamu hah? Memang benar ya, pemburu memang tidak memiliki perasaan. Sudah di tolong bukannya bilang terima kasih tapi malah menghina. Cih.." Sungut camila. Dia benar benar kesal dengan respon dari victor tersebur. Kemudian dia lebih memilih pergi dan kembali bertarung melawan pasukan yixing dengan sangat brutal. Dia melampiaskan kekesalannya terhadap victor kepada mereka semua.


'Dasar.. Sekali kulkas tetep aja kulkas. Sekali ngomong panjang bukannya terima kasih malah nghina. Emang aku kaleng rombeng apa berisik. Mentang mentang dari bangsa pixie petir terus aku berisik kayak petir gitu. Kok bisaa ya aku jatuh cinta sama kulkas berjalan sepertinya.' Gerutu camila dalam hati. Dia benar benar kesal dengan respon victor barusan.


Camila terus menyerang mereka satu persatu dengan brutal. 'Ini karena sudah menyerang victor.' Batin camila saat dia berhasil melenyapkan salah satu musuhnya.


'Dan ini karena kalian aku menjadi di hina oleh victor.'


Rei yang melihat hal tersebut langsung bertanya kepada victor. "Apa yang kamu lakukan kepadanya? Dia sepertinya sangat marah."


Victor hanya tersenyum tipis,dia sebenarnya cukup terkejut saat dia baru menyadari jika dia tanpa sadar telah mengatakan apa yang telah dia pikirkan secara gambalang kepada camila.


"Aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan saja. Aku bahkan sedikit terkejut saat melihat responnya yang seperti itu." Jawab victor sembari memandang camila.


"Ckk.. Wanita memang menakutkan kalau sedang marah atau kesal ya." Ucap rei bergidik ngeri saat melihat camila yang melampiaskan kekesalannya kepada prajuritnya yixing. Dia bisa melihat dengan jelas bagaimana brutalnya camila menyerang mereka.


"Hmm.." Victor hanya berdehem dan kembali bertarung dan menyerang musuh.


'Ishh.. Mengerikan. Lain kali ngak akan cari masalah sama dia lah.' Batin rei bergidik ngeri.


***


Bab baru telah di buat~

__ADS_1


Jangan Lupa dukungannya teman teman😘😘


__ADS_2