
Di sebuah apartemen yang cukup mewah, tampak xing tengah berada di balkon sembari memandangi bulan. Dia saat ini tengah frustasi dengan keadaan yang sangat rumit ini.
"kenapa semuanya menjadi seperti ini." gumam xing,
"Aku benar benar bingung harus berbuat apa. Ini terlalu mengejutkan, aku tidak ingin menyakiti livia dia sudah menungguku selama lebih dari 1000 tahun. Tetapi aku juga tidak bisa jika harus terus menerus membohongi perasaan ku, walau dia telah jahat kepadaku rasa cinta itu masih ada."
"Ini semua karena kebodohanku aku menerima tawaran livia walau hati kecil ku sangat menentangnya. Aku harus membuat ini clear."
'aku akan melepaskan livia, mau bagaimana pun ini akan menyakitinya juga. Dia berhak mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari aku.' batin xing.
"Besok aku akan mencoba untuk berbicara dengan livia, aku tahu ini akan sangat menyakitinya, tetapi itu jauh lebih baik dari pada melanjutkan semua hubungan yang toxic ini. Aku tidak akañ sanggup jika harus membayangkan segala rasa sakit yang akan di timbulkan suatu saat nanti."
Xing berjalan memasuki kamarnya untuk beristirahat, "Aku akan berusaha untuk mempercayaimu lagi, walaupun itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama," Ucap xing sebelum terlelap.
***
Mei berangkat ke kampus dengan wajah yang muram, saat bangun tidur tadi pagi seluruh keluarganya memarahinya, alhasil mei di jaga jauh lebih ketat dari sebelumnya. Dia akan di jaga selama 24 jam.
"Posesif banget sih." sungut mei,
Jennie yang melihat mei sedari tadi terus ngedumel tidak jelas pun menegurnya, "Tidak usah mengomel mulu itu mulut, salah sendiri pergi ngak bilang bilang jadi susah sendiri kan kamu."
"Iyakan jika saya pergi pake izin kalian pasti akan mengawasi saya, dan ini urusan pribadi yang tidak boleh ada yang tahu." Jawab me dengan formal.
Viagra yang mendengar perkataannya mei pun hanya mengangkat sebelah alisnya,
"kebanyakan alasan, paling juga kamu tidak mau jika ada yang melihat kamu menangis meraung raung, Secara mrs. livia adalah kekasih mr. xing dan kamu adalah belahan jiwanya mr. xing bahkan kamu sangat mencintai mr. xing, Jadi kamu akan menangis saat mengetahui sendiri seperti apa hubungan mereka," Ucap viagra dengan keras, seolah olah tidak ada mei di sana.
Mei yang mendengar perkataan viagra pun mengeram marah, "lemes banget sih tuh mulut." amuk mei, kemudian mei memilih berjalan mendahului mereka berdua.
"kamu sih, orang lagi patah hati kok malah di ledek, harusnya tuh kamu tenangin." omel jennie,
"Habisnya aku sudah muak melihat mukanya yang kusut itu."
Viagra dan jennie berjalan menyusul mei,
__ADS_1
"Hei mei, emang apa yang kamu bicarakan dengan mrs. livia hingga kamu sampai kacau seperti itu?." tanya viagra dengan penasaran.
'viagraaa...' geram jennie lewat telepati.
Viagra hanya cuek saja saat mendengar peringatan jennie melalui telepati, dia terlalu penasaran dengan apa yang telah terjadi di antara mereka berdua.
Mei yang mendapat pertanyaan tersebut reflek berhenti berjalan, "Aku hanya meminta maaf kepadanya atas apa yang sudah aku lakukan kepada seluruh klannya di kehidupan terdahulu ku, aku merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan."
Viagra dan jennie yang mendengar itu pun hanya mampu terdiam, mereka berdua tahu apa yang telah terjadi di masa lalu terhadap keluarga song.
"Lalu apa yang membuatmu menjadi sangat terguncang mei." Tanya jennie dengan hati hati.
"Aku hanya merasa sangat bersalah, karena ikatan belahan jiwa ini mereka berdua menjadi gagal untuk menikah." jawab mei, dengan penuh penyesalan.
"Apa.. mereka berdua akan menikah?." tanya mereka berdua dengan terkejut.
Mei yang mendengar respon yang tak terduga dari mereka berdua pun merasa sedikit terhibur.
"Iya, sebentar lagi mereka akan menikah. Tetapi, karena ikatan ini mereka terpaksa membatalkan pernikahan mereka. Jika mereka tetap memaksa untuk menikah maka xing akan merasakan sakit yang teramat sangat efek dari tanda ikatan belahan jiwa ini." Ucap mei, dengan lesu.
Viagra dan jennie yang mendengar itu pun hanya mempercayai perkataan mei, karena mereka berdua tidak terlalu memahami tentang ikatan belahan jiwa. Sangat jarang menemukan hal yang seperti ini.
"Tidak kak, aku tidak akan pernah menerima ini semua, gara gara aku hubungan mereka menjadi seperti ini. Dari dulu aku selalu menjadi penyebab hancurnya hubungan mereka, kali ini aku tidak akan membiarkan hal yang sama kembali terulang." Ucap mei dengan tegas, kemudian mei pergi meniggalkan mereka berdua.
"Kita tidak boleh terlalu ikut campur urusan mereka jennie, uncle julius sudah bilang bukan jika hubungan mereka akan penuh dengan badai. Dan kita tidak boleh ikut campur untuk itu semua."
"Aku hanya ingin yang terbaik untuknya, aku sangat tidak rela jika dia harus merasakan hal yang seperti ini viagra. Dia sudah seperti adik kandungku sendiri." Lirih jennie.
"Aku juga merasakan apa yang kamu rasakan, tetapi kita tidak bisa melakukan apa apa selain melindunginya dari luka fisik jennie." Balas viagra.
***
Di sebuah ruangan xing dan juga livia tampak seperti tengah bersi tegang, Raut wajah mereka berdua terlihat sangat serius.
"Kenapa harus seperti ini, kamu tahu aku sangat mencintaimu lebih dari 1000 tahun aku menunggumu. Dan kamu tetap memilih gadis yang telah membuat kita menderita, kamu harus ingat apa yang sudah di lakukannya terhadap kita berdua xingg.." Raung livia, dia benar benar tidak bisa menerima dengan keputusan xing.
__ADS_1
Xing sebenarnya tidak tega saat melihat livia yang tampaknya sangat terpukul dengan keputusannya, tetapi dia memutuskan ini semua demi kebaikan semua orang.
" Aku tahu livia ini memang tidak adil untukmu, tapi mau bagaimana lagi. Ini semua akan memberi kita semua rasa sakit yang tidak akan ada habisnya, sejak awal ini hanya sebuah kesepakatan dan kamu sendiri juga tahu jika aku tidak mencintaimu." Ucap xing dengan tenang.
"Tetapi aku melakukan itu semua untuk membuatnya menderita dan aku berharap dengan kita melakukan ini semua kita bisa lebih dekat seperti dulu, agar kamu kembali mencintaiku seperti dulu." Lirih livia,
" Aku tahu, aku juga berharap dengan menerima menjadi kekasihmu aku bisa melupakan rasa cintaku terhadap mei. Kamu juga tahu sendiri aku bahkan sempat berpikir untuk memanfaatkan ikatan ini, tetapi aku sangat tidak sanggup saat membayangkan hal menyakitkan yang harus aku tanggung di masa depan. Aku juga sadar dengan perasaan aku sendiri, memang tidak mudah untuk menerimanya tetapi setidaknya aku mencoba untuk menerimanya. Aku hanya tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari." Ucap xing
"Oke, jika memang itu mau kamu. Aku akan menerimanya, walau pun itu sangat menyakitkan bagiku. Aku akan mencobanya." Jawab livia, mencoba untuk tersenyum.
Xing yang mendengar perkataan livia pun merasa sangat lega, setidaknya beban di pundaknya sedikit terangkat.
"Terimakasih dengan pengertian kamu livia. Aku berharap kamu akan mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari pada aku." Ucap xing, dengan senyum manisnya.
Livia hanya tersenyum dengan kecut,
"Kalau begitu aku keluar dulu, karena aku harus mengajar." Xing berjalan menuju ke arah pintu.
"Xing." panggil livia
Xing yang di panggil pun berbalik, " Ada apa?."
"Kita tetap seperti dulu kan, tidak akan ada yang berubah." Tanya livia
"Kita akan tetap seperti dulu." Jawab xing sembari tersenyum, Kemudian keluar dari ruangan tersebut.
Livia memandang kepergian xing dengan sedih,
'aku tidak akan membiarkan hubungan kalian berjalan dengan baik, lihat saja aku akan membuat hubungan kalian berantakan tanpa kalian sadari.'
'Kamu hanya untukku xing.'
Livia memilih untuk berpura pura menerima semua itu, tetapi sebenarnya dia berencana untuk membuat hubungan mereka berantakan secara perlahan lahan.
***
__ADS_1
Bab baru telah tiba..
Mohon dukungannya teman teman😘😘