
Mereka semua duduk di tempat masing masing dan terpaksa meminum air putih yang di sajikan oleh mei.
"Mei mei, kenapa bisa seluruh keluargamu bisa tewas seperti itu?." Tanya mei penasaran, dia takut jika keluarganya sengaja di bantai oleh seseorang.
Dia masih teringat dengan apa yang di lakukannya terhadap keluarga song. Sampai sekarang dia masih sangat merasa bersalah, meski daddynya sudah membantunya melacak mereka semua. Saat itu dia sangat berharap jika mereka bereinkarnasi di masa yang sama dengannya agar bisa menebus seluruh kesalahannya.
Meski tak semua anggota klan song yang di temukannya tapi mei tetap bersyukur dia masih bisa di beri kesempatan untuk menebus sedikit dari dosa dosanya di masa lalu.
'Aku sangat bersyukur tuhan masih mengasihani jiwa yang penuh dosa sepertiku.' Batin mei.
Zuu yang mendapatkan pertanyaan itu pun langsung merasa sedih saat harus mengingat kembali apa yang telah terjadi terhadap keluarganya. Dia terkadang sangat berharap jika dia tidak memiliki ingatan eidetik. Itu sangat membuatnya tersiksa, dia seperti baru melihat seluruh peristiwa tersebut beberapa menit yang lalu jika harus kembali mengingatnya.
Mereka semua yang melihat mei dan zuu justru malah tengelam dalam pikiran masing masing pun hanya bisa terdiam. Mereka tahu jika ini akan sangat menyakitkan jika harus di ingat, masa lalu mereka berdua sendiri sudah sangat tidak baik.
Meski yang mereka pikirkan tentang apa yang telah terjadi kepada keluarga zuu saat ini masih sebatas asumsi dan belum terbukti. Tapi mereka sangat yakin dengan apa yang terjadi sesuai dengan pemikiran mereka selama ini.
Sedangkan xing yang tidak mengetahui apa yang terjadi pun hanya bisa menatap mereka berdua dengan heran.
'Kenapa ini? Kok seperti menjadi sangat sedih.' Batin xing bingung.
"Ada apa?." Tanya xing, memecah keheningan.
"Tidak apa apa, aku hanya takut apa yang aku pikirkan selama ini memang benar." Jawab mei sedih.
Xing yang melihat mei menjadi sedih pun langsung memeluknya berharap agar dia bisa meredakan sedikit kesedihan yang di milikinya.
"Aku tahu kamu adalah gadis yang sangat kuat. Kamu bahkan lebih kuat dariku, kamu memiliki orang orang yang sangat menyayangimu. Jadi, jika kamu merasa sedih atau resah kamu harus bisa menceritakan kepada kita.Tidak akan baik hasilnya jika kamu hanya memendamnya seorang diri." Bisik xing, mencoba menenagkan mei.
Mei mengeratkan pelukaannya terhadap xing. Jujur saja dia belum sanggup jika harua mendengarnya. Meski dia tidak melakukannya, tapi rasa bersalah itu akan tetap ada seumur hidupnya.
Tiba tiba felix datang dan mengejutkan mereka semua.
"Kamu mei mei kucing yang di selamatkan oleh mei." Ucap felix tiba tiba tanpa permisi terlebih dahulu.
"Emm.. kok aneh ya, mei mei di selamatkan oleh mei. Mei mei sama mei" Gumam felix.
"Woi.. Kalau masuk rumah orang itu ketuk dulu pintunya. Ini main asal nyelonong langsung ngegas gak pakek rem." Ucap viagra ketus.
Felix yang mendengarnya pun hanya bisa meringis saja. "Hehe, maaf. Aku hanya penasaran saat tadi mei bilang jika mei mei sudah berubah menjadi manusia. Makanya aku langsung melesat kesini." Kekeh felix.
Zuu yang melihat felix pun reflex membungkukan badannya. "Salam tuan zurich, suatu kehormatan bagi saya bisa melihat anda secara langsung." Ucap zuu dengan sopannya.
Dia sangat senang bisa bertemu dengan pewaris tahta dari klan zurich. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan menurutnya.
'Mimpi apa aku bisa kenal dengan orang orang dari klan yang sangat di hormati.' Pikir zuu senang.
Viagra yang mendengar apa yang di pikirkan oleh zuu hanya bisa terkekeh geli.
__ADS_1
'Suasananya bisa tiba tiba langsung berubah gini.' Batin viagra geli.
"Kamu mengenalku?." Tanya felix senang. Dia tidak menyangka jika zuu yang masih anak anak saja sampai mengenalnya.
"Tentu saja saya mengenal anda. Anda adalah pewaris tahta dari klan zurich bagaimana saya tidak mengenalnya. Klan anda adalah salah satu klan yang paling di hormati bagi kita seluruh ras kucing."Jawab zuu dengan sangat cepat bagai seorang rapper.
Felix yang melihat zuu langsung menjawab pertanyaannya drngan cepat pun langsung tercengang.
'Dia punya bakat ngerap ternyata.' Batin felix takjub.
"Tidak perlu formal seperti itu. Kamu bisa memanggilku felix seperti biasa mereka memanggilku." Ucap felix dan tersenyum dengan cerah.
Zuu tersenyum malu saat melihat senyum cerah dari felix.
'Senyumnya membuatnya semakin tampan saja.' Jerit zuu di dalam hati.
"Baiklah kak felix. Saya sangat merasa terhormat bisa mengenal anda." Ucap mei kikuk hingga tanpa sadar dia berbicara secara formal lagi.
"Ishh.. Sudah aku bilang tidak usah terlalu formal begini. Tapi yasudah mungkin kamu belum terbiasa." Ucap felix gemas.
"Emmm nama kamu siapa?."
"Namaku Zurica Jovovic, kakak bisa memanggilku zuu atau mei mei juga tidak apa apa kok." Jawab zuu.
"Nama kamu sangat serasi ya dengan namaku."
Zuu yang mendengar itu mukanya langsung memerah.
"Ishh.. Momm, aku tidak akan menikah dengan kak felix." Protes zuu,
"Mommy." beo felix saat mendengar panggilan zuu untuk mei.
"Upss... Hehe maaf keceplosan. Lupa, mei." Zuu langsung sadar jika dia kelepasan memanggil mei mommy.
"Tidak apa apa. Kamu kan belum terbiasa nanti setelah terbiasa kamu akan memanggilku mei terus haha." Ucap mei, dia memakluminya.
"Emm.. Zuu, bisakah aku bertanya sesuatu?." Tanya felix serius.
Sontak saja mereka semua langsung menjadi serius saat mendengar nada suara dari felix yang juga serius.
Zuu hanya menganggukan kepalanya saja. Meski jantungnya sangat berdebar dan sedikit gelisah saat menunggu pertanyaan yang akan di lontarkan oleh felix.
"Apa yang terjadi dengan keluarga kamu. Aku tidak ingin berasumsi yang kurang baik, banyak desas desus mengenai hilangnya seluruh anggota dari klan jovovic. Saat saya mendengar penuturan dari mei, aku hanya berasumsi karena itu terlalu buruk untuk di pikirkan dan di bayangkan." Ucap felix dengan lembut tetapi tetap serius.
Deg
Zuu yang mendapat pertanyaan itu pun semakin gelisah dan ketakutan.
__ADS_1
Mereka yang melihat hal itu berusaha untuk membuatnya tenang dan tidak takut. "Zuu, kita akan membantu kamu. Kamu tidak perlu takut dengan apa yang telah terjadi, kamu juga bisa pelan pelan saat memberitahu kita." Ucap mei dengan lembut.
Zuu langsung duduk ke kursi dan berusaha untuk menenangkan perasaannya yang kacau balau saat harus kembali mengingat kejadian saat itu. Dia berusaha untuk tidak menangis dan menjadi kuat.
'Kamu kuat, kamu memiliki mereka yang akan melindungimu. Kamu tidak boleh takut.' Ucap zuu dalam hati, mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.
Setelah hening beberapa saat zuu mulai berbicara dengan suara yang bergetar.
"Saat itu aku masih sangat kecil. Aku dan saudara ku sangat suka berjalan jalan. Bahkan terkadang kita berjalan jalan ke tempat yang sangat jauh yang akan berakhir dengan kita di omeli oleh mommy dan daddy." Ucap zuu di sertai tawa yang hambar.
Mereka semua hanya diam dan tetap mendengarkan cerita dari zuu. Mereka mendengarkan dengan serius dan sabar.
"Suatu ketika, kita berjalan sampai ke hutan di dekat bekas wilayah klan claudrius. Kita saat itu tidak sengaja memasuki segel. Dan kita melihat seorang laki laki yang bernama caesar, dia tengah berbicara dengan seseorang. Tapi di sana kita hanya melihat ada asap tebal yang membumbung tinggi..Rupanya asap itu kata kakaku adalah yixing claudrius, pemimpin dari clan caludrius." Zuu menjeda ceritanya saat melihat mei yang seperti sangat shok saat mendengar nama yixing claudrius.
Mei terkesiap saat mendengar hal itu, dia tidak menyangka jika yixing claudrius masih hidup.
"Yi..Yixing claudrius.. Dia masih hidup." Ucap mei terbata bata. Matanya tiba tiba kosong saat harus kembali mengingat siapa dia dan bagaimana dia memanfaatkannya.
Xing yang melihat mei sangat shok pun memeluk mei dan menenagkannya.
"Sttt.. Its ok. Aku akan menjagamu, kamu punya orang orang yang akan selau melindungimu kapan pun. Tenang ok.." Bisik xing lembut.
"Ada apa dengan yixing claudrius. Mengapa mei sangat terlihat shok saat mendengar hal itu?." Tanya zuu antara bingung dan penasaran.
"Dia dulu adalah ayah kandung mei di kehidupannya terdahulu, tapi dia memanfaatkan mei." Jawab jennie.
Zuu yang mendengar itu merasa terkejut dan mengutuk yixing.
"Jahat sekali." Gumam zuu, dia tidak habis fikir bagaimana bisa seorang ayah yang tega melakukan itu kepada anaknya.
Mereka semua hanya terdiam dan berusaha untuk menenagkan batin masing masing yang masih berkecamuk.
"Apakah karena itu, yixing menyuruh seseorang untuk membantai keluargamu." Tanya felix tiba tiba.
Hati zuu kembali sedih dan sakit saat mengingatnya. "Saat itu kita mendengar jika dia sangat membutuhkan silver blood untuk membangkitkan jiwa serta raga dan kekuatannya yang telah melemah. Dia juga ingin kembali membalas dendam kepada mereka yang telah membuatnya seperti itu. Saat itu kita semua sangat terkejut sehingga membuat kita ketahuan dan kita langsung melarikan diri.. Hingga.. hiksss.. hingga.. Mereka membantai keluargaku karena mereka ingin melindungiku dan kakak kakak ku. Bahkan kakakku menjadikan dirinya sebagai tameng agar aku bisa tetap hidup hikss.. Mereka sangat jahat, jahat.. Mereka..."
Zuu tidak sanggup lagi melanjutkannya dadanya sangat sesak saat mengingat hal itu.
Felix yang merasa jika suasananya semakin berat pun memilih untuk mendekati zuu dan memeluknya. Dia sangat sakit saat melihat air mata yang mengalir dari mata zuu, hatinya juga akan sakit saat harus kembali mengingat hal yang semenyakitkan dan semengerikan itu.
"Sstt.. Sudah, semuanya akan baik baik saja. Aku akan melindungimu, kita akan melindungimu. Terkadang tuhan memberi kita ujian yang sangat berat agar kita menjadi lebih baik. Agar kita menjadi lebih tangguh, dan kamu sanggup menanggungnya dan kamu menjadi kuat. Lihat, kamu masih hindup sampai sekarang Itu artinya tuhan ingin kamu menjadi pengingat bagi kita semua agar kita tetap waspada." Ucap felix, dia mencoba untuk memberi dia semangat dan membuatnya mengerti jika itu semua sudah takdir tuhan.
Dia tidak ingin jika nantinya zuu akan menyalahkan dirinya sendiri. Dia tidak ingin zuu menanggung penderitaan seorang diri, sedangkan dia memiliki seseorang yang bisa di percayai dan akan selalu mendukungnya.
***
Bab baru telah di buat~
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘