
Xing tersenyum saat melihat pemandangan mengharukan tersebut, dia sendiri juga sangat bahagia saat melihat mei bisa kembali berkumpul dengan mommy zein dan keluarganya. Dia tak pernah menyangka jika di balik suatu musibah ada hal yang sangat membahagiakan ini.
'Kamu pantas bahagia sayang. Setiap orang bisa berubah entah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk.' Batin xing.
Setelah semuanya sudah clear dan mereka sudah mengetahui siapa yang akan di perkenalkan oleh mei kepada mereka.
Julius menyarankan agar mommy zein di rawat di rumah sakit milik klan azar, agar mommy zein cepat pulih dan dapat tinggal di mansion klan azar.
Tetapi mommy zein menolak untuk tinggal di mansion klan azar, dia tidak ingin terlalu merepotkan mei dan keluarga barunya. Mereka semua tetap menyuruh mommy zein untuk tinggal di mansion, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan mengenai mommy zein yang seorang vampire. Tetapi mommy zein tetap kekeh tidak ingin tinggal di mansion, akhirnya mereka memilih untuk menunda mengenai tempat tinggal mommy zein saat ini, mereka lebih memilih membicarakannya nanti setelah mommy zein benar benar pulih.
Saat ini mei dan xing tengah berada di rumah pohon yang menghadap ke arah danau. Mereka memandang danau dan taman di bawahnya, tampak xing yang memeluk pinggang mei dari samping, dan mei menyenderkan kepalanya di bahu xing, mereka duduk di punggir rumah pohon.
"Kamu tahu, aku sangat bahagia." Ucap mei dengan raut wajah yang bahagia.
Xing tersenyum, "Ya, aku juga sangat bahagia karena ada kamu di sisiku. Terima kasih sudah memaafkan segala kesalahanku padamu." Jawab xing sendu. Dia masih merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan terhadap mei.
Mei mendongak dan menatap xing sejenak. "Kenapa meminta maaf, kamu saat itu masih dalam pengaruh ramuan rune yang telah di berikan livia kepadamu. Itu bukan salah kamu xing." Mei tidak merasa sakit hati atau bagaimana,dia tahu jika saat itu xing tidak sadar dan dalam pengaruh.
"Bukan hanya itu sayang, dulu saat aku baru pertama kali melihatmu. Aku tahu jika aku masih sangat mencintaimu tetapi aku menepisnya dengan memikirkan hal yang buruk tentangmu. Aku bahkan menghinamu, bahkan aku sempat membentakmu. Saat itu aku terlalu di butakan oleh rasa sakitku hingga aku tanpa sadar tidak hanya menyakitimu tapi juga menyakiti diriku sendiri. Harusnya aku bisa lebih terus terang dan jujur, semuanya tidak akan serumit ini." Jawab xing dengan perasaan yang amat sangat bersalah. Dia menatap mei dengan tatapan yang sendu.
"Aku tahu aku sangat jahat di masa lalu, aku memang merasakan sakit saat itu. Tetapi aku menerimanya karena aku tahu jika apa yang telah aku lakukan kepadamu di masa lalu itu jauh lebih menyakitkan. Tidak masalah kamu ingin menghinaku seperti apa,aku akan tetap menerimanya, aku sangat pantas mendapatkannya. Aku terlalu jahat padamu xing.." Jawab mei parau, air matanya sudah tak terbendung lagi saat dia mengingat apa yang telah di lakukannya hingga membuat xing sempat membencinya.
Xing yang mendengar apa yang telah di katakan oleh mei pun langsung menghadapkan tubuhnya di depan mei dan menagkup pipinya. Dia juga langsung menghapus air matanya.
__ADS_1
"Hey, bukankah aku sudah pernah bilang sesuatu padamu. Setiap orang itu bisa berubah, kamu dulu memang jahat tapi saat ini kamu sudah menebusnya. Dan lagi pula saat itu kamu bisa seperti itu karena kamu hanya ingin sebuah kehangatan sebuah rumah, kamu ingin aman. Setiap orang akan melakukan apa pun agar mereka bisa hidup aman, memiliki rumah untuk tinggal, memiliki keluarga yang hangat, tidak kelaparan dan sebaginya. Seharunya aku yang meminta maaf, aku yang terlalu memikirkan baik dan buruk, hitam dan putih tanpa melihat ada apa atau apa alasan di balik itu semua." Xing memberi mei pengertian agar dia tahu jika dia pantas mendapatkan cinta, terlepas dari apa yang telah di lakukannya di masa lalu.
Mei tersenyum, "Aku sangat bersyukur aku bisa bereinkarnasi dan bisa mendapatkan cinta sebesar ini. Aku bahkan tidak pernah bermimpi untuk bisa bereinkarnasi dalam keadaan yang seperti ini." Ucap mei.
"Tuhan akan melakukan yang terbaik bagi umatnya. Dan dia tahu jika kamu pantas mendapatkan kesempatan kedua, dia tahu jika kamu tidak akan pernah menyia-yiakan kesempatan yang telah dia berikan kepadamu." Ucap xing, lalu dia memeluk mei dengan erat.
'Padahal aku tidak pernah merasa melakukan kebaikan di kehidupanku yang terdahulu, bagaimana bisa aku mendapatkan kebahagian dan cinta sebesar ini.' Batin mei.
"Kamu tahu xing, saat aku tahu jika aku bereinkarnasi saat itu. Yang aku fikirkan hanya membuat seluruh keluarga baruku bahagia meski hanya sesaat,tapi ternyata mereka mampu menerimaku dengan sangat tulus. Aku juga hanya ingin mendapatkan maaf darimu dan juga dari livia, setelah itu aku akan pergi jauh dan tidak pernah menganggumu dan livia. Meski sakit sekali rasanya jika harus berpikir untuk jauh darimu, tapi aku juga sadar aku telah menyakitimu." Ucap mei. Meski suaranya terendam karena pelukan dari xing. Tapi xing masih bisa mendengarnya dengan jelas, dia semakin memeluk mei dengan sedikit erat dan menghujami mei dengan ciuman.
"Aku tidak tahu akan jadi seperti apa jadinya jika aku dan livia memberimu maaf dengan mudah sat itu. Membayangkan kamu pergi jauh meninggalkanku saja sudah sangat menyakitkan, apa lagi jika itu benar. Mungkin aku sudah hancur berantakan, seperti ini saja aku sudah sangat sakit saat mengingat perlakuanku padamu. Apalagi jika kamu pergi jauh dariku sebelum aku benar benar menerima perasaanku saat itu." Lirih xing, matanya terpejam. Dia tidak sanggup jika harus berpisah dengan mei selamanya.
"Tapi sekarang kita sudah bersama bukan. Jadi, kita bisa memulainya dari awal." Ucap mei bahagia.
"Kamu benar, kita bisa memulainya dengan hubungan yang jauh lebih baik." Jawab xing sembari tersenyum.
"Aku juga mencintaimu dahulu, sekarang, besok dan selamanya." Jawab mei tak kalah tulus.
Mereka berdua saling memandang dengan senyum yang terukir di bibir mereka. Mereka masih saling mencintai setelah apa yang terjadi di masa lalu.
Sedangkan di sisi lain para penjaga yang melihat kemesraan antara xing dan mei hanya bisa menatap mereka dengan iri.
"Nona mei dan tuan xing sangat romantis ya." Ucap seorang penjaga.
__ADS_1
"Iya, saya jadi iri melihatnya. Nasib jadi jomblo, hanya bisa melihat tanpa bisa mempraktekkannya." Jawab penjaga seorang penjaga yang berada di samping penjaga tersebut.
"Tapi mereka berdua apa tidak takut jatuh ya pacaran di pinggir gitu, kan bisa encok itu." Ucap seorang penjaga dengan absurdnya.
Mereka yang mendengar perkataan absud dari penjaga tersebut pun langsung melihat kearahnya dengan tatapan yang aneh.
"Mereka berdua itu kan kuat, kalau cuma encok mah gak papa. Jangan samakan denganmu yang jatuh dari ketingian lima meter saja langsung patah tulang." Sahut seorang penjaga dengan sinisnya.
"Hey tidak perlu protes dong. Saya kan hanya mengatakan apa yang saya pikirkan. Dan saya tidak akan patah tulang jika hanya jatuh dari ketingian lima meter saja, tidak sepertimu." Protes penjaga tersebut.
"Apa.."
"Sudah sudah, kok malah berdebat sih. Lebih baik kita melaksanakan tugas kita dengan benar! Jangan sampai lengah, nanti kalau sudah punya kekasih saja kalian praktekkan supaya kalian tahu bagaimana rasanya pacaran di pinggir rumah pohon." Ucap seorang penjaga, dia melerai perdebatan unfaedah mereka dan menyuruh mereka untuk berjaga dengan benar.
'Ada ada saja.' Batin penjaga lain.
Mereka semua pun langsung berjaga dengan benar dan tidak lagi berdebat,meski dalam hati mereka sangat iri setengah mati dengan kemesraan antara xing dan mei.
'Nasib jadi jomblo.' Batin meteka semua merana.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Beri semangat teman teman supaya otor bisa up terus😁
Jangan lupa beri dukungannya😘