Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
99. Mei Iri


__ADS_3

Camila melirik victor sekilas, lalu dia menyodorkan sendok ke arah victor tanda dia ingin menyuapinya.


"Mau aku suapin?."Tanya camila sembari mengarahkan sendok yang berisi makanan kepada victor.


Victor tersenyum tipis, dia memakan makanan yang di beri oleh camila. "Terima kasih."


"Sama-sama." Jawab camila senang.


Mereka semua terperangah menatap camila dan victor, apa lagi saat melihat victor tersenyum kepada camila.


'Kejadian langka.' Batin viagra.


'Wahh, tidak boleh di biarkan. Pokoknya aku harus lebih romantis kepada xing.' Batin mei tak terima saat melihat ke romantisan mereka berdua. Dia merasa tersaingi oleh mereka berdua.


"Ehemm.. Sepertinya ada yang iri nih.." Celetuk zuu, saat dia melihat muka masam dari mei karena melihat ke romantisan mereka berdua.


'Hahaha.. Iri dia, siapa suruh berantem mulu kalau ketemu xing, tersaingi kan kamu sekarang.' Batin zuu senang.


"Siapa yang iri?." Tanya rei sewot, dia merasa tersindir oleh perkataan zuu.


Zuu menatap rei bingung.


'Dia merasa tersindir rupanya.'


"Tentu saja mei, siapa lagi. Dia iri karena dia kalah romantis dari mereka berdua. Kenapa bertanya seperti itu? sewot pula nanyanya." Jawab zuu menunjuk mei serta camila dan victor. Dia juga menanyakan kenapa malah dia yang terlihat sewot.


Rei langsung glagapan saat mendapat jawaban di luar perkiraannya.


'Isshh, kenapa aku baper segala sih. Kan jadi malu sendiri.' Rutuk rei dalam hati.


"Ttt.. Tidak kok, aku hanya penasaran saja. Kamu kan dari tadi meledek aku terus." Jawab rei gugup.


"Makanya jangan baper jadi orang. Malu sendiri kan." Ucap zuu datar.


"Kalau iri bilang saja rei." Ucap viagra menimpali perkataan zuu.


'Sialan kenapa malah aku yang kena getahnya.' Batin rei kesal.


Camila, victor dan mei hanya bisa terkikik geli saat melihat rei yang malah jadi bahan bullyan mereka berdua.


"Udah kasian dia, lagi pula kalian bertiga juga tidak punya pasangan kan." Ucap mei menengahi mereka bertiga.


Mereka bertiga menatap mei dengan tajam. "Tidak usah bicara seperti itu!." Ucap mereka kompak.


"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. Kompak amat kalian." Mei sampai tersedak saat mendengar ucapan kompak mereka bertiga.


"Kalian mau membunuhku hah. Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?." Tanya mei sinis.


"Mentang-mentang sudah punya kekasih seenaknya saja." Sungut rei.


"Iya, tidak usah bicara seperti itu dong. Kayak gimana gitu rasanya saat mendengar perkataan kamu itu." Sahut zuu.

__ADS_1


"Memiliki kekasih itu di luar dari pemikiranku saat ini." Ucap viagra datar.


"Bodo amat." Ucap mei cuek, dia memilih melanjutkan makan dengan hikmat. Begitu pula camila dan victor yang masih asyik suap-suapan tanpa memperdulikan keributan yang mereka buat.


'Sialan.' Umpat mereka bertiga saat melihat sikap cuek mei, camila dan victor.


Mereka semua pun makan hikmat tanpa ribut-ribut seperti tadi. Mereka malas jika harus bertengkar lagi karena sedari tadi mereka sudah menjadi pusat perhatian di kantin tersebut.


'Malu-maluin.' Batin viagra kesal.


Tak lama kemudian mereka telah selesai dan memutuskan untuk pulang.


"Emm kalian pulang duluan. Aku di jemput oleh xing soalnya." Ucap mei kepada viagra dan zuu.


"Hmm.." Jawab mereka berdua. Mereka pun memilih berjalan duluan meninggalkan mei sendiri.


"Menyebalkan." Gumam viagra.


"Apa?." Tanya zuu.


"Bukan apa-apa." Jawab viagra datar.


'Bad mood kan kamu hahaha.' Tawa zuu dalam hati. Perasaan puas menyelimuti hatinya karena melihat muka viagra yang sangat kusut itu.


Mei menunggu xing menjemputnya, hingga tak lama kemudian ada seorang yang mengendarai motor berhenti tepat di depannya. Mei di buat terkejut saat melihat siapa orang tersebut.


"Xx.. Xing." Mei terkejut karena tidak biasanya xing menggunakan motor, bahkan penampilannya pun tidak seperti biasanya. Maka dari itu dia langsung terkejut saat melihatnya.


"Kok kamu bisa pakai motor, dan apa ini penampilan kamu beda sekali."


"Masa aku naik motor berpakaian jas ya aneh dong. Lagi pula kita tidak mau ke restoran atau taman ya." Ucap xing acuh.


"Kamu mengejutkanku."


"Sudah bengongnya, ayo naik. Jangan lupa peluk pingang aku, biar romantis." Xing menyuruh mei agar segera naik ke motornya.


"Ii.. Iya." Mei langsung naik motor, tak lupa dia juga memakai helm terlebih dahulu, dia juga memeluk pingang xing dengan erat.


'Ini kenapa tidak bawa motor matic aja sih, susah tahu naiknya. Dasar modus.' Batin mei ngedumel sendiri.


"Yang erat." Kemudian xing melajukan motornya dengan kecepatan yang sedikit tinggi hingga membuat mei reflek mengeratkan pelukannya.


"Bisa pelan-pelan tidak sihh.. Takut tahu." Teriak mei.


Xing memelakan laju motornya, dia tersenyum tipis. "Seorang mei shine azar bisa takut juga. Padahal saat perang dulu kamu terlihat garang lho." Ledek xing.


Mei mencubit xing pelan. "Ya suka-suka aku dong." Ucap mei sewot.


"Kita jadi berburu kan.?" Tanya mei.


"Jadi, sebentar lagi sampe kok."

__ADS_1


Mereka berdua terlihat sangat menikmati waktu mereka. Xing sesekali mengelus tangan mei yang tengah memeluknya dengan erat.


'Semoga saja tidak ada masalah besar. Aku sangat bahagia bisa dekat denganmu seperti ini.' Batin xing.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di hutan, xing memarkirkan motornya di bawah pohon yang cukup besar terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam hutan.


"Let's goo.." Teriak mei senang, pasalnya sudah sangat lama dia tidak berburu di hutan.


"Tidak sabaran." Gumam xing.


"Rusaaa i'm coming.." Teriak mei,kemudian dia melesat masuk ke dalam hutan tanpa menunggu xing terlebih dahulu.


"Hey kok tidak menungguku sih.." Teriak xing lalu dia melesat menyusul mei.


Dia langsung memeluk mei hingga membuat mei terhenti.


"Xingg, tuh lihat rusanya pergi. Kamu ini tidak senang apa melihat aku bahagia." Omel mei kesal. Karena tadi dia sudah melihat ada seekor rusa tapi karena xing yang tiba-tiba memeluknya membuat rusa itu terkejut dan kabur.


"Kenapa? Apa kamu tidak bahagia aku peluk seperti ini hmm.." Tanya xing lembut, sesekali dia mencium pipi dan puncak kepala mei.


Muka mei langsung merah padam saat mendapat perlakuan manis dari xing.


"Bb bahagia kok, bahagia." Jawab mei terbata-bata.


Xing tersenyum tipis dia lalu mengendong mei ala koala, dia membawa mei terbang ke salah satu pohon yang paling tinggi di hutan tersebut.


"Xingg.." Pekik mei terkejut, hingga dia reflek memeluk leher xing.


"Kenapa terkejut, kamu ini kok semakin manja saja sih. Biasanya strong deh." Ucap xing jahil.


Mei memukul xing dengan keras hingga membuat xing terhuyung. "Jangan suka memukul dong, untung kita tidak jatuh. Bagaimana nanti kalau jatuh, bisa encok nanti aku." Omel xing.


Mei mendongak dan menatap mei tajam. "Kamu tuh ya kok jadi nyebelin gini sih. Romantis dikit dong."


Xing mencubit hidung mei. "Tidak perlu romantis-romantisan. Dengan kita saling percaya dan saling melengkapi saja itu sudah lebih dari cukup sayang. Memangnya kamu pernah melihat daddy julius dan mommy angela bermesraan?." Tanya xing lembut.


"Tidak pernah sih, aku sering melihat mommy dan daddy selalu berjalan berdua dan makan berdua. Tapi aku tidak pernah melihatnya berciuman atau apa gitu secara gambalng." Jawab mei jujur.


Xing terkekeh geli saat mendengar jawaban jujur dari mei. "Yang terpenting dalam hubungan itu adalah kepercayaan, komitmen. Bermesraan memang di perlukan tapi kita harus tahu tempat sayang. Lihat, kita di kelilingi oleh penjaga bayangan lho. Kasian mereka nanti cemburu melihat kemesraan kita." Ucap xing lembut.


Mei langsung meringis saat mendengar penjelasan dari xing.


'Sialan, aku lupa kalau ada penjaga bayangan. Pantas saja xing jarang menunjukkan keromantisannya jika sedang di luar. Hhhh tapi aku iri sama camila dan victor, gimana dong.' Umpat mei dalam hati.


Mei menatap xing dengan tatapan melasnya. "Tapi aku sangat iri dengan keromantisan dari camila dan victor xing.. Hwaa.." Rengek mei.


Xing mencium hidung mei sekilas, dia menatap mei dengan lembut. "Kamu ingin aku jadi orang yang romantis, bukannya kamu pernah bilang tidak usah sok romantis-romantisan." Tanya xing datar, dia menahan tawa saat melihat wajah mei yang langsung berubah pias saat dia mengatakan tersebut


'Mei bodoh.' Rutuk mei pada dirinya sendiri.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya teman-teman 😘😘


__ADS_2