
Mei menatap wanita tersebut dengan sendu. Terlihat jelas di matanya jika ada banyak hal yang membuatnya bertanya tanya dan kerinduan yang sangat mendalam.
'Mommyy..' Batin mei lirih. Dia sedikit tidak percaya dengan apa yang di lihatnya ini.
"Xing.. Bagaimana dia bisa ada di sini." Tanya mei lirih.
Dahi xing mengkreyit, dia sedikit bingung dengan reaksi mei saat melihat wanita tersebut. "Dia.. Dia salah satu tahanan yixing. Saat aku menyelamatkanmu, ada beberapa shifter yang di kurung saat itu. Dan dia adalah salah satunya." Jawab xing.
Mei yang mendengar hal itu menjadi sangat marah, lalu dia mendekati wanita tersebut dan mencium dahi wanita tersebut cukup lama, air matanya menetes ke wajah wanita tersebut.
"Tapi, kenapa keadaannya bisa seperti ini xing?." Tanya mei dengan suara parau.
Hatinya sakit saat dia melihat keadaan wanita tersebut.
"Kemungkinan besar, karena dia telah di siksa selama bertahun tahun hingga tubuhnya sudah tidak mampu lagi beregenerasi. Bahkan asupan darah di dalam tubuhnya sangat sedikit, dr keenan tadi mengatakan jika saja aku telat sedikit saat menolongnya mungkin dia tidak akan selamat." Jawab xing sembari melihat wanita tersebut.
Tangan mei mengepal menahan amarah. "Yixing claudrius.. Aku akan menghancurkannya sampai lenyap tidak bersisa setitik pun jejak darinya." Desis mei, matanya berkilat sangat tajam.
Xing sedikit terkejut saat melihat kemarahan yang di tunjukkan oleh mei. "Apakah ada sesuatu? Kenapa kamu terlihat sangat marah hm?." Tanya xing dengan lembut.
Mei menegok ke arah xing,terlihat jelas jika air matanya masih mengalir dengan deras. "Kamu tahu xing, dia mommy ku. Mommy Olivia Zein, dulu aku pikir dia tewas di hutan saat berburu. Bertahun bahun aku mencarinya, tapi tidak sedikit pun jejak yang aku temukan hingga membuatku putus asa. Bahkan rumah kita di tengah hutan pun juga lenyap tanpa jejak sama sekali." Jawab mei, suaranya serak menahan tangis.
__ADS_1
Xing yang mendengar itu langsung terkejut dan mendekati mei lalu memeluknya. "Stt.. Sekarang dia berada di sini, mungkin ini cara tuhan untuk mempertemukan kalian berdua. Ini sudah takdir yang di gariskan, tuhan ingin kamu menjadi wanita yang kuat dan tangguh dengan caranya sendiri." Ucap xing, dia berusaha untuk menenangkan mei.
"Tapi xing, mommy adalah satu satunya orang yang selalu berada di sampingku. Meski aku masih kecil saat itu, tapi aku masih ingat bagaimana dia berjuang untuk membesarkanku tanpa bantuan sama sekali, bagaimana cara dia selalu mendahulukan ku dari pada dirinya. Bagaimana lembuatnya dia saat berbicara kepadaku. Aku masih ingat dengan jelas." Ucap mei dengan lirih.
Dia masih ingat bagaiman dulu mommynya rela memberikan lebih banyak darah dari hasil berburunya kepadanya di bandingkan dirinya, dia juga masih ingat saat mommynya selalu memujinya saat mengepang rambutnya. Meski saat itu dia masih kecil, tapi ingatan itu tidak pernah hilang sama sekali. Hanya dengan mengingat senyum hangat mommynya dia masih mampu bertahan di tengah penderitaan saat itu, keinginan terbesarnya adalah menemukan mommynya. Meski rasa putus asa datang, dia tetap berusaha menemukannya. Mommynya adalah satu satunya harta yang dia miliki. Dia yang selalu memeluk mei, merawat mei tanpa keluhan sama sekali.
"Sakit xing.. Bertahun bertahun aku mencarinya, bahkan aku sampai putus asa xing. Dan ternyata dia di tahan oleh yixing bedebah sialan itu. 1000 rahun lebih, 1000 tahun lebih mommy berada di sana. Aku.. Ak.." Air mata mei mengalir dengan deras. Dia tidak sanggup saat harus memikirkan apa yang telah di alami mommynya. Hanya dengan memikirkan mommynya terluka saja sudah membuat hatinya sakit. Apa lagi ini, dia di siksa selama lebih dari 1000 tahun. Dia tidak tahu bagaimana mommynya bisa bertahan hingga sekarang.
Xing mengeratkan pelukannya terhadap mei. Dia sendiri juga tidak sanggup membayangkan apa yang telah di lalui oleh mommynya mei tersebut. Dia tahu bagaimana kejamnya yixing claudrius, dia sudah melihat sendiri bagaimna yixing menyuruh caesar saat menyiksa mei saat itu.
"Aku tahu, hatimu pasti sangat sakit saat mengetahui ini. Tapi kamu memiliki kesempatan untuk melenyapkannya. Sudah seharusnya yixing claudrius lenyap agar dia tidak lagi menyebar kegelapan di mana mana. Cukup dulu saja dia melakukan itu. Aku akan selalu bersamamu dalam segala hal, termasuk melenyapkannya. Dia memang kuat, tapi takdir jauh kebih kuat." Xing melepas pelukannya terhadap mei dan menghapus air matanya.
"Sekarang mommy zein sudah bersama kita. Jadi kamu sudah memiliki kembali keluargamu. Kita akan selalu bersama untuk menjaga mommy zein. Dan kamu harus kuat, tunjukkan pada yixing claudrius! Bagaimana air mata yang mengalir ini yang akan menghancurkannya. Bagimana cinta ini yang akan menghancurkannya, tidak butuh kekuatan yang besar untuk menghancurkannya. Hanya butuh tekat yang kuat dan juga keberanian agar kita mampu menghancurkannya." Ucap xing, dia menatap mei dengan lembut.
Xing yang melihat hal tersebut berusaha untuk mencegah mei. "Sayang, kamu baru sadar. Energi kamu pasti belum pulih, jangan lakukan itu oke." Ucap xing.
"Kamu juga bukankah sama. Energi kamu tinggal sedikit saat berteleportasi berkali kali, tapi kamu masih menolongku dan menolong mommy. Aku tahu, dengan berteleportasi kamu membutuhkan energi yang cukup besar. Jika kamu bisa aku juga bisa." Jawab mei enteng sembari tetap membuat rune.
"Tapi sayang.."
"Sudahlah xing, jangan banyak protes! Aku hanya ingin menolong mommy, aku ingin melihat dia sembuh dan sadar kembali. Aku sangat merindukannya." Potong mei.
__ADS_1
Xing yang mendengar itu pun hanya bisa mengela nafas dan membiarkan mei melakukan apa yang ingin dia lakukan. Lalu dia lebih memilih untuk bermeditasi agar energinya kembali pulih dengan sempurna. "Baiklah, lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Tapi, setelah ini kamu harus bermeditasi agar energi kamu kembali pulih."
Mei tersenyum dan menganggukan kepalanya. Setelah selesai mei kembali membuat rune di sekeliling mommy zein. Lalu dia mengaktifkan rune tersebut. Setelah itu mei keluar untuk mengambil wadah dan masuk kembali ke dalam segel. Dia melukai tangannya sendiri dan meneteskan darahnya ke dalam wadah hingga penuh. Setelah selesai mei memasukkan darah tersebut ke kantung infus untuk di berikan kepada mommy zein. Tak lupa mei menjilat luka di tangannya agar lukanya langsung menutup dan sembuh.
Mei lalu mengganti kantung darah yang di berikan kepada mommynya dengan katung darah yang berisi darahnya sendiri. Dia berharap mommynya cepat sembuh dengan menggunakan silver blood.
'Mom.. Cepat bangun, aku sangat merindukan mommy selama ini. Mommy pasti akan sangat bahagia saat melihatku sudah sebesar ini. Aku akan memperkenalkan mommy kepada kelurga azar, mereka kelurga baru ku mom. Pasti mereka juga sangat senang saat melihat mommy. Jadi mei mohon.. Cepat bangun..' Ucap mei dalam hati, sembari mencium dahi mommynya cukup lama dengan air mata yang menetes dari matanya.
"I Love You Mom." Gumam mei.
Kemudian dia keluar dari segel tersebut dan duduk di samping xing untuk bermeditasi. "Terimakasih xing.. Kamu sudah menolong mommy ku."
Xing membuka matanya dan menatap mei dengan senyuman di wajahnya, dia mencium dahi mei sebentar. "Aku akan melakukan apa pun yang akan membuat mu bahagia."
Kemudian mereka berdua bermeditasi agar energi mereka kembali pulih seperti semula. Mereka berdua tahu karena mereka akan sangat membutuhkan energi yang besar seberntar lagi.
***
Bab baru telah di buat~
Maaf ya upnya masih berantakan, semangatnya masih belum ada ini😆😆 Maklum masih masa penyembuhan belum fit bener.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya buat otor satu ini😘😘