
Di lain tempat di sebuah rumah, livia telah sadar dari pingsannya. Dia tampak sangat marah, "Sial, sial, sial, ini semua karena mei sialan itu. Jika dia tidak memiliki silver blood maka semua ini tidak akan terjadi. Gara gara dia jantungku tidak lagi berdetak."
Livia sangat marah hingga dia memecahkan kaca yang di gunakan untuk bercermin.
Prangg
"Aku akan membuatmu menderita mei, aku tidak akan membiarkanmu bahagia sama sekali. Lihat saja apa yang akan ku lakukan kepadamu nanti." Desis livia, dia melempar seluruh barang yang ada di rumahnya.
Keadaan livia saat ini sangat berbeda, wajahnya tampak sangat pucat. Dengan detak jantungnya yang berhenti maka livia akan membutuhkan asupan darah dua kali lipat dari biasanya.
"Jika sudah begini, aku akan sangat membutuhkan darah. Gadis itu benar benar pembawa sial." Livia terus saja mengutuk mei dengan kata kata yang kasar.
Arghhh
"Aku akan membuatmu lebih menderita dari apa yang aku rasakan mei." Teriak livia.
***
Xing membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah mei yang terus saja memandanginya.
"Kamu sudah sadar, mana yang sakit.Aa Aku akan memanggil dokter karina terlebih dahulu." Xing menanyakan keadaan mei dengan raut wajah yang sangat khawatir, kemudian xing akan pergi keluar tapi tangannya di cekal oleh mei.
"Aku baik baik saja. Kamu tetap di sini." Ucap mei dengan lemah.
"Tapi.."
"Aku ingin kamu di sini xing.."Potong mei dengan cepat.
Xing hanya bisa menghela nafasnya, dan kembali duduk di samping mei.
"Xing, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa aku bisa sampai seperti ini?." Tanya mei dengan lirih.
"Kamu terkena panah di bahu kamu, panah itu telah di beri rune pembakar jantung dan juga racun pembunuh serigala. Maka dari itu kamu langsung tidak sadarkan diri."
Mei yang mendengar hal tersebut pun hanya mengkreyitkan dahinya, " Lalu bagaimana aku bisa pulih seperti ini, bukankah yang bisa menyembuhkan ini semua adalah menggunakan air suci dari mata air yang di miliki bangsa pixie di puncak gunung himalaya, dan untuk kesana pun sangat berbahaya xing." Mei menanyakan serentetan pertanyaan.Dia sangat bingung dengan keadaannya saat ini.
Xing memegang wajah mei dengan kedua tangannya, "Itu karena aku dan kak sean, pergi ke gunung himalaya bersama sama. Memang berat, tapi aku akan melakukan apa saja agar kamu sembuh." Jawab xing dengan lembut.
Dan kemudian xing mencium dahi mei sedikit lama, "Aku akan melakukan apa pun untukmu, meski pun itu membahayakan nyawaku. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi bahaya apa pun, aku berjanji." Gumam xing dengan sangat lirih.
'Perhatian kamu membuat hatiku sangat sakit xing.' Batin mei dengan sendu.
"Tapiii itu sang.."
"Aku akan melakukan apa pun untuk mu." Potong xing dengan cepat, dia sangat mengetahui apa yang akan di katakan oleh mei.
"Ekhemm.."
Mei dan xing yang mendengar deheman pun langsung menoleh ke arah pintu, tampak sean yang berdiri menjulang di depan pintu.
__ADS_1
"Kalian pagi pagi sudah pacaran saja." Goda sean.
"Kakak.." Teriak mei, dia sangat malu saat ketahuan oleh kakaknya.
"Kenapa muka kamu merah seperti itu, kalian lanjutkan saja pacarannya. Kakak tidak akan menganggu kalian, kakak hanya akan duduk di sini sembari membaca buku." Ucap sean acuh tak acuh.
'Malah jadi nyamuk lah.' Batin xing dengan kesal.
Sean yang melihat wajah xing yang tampak sekali menahan kesal pun sangat senang. "Wajahnya di kondisikan." Ledek sean.
"Ishhhh kakak, kalau kamu ke sini hanya untuk menggoda kita lebih baik kakak tidak usah di sini saja." Rutuk mei dengan kesal.
"Ohhh.. kamu ngusir kakak gitu." Jawab sean dengan tajam.
"Buk.. bukan begitu, habisnya kakak nyebelin banget." Ucap mei dengan gugup.
'kok serem ya mukanya.' batin mei bergidik ngeri.
"Sudahlah sean, kamu itu sukanya menggoda adik kamu terus. Dia itu lagi masa pemulihan, bukannya di tanya keadaannya bagaimana atau di bawakan makanan tapi malah ngodain, bagaiman sih." ucap mommy angela saat melihat putranya menggoda mei habis habisan.
"Iya nih lihat mom,dia itu sudah tua tapi masih saja kayak anak kecil tingkahnya." Sahut mei menyindir sean.
"Apaaaa.." Teriak sean tidak terima
"Seaann.." Julius memanggil sean dengan nada yang mengacam.
"Iya dad, tidak akan menggoda adik kecil lagi." Ucap sean dengan tidak niat.
Sean menatap mei dengan tajam, mei yang di tatap dengan tajam pun hanya menjulurkan lidahnya.
Wlekkk
'Dasar adik kurang asem.' rutuk sean dalam hati.
"Mei, bagaimana keadaan kamu. Apakah masih ada yang sakit." Tanya mommy angela dengan cemas.
"Aku baik baik mom, badan ku hanya sedikit sakit saja mom." Jawab mei dan tersenyum.
"Kalau begitu kamu makan dulu ya, mommy suapin." Ucap mommy angela sembari menyendokan bubur yang ada di tangannya dan memberikan kepada mei.
Mei pun dengan senang hati memakan bubur yang di berikan oleh mommynya dengan lahap.
Xing yang melihat pemandangan itu pun sangat senang, 'Di kehidupan ini, kamu memiliki keluarga yang sangat mencintai kamu. Aku sangat bahagia melihatmu bisa se senang ini.'
"Mom, jennie dan viagra mana?." Tanya mei, sedari tadi dia tidak melihat mereka berdua.
"Dia sedang istirahat sayang, jennie, viagra dan penjaga yang daddy kamu suruh untuk menjaga kamu juga ikut terkena rune pembakar jantung, dan satu shifter kucing dia juga terkena rune pembakar jantung." Jawab mommy angela, memberi tahu keadaan mereka semua.
"Bagaimana bisa." Tanya mei dengan sedih.
__ADS_1
"Karena kamu memiliki silver blood, rune yang mengenai tubuh kamu juga ikut berbalik dan terkena seluruh mahkluk supranatural yang ada di hutan tersebut."
Mei sangat terkejut mendengar berita tersebut, "Lalu bagaimana keadaan mereka semua mom?." tanya mei dengan khawatir.
"Mereka semua baik baik saja sayang, kamu tidak perlu khawatir." Ucap mommy angela, menenagkan mei.
"Hiksss... hiksss.. ini semua salahku, kalau aku tidak memiliki silver blood maka mereka akan baik baik baik saja mom." Ucap mei dengan sesengukan. Dia sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada mereka semua.
"Ehh.. kok nangis sih sayang, mereka sudah baik baik saja. Lihat saja sebentar lagi mereka akan ke sini untuk bercanda lagi dengan kamu. Udah ya jangan nangis lagi."
"iya mom.." Mei gusap ingusnya dengan tangannya.
'Dia kok bisa sangat mengemaskan sekali sih.' Batin xing dengan gemas saat melihat mei menangis.
"Dek, yang elit sedikit dong nangisnya." Celetuk sean saat meĺihat adiknya mengusap ingusnya.
Xing yang mendengar celetukan sean pun merasa tersinggung, "Dia mengemaskan kok, lagi pula nangis elit itu kayak gimana?." Sewot xing.
"Ishh.. ikut ikut aja sih kamu, mau modus bilang aja." Sahut sean tak kalah sewot.
"Tadi saya sudah modusin dia tapi ada jin yang tidak di undang tiba tiba masuk, merusak momen." Sarkas xing.
Sean yang mendengar itu pun jadi emosi sendiri, "Kkkamu.. awas ya.."
"Apaa.." Tantang xing.
'Ishh mereka kayak anak kecil saja sih, dan apa apan xing itu. Di kampus dia sangat dingin bahkan di takuti oleh banyak orang, lah ini kayak bocah.' Batin mei antara kesal dan juga heran.
"Kalian ini kayak anak kecil saja, ganggu orang yang lagi sakit." Potong julius.
Sontak saja mereka berdua langsung diam.
"Huft.. sayang, kamu mulai sekarang harus lebih berhati hati. Karena kejadian itu, banyak yang sudah mengetahui jika pemilik silver blood telah lahir. Untungnya xing langsung membawa kamu ke klan azar, telat sedikit saja maka sudah di pastikan mereka semua akan tahu jika kamu adalah pemilik dari silver blood." Julius memperingatkan agar mei lebih berhati hati lagi.
Mei menatap xing sebentar lalu kembali menatap daddynya, "Baik daddy, aku akan lebih berhati hati lagi."
"Dan kamu xing, kamu harus benar benar menjaga anak saya, awas jika sampai terluka."
"Saya akan menjaganya dengan jiwa dan juga raga saya tuan." Jawab xing dengan tegas.
'Cihh jiwa dan raga apaan.' Sewot sean dalam hati.
"Bagus."
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘
__ADS_1