
Setelah selesai makan daging dan mengobrol mereka memutuskan untuk pulang ke mansion azar. Mei memaksa xing untuk pulang ke mansion karena xing harus mendapatkan hukuman dari daddynya.
'Nasib, kenapa aku juga ikut dapat hukuman sih.' Batin xing.
Selama di perjalanan tampak suasananya sangat sunyi karena mereka tidak berbicara sepatah kata pun. Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.
'Hahaha.. Rasain, emang enak kena juga kamu. Siapa suruh mau ngerjain aku, langsung kena karma instan kan.' Batin mei senang.
Dia tahu jika xing tidak bicara karena tengah memikirkan hukuman apa yang akan di beri daddy-nya kepadanya. Terlihat jelas dari detak jantungnya yang berpacu dengan cepat, mei dapat mendengarnya dengan jelas.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan mansion, tampak terlihat dengan jelas jika daddynya tengah berdiri tegap menunggu mereka berdua atau mungkin lebih tepatnya adalah xing.
Julius menatap tajam xing hingga membuat xing merinding. Xing menelan salivanya kasar saat melihat tatapan tersebut. Dia hanya bisa berdiri termangu di samping motornya.
'Kok serem banget sih, kalo aja ada mommy angela mungkin tidak akan seseram ini. Matilah kau xing.' Batin xing bergidik ngeri.
"Daddyyy..." Teriak mei, mei langsung berlari dan memeluk daddy-nya.
"Daddy kenapa terlihat sangat marah?."Tanya mei, berpura-pura tidak tahu apa yang membuat daddy-nya marah seperti itu.
'Pura-pura polos segala sih, sok gak tahu.' Batin xing kesal karena melihat mei yang malah sok-sokan polos.
Julius menatap mei dengan tatapan lembutnya. "Kamu pasti tahu kenapa daddy seperti ini sayang, tidak perlu sok polos seperti itu." Ucap julius dingin.
"Tapi aku tidak bersalah dad, itu semua salah xing." Rengek mei, sembari menunjuk ke arah xing.
Xing menatap mei dengan tajam. "Saya.."
"Jangan menatap putriku seperti itu! Kamu ke sini, kamu pikir saya tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan hmm.. Jangan terlalu pede kamu, kamu akan mendapatkan hukuman." Ucap julius dengan suara rendahnya, memotong ucapan xing.
Xing berjalan ke arah julius dengan kaku. Tubuhnya terasa tegang karena ancaman dari julius
'Mati aku, aihhh.. Kenapa aku tidak sabaran sih, sudah di utimatum tapi tetep kebablasan juga.' Rutuk xing dalam hati.
Mei terkikik kecil saat melihat xing yang berjalan dengan kaku, persis seperti robot. Dia sangat puas saat melihat ekspresi tegang yang di tunjukkan oleh xing, setidaknya daddy-nya dapat membalas rasa kesalnya kepada xing. Jadi dia tidak perlu repot-repot memikirkan cara untuk membalas xing.
'Rejeki memang tidak kemana. Hahaha.. Mukanya tegang banget kayak robot aja.' Ucap mei dalam hati.
__ADS_1
'Dia pasti senang sekali melihatku terintimidasi seperti ini.' Batin xing kesal saat melihat mei yang malah terkikik.
"Dad, aku mohon jangan menghukumku. Aku hanya kebablasan dikit kok, dia terlalu menggemaskan dan imut." Ucap xing dengan wajah melasnya.
Rahang julius mengeras menahan kesal kepada xing. Dia langsung menjewer telinga xing karena dia sendiri sudah sangat gemas dengan xing.
"Awww.. Dad, lepas awww.. Sakit dad.." Pekik xing, kesakitan karena di jewer oleh julius dengan keras.
"Bwhahhaaa.. Hahahaha.." Mei tertawa terpingkal-pingkal saat melihat xing di jewer oleh daddynya.
Dia tidak menyangka jika daddynya malah menjewer xing persis seperti anak kecil.
"Sayang, kenapa kamu malah tertawa. Bilang sama daddy untuk melepaskannya, sakit ini. Bisa putua nanti telingaku." Protes xing saat melihat mei malah tertawa.
"Tidak usah sok melas kamu, ikuti saya! Saya sudah menyiapkan hukuman untuk kamu." Julius berjalan masuk ke dalam mansion, masih dengan tangan yang menjewer xing.
"Dasar anak muda jaman sekarang, tidak bisa menahan nafsu. Padahal saya dulu mau menyentuh tangan angela saja tidak berani. Cihh, jaman sekarang edan bener." Gerutu julius.
'Malu-maluin, aku sudah seperti anak kecil saja di jewer seperti ini. Mana banyak yang melihat lagi. Lagi pula daddy aja yang kuno.' Batin xing merana, meratapi nasibnya sendiri.
'Apa ini maksud daddy dengan menghukum xing. Xing di suruh membersihkan seluruh mansion gitu.. Bwahahah.. Daddy alastor dan mommy alice harus melihat ini nih.' Batin mei bersorak senang.
"Hah.. Kenapa berantakan sekali dad mansionnya?." Tanya xing, dia sangat tercengang saat melihat keadaan seluruh mansion yang sangat berantakan sekali, sudah seperti kapal pecah.
Julius menyeringai. "Ini hukuman kamu, kamu harus membersihkan seluruh mansion ini sendirian. Sendirian.." Ucap julius dengan penuh penekanan.
Wajah xing langsung pucat pasi saat mendengar apa yang di katakan oleh calon mertuanya tersebut. Dia tidak menyangka akan di hukum untuk membersihkan mansion.
'Apa tidak ada hukuman yang jauh lebih elegan begitu.'
"Dad.. Apa tidak ada hukuman lain? Mungkin sparing dengan daddy gitu." Tanya xing yang merasa keberatan dengan hukuman yang di berikan oleh julius. Dia mencoba bernegosiasi dengan julius.
Julius menyeringai, menatap xing dengan tajam. "Tidak ada, saya tidak ingin buang-buang tenaga denganmu. Yang mendapatkan hukuman kamu tapi masa saya juga harus ikut lelah karena sparing denganmu."
"Sudah sayang, kamu harus gentle man dong. Seorang xing aladric masa tidak mau menerima hukuman. Pake nego segala lagi, payah." Ledek mei, perasaannya sangat membucah karena melihat xing yang terlihat kesal.
"Kenapa kamu malah senang sihh.. Kamu juga menikmatinya bukan." Protes xing.
__ADS_1
"Menikmati apaan. Aku terlalu terkejut ya, jadi aku tidak menikmatinya. Kamu tidak melihat wajah ku yang tegang tadi hmm.." Sanggah mei.
'Walau sekilas saja tapi sangat terasa manisnya sih.. Tapi ya gengsi kalau harus bilang menikmati. Maaf xing aku tidak jujur, demi mengerjaimu balik aku terpaksa berbohong sedikit.' Batin mei.
'Dasar drama queen, dia pasti berbohong demi balas dendamnya. Ok, tidak masalah. Bukankah kamu akan jauh lebih menderita dariku, aku yang menang tantangan bukan.' Batin xing.
Mereka berdua saling menatap dengan tajam seakan-akan tengah melampiaskan seluruh kekesalan melalui tatapan masing-masing.
Julius menghela nafas saat melihat tatapan penuh emosi dari keduanya. Julius mendekati xing, memberikan apron dan memerintahlan untuk segera melaksanakan hukumannya.
"Sudah kalian tidak perlu bertatapan seperti itu. Xing, kerjakan hukuman kamu! Dan pakai ini!."
"Apron, kenapa saya harus memakai ini dad. Saya tidak bisa memasak dad." Ucap xing bingung.
"Pakai saja, kamu akan memakai apron ini sebagai tanda kamu mendapatkan hukuman. Sebelum saya memastikan jika seluruh mansion ini benar-benar bersih maka hukuman kamu belum selesai dan kamu tidak bisa melepas apron ini." Ucap julius, menjelaskan kenapa dia harus memakai apron tersebut.
Xing menghela nafasnya, dia terpaksa menerima apron tersebut dan memakainya. Kemudian dia mulai membersihkan seluruh mansion.
'Hah, apa karena kita belahan jiwa ya. Sampai-sampai mei kena hukuman terus aku juga kena hukuman. Mau ngerjain tapi aku juga kena.' Batin xing mengeluh.
"Yang bersih ya sayang, jangan sampai meninggalkan jejak setitik pun." Mei terus saja meledek xing.
"Siap sayang, aku akan membersihkan seluruh mansion hingga kinclong, tidak akan ada setitik pun debu yang tertinggal. Besok aku juga akan datang ke ruma kamu untuk membersihkan seluruh gula atau makanan manis yang ada di sana, sekalian ingin menyuruh teman-teman kamu untuk mengawasi kamu agar kamu tidak memakan makanan manis." Ucap xing dengan santainya.
Mei langsung menegang saat mendengar hal tersebut. Dia langsung cemberut saat mengingat jika dirinya akan hampa selama satu bulan penuh tanpa makanan manis.
'Sialan, kalu di pikir-pikir aku jauh lebih menderita dari xing dong.' Batin mei merana.
"Aku harus mencari cara agar xing terus mengingat kejadian ini sampai kapan pun." Gumam mei.
"Sudah, daddy pusing mendengar perdebatan kalian yang tidak ada habis-habisnya. Mei ayo kita pergi." Julius langsung menarik tangan mei agar dia ikut dengannya.
" Akhh.. Mau kemana sih dad.." Pekik mei, terkejut karena daddy-nya tiba-tiba menarik tanganya.
...****************...
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘
__ADS_1