
Setelah beberapa lama dalam keheningan, mereka di kejutkan dengan jam alarm yang tiba-tiba berdering.
"Kamu masang alarm?." Tanya camila penasaran.
Mei mengaruk dahinya yang tidak gatal. "Hehe iya, biasanya aku mampir ke kantin dulu sampai lupa jam hehe. Makanya aku memasang alarm hehe."
Camila hanya tersenyum tipis saat mendengar hal tersebut. "Kamu itu ada-ada saja sih."
"Hehe yasudah aku mau ke kelas dulu ya daa.. Nanti kita ngobrol lagi."
"Ok sip, nanti kita ngobrol bareng. Sudah sana hus hus pergi jauh."
Mei cemberut. "Memangnya aku apa sih kok di usir gini. Jahat dehh." Rengek mei.
"Ya kamu memang jahat haha." Tawa camila.
Mei hanya tersenyum tipis setelah itu dia pergi meninggalkan camila sendirian.
"Anak itu, ada-ada saja tingkahnya yang aneh." Gumam camila.
"Mungkin aku pulang saja kali ya. Rasanya sepi kalau tidak ada mereka berdua." Kekeh camila.
Kemudian camila berdiri dan melangkah pergi meninggalkan taman tersebut. Tapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba victor menghalangi jalannya. Hal tersebut membuatnya sangat terkejut.
"Vic.. Victor.. Kok kamu bisa ada di sini?." Tanya camila terbata-bata karena terlalu terkejut dengan kedatangan victor yang tiba-tiba seperti ini.
Victor mengangkat sebelah alisnya, "Memangnya aku tidak boleh ya, kalau pindah ke kampus ini." Tanya victor cuek.
Camila langsung glagapan saat mendengar hal tersebut. "Bbb Boleh kok boleh. Siapa juga yang tidak bolehin, itukan hak kamu mau belajar di mana pun hehe." Jawab camila salah tingkah.
'Aduhh kok aku jadi salah tingkah begini sih.. Harusnya aku biasa aja dong, ini juga jantung kok tidak mau di ajak kompromi. Nanti kalau victor mendengarnya bagaimana.. Ishh." Rutuk camila dalam hati.
"Kamu baik-baik saja." Tanya victor khawatir karena camila malah melamun seperti ini.
"Aku baik-baik saja kok, tenang saja." Jawab camila dengan kikuk.
'Bagaimana mau baik-baik saja. Kamu membuat kinerja jantungku jauh lebih keras dari biasanya tahuu..' Jerit camila dalam hati.
__ADS_1
"Ohh bagus kalau begitu. Ayo kita duduk di bawah pohon itu! Ada yang mau aku omongin sama kamu." Ucap victor, dia mengengam tangan camila dan berjalan ke arah pohon yang baru saja di jadikan tempat bersandar dan mengobrol dengan mei tadi.
Camila terpaku menatap tangannya yang di gengam oleh victor. Dia hanya terdiam dan mengikuti langkah victor.
'Mau membiacarakan apa? Tidak biasanya dia mau berbicara berdua denganku.' Batin camila bingung.
Mereka berdua duduk berhadapan. "Apa yang mau di bicarakan. Tidak biasanya kamu seperti ini, apakah serius?." Tanya camila, dia berusaha untuk mengontrol detak jantungnya yang sudah bertalu-talu karena di tatap oleh victor dengan intens.
'Kok aku jadi segugup ini sih. Tenang, tenang.' Batin victor yang sangat gugup. Rasa gugup langsung menyelimutinya saat dia menatap camila.
Victor menatap camila dengan intens, sesekali dia mengigit bibirnya karena terlalu gugup.
"Em.. Camila, sejak awal aku sudah sangat mencintaimu. Mungkin kita berasal dari bangsa yang bisa di katakan sangat berlawanan, tapi aku sangat mencintaimu dengan sepenuh hatiku." Ucap victor dengan serius.
Deg Deg Deg Deg
Camila yang mendengar pernyataan victor tersebut langsung berdiri tegak. Tubuhnya menegang karena terlaku terkejut dan tidak percaya. Jantungnya berdetak lebih cepat.
'Ap.. Apa.. Ya tuhan, ini ilusi atau beneran.' Jerit camila dalam hati, dia memandang victor dengan linglung. Dia tidak tahu harus berkata apa untuk menjawabnya, ini terlalu tiba-tiba hingga membuatnya membeku karena saking terkejut dan tidak percaya.
Sedangkan victor yang melihat camila tak kunjung mengatakan sesuatu, masih saja bungkam pun seketika itu juga persaannya langsung merosot sedih.
Dia menarik nafasnya sebentar lalu kembali menatap camila dengan serius.
"Mungkin kamu tidak mempercayaiku. Tapi aku sangat serius, saat rei mengatakan kepadaku jika waktu yang kamu miliki saat ini sudah sangat menipis, dadaku rasanya bagai di hantam batu yang sangat besar saat harus memikirkan jika kita harus berpisah dan tidak bertemu lagi. Aku tahu mungkin pernyataanku saat ini sudah sangat terlambat, tapi aku tidak ingin semakin menyesal jika tidak mengatakannya. Aku victor wallace sangat amat mencintaimu." Victor mencoba untuk meyakinkan camila dengan mengatakan bagaimana perasaannya saat ini. Dia menatap camila dengan penuh harap setelah mengatakan hal itu.
'Katakan sesuatu camila, kenapa bungkam seperti ini.' Batin victor cemas karena camila masih saja bungkam dan tidak mengatakan sesuatu.
Camila langsung tersadar dari keterkejutannya setelah mendengar bagaimana victor sangat sakit saat mengetahui jika waktunya hanya tersisa sedikit. Air matanya mengalir deras karena dia sangat terharu dan tidak menyangka jika selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Sedangakan victor yang melihat camila yang justru malah menangis pun jadi panik. "Hey, kenapa menangis?." Tanya victor cemas sembari menghapus air mata yang mengalir di pipi camila dengan tanagnnya
"Akk.. Akku hanya sangat senang serta sangat terkejut. Apakah ini benar? Aku tidak hanya sedang berhalusinasi bukan?." Tanya camila di sela isak tangisnya.
"Tentu saja ini benar. Aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri." Jawab victor dengan serius.
"Hiks.. Hiks.. Aku juga sangat mencintaimu.. Kamu adalah cinta pertamaku victor." Ucap camila jujur dengan perasaannya selama ini.
__ADS_1
Victor yang mendengar hal tersebut pun tersenyum dengan cerah, lalu dia memeluk camila dengan erat.
"Terima kasih karena kamu mau mecintaiku, terima kasih karena kamu tidak pernah menyerah mencintaiku. Maaf karena harus membuatmu menunggu sangat lama untuk mendapatkan balasan dariku, maaf karena aku sudah menjadi pria yang pengecut. Maaf." Bisik victor parau.
Perasaannya saat ini sudah sangat campur aduk, antara senang, sedih semua bercampur menjadi satu. Ada sedikit kelegaan di hatinya karena dia akhirnya berani mengungkapkan perasaannya. Tetapi rasa sedih dan takut kehilangan itu masih sangat mendominasi saat harus mengingat jika camila hanya memiliki sedikit waktu sekarang.
"Aku yang seharusnya berterima kasih kepadamu. Dari sekian banyak gadis yang mengejarmu, kamu melabuhkan cintamu untukku. Tidak ada hal yang jauh lebih berarti dari pada ini. Aku tidak pernah menyangka jika kamu akan membalas perasaanku seperti ini." Lirih camila.
Victor mengurai pelukannya terhadap camila dan menatap camila dengan lembut, kedua tangannya menangkup wajah camila. "Aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini. Aku mendapatkan cinta yang sangat tulus darimu. Aku sangat mencintaimu." Ucap victor dengan lembut.
Wajah camila langsung merah padam saat dirinya kembali mendapatkan pernyataan manis dari victor. Dia tidak menyangka jika victor yang kaku bisa mengatakan hal yang sangat manis seperti ini.
"Aku juga sangat mencintaimu, lebih dari apa pun." Jawab camila di sertai senyum manisnya.
Victor yang sangat gemas saat melihat senyuman manis camila pun langsung mencium bibir camila dengan kilat hingga membuat camila terkejut.
"Kenapa mukanya seperti itu? Kita sudah menjadi kekasih bukan. Jadi tidak ada salahnya jika aku menciummu. Itu kompensasi karena kamu sudah membuat hatiku berdebar tidak karuan." Ucap victor enteng.
Camila semakin menganga saat mendengar ucapan dari victor tersebut.
'Astaga.. Dia victor yang dingin dan kaku layaknya kulkas bukan. Kok bisa sehangat dan semanis ini, dia bisa bercanda lagi.' Batin camila antara terkejut dan juga takjub dengan perubahan victor tersebut.
Victor yang melihat camila terdiam pun kembali mencium bibir camila, bahkan dia sedikit ******* bibirnya sebentar setelah itu baru dia melepaskan tautan bibir mereka.
Camila memukul lengan victor. "Dasar mesum, bagaimana bisa kamu seperti ini." Omel camila, dia melirik kiri dan kanan berharap tidak ada yang melihat hal tersebut.
"Apa ada yang salah?." Tanya victor cuek.
"Bagaimana jika ada yang melihat nanti. Malu tahuu." Jawab camila dengan kesal. Dia lalu memalingkan wajahnya yang sudah sangat merah tersebut.
'Tapi suka...' Batin camila menjerit senang.
"Tidak ada orang kok. Lagi pula bibir kamu manis tahu."
'Astaga.. Aku lebih suka victor yang dulu. Dia sekarang jadi aneh.' Batin camila bergidik.
......................
__ADS_1
Aduhh ngak bisa bikin adegan romantis aneh huwaa😠Maaf gaes kalao aneh😅😅
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘