
"Kamu mau beli ikan apa." Tanya xing.
"Aku ingin ikan koi sama ikan peacock bass mereka pasti akan sangat cantik jika bersama." Jawab mei dengan cerianya.
Xing otomatis langsung mengerem mobilnya, dia menatap mei dengan tidak percaya.
"Kamu ingin membunuhku ya." Teriak mei dengan kesal.
"Kamu yang benar saja ingin mencampur ikan peacock bass dengan ikan koi di kolam yang sama." Ucap xing tak percaya dengan cara berpikirnya mei yang di luar dari pemikiran orang normal biasanya.
"Memangnya kenapa?." Tanya mei heran dengan reaksi xing.
"Ikan Peacock bass itu ikan pemangsa, bisa bisa nanti ikan koi nya habis di makan sama ikan peacock bass." Ucap xing.
"Benarkah, kok aku tidak tahu ya." Ucap mei.
'Kamunya saja yang terlalu polos. Idenya aneh aneh.' Batin xing skeptis.
"Kamu mah tahunya apa," Jawab xing
"Terserah.." Ucap mei dengan cueknya.
Kemudian xing kembali melajukan kembali mobilnya ke tempat penjual ikan langganannya.
Di tengah tengah perjalanan tiba tiba mei berteriak.
"Akhhh.. Tidak tidak berhenti jangan masuk kesana. Xingg jangan masuk ke sana hiks hikss.." Mei tiba tiba merasa jika dia sedang melihat xing yang berusaha untuk masuk ke api abadi.
Xing yang melihat mei berteriak histeris pun antara bingung dan juga panik sendiri.
"Mei hei. Sayang aku di sini." Xing berusaha untuk menenangkan mei yang tengah histeris tersebut.
"Mommyyy.. Hikss hikss jangan tinggal kan aku sendiri mommyyy.." Mei merasa jika dia berada di hutan tempat dia tinggal bersama dengan mommynya saat dulu dia masih kecil. Dia pergi mengelilingi seluruh hutan tersebut mencari cari mommynya tapi dia terus berkeliling di tempat yang sama.
Xing yang merasa ada yang tidak beres dengan mei pun langsung memanggil para penjaga.
Sedangkan para penjaga yang mendengar teriakan
nona muda mereka pun langsung melesat ke arah mobil yang di tumpanginya bersama xing.
"Baru saja aku ingin memanggil kalian. Tolong bawa mobil saya kembali ke rumah saya. Saya akan membawanya ke klan azar." Ucap xing.
__ADS_1
"Baik tuan," Kemudian seorang penjaga mengambil mobil xing dan di lajukan menuju ke rumah xing.
Xing kemudia langsung melesat membawa mei ke klan azar, di ikuti oleh para penjaga.
"Sttt sayang aku di sini dan aku tidak akan meninggalkanmu sendirian." Bisik xing kepada mei.
Sedangkan mei terus saja histeris.
"Paman.. Tolong berikan darahnya kepadaku aku sangat haus pamann.. paman.. Berikan makannan- nya ini milikku. " Mei terus berteriak histeris.
Dia merasa jika dia berada di tempat saat xing akan bunuh diri dengan masuk ke api abadi. Lalu di lempar ke arah di mana dia pergi mencari mommynya sendirian di hutan. Hingga saat dia berlari mengejar daniel huang untuk meminta sekantung darah dan harus tidur di pinggir pinggir gang sampai harus berebut makanan dengan anak anak yang lain bahkan dia harus berebut dengan seekor anjing.
Hal tersebut terus terulang ulang hingga membuatnya semakin takut dan histeris.
'Ada apa denganmu sayang. Kenapa kamu tiba tiba seperti ini.' Batin xing dengan khawatir.
Xing terus melesat dengan mei yang berada di pelukakannya. Tak lama kemudian xing sampai di mansion klan azar dan langsung melesat menuju ke kamarnya.
Seluruh keluarga azar yang melihat dan mendengar teriakan histeris mei pun langsung melesat menuju ke kamarnya.
"Dia kenapa bisa histeris seperti ini." Tanya julius dengan serius tetapi juga sedikit khawatir.
Hatinya sangat sakit saat harus melihatnya seperti ini, dia merasa jika ada saja orang yang berusaha untuk melukai mei-nya.
"Dad, dia sepertinya terkena mantra ilusi yang sangat kuat." Ucap sean dengan serius.
"Siapa yang melakukannya, saya tidak melihat siapa pun di sekitar kita." Ucap xing menyangkal perkataan sean.
"Beberapa jenis mantra yang sangat kuat dan juga kuno bisa di lemparkan dari jarak yang sangat jauh. Cukup dengan menyebut nama lengkapnya saja kita bisa melakukannya." Ucap sean dengan mata yang berkilat tajam.
Xing mengkreyitkan dahinya. "Hanya orang orang dengan ilmu spiritual yang sangat tinggi saja yang mampu melakukannya dengan begitu mudah sean."
Julius pun langsung menyuruh seorang penjaga untuk memanggil tetua vincent dan damian.
'Siapa pun yang berani melakukan ini akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan.' Batin mereka semua dengan emosi.
"Siapa pun yang melakukan ini pasti bukan orang sembarangan. Dan mungkin dia memiliki dedam kepada mei atau pun keluarga azar atau mungkin kepadamu xing." Sela mommy angela sembari berjalan menuju ke arah putrinya dan memeluknya dengan sekuat tenaga.
Dia berharap dengan berada di pelukannya putrinya bisa berhenti berteriak histeris seperti ini.
"Ssttt sayang.. Ini mommy sayang. Mommy di sini, mommy janji mommy tidak akan pernah membiarkan mu sendirian. Kamu juga bisa memakan seluruh makanan kesukaanmu, jika kamu bisa berhenti histeris seperti ini. Nanti kita membuat manisan yang sangat kamu sukai, jadi mommy mohon sayang. Sadarlah.." Bisik mommy angela dengan sedih hingga air matanya menetes di atas puncak kepala mei.
__ADS_1
'Kamu anak mommy yang paling manis dan juga baik. Tapi kenapa masih saja ada yang jahat kepadamu sayang.' Hati mommy angela benar benar teriris saat harua melihat putri yang paling dia sayangi bisa menjadi seperti ini. Air matanya terus mengalir dengan deras.
Mereka yang melihat hal tersebut pun juga hanya bisa menahan air mata mereka. Mereka semua tidak tega dengan kondisi yang di alami oleh mei saat ini.
Tak lama kemudian tetua vincent dan tetua damian datang. Mereka berdua sangat terkejut saat melihat mei yang berteriak dengan histeris meskipun sudah terendam oleh pelukan mommy angela.
"Sepertinya ada yang menggunakan mantra ilusi yang sangat kuat kepadanya." Tiba tiba tetua damian langsung mengatakan apa yang tengah terjadi kepada mei meski hanya sekali lihat.
"Siapa yang berani melakukan itu kepada anggota inti klan azar, sepertinya orang itu sedang cari mati." Sarkas tetua vincent, dia yang biasanya tenang dan juga bijaksana sampai di buat emosi.
"Tenang vincent.." Ucap damian menyuruh vincent untuk tenang.
"Bagaimana bisa tenang damian, ini sangat licik. Dia mempermainkan perasaan mei dengan membuatnya terus menerus berada di tempat dan juga peristiwa yang paling menyakitkan yang pernah di alaminya. Saya benar benar tidak bisa menolerir seseorang yang mempermainkan perasaan orang lain hanya karena dendam semata." Ucap tetua vincent dengan emosi.
Degg
'Itu artinya kematianku adalah salah satu pukulan yang paling menyakitkan di kehidupannya. Aku yang selama ini merasa paling di rugikan dan juga paling sakit, ternyata dia pun juga merasakannya. Bagaimana bisa aku menjadi seegois ini, aku terlalu merasa yang paling sakit, menyangkal seluruh kata hatiku. Bahkan aku berusaha untuk membalas segala rasa sakitku, tapi dia...' Perasaan xing semakin hancur saat mengetahui hal itu. Dia merasa sangat bersalah dan menjadi orang yang paling bodoh yang pernah ada.
"Siapa pun yang melakukan ini. Dia pasti memiliki dendam kepada seseorang yang dekat dengannya. Akan sangat menyakitkan jika kita harus melihat orang yang paling kita sayangi menjadi seperti ini. Ini hanyalah sebuah peringatan." Ucap tetua damian dengan serius.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan agar dia bisa kembali sadar tetua." Tanya sean.
"Kita harus menggunakan mantra pemurnian. Karena mantra yang mengenai nona mei merupakan mantra ilusi kuno aliran hitam. Kita harus menggunakan mantra pemurnian yang kuno pula. Mantra yang di buat 50.000 tahun yang lalu, di mana saat itu aliran hitam berkembang dengan pesat dan banyak orang yang mencoba untuk membuat berbagai rune, mantra maupun sihir yang bisa menetralisir dan menyembuhkan akibat dari serangan energi kebencian yang meledak." Ucap tetua damian.
"Manual yang berusia 50.000 tahun pasti sangatlah rapuh damian. Dan kita tidak bisa menyembuhkannya dengan mudah, butuh rune dan juga sihir untuk mempercepat penyembuhannya. Sedangkan kondisi saat ini tidak sedamai dahulu. Kita pasti membutuhkan bantuan di luar bangsa serigala." Sahut tetua vincent.
"Iya kamu benar, manta ini memang simple tapi efeknya akan terus menerus ada jika tidak ada yang mencoba untuk menolongnya. Dia berada di batas antara sadar dan tidak sadar." Tetua damian menimpali perkataan tetua vincent.
"Saya akan meminta bantuan kepada keluarga saya untuk menyembuhkannya." Sahut xing tiba tiba yang membuat mereka semua langsung menatapnya dengan terkejut.
"Apakah kamu serius anak muda." Tanya julius dengan dingin.
"Saya sudah mengatakan. Jika saya akan melakukan apa saja untuk melindunginya." Jawab xing.
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
Dan jangan lupa nanti malam sahur ya😄😁
__ADS_1