Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
106. Makanan Manis


__ADS_3

Julius terus menyeret mei, dia tidak perduli dengan rengekan yang keluar dari bibirnya.


"Aih.. Dad, kenapa menyeretku speperti ini sih dad. Memangnya aku sapi apa." Sungut mei, kesal dengan daddy-nya itu.


Julius melepaskan cengkaramannya terhadap mei, dia lalu menjewer telinga mei.


"Aww.. Dad, daddy ini bagaimana sih. Aku putri kesayangan daddy lho. Yang salah itu xing kok aku juga di jewer sih." Pekik mei, memprotes daddy-nya karena telinganya juga di jewer oleh daddy-nya.


Julius melepas jewerannya dan menatap mei dengan tajam. "Kenapa kamu tidak marah dengan xing saat dia menciummu hmm. Kamu menikmatinya, daddy sudah bilang ya sama kamu untuk jangan melakukan itu." Omel julius.


Mei glagapan. "Bb-bukan begitu dad. Aku hanya terkejut saja, saat aku akan memarai xing. Dia langsung mengangkat tubuhku dan di bawa ke atas pohon. Jadi aku lupa kalau mau memarahi dia." Ucap mei, mencoba berkilah dari daddy-nya yang protektif itu.


"Alasan, kamu juga harus mendapatkan hukuman. Selama 2 bulan kedepan kamu tidak akan mendapatkan asupan makanan manis di mansion ini. Kamu harus makan makanan pedas." Ucap julius dengan penuh penekanan.


Jderr


Saat itu juga mei merasa seperti tersambar petir saat daddy-nya memberikan hukuman yang menurutnya sangat menyiksa tubuh dan jiwanya itu.


"Daddd..." Rengek mei.


"Tidak perlu merengek seperti anak kecil. Anggap saja ini sebagai terapi kamu agar kamu tidak kecanduan dengan makanan manis. Tidak boleh protes lagi." Julius memberi tatapan nyalang kepada putri manja-nya tersebut.


Bibir mei bergetar menahan tangis saat mendengar perkataan daddy-nya yang sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat lagi.


Mei mengedipkan matanya dengan pelan ke arah daddy-nya. Berharap agar dia luluh dengan puppy eyesnya.


"Tidak perlu menunjukkan puppy eyes seperti itu, sudah seperti serigala terjepit saja. Bukannya terlihat imut tapi malah tambah kelihatan suram. Tidak akan membuat daddy luluh sama sekali." Ucap julius dengan cuek. Setelah mengatakan hal tersebut julius langsung pergi meninggalakan mei yang masih lemas karena mendapatkan hukuman dari daddy-nya.


'Dasar anak muda jaman sekarang.' Batin julius.

__ADS_1


"Ya dewi.. Apa salahku hingga aku pantas mendapatakan hukuman yang berat ini. Apakah aku bisa menukarkan hukumanku dengan hukuman xing dewi.. Mei yang cantik dan imut ini tidak sanggup menerimanya dewi.." Teriak mei dengan dramatisnya, matanya berkaca-kaca saat membayangkan bagaimana hidupnya kedepan.


'Kenapa nasibku selalu lebih buruk dari xing sihh.. Yang salah dia tapi aku yang kena hukuman yang jauh lebih berat darinya.. Huhuhu.. Bagaimana nasibku kedepan tanpa makanan manis, huhuhu maaf ya gigi manis ku, kita puasa dulu selama dua bulan kedepan.' Ratap mei dalam hati.


Mei berjalan menghampiri xing dengan raut wajah kesalnya. "Xinggg.. Kamu harus tanggung jawab, gara-gara kamu daddy juga menghukumku... Hiks hiks hiks.. Gara-gara kamu aku tidak bisa makan makanan manis selama dua bulan huwaaa hiks hiks.." Raung mei memarahi xing, air matanya mengalir deras karena tidak bisa menghadapi kenyataan yang ada.


"Bamwaha hahahaha.. Hahaha.. Rasain, itu karma buat kamu karena sering memukulku. Dan apa tadi, aku harus tanggung jawab. No no no aku tidak mau tanggung jawab karena itu bukan salah aku. Itu salah kamu." Ucap xing cuek, justru tawanya meledak saat mendengar perkataan mei. Hatinya langsung senang karena mei juga mendapatkan hukuman. Yang bahkan jauh lebih mengerikan, setidaknya bagi mei.


Mei mengembungkan pipinya dan menatap xing dengan tatapan tidak sukanya. "Ok.. Kalau begitu selama tiga bulan penuh kamu tidak usah bertemu denganku. Sedetik pun kamu tidak boleh menemuiku, kalau aku menderita kamu juga harus menderita. Titik.." Ucap mei dengan tajam.


Sontak saja xing langsung terkejut saat mendengar hal tersebut. Dia menatap mei dengan tatapan nanar. "Sayang.. Kenapa kamu berkata seperti itu? Memangnya kamu sanggup tidak bertemu denganku sehari saja hmm.." Ucap xing dengan lembut. Dia berusaha tetap tenang meski jantungnya sudah bertalu-talu saat mendengar perkataan mei tadi.


Mei terdiam, menatap xing dengan penuh pertimbangan.


'Dia benar sih, apa aku akan sanggup jika harus tidak bertemu dengannya. Tiga bulan penuh lagi, tapi dia sangat menyebalkan akhir-akhir ini. Aku jadi kesal sendiri jadinya.' Batin mei berkecamuk antara kesal dan marah bercampur menjadi satu.


Mei menatap xing dengan tajam. " Aku akan berusaha untuk sanggup. Anggap saja sebagai penenang agar aku tidak marah-marah terus saat melihat dirimu. Kamu tahu bagaimana aku jika tidak mendapatkan asupan makanan manis bukan. Sudah pasti aku akan mudah marah, apa lagi jika mengingat jika kamu penyebab aku tidak bisa makanan manis. Aku tidak ingin kdrt." Ucap mei dengan tenang.


'Yah.. Anggap saja ini sebagai terapi agar aku tidak tergantung dengan makanan manis.' Batin mei, mencoba ikhlas menerima hukuman.


Xing menghela nafasnya dan kembali melaksanakan hukumannya. Membersihkan debu-debu yang ada di tembok dan atap-atap mansion dengan menggunakan kemoceng yang ada di tangannya. Terlihat sekali wajahnya sangat muram karena terpaksa menerima hukuman yang menurutnya sangat memalukan tersebut.


'Nasib-nasib, sudah disuruh jadi tukang bersih-bersih geratis di tambah harus tidak bertemu degan kekasih hati. Ini semua gara-gara kecupan dan tantangan pembawa petaka itu.' Gerutu xing dalam hati.


Mei terkikik geli saat melihat wajah tertekuk xing. Mei terus memandangi xing hingga dia mendapatkan ide agar membuat xing semakin kesal.


'Ini memang bukan bulan april. Tapi kamu sudah memulainya selama beberapa hari ini, jadi terima saja kamu aku jadikan bulan-bulanan. Kamu menjahiliku duluan, aku bisa lebih jahil hehe..' Batin mei.


Mei melesat meninggalkan xing. Setelah sampai di tempat yang cukup aman mei langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada beberap orang.

__ADS_1


✉ Dad, bisa tidak daddy sama mommy datang ke mansion klan azar hari ini. Kalau bisa sekarang ya, aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mommy dan daddy. Pasti kalian suka deh..


✉ Hola-hola guys.. Bisa ke mansion klan azar sekarang tidak. Aku ada surprise untuk kalian semua, pasti kalian suka deh.. Sangat suka malah hehe.


Mei tersenyum senang saat melihat pesannya sudah di baca oleh mereka semua.


"Jadi tidak sabar melihat reaksi mereka nanti hehe.. pasti mereka bakalan terkejut, terutama daddy alastor dan mommy alice." Gumam mei senang.


Mei kembali masuk ke dalam manison dengan senyum lebar yang menghiasi wajah imutnya.


"Kenapa tersenyum seperti itu?." Tanya xing dengan ketus saat melihat senyum lebar milik mei. Entah kenapa firasatnya langsung tidak enak saat melihat senyum tersebut, terasa ganjil menurutnya.


"Tidak apa-apa kok. Aku hanya senang melihatmu di hukum seperti ini. Daddy benar-benar jenius, hukumannya benar-benar anti mainstream." ucap xing datar. Dia berusaha untuk tidak terlihat sangat bahagia di depan xing, agar xing tidak semakin kesal. Cukup nanti kesalnya.


"Bagaiman kamu bisa senang. Belahan jiwa kau sedang tertimpa musibah ini." Sungut xing.


"Salah sendiri. Siapa suruh memberi masalah, kamu yang memberi tapi aku juga kena imbasnya. Satu kena yang lain juga ikut kena." Ucap mei, dia berkacak pingang menatap xing dengan tatapan tajamnya.


"Hey sayang, bisakah kita tetap bertemu setiap hari. Aku akan sangat hampa jika tidak bisa bertemu dengan mu." Ucap xing, mencoba meluluhkan mei agar dia meralat ucapannya tadi


Mei mengelengkan kepalanya. "Hanya tidak bertemu bukan. Ini jaman canggih, kita masih video call, masih bisa saling telfonan, masih bisa mengirim pesan. Kamu juga bisa melihatku dari jauh." Ucap mei dengan cuek.


Sebenarnya dia juga tidak ingian berjauhan dengan xing. Tapi demi xing dia harus mau berjauhan dengan xing. Dia tidak ingin marah-marah kepada xing karena gara-gara xing dia tidak bisa makan makanan manis.


Sebenarnya bukan karena dia kecanduan dengan makanan manis. Tapi karena makanan manislah dia tetap hidup dan semangat di masa lalu. Dulu dengan makan makanan manis, terutama manisan. Dia bisa merasakan manisnya hidup di tengah pahit dan kerasnya hidup yang di jalaninya. Dan sampai sekarang dia masih suka mankanan manis karena itu mengingatkan bagaimana kerasnya perjuangan yang harus di hadapinya agar dia tetap bertahan hidup. Makanan manis adalah obat dari pahitnya hidup yang harus di jalaninya saat itu. Dia hanya ingin mengingatnya agar dia bisa lebih menghargai kehidupannya saat ini. Agar dia bisa menjadi jauh lebih baik lagi.


Maka dari itu jika dia tidak makan makanan manis dia akan ingat dengan jelas bagaiman rasa sakit yang harus di laluinya di masa lalu. Bayang-bayang itu akan terlihat sangat jelas, meski sekarang dia sudah menjalani hidup yang sangat berbeda dengan masa lalunya, sangat amat berbeda.


'Mungkin aku harus terbiasa dengan pahitnya masa lalu, aku harus bisa tergantung kepada diriku sendiri. Buat kehidupan yang jauh lebih manis dari pada manisan itu sendiri.' Batin mei.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa dukungannya teman-teman 😘😘


__ADS_2