
Di dalam mobil mei hanya bersandar dan menatap keluar dari kaca pintu mobil. Bibirnya mengerucut tanpa bicara sama sekali.
'Rasain aku diemin. Siapa suruh bikin aku malu.' Batin mei kesal.
Xing yang melihat mei masih saja kesal pun hanya tersenyum tipis.
'Dasar anak kecil labil.'
"Masih ngambek ini?." Tanya xing
"Ngak ngambek kok, cuma kesal aja." Jawab mei ketus.
"Kayak anak kecil aja, kerjaannya ngambek." Xing meledek mei, agar dia semakin kesal. Entah kenapa jika melihat mei yang merajuk bak anak kecil seperti itu, justru membuatnya senang dan menganggap jika mei semakin menggemaskan.
'Isshh.. Dia kalau seperti itu jadi sangat menggemaskan. Kok bisa ya.' Batin xing gemas dengan tingkah laku mei yang ngambek karena dia godain habis habisan di depan mommy zein.
"Siapa yang anak kecil hah." Protes mei yang tak terima jika dirinya dikatai anak kecil.
Mommy zein yang mengerti jika xing mencoba untuk menjahili mei pun juga ikut ikutan untuk menggodanya.
"Kamu memang masih anak kecil sayang. Orang di puji sama kekasihnya aja kamu malah ngambek, harusnya kan senang punya kekasih yang romantis seperti nak xing ini. Mommy aja pasti langsung membalas keromantisan kekasih mommy, jika dapat perlakuan seperti itu. Sayang sekali dia sudah jadi kekasih kamu." Sahut mommy zein dengan jahilnya.
Mei yang mendengar perkataan dari mommynya pun di buat mengangga tak percaya. "Mmm.. Mommy kok berbicara seperti itu sihhh.. Akukan cuma malu mom di lihatin orang. Kayak tidak ada tempat lain buat pacaran aja." Protes mei.
"Buat apa malu sih.. Sama pacar sendiri juga, lagi pula di sana juga cuma ada mommy." Jawab mommy zein enteng.
Mulut mei semakin mengangga seperti ikan koi saat mendapat jawaban yang semudah itu dari mommynya.
"Tapi mom.. Ishhh.. Tau ah.." Mei sudah mati kutu, tidak tahu harus bicara apa untuk menjawab perkataan mommynya itu.
'Menyebalkan.' Batin mei yang semakin gondok dengan kejahilan mommynya dan xing.
Xing yang melihat hal tersebut pun hanya bisa terkekeh geli. "Tuhh.. Mommy aja tahu, masa kamu tidak tahu sih. Harus peka dong, sama pacar sendiri ini." Ucap xing yang semakin menjadi jadi menjahili mei.
"Iya nih, kemarin aja saat mommy jalan jalan di taman. Momny lihat ada anak kecil yang berumur lima tahun yang memberi bunga dan mencium pipi seorang anak perempuan seumurannya tanpa malu malu. Bahkan anak perempuan itu juga membalas mencium anak kecil tersebut, padahal ada banyak orang di sana. Masa kamu kalah sama anak perempuan yang baru berumur lima tahun sih sayang. Baru juga kayak gitu kamu sudah malu malu, apa lagi nanti kalau sudah menikah." Ucap mommy zein menimpali perkataan xing.
Mei yang mendengar cerita dari mommynya pun menunduk, tampak wajahnya yang memerah layaknya kepiting rebus.
"Ishh, Masa aku di bandingkan dengan anak kecil yang kelakuannya bar bar plus kadang tidak punya malu itu sih. Akukan sudah dewasa, makanya malu kalau di perlakuin seperti itu di depan orang lain. Dasar xing ngak peka." Gumam mei dengan kesal.
__ADS_1
Mommy zein dan xing yang mendengar gumaman mei pun terkekeh geli dan saling melirik, lalu menganggukan kepala masing masing seakan tahu hal jahil apa yang akan membuat mei tetap kesal.
"Dewasa dari mana sayang.. Yang suka ngambek itu biasanya anak kecil. Dan kamu selalu saja ngambek terus, tiada hari tanpa ngambek." Ucap xing dengan lantang.
"Iya,dulu kamu waktu masih anak anak juga suka ngambek. Sekarang juga masih suka ngembek, jadi apa bedanya." Sahut mommy zein.
Mei yang mendengar hal tersebut pun langsung duduk tegak dan menatap mommya zein serta xing dengan tidak percaya.
"Kkk kalian.. Momny sama xing menyebalkan.. Masa berkerja sama untuk memojokkan anaknya sendiri sih,apa salahku."Sungut mei.
"Hahaha.. Habisnya lihat muka kamu yang memerah serta kesal itu sangat menyenangkan sayang. Jadi ya aku buat kamu makin kesal aja." Kekeh xing.
"Wahhh.. Ngak bener ini, kalian berdua sudah kompak ngerjain aku."
"Lihat kamu kesal seperti ini itu membuat mommy bahagia sayang." Ucap mommy zein.
"Ishh.. Nyebelin.." Mei mengerucutkan bibirya serta bersedakap dada.
"Eishh... Jangan ngembek lagi dong, kalau kamu ngambek lagi nanti mommy akan menyembunyikan seluruh persediaan gula dan makanan manis yang ada di rumah." Ancam mommy zein.
"Jangan gitu dong momm.. Aku tidak bisa hidup tanpa manisann.." Rengek mei.
Mei langsung memeluk mommynya. "Aku tidak ngambek lagi nihh." Ucap mei sembari menunjukkan senyumannya yang paling manis itu.
Mommy zein tersenyum, lalu dia mengangkat tangannya dan mengelus mei. "Putri kesayangan mommy ini sangat menggemaskan sekali sih." Ucap mommy zein, lalu dia menarik hidung mei dengan gemas.
"Mommm.. Kok di tarik sih hidungnya, jadi merah nihh." Protes mei.
"Kamu makin menggemaskan kok."
"Aku memang menggemaskan." Ucap mei dengan pdnya.
"Sudah sampai." Ucap xing. Membuat mei dan mommy zein menoleh.
"Cepat sekali."
"Ya iyalah cepat. Kamu aja yang ngambek jadi ngak sadar jika sudah sampai rumah." Ledek xing.
Mei memalingkan mukanya saat mendengar ledekan dari xing. Dia heran kenapa hari ini xing bisa seperti itu.
__ADS_1
'Mungkin dia lelah.' Batin mei absurd.
Kemudian mereka semua keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah. Saat mei membuka pintu rumahnya,dia di kejutkan dengan keberadaan keluarganya serta keluarga xing yang sudah duduk manis di dalam rumah.
Mei yang melihat itu pun sontak saja langsung berlari memeluk mommy angela.
"Mommyy.. Mommy zein sama xing jahat,masa aku di ledekin mulu sih. Nih lihat hidungku sampai merah karena di tarik oleh mommy zein.. Huwaaa.. hiks hiks.." Adu mei dengan dramatisnya. Mei bahkan memanipulasi suasana di rumah itu agar terasa sedih dan suram.
"Dasar anak kecil lebay.. Kamu tidak cocok jadi artis tahu, ngak usah drama. Ngak bakal laku acting kamu." Celetuk sean.
Mei yang mendengar celetukan dari sean pun langsung melepas pelukannya dan menatap sean dengan tajam.
"Tidak usah seperti itu tatapannya, tidak akan takut." Ucap sean datar.
Hidung mei kembang kempis saat mendengar perkataan sean. "Cihh, perusak suasana. Dasar sean jelek."
Sean yang di katai seperti itu oleh adiknya pun langsung melotot dan menatap mei tajam.
"Jelek dari mananya, kakak itu tampan ya. Banyak gadis yang ngefans sama kakak. Kamu aja yang iri karena kamu jelek dan kakak tampan." Jawab sean pd.
"Sean benar. Kamu itu tidak cocok jadi artis, lihat saja kita semua yang ada di sini saja tidak mempan dengan manipulasi suasana yang kamu lakukan. Jadi ya kalau tidak bakat jadi artis ya tidak bakat aja." Sahut xing ikut meledek mei sekaligus menyindir mei yang terkadang masih saja merengek untuk bergabung dengan agensinya.
"Daddy.." Rengek mei dengan manjanya.
Julius yang di panggil pun memilih memalingkan mukanya. "Daddy, tidak mau ikut ikutan.." Jawab julius dengan geli.
Mei cemberut, lalu dia melihat ke arah mommy alice. "Mommy alice, lihat anak kesayangan mommy jahat sekali.."
"Mommy juga tidak mau ikut campur." Jawab mommy alice yang terlihat tengah mnahan tawa.
Mei lalu melihat ke arah semua orang yang ada di ruangan tersebut, tetapi mereka semua memilih memalingkan wajah mereka seakan memberi tahu mei jika mereka tidak ingin ikut campur.
Mei yang mendapat respon seperti itu pun langsung duduk di sofa dengan muka yang tertekuk serta bibir yang telihat manyun bak bebek.
'Menyebalkannnn.. Mereka kena mantra apa sih kok bisa kompak ngerjain aku habis habisan seperti ini huwaa.. Menyebalkan menyebalkan menyebalkannn..' Teriak mei dalam hati.
Mereka semua yang melihat mei kembali cemberut dan ngambek pun saling melirik dan menahan tawa mereka.
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya teman teman😘😘