
Mei yang masih di penjara di dalam sel terus saja berusaha untuk bisa lepas dari segel yang membungkusnya. Dia tidak pernah menyerah meski tubuhnya sudah mulai melemah karena darahnya tidak berhenti mengalir. Sepertinya caesar menaruh sesuatu pada pisau yang di gunakannya untuk menyayat mei agar menghambat regenerasi tubuhnya dan memperlemah kondisi tubuh mei.
Mei terus saja berusaha untuk lepas dari segel tersebut hingga tenaganya melemah dan kesadarannya mulai menipis.
"Xinggg..." Lirih mei, dia memanggil xing sebelum kesadarannya mulai menghilang dan pingsan. Kondisi mei benar benar mengenaskan, terdapat luka di sana sini, wajah pucat hingga darah yang tidak berhenti mengalir walau pun tidak terlalu banyak, tetapi jika di biarkan akan sangat membahayakannya.
Sedangkan di sisi lain, livia mengajak xing ke rumahnya. Saat ini livia dan xing tengah berada di kamar livia. Xing hanya berdiri diam, mematung dengan tatapan yang kosong.
Livia mengelus pipi xing, jari tangannya menyusuri wajah xing hingga jarinya berhenti di bibir xing. "Xing, kenapa kamu lebih memilihnya? Dia bahkan tidak lebih baik dari ku. Aku yang menunggumu selama ribuan tahun, tapi kamu tetap lebih memilihnya." Gumam livia sembari memandang wajah xing dengan intens. "Tapi tidak apa apa. Sekarang kamu sudah kembali kepadaku, kamu milikku."
Livia hendak mencium bibir xing, tapi tiba tiba..
Brak
Xing memukul tubuh livia hingga tubuh livia terplanting kebelakang dan membentur tembok. Livia sangat terkejut saat xing sudah sadar, dia tidak menyangka jika xing bisa sadar. Dia sendiri tahu bagaimana efek dari ramuan mantra yang di berikannya terhadap xing.
"Xi.. Xing.. Bagaimana kamu bisa sadar."
Xing menatap livia dengan tajam, matanya berkilat tajam hingga taringnya mencuat. "Livia song.." Desis xing.
Saat livia hendak menciumnya tadi, tiba tiba xing mendengar suara mei yang seperti tengah kesakitan. Suaranya sangat lirih sekali hingga membuatnya tersadar dari jeratan mantra yang mempengaruhinya. Dia yang melihat livia akan menciumnya langsung memukulnya hingga terplanting.
Amarahnya benar benar tersulut saat dia juga mengingat apa yang telah di lakukannya terhadap mei di dalam kastil mansion yixing tadi.
"Kamu tidak mengindahkan peringatan yang ku berikan kepadamu ternyata." Xing mengangkat tubuh livia dan dia lempar ke arah meja rias livia.
Xing mencengkram pipi livia dengan kuat "Kamu pikir aku akan selalu baik kepadamu hah.. Jangan pernah bermain api jika tidak ingin terbakar. Jika kamu pikir aku akan diam saja kamu salah besar, kamu sudah sangat keterlaluan livia." Desis xing dengan intonasi yang rendah.
"Xi.. Xingg.." Livia sangat syok dengan apa yang telah di lakukan xing kepadanya. Dia sama sekali tidak menyangka jika xing yang baik hati dan tidak pernah menyakiti orang lain akan menjadi seperti ini. Dia tidak pernah berpikir xing akan bisa sampai semurka ini, dia pikir xing hanya akan memperingatkannya sedikit seperi saat itu. Saat itu meski dia juga di pukul oleh xing, tapi itu hanya sekali dan tidak sebrutal ini.
"Aku diam karena aku menganggapmu sudah seperti adikku sendiri, dan kamu juga seorang wanita. Tetapi jika diamku dan peringatanku tidak kamu indahkan sama sekali. Jangan salahkan aku jika aku tidak lagi menghargaimu sebagai seorang adik dan juga wanita." Xing melepas cengkramannya dengan kasar. Dia juga mengambil gelang yang di pakai livia, dia tahu jika dia ingin memasuki kastil milik yixing maka dia harus menggunakan gelang tersebut. Kemudian dia mengambil tisu yang berada di sana dan mengelapkannya di tangannya. Seakan menghilangkan kuman yang menempel pada tangannya setelah menyentuh livia.
"Cihh.. Jika sekali lagi kamu membuat ulah. Akan ku pastikan kamu habis livia." Acam xing.
Kemudian xing melesat keluar dari rumah livia dan memasang segel di sekeliling rumah livia. Dia bahkan menyuruh beberapa penjaga khususnya untuk mengawasi rumah livia.
__ADS_1
"Kalian jaga dia, jangan sampai dia berhasil keluar dari kamarnya. Jika dia berhasil keluar kalian ikat dia dengan tali pengikat roh." Ucap xing, dia memerintahkan para penjaga tersebut agar mengawasi livia. Dia tidak ingin livia berhasil keluar dari rumah tersebut dan membuat kekacauan lagi.
"Baik tuan." Jawab mereka kompak.
"Bagus."
Lalu xing menggunakan kemampuan teleportasinya untuk segera sampai di kastil tersebut.
'Kamu akan baik baik saja sayang.' Batin xing.
Sesaat kemudian xing sudah sampai di dalam kastil, meski dia tidak tahu di mana keberadaan mei. Dia tetap berjalan sesuai instingnya, dia merasa jika mei saat ini tengah berada di ruang bawah tanah dan dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
'Kamu kuat sayang, bertahan. Demi aku dan orang orang yang sangat mencintai kamu.' Batin xing yang sudah tak karuan saat mengingat panggilan yang di berikan untuknya dari mei yang bergema sangat lirih tersebut.
Xing terus melesat ke sana kemari untuk menemukan jalan menuju ruang bawah tanah. Hingga dia melihat ada sebuah pintu yang terpisah jauh dari ruangan ruangan yang lainnya. Tanpa banyak berpikir, xing langsung melesat ke sana hingga dia melihat ada beberapa sel. Tapi xing lebih memprioritaskan untuk menemukan tempat mei berada. Hingga dia melihat mei yang tak sadarkan diri di dalam sel yang sangat kecil dan sempit. Melihat hal tersebut amarah xing kembali tersulut.
"Yixing claudrius.. Akan ku pastikan hidupmu tak akan bertahan lama." Desis xing penuh amarah.
Kemudian xing mengeluarkan pedang merahnya dan langsung menebas pintu sel tersebut hingga segel yang di pasang oleh caesar langsung hancur. Xing bergegas memasuki sel sempit tersebut dan hedak mengendong mei. Tetapi justru tangannya sakit karena rupanya masih ada segel yang menyelimuti mei.
Klik
Xing mengaktifkan rune tersebut hingga segel yang menyelimuti mei langsung hilang seketika. Matanya menatap nanar pada luka yang di alami oleh mei.
"Kalian akan membayar mahal untuk setiap luka yang kalian timbulkan. Yixing claudrius dan caesar, lihat saja nanti." Geram xing, dia sangat marah saat melihat luka yang di alami oleh mei ternyata jauh lebih parah di bandingkan dengan apa yang di lihatnya tadi dari luar sel.
Dia mengalirkan sedikit energinya ke tubuh mei agar luka yang di derita mei tertutup dan sembuh. Kemudian dia langsung mengendong mei.
"Xing.." Gumam mei.
"Sttt.. Aku di sini sayang. Kamu sudah aman, istirahat lah. Aku akan menjagamu, maaf aku sudah membuatmu seperti ini." Ucap xing. Dia merasa bersalah saat melihat kondisi mei, bagaimana pun juga dialah yang telah membawa mei kemari meski dia dalam pengaruh mantra.
Mei yang mendengar ucapan xing langsung kembali tertidur. Karena memang dia sudah sangat lelah, lelah secara fisik dan juga batin. Xing keluar dari sel tersebut dan hendak melesat pergi. Tetapi pandangannya tertuju kepada sebuah sel yang berisi beberapa orang dengan berbagai kondisi dan berbagai shifter.
"Aku harus membebaskan mereka."
__ADS_1
Xing lalu mendekati sel tersebut dan membuka sel tersebut, orang orang yang berada di dalam sel tersebut langsung berhamburan keluar dengan gembira. Akhirnya setelah bertahun bertahun tahun mereka bisa bebas.
"Terimakasih tuan. Anda sudah membebaskan kami." Ucap seseorang, sangat terlihat jika dia sangat bahagia.
"Sama sama, lebih baik kalian segera pergi meninggalkan tempat ini. Ini, kalian pakain gelang ini agar kalian bisa keluar dari tempat ini. Kalian harus berpegangan tangan agar kalian semua benar benar bisa keluar dari tempat ini bersama sama, karena hanya ada satu gelang." Ucap xing sembari memberikan gelang kepada salah satu dari mereka.
"Lalu bagaimana dengan anda tuan." Tanya seseorang.
"Kalian tenang saja, tadi saya sempat mengambil satu gelang. Jadi saya juga akan bisa keluar." Jawab xing.
Mereka semua saling memandang dan menatap xing dengan raut wajah yang sangat senang sekaligus terharu. "Sekali lagi terima kasih tuan. Kita semua tidak akan pernah melupakan kebaikan anda kepada kami. Jika suatu saat kami bertemu dengan anda lagi kami akan membalas kebaikan anda. Semoga kebahagian selalu menyertai anda dan istri anda tuan." Ucap seseorang.
Xing tersenyum. "Sama sama, saya ikhlas menolong kalian semua. Kalian harus segera pergi sekarang juga, waktu kalian tidak banyak." Ucap xing.
"Sampai jumpa lagi tuan." Mereka semua langsung melesat pergi dari tempat tersebut.
"Sampai jumpa lagi." Jawab xing. Dia tersenyum menatap kepergian mereka semua. Perasaanya sangat senang karena bisa menolong mereka semua. Dia menatap sel tersebut untuk terakhir kalinya, tetapi justru dia melihat ada seorang wanita yang terbaring lemah di dalam sel tersebut.
"Siapa dia." Gumam xing.
Kemudian xing mengampiri wanita tersebut dengan mei yang masih di gendongannya. Dia memeriksa keadaan wanita tersebut. Lagi lagi dia di buat sangat terkejut dengan keadaan wanita tersebut yang sangat mengenaskan.
"Tubuhnya sangat lemah, tidak ada nutrisi darah di dalam tubuhnya, Luka lama dan luka baru saling bertumpukan dan tidak di obati sama sekali. Terlihat jelas jika dia di siksa terus menerus. Yixing benar benar kejam, dia bahkan menyiksa seorang wanita dengan sangat kejam seperti ini." Amarah xing kembali memucak saat melihat keadaan wanita tersebut. "Sudah berapa lama anda mengalami ini nyonya. Saya berjanji saya akan menyelamatkan anda sebisa saya, entah kenapa hati saya sangat sakit saat melihat kondisi anda yang seperti ini."
Xing menaruh jimat ke tubuh wanita tersebut agar dia lebih mudah membawa wanita tersebut bersama mei. Dia lalu berteleportasi ke rumah yang di belinya beberapa saat yang lalu.
***
Bab baru telah di buat~
Maaf upnya ngak agak telat😄😄 Gara gara drama paketan abis 😅😅 Di tambah badan kurang fit😔😔
Sudah paketan abis tertimpa sakit pula hadeuh🤦♀️🤦♀️
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
__ADS_1