
Di lain sisi xing hanya bisa memandang mei dengan sendu. Ingin sekali dia memeluk mei-nya tapi dia tidak bisa karena segel yang di pasang di sekeliling tempat tidur mei.
'Kenapa harus kamu yang merasakan ini semua. Kenapa bukan aku yang mereka jadikan target. Aku tidak sanggup jika harua melihatmu seperti ini. Aku sudah berjanji kepada daddy kamu untuk melindungimu tapi apa.. Aku bahkan tidak bisa melindungimu sama sekali.' Batin xing berkecamuk dia sangat merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi kepada mei.
"Aku memang bodoh. Harusnya aku bisa melindungimu." Gumam xing, dia terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
Xing hanya bisa memandang mei dengan nanar. Hingga xing memutuskan untuk istirahat dengan cara bermeditasi.
'Aku akan kuat agar selalu bisa menemanimu.' Batin xing dengan penuh tekat.
***
Sedangkan livia yang saat itu mencari keberadaan xing dan juga mei di rumah xing pun tidak menemukannya. Hingga dia memutuskan untuk mencari mereka berdua di seluruh wilayah itu dan dia melihat ada sebuah mobil yang sangat mirip dengan mobil milik xing.
Dia mengintai mobil itu dari jauh. Hingga dia mendengar teriakan dari mei.
"Ternyata orang itu tidak berbohong. Gadis sialan itu benar benar menjadi gila." Gumam livia dengan senang saat melihat mei yang berteriak histeris.
'Ini baru permulaan gadis sialan.' Livia menyeringai saat melihat keadaan mei.
Kemudian livia melesat untuk menemui pria tadi. Dia memutuskan untuk menerima kesepakatan yang di tawarkan oleh pria itu.
Hingga tak lama kemudian dia sampai di hutan tersebut. Dan pria itu masih saja menunggunya.
"Bagaimana, saya tidak bohong bukan." Ucap caesar.
"Ya, anda benar. Dia menjadi gila seperti yang anda bilang tadi." Jawab livia dengan senangnya.
Caesar menyeringai saat melihat livia yang terlihat sangat senang, itu artinya dia akan menerima kesepakatan yang dia tawarkan.
"Lalu apakah anda menerima kesepakatan yang saya tawarkan." Tanya caesar.
"Oke. Saya akan menerima tawaran anda, tapi anda harus membuat mei terus menderita. Aku tidak rela jika harus melihatnya bahagia sedikit pun." Jawab livia dengan tajam.
"Itu sangat mudah. Asalkan anda bisa mendapatkan hal yang sangat saya inginkan." Ucap caesar dengan serius.
"Apa yang anda inginkan, saya akan memberikannya. Asal mei bisa menderita."
Caesar kembali menyeringai. "Saya ingin kamu mencari pemilik silver blood dan tangkap dia."
"Itu sangat mudah. Secepatnya saya akan membawanya di hadapan anda." Ucap livia acuh tak acuh.
__ADS_1
Caesar sangat terkejut saat livia menyanggupi permintaannya dengan begitu mudahnya.
"Anda tidak keberatan sama sekali." Tanya caesar dengan heran.
"Tidak. Anda ingin memanfaatkan darahnya. Bukankah itu hal yang sangat susah." Tanya livia balik. Livia benar benar penasaran. Karena dia tahu jika silver blood sangat susah untuk bisa di manfaatkan tanpa harus mencelakai diri sendiri.
"Saya sudah menunggunya selama beratus ratus tahun yang lalu. Selama lebih dari 300 tahun saya telah meneliti berbagai cara untuk memanfaatkan silver blood tanpa harus celaka." Jawab caesar.
"Siapa anda sebenarnya." Tanya livia dengan dingin, dia mulai waspada. Dia merasa jika dia adalah seseorang yang sangat berbahaya.
'Bagaimana bisa. Pengetahuannya terlalu luas.' Batin livia curiga.
"Saya hanya seseorang yang sangat membutuhkan silver blood. Anda tahu sendiri jika silver blood sangat di inginkan oleh banyak orang, termasuk saya. Saya tidak akan pernah menyia nyiakan kesepatan yang ada. Saya pasti akan mendapatkan apa pun yang saya inginkan dengan bantuan orang lain atau tanpa bantuan orang lain." Jawab caesar dingin dengan mata yang berkilat tajam.
"Terserahlah. Itu urusan anda, asalkan dia bisa lenyap dari muka bumi ini. Saya tidak akan peduli dengan urusan orang lain. Asal itu tidak merugikan saya maka saya akan dengan mudah memberi apa yang anda mau. Tapi jika sebaliknya, saya akan menghabisi anda." Acam livia dengan serius.
"Anda tidak menginginkan silver blood." Tanya caesar, dia benar benar sangat heran karena masih ada orang yang tidak menginginkan kekuatan dari silver blood.
"Saya tidak membutuhkannya. Yang saya butuhkan adalah cara untuk membuat mei menderita dan dia menghilang dari kehidupan xing selama lamanya." Sarkas livia.
'Menarik.' Batin caesar.
"Itu tidak masalah." Jawab livia acuh tak acuh.
"Bagus. Jika anda sudah mendapatkannya anda harus membawanya ke reruntuhan kastil klan claudrius." Ucap caesar.
"Clan claudrius. Untuk apa saya membawanya ke sana." Tanya livia bingung sekaligus heran sendiri.
'Bukankah klan itu sudah hancur.' Batin livia.
"Benarkah. Kalau begitu anda harus menggunakan gelang ini saat memasuki kastil tersebut." Ucap caesar sembari memberikan gelang yang berwarna emas dan di hiasi dengan batu permata.
"Ini.."
"Itu adalah gelang yang berisi segel. Dengan begitu anda bisa memasuki wilayah tersebut tanpa terkena mantra ilusi." Potong caesar.
"Ohh.. Baiklah, saya akan membawa pemilik dari silver blood kepada anda."
"Saya akan menunggunya dengan sabar. Saya pernah ceroboh satu kali dan saya tidak akan pernah mengulanginya." Ucap caesar.
Livia hanya bisa memandang caesar dengan bingung karena dia sama sekali tidak mengetahui apa maksud dari perkataannya.
__ADS_1
"Terserahlah. Kalu begitu saya akan pergi terlebih dahulu."
Tanpa menunggu jawaban dari caesar livia langsung melesat meninggalkannya.
Sedangkan caesar hanya mendengus saat melihat kelakuan livia.
"Hahh.."
Caesar pun juga langsung melesat meninggalkan tempat tersebut.
***
"Tuan, saya akan segera membawakan anda pemilik dari silver blood. Anda akan segera pulih, dan saat anda berhasil pulih nanti. Kita akan membalas seluruh perbuatan mereka semua kepada kita." Ucap seorang pria dengan penuh dendam, matanya berkilat dengan tajam.
Pria itu tengah berlutut di depan sebuah asap yang berwarna hitam pekat, yang merupakan jelmaan dari seseorang. Jiwa orang tersebut tidak lengkap dan tubuhnya pun sudah hancur menjadi abu.
Maka dari itu dia hanya bisa mempertahankan wujudnya menjadi asap.
"Apa kah dia sudah lahir. Dan kapan kamu akan mendapatkannya. Aku ingin cepat cepat memiliki tubuh dan aku ingin jiwaku kembali lengkap." Ucap asap tersebut.
"Tuan harus bisa bersabar. Kita tidak bisa dengan mudah untuk mendapatkannya, walau pun kita semua sudah mengetahui jika pemilik dari silver blood telah lahir. Tapi masih belum ada yang mengetahui identitas dari pemilik silver blood." Ucap pria tersebut.
"Aku tahu. Aku hanya ingin segera memiliki kembali kekuatanku. Selain itu, dengan memiliki kekuatan dari silver blood kita akan dengan mudah menghabisi musuh musuh kita." Ucap asap tersebut.
"Tapi tuan.. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan dari silver blood. Kita harus membuat rencana agar kita bisa lebih waspada dalam menghadapi sesuatu yang buruk nantinya. Saya tidak ingin kecerobohan kita justru akan menghancurkan kita, seperti kejadian 300 tahun yang lalu." Ucap pria tersebut.
"Kamu benar caesar. Kita tidak boleh bertindak gegabah seperti dahulu. Kita harus merencanakan rencana yang matang sebelum kita membalalas mereka semua. Selain itu, kita juga harus memiliki kekuatan cadangan. Kita tidak boleh tergantung dengan silver blood." Ucap asap tersebut.
Pdia tersebut adalah caesar. Pria yang sama yang memberi tawaran kepada livia. Dia merupakan penasihat pribadi dari Yixing Claudrius. Dia sangat membutuhkan silver blood untuk membangkitkan tubuh dan juga menyempurnakan jiwa yixing yang terpecah akibat dari ulah para pemburu 300 tahun yang lalu.
Tidak ada yang tahu jika klan claudrius kembali bangkit di atas puing puing kastil klan claudrius. Mereka hanya melihat jika kastil tersebut kososng tanpa penguni. Padahal itu hanya ilusi dari segel yang mereka pasang di wilayah tersebut.
Selama bertahun tahun mereka telah merencanakan untuk membalaskan dedam terhadap para pemburu dan ingin kembali menguasai mahkluk supranatural.
Mereka hanya menunggu kebangkitan dari pemimpin mereka yang saat ini hanya bisa mempertahankan bentuk sebagai asap yang berwarna hitam pekat. Mereka menunggu yixing claudrius untuk segera bangkit dan memimpin kembali klan caludrius.
***
Bab baru telah di buat~
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘
__ADS_1