Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
81. 300 Anak


__ADS_3

Xing terkekeh geli saat dia mendengar perkataan dari para penjaga.


Mei mengreyitkan dahinya saat mendengar kekehan dari xing, sontak saja dia langsung melepas pelukan xing dan menatapnya dengan tatapan heran. "Kok ketawa sih." Omel mei.


"Haha sayang, aku tertawa karena mendengar percakapan konyol dari penjaga di bawah sana itu." Jawab xing sembari menunjuk ke arah para penjaga.


Mei semakin bingung saat mendengar jawaban dari xing tersebut. "Memangnya apa yang mereka bicarakan?." Tanya mei dengan mimik muka yang terlihat sangat bingung itu.


"Mereka mengatakan jika mereka iri karena melihat keromantisan kita. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mengatakan, apakah kita tidak takut jatuh karena kita berada di pinggir rumah pohon ini. Mereka itukan jomblo jadi mereka tidak bisa mempraktekan keromantisan kita ini." Jelas xing dengan geli. Dia benar benar tehibur dengan perdebatan para penjaga tersebut.


Mei yang mendengar penjelasan dari xing hanya bisa tersenyum tipis. "Aku kok tidak mendengarkannya ya." Gumam mei bingung.


"Kamu terlalu emosional makanya kamu tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitar." Jawab xing.


Mei langsung memukul xing dengan keras hingga membuat xing hampir jatuh ke bawah.


"Ishhh.. Kamu ini sukanya mukulin aku terus, bagaimana jika aku jatuh." Omel xing sembari mengelus lengannya yang sakit akibat di pukul oleh mei.


'Belum juga nikah sudah di pukul terus, bagaiman jika sudah menikah nanti bisa di pukuli setiap saat dan setiap waktu dong. Aishh, mau marah tapi cinta, nasib nasib.' Gerutu xing dalam hati.


"Kan gara gara kamu aku jadi emosional seperti ini." Sungut mei marah, dia membuang mukanya dan melipat tangannya di dada.


"Lah, kan kamu duluan yang nangis. Makanya aku memeluk kamu supaya kamu tenang." Protes xing.


"Kok malah nyalahin aku sih, kamu tuh yang salah. Tahu sendiri akunya gampang nangis tapi malah makin di buat nangis." Ucap mei sewot, dia tidak mau di salahkan oleh xing.


Xing hanya bisa mengela nafas saat mendengar alasan absud dari mei.


'Apa dia ketularan para penjaga ya. Makanya jadi ikut absud begini.' Batin xing jadi senewen sendiri.


"Iya iya, aku minta maaf. Aku janji deh, tidak akan pernah membuatmu menagis sedih seperti ini lagi." Xing lebih memilih mengalah dari pada harus berdebat dengan mei lagi.


"Nah gitu dong, aku maafin kok." Ucap mei dengan ceria.


'Dia lagi pms atau bagaimana sih.' Batin xing kesal.


"Sayang, aku sudah mengurung livia di rumahnya." Ucap xing memilih mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Mei langaung menatap xing dengan serius. "Kenapa kamu mengurungnya?." Tanya mei bingung sendiri.


"Dia sudah sangat keterlaluan. Aku sudah memberinya peringatan sebelum kejadian itu terjadi. Tapi dia sama sekali tidak mengindahkan peringatanku sama sekali. Aku benar benar marah, saat mengingat bagaiman tersiksanya kamu saat itu. Dan aku hanya melihatnya tanpa menolong sama sekali. Sangat sakit mei, dia benar benar sudah membuatku marah besar." Jawab xing dengan sorot mata yang tajam. Dia benar benar sangat marah saat harus mengingat kejadian itu. Menurutnya livia benar benar sangat keterlaluan.


Mei mengulurkan tangannya dan mengelus pipi xing dengan lembut. "Tapi dia adalah sahabat kamu xing, dia juga orang yang sangat kamu cintai. Jangan lakukan itu ya, kasian dia." Ucap mei dengan lembut.


Dahi xing langsung mengreyit saat dia mendengar ucapan mei. "Aku tidak pernah mencintainya sebagai kekasih, aku hanya mencintainya sebagai saudara, tidak pernah lebih dari itu. Baik di kehidupan sebelumnya atau pun kehidupan saat ini. Dan dia sudah sangat keterlaluan mei." Dia tidak suka jika mei masih mengaitkan perasaannya dengan livia.


Mei menghela nafasnya dan membalikkan badannya untuk melihat danau dan taman yang berada di bawah. "Aku tahu, jika dia sudah sangat keterlaluan. Tapi menurutku itu wajar, dia sangat membenciku setelah apa yang sudah aku lakukan kepada seluruh anggota klannya." Ucap mei dengan sendu.


"Aku tahu kamu masih merasa bersalah atas apa yang telah kamu lakukan ke klan song. Tapi bukankah dia sendiri yang mengatakan jika dia tidak perduli dengan klan song sama sekali."


"Mungkin dia hanya di butakan oleh kebencinnya kepadaku. Maka dari itu dia melupakan seluruh cinta yang sudah dia miliki saat itu, dia sudah memupuk kebencian terhadapku selama bertahun tahun. Aku tidak ingin menyalahkannya, aku yakin dia akan berubah menjadi baik lagi seperti di masa lalu." Jawab mei.


Xing tersenyum tipis. "Sayang, kamu sangat baik sekali. Aku benar benar sangat beruntung bisa memiliki kekasih sebaik kamu." Ucap xing dengan bangga.


"Jadi kamu akan melepaskannya bukan. Kasian dia, jangan terlalu keras kepadanya ya."


"Aku akan melepaskannya dan aku tidak akan keras kepadanya. Tapi, aku akan tetap tegas kepadanya. Aku tidak mau dia semakin menjadi jadi jika aku terus menerus memaafkannya dan tidak memberinya peringatan yang keras. Aku hanya ingin lebih tegas sayang, demi kamu dan yang lainnya." Ucap xing dengan serius.


'Dia sangat berubah sekarang.' Batin mei.


"Sayang, nanti mommy zein akan tinggal di mana?." Xing masing kepikiran dengan mommy zein.


Mei menatap xing sejenak dan kembali menatap danau. "Aku sih inginnya mommy tinggal denganku. Sebentar lagi aku akan kembali kuliah, dan aku sudah memutuskan untuk tidak kuliah di universitas itu. Aku akan kuliah di kota z aku ingin lebih dekat dengan mansion." Jawab mei.


"Aku akan melamar jadi dosen di tempat kuliah kamu nanti. Aku ingin selalu di dekatmu, supaya tidak ada yang berani mendekatimu. Siapa tahu nanti kamu berpaling dariku karena melihat pria yang jauh lebih tampan dariku, walau pun tidak mungkin ada yang lebih tampan dariku sih."Ucap xing dengan posesif.


Xing langsung memukul xing lagi. "Ishh, pdnya keterlaluan. Siapa tahu nanti di kampusku yang baru ada pria yang jauh lebih romantis darimu."


Xing yang mendengar jawaban dari mei langaung menjewer telinga mei. "Awas saja jika kamu berani tebar pesona, aku akan langsung menikahimu dan mambuatmu memiliki anak dariku. Dan aku akan membuat pria yang kamu dekati langsung berubah menjadi buruk rupa." Ucap xing sedikit emosi.


"Hey, tidak bisa begitu dong. Kamu kan sudah janji kepada daddy jika kamu akan menikahiku jika aku sudah lulus kuliah." Protes mei, dia tidak terima jika xing akan menikahinya sekarang. "Aku juga hanya bercanda kok xing, lepasin dong sakit ini. Sayaaangg."


'Ishh.. Sakitt, posesif juga nih orang.' Batin mei dengan kesal.


Xing langsung melepas jewerannya. "Bagus, aku juga hanya bercanda sedikit kok. Aku akan menikahimu setelah kamu lulus, setelah itu aku ingin memiliki 300 anak." Ucap xing.

__ADS_1


Mei langsung syok saat mendengar perkataan xing. Sontak saja mei kembali memukul xing dengan keras hingga xing jatuh kebawah.


Bukk


Xing sangat terkejut saat mei tiba tiba memukulnya dengan sangat keras, dia yang tidak siap langsung terjun jatuh kebawah. "Aww.. Sayang, kenapa malah memukulku, sakit ini." Teriak xing.


Para penjaga yang melihat xing jatuh dari atas pun langsung menghampirinya.


"Tuan anda tidak apa apa?." Tanya seorang penjaga dengan cemas.


Xing melambaikan tangannya. "Aku tidak apa apa, hanya sakit sedikit. Kalian bisa kembali ke tempat masing masing." Jawab xing.


"Benar tuan, anda benar benar baik baik saja." Ucap seorang penjaga, dia masih tidak yakin dengan apa yang baru saja di katakan oleh xing.


"sure, saya benar benar baik baik saja." Jawab xing.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi tuan." Ucap penjaga tersebut. Xing menganggukan kepalanya, kemudian para penjaga langsung melesat pergi meninggalkan xing yang masih berbaring.


Xing kemudian langaung bangun dan berdiri. "Akhh.. Punggungku." Ucap xing sedikit kesakitan.


Mei langsung menggampiri xing. "Aduhh maaf xing. Aku tidak sengaja, itu hanya reflek saja. Kamu sih mengejutkanku." Mei justru mengomeli xing, bukannya langsung membantunya.


"Aishh.. Tapi tidak begitu juga nona pemukuull.. Sakit ini punggunku." Jawab xing.


Mei langsung membuang mukanya. "Salah sendiri." Ucap mei sewot, lalu dia pergi meninggalkan xing sendirian. Dia masih sangat kesal dengan xing.


'Dia pikir aku pabrik anak apa.' Batin mei dengan kesal.


Xing yang melihat mei melesat pergi meninggalkannya pun langsung berteriak memanggilnya.


"Mei.. Sayang."


***


Bab baru telah di buat~


Jangan Lupa dukungannya lho ya😘😘

__ADS_1


__ADS_2