Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
78. Berakhir


__ADS_3

Yixing tewas secara perlahan lahan hingga menjadi abu, tak sedikit pun dari pecahan jiwanya yang selamat. mei yang menyaksikan hal tersebut hanya menatap abu yixing dengan datar, ada sedikit rasa sakit saat melihatnya harus tewas dengan cara yang sangat mengenaskan seperti itu, tetapi dia sadar jika apa yang sudah di lakukan oleh yixing sudah sangat keterlaluan dan tidak dapat di toleransi lagi.


'Anda memang ayahku, tetapi di dunia ini hukum karma akan berlaku kepada setiap makhluk. Apa yang anda dapatkan hari ini adalah buah dari apa yang sudah anda lakukan.' Batin mei sembari menatap abu yixing dengan tajam.


Lalu mei berjalan ke arah segel tersebut dan melepaskan segel tersebut. Setelah itu mei mengayunkan kipasnya ke arah abu yixing hingga abu tersebut melayang tersebar ke segala arah.


'Saya harap jika memang tuhan memberikan kesempatan bagi anda untuk breinkarnasi, semoga di kehidupan selanjutnya anda akan menjadi orang yang lebih baik.' Batin mei sembari memandang abu tersebut dengan nanar.


'Aku memaafkan mu... Ayah..'


Mei kemudian berjalan kembali ke arah julius dan yang lainnya.


"Sekarang segalanya telah berakhir. Dia sudah mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan." Ucap xing sembari memeluk mei.


"Aku tahu, segalanya memang sudah selesai. Tapi,rasa sakit yang di timbulkan olehnya tidak akan pernah selesai xing." Lirih mei.


"Rasa sakit itu memang susah di hilangkan, tetapi dengan kita berada di samping orang orang yang menyayangi dan juga mencintai kita dengan tulus. Maka, lambat laun akan sedikit menghilang." Jawab xing.


Mei tersenyum saat mendengar perkataan dari xing, dia mendongak menatap xing. "Kamu benar."


Xing menatap mei dengan gemas, lalu dia mengecup dahi mei sedikit lama karena saking gemasnya, hingga..


"Ekhemm.." Julius langsung berdehem sedikit saat melihat hal tersebut. "Tidak ada mesra mesraan sebelum kalian menikah.."


"Kalau begitu kita menikah sekarang." Sahut xing dengan antusias.


Julius menatap xing dengan datar, "Putri saya masih sangat muda. Dan saya juga ingin melihat dia menjadi sarjana terlebih dahulu." Jawab julius dingin.


Xing yang mendengar jawaban dari julius pun langaung melunturkan senyumannya.


'Masih lama dong..' Batin xing merana.


"Itu akan sangat lama dad.."


"Kenapa memangnya, jika kamu tidak mau menunggu ya sudah." Potong julius.

__ADS_1


"Iya iya, saya akan menunggu sampai mei lulus." Ucap xing lesu.


'Dari pada tidak jadi menikah, mending nunggu sebentar.' Ucap xing dalam hati.


Mereka semua yang melihat mereka berdua yang sedang adu argumen yanya bisa menggeleng gelengkan kepala saja.


'Ini perang apa tidak sih, kok dari tadi pada becanda. Benar benar pada ngak peduli sama kondisi.' Batin seseorang dengan geli.


Perang masih berlangsung selama beberapa jam hingga seluruh pasukan yixing tewas dan musnah. Mereka tidak membiarkan ada satu pun dari pasukan yixing yang lolos dari mereka.


"Mereka tidak menyerah ya setelah melihat pemimpin mereka tewas secara mengenaskan." Ucap zuu datar.


Felix memandang zuu dan tersenyum tipis, "Mereka yang di rekrut oleh yixing dan caesar merupakan orang orang yang serakah, apa lagi mereka sudah meminum silver blood. Keserakahan mereka semakin menjadi jadi." Jawab felix.


"Ya, mereka terlalu percaya diri. Memang banyak yang tewas dan terluka dari pihak kita. Tapi mereka yang terlalu percaya diri tidak menyadari jika kekuatan mereka tidak ada apa apanya di banding dengan mei dan xing. Mereka terlalu sombong hingga mereka melupakan ramalan yang sudah ada sejak dulu. Padahal itu merupakan sebuah peringatan yang cukup keras dan jelas, tetapi kesombongan dan juga dendam sudah membutakan mereka semua." Ucap zuu.


Felix kembali tersenyum saat mendengar perkataan dari zuu. "Kamu bisa bijak juga ya ternyata. Padahal masih anak kemarin sore."


Zuu langsung menatap felix dengan tajam. "Biarin, dari pada anda yang sudah tua bangkotan."Sarkas zuu.


"Tua bangkotan." Gumam felix.


Dia langsung menatap zuu yang sudah berada di samping mei. "Saya tidak setua itu."


Ayah felix yang melihat dan mendengar hal tersebut hanya bisa terkekeh geli. "Astaga, baru sekarang ada yang bilang kamu tua bangkotan felix." Ucap ayah felix dengan geli.


Felix langsung menatap ayahnya dengan tatapan tajam. "Jangan lupa jika daddy jauh lebih tua dariku." Ucap felix datar.


"Apaa.. Maksudmu daddy bapaknya tua bangkotan begitu hah." Sentak ayah felix.


"Nah itu sadar."


Ayah felix menatap felix dengan tajam. "Anak kurang asem."


"Nanti felix akan cari pohon asem biar felix ngak kurang asem dad."

__ADS_1


'Ngadepin anak satu ini harus extra sabar.' Batin ayah felix dengan kesal.


"Terserah." Ucap ayah felix, dia memilih melesat pergi dari pada harus berdebat dengan putra sablengnya itu. Tidak akan ada habis habisnya jika harus berdebat dengannya.


"Makanya jangan berani debat sama felix." Seringai felix, dia sangat senang saat melihat ayahnya yang memilih melesat pergi meninggalkannya. Lalu dia melesat menyusul zuu.


Sedangkan di sisi lain tampak di camp medis para dokter tengah berlalu lalang untuk menolong anggota pasukan yang sedang terluka. Rata rata pasukan yang datang ke camp adalah orang dengan kondisi luka berat. Mereka yang mengalami luka ringan mau pun sedang masih mampu di handle oleh anggota yang lainnya dengan menggunakan energi spiritual mereka.


Mereka sempat kewalahan saat banyak pasukan yang terluka berat yang datang ke camp. Hanya dalam waktu singkat banyak yang sudah datang ke camp, bahkan banyak yang tewas karena tak tertolong. Tetapi sedikit demi sedikit mereka berhasil menghandle seluruh pasukan yang terluka tersebut. Apalagi setelah mei dan xing datang ikut berperang, kedatangan mereka cukup mengurangi pasukan yang terluka. Hingga akhirnya mereka berhasil memperoleh kemenangan.


"Keenan bagaimana dengan keadaan mereka semua?." Tanya alastor, dia sengaja mendatangi camp medis untuk melihat keadaan dan juga situasi yang berada di camp tersebut.


Keenan membungkukan badannya sebentar, "Mereka semua baik baik saja tuan. Kita memang sempat kewalahan, tetapi sekarang kita sudah berhasil menghadle segalanya. Memang butuh waktu bagi mereka untuk bisa pulih sepenuhnya. Tetapi setidaknya nyawa mereka terselamatkan dan lukanya perlahan pulih." Keenan memberikan informasi mengenai kondisi yang berada di camp.


"Bagus. Jadi mereka akan bisa di bawa ke klan masing masing?."


"Sebagian akan mampu melesat sendiri untuk kembali ke klan masing masing, tetapi sebagian sangat membutuhkan bantuan untuk bisa datang kembali ke klan tuan." Dengan berat hati keenan mengatakan keadaan yang di alami oleh beberapa anggota pasukan yang kurang baik.


Alastor sedikit menghela nafasnya. "Tidak apa apa, mereka yang kondisinya tidak memungkinkan lebih baik langsung di bawa ke rumah sakit. Kamu tahu kan beberapa rumah sakit yang mampu menerima dan merawat seluruh mahkluk supranatural bukan."


"Baik tuan, saya akan merujuk mereka ke beberapa rumah sakit." Jawab keenan dengan tegas. Keenan lalu membungkuk,setelah itu dia melesat pergi meninggalkan alastor setelah mendapat anggukan dari alastor.


Keenan mengintruksikan kepada rekan rekannya untuk membawa pasukan yang terluka berat dan tidak memungkinkan untuk bisa menggunakan energi dan melesat untuk di rujuk ke rumah sakit. Kemudian mereka langsung melesat untuk membantu pasukan yang terluka untuk di bawa ke rumah sakit, mereka juga di bantu oleh pasukan yang tidak terluka.


"Banyak sekali anggota yang terluka parah. Padahal dulu tidak sampai seperti ini. Hanya dalam waktu beberapa jam saja, sudah sangat kacau seperti ini." Gumam alastor. Dia memandang seluruh aktivitas di depannya dengan nanar. Dia memang sudah memperkirakan jika keadaannya akan sangat kacau, tapi ini benar benar jauh lebih kacau dari perkiraannya.


***


Holla.. Maafin otor semuanya...🙏🙏


Otor baru bisa up.. Selain baru pemulihan dari sakit otor juga sibuk menjelang lebaran😄😄


Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin🙏🙏


Selamat Hari Raya Idul Fitri semuanya🙂🙂

__ADS_1


__ADS_2