
Xing mencoba untuk fokus ke pekerjaannya, tetapi suara canda tawa di luar benar benar mengalihkan atensinya. Xing kemudian keluar dan menghampiri mei dkk.
"Mei, bisa kita bicara sebentar?." Tanya xing, sembari menatap rei dengan tajam.
Sontak hal itu membuat rei melepas pelukannya terhadap mei.
'kok gue rasa dia ngak suka ya kalo gue deket deket sama shine.'
Mei terpaksa menurutk keinginan xing.
'tadinya mau menghindar tapi dia kayaknya maksa banget sih.' batin mei kesal
Mereka berdua berjalan ke arah parkiran, "lho kok ke parkiran sih mr." tanya mei dengan bingung
"Kita akan berbicara di suatu tempat, masuk!!." Jawab xing dan menyuruh mei memasuki mobilnya.
Mei pun dengan terpaksa masuk ke dalam mobilnya xing.
'nona muda, kenapa anda mau memasuki mobil orang itu.' tanya seorang penjaga lewat telepati saat melihat mei memasuki mobil dosennya.
'Tidak apa apa, kalian bisa tetap mengikuti ku tetapi harus dari jauh dan jangan lupa beri tahu viagra dan jennie jika saya bersama dengan mr. xing.' jawab mei.
'Baik nona muda'
Mobil yang di kendarai oleh xing melaju membelah jalanan entah kemana tujuannya.
Sedangkan di sisi lain livia yang melihat kejadian tersebut dari jauh pun merasa sangat cemburu dan juga marah.
"Dia bilang dia akan memutuskan ikatan tersebut, kenapa malah dekat dekat dengan xing. Lihat saja, jika dia mencoba untuk membohongi ku akan ku habisi dia." Ucap livia dengan marah, matanya berkilat dengan tajam dan dia mengepalkan tangannya dengan erat.
Kemudian livia pun memutuskan untuk mengikuti mereka berdua tanpa tahu jika yang mengikuti mereka berdua bukan hanya dia sendiri.
Xing mengendarai mobilnya dengan serius sedangkan mei memilih untuk melihat ke luar kaca mobil dengan perasaan yang kalut.
'Dia akan membawa ku kemana?, aku belum sanggup jika harus mendengar penolakan dan pengihaan lain dari mulutnya, tatapan kebenciannya benar benar membuatku sakit. Apa lagi pasti nanti juga akan membicarakan livia, sangat menyakitkan saat melihat orang yang paling aku cintai justru malah mencintai orang lain. Tapi aku bisa apa, itu hak dia untuk mencintaiku atau membenciku, terlebih dengan apa yang sudah aku lakukan kepadanya, aku memang sangat pantas untuk di bencinya.' Batin mei hingga tanpa dia sadari air matanya turun dengan deras.
Xing yang melihat mei menangis pun menghentikan mobiknya dengan mendadak.
"Hey, kenapa kamu menangis aku tidak akan melakukan apa pun kepadamu. Aku hanya ingin kita berbicara akan segala seesuatunya clear." Ucap xing sembari mengusap air mata mei.
__ADS_1
Mei sangat terkejut saat xing menghentikan mobil yang di kendarainya secara tiba tiba hingga dia hampir terbentur dashbor, dan lebih mengejutkan lagi xing dengan perhatiannya menghapus air matanya.
"Tidak apa apa kok, aku juga tidak tahu kenapa bisa nangis gini haha." Jawab mei mencoba untuk tertawa.
Xing yang mendengar jawaban dari mei pun merasa sakit di hatinya, "Kamu bilang tidak apa apa tapi kamu menangis seperti ini."
"Apa yang ingin anda bicarakan, sepertinya ini tempatnya cukup sepi, jadi silahkan bicara." Ucap mei dengan dingin, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
Xing yang melihat mei tiba tiba berubah dingin pun hanya menghela nafas, karena dia sendiri tahu jika mei mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku hanya ingin membicarakan tentang ikatan belahan jiwa kita, aku su.."
Degg
"Saya akan mencari cara untuk memutuskan ikatan ini." Potong mei
"Ap.. apa.. Kenapa kamu ingin memutuskan ikatan ini?." Tanya xing dengan terkejut.
"Saya tahu, kamu tidak menginginkan ikatan ini. Jadi kita bisa memutuskan ikatan ini." Jawab mei
"Awalnya aku memang tidak menginginkannya, karena aku pikir ini adalah cara lain kamu untuk membuatku menderita. Tetapi setelah tetua menjelaskan tentang ikatan ini, aku berpikir jika ini adalah cara dewi agar kita memperbaiki segala hal yang sudah terjadi di masa lalu. Agar kita menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya."
"Apa kamu tahu konsekuensi dari tidakan kamu, itu akan sangat berbahaya mei." Ucap xing dengan nada yang cukup tinggi hingga membuat mei tersentak.
"Aaa aku hanya tidak ingin menjadi penganggu di hidup mu lagi." Lirih mei
Xing yang menyadari nada bicaranya yang tinggi pun merasa bersalah. Dia tidak ingin mei berbicara tentang kematinnya, itu sangat membuatnya sakit.
"Aku minta maaf karena berbicara dengan keras kepadamu, aku hanya tidak ingin kamu kenapa napa. Masa lalu kita memang sangat buruk, bahkan aku sempat membencimu tapi dengan adanya ikatan ini aku jadi menyadari segalanya. Dan aku sudah memutuskan untuk memaafkan itu semua dengan perlahan lahan, aku ingin kita memperbaiki ini semua. Aku tidak akan memaksa kamu untuk langsung kejenjang yang lebih serius tapi aku ingin kita menjalin hubungan ini dengan perlahan lahan." Ucap xing dengan nada yang lebihlembut.
Mei yang mendengarnya pun ingin sekali mempercayainya, tetapi saat mengingat perkataan livia kemarin malam, jika xing ingin menikah dengannya untuk membuatnya menderita, mau tak mau mei mempercayai perkataan livia. Dia sudah tahu jika xing akan menerima ikatan ini untuk membalas dendam kepadanya, sebenarnya sakit jika harus menerimanya tetapi dia pikir ini memang pantas untuknya, maka dari itu mei memutuskan untuk mengikuti segala permainan xing.
'aku memang pantas menderita setelah apa yang aku lakukan kepadamu, meski sakit aku tetap menerimanya.'
"Bagaimana dengan livia?."
"Aku sudah berbicara dengannya, dan dia sudah menerima keputusanku. Lagi pula kita tidak memiliki hubungan apa apa, dulu aku memang mencintainya tetapi sekarang tidak lagi. Jadi tidak ada hal yang akan menghalangi hubungan ini." Jawab xing.
"Kita juga beda bangsa xing, akan ada banyak orang yang akan menentang hubungan kita."
__ADS_1
"Tidak akan ada satu orang pun entah dari bangsa vampire, serigala atau pun bangsa manusia yang akan bisa menentang hubungan kita, kita adalah belahan jiwa. Dan mereka sendiri juga sudah tahu seberapa kuat ikatan belahan jiwa itu sendiri." Ucap xing dengan tegas,
Dengan mendengar ada yang akan menentang hubungan mereka saja sudah membuat xing sangat marah. Seolah olah mereka akan memisahkan mereka berdua.
'aku tidak akan membiarkan masa lalu terulang lagi.'
"Oke, aku akan menerima ikatan ini. Tapi aku ingin kita memulainya dengan perlahan lahan." Ucap mei.
Xing yang mendengar itu pun sangat bahagia dan memeluk mei.
"Terimakasih, dan kamu harus berjanji kamu tidak akan pernah berpikiran untuk memutuskan ikatan ini. Kamu tahu, aku sangat takut hal yang buruk akan terjadi jika kamu mencoba untuk memutuskan ikatan ini. Dengan kamu menerima ikatan ini dan mencoba untuk menjalaninya kita bisa memperbaiki segalanya." Ucap xing dengan bahagia.
'Dengan kamu bersi keras untuk membuatku menerima ikatan ini, itu artinya memang benar apa yang di katakan oleh livia. Kamu ingin memanfaatkan ikatan ini agar aku menderita tidak perduli jika kamu juga akan sakit. Sebegitu bencinya kamu kepadaku hingga kamu bahkan memilih untuk menodai suatu ikatan sesuci pernikahan.' Batin mei pilu.
Mei mencoba untuk tersenyum di hadapan xing walaupun hatinya sangat sakit.
"Bukannya semua sudah selesai, aku ingin segera pulang."
"Ohh.. Oke kita akan pulang sekarang, tapi aku ingin meminta no telfon kamu dulu." Ucap xing sembari menyodorkan hpnya kepada mei.
Mei pun mengambil hp xing dan menulis nomor telfonnya di hp xing.
Mei memberikan kembali hpnya kepada xing, "sudah."
Xing pun menerima kembali hpnya dengan senang hati dan menelfon nomor yang sudah di tulis oleh mei hingga hp mei berbunyi.
"Kita pulang." Ucap xing dan melajukan mobilnya untuk ke rumah mei.
Sedangkan di sisi lain, livia yang melihat dan mendengar segala sesuatu yang di bicarakan oleh mereka pun sangat marah.
"Kamu sudah berjanji akan memutuskan ikatan itu mei, tetapi kamu justru menginhkarinya. Lihat saja, aku akan membuatmu menderita, jika kamu tidak ingin memutuskan ikatan itu maka aku yang akan memutuskan ikatan itu dengan paksa." Gumam livia dengan marah.
Kemudian livia pergi meninggalkan tempat tersebut dengan keadaan yang di penuhi dengan amarah.
***
Bab baru telah di buat~
Mohon dukungannya ya teman teman😘😘
__ADS_1