Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
37. Air Suci


__ADS_3

Mereka berdua terus menghindar, tetapi justru datang beberapa yeti yang juga ikut menyerang mereka berdua.


'Jika seperti ini terus maka akan memakan banyak waktu dan energi kita akan habis.' batin xing mulai cemas.


"Ishh.. ini salju, tapi kenapa sangat panas kena sedikit goresan saja sampai terbakar sperti ini." Umpat sean dengan sangat kesal.


"Kita tidak bisa terus menghindar seperti ini, mereka semakin banyak. Kita harus mengelabui mereka." Teriak xing.


Sean pun menganggukan kepalanya, "Kita berubah ke bentuk shifter kita, kamu terbang mengelilingi mereka agar mereka terganggu sedangan aku akan menyerangnya." Teriak sean, menjawab xing.


Xing menganggukan kepalanya lalu berubah menjadi kelelawar kecil, "Baiklah."


Seorang shifter mampu mengatur bentuk alami mereka sesuai ukuran yang mereka inginkan, tetapi ada batas dalam ukuran tersebut.


Xing terbang kearah para yeti dan terbang berputar mengelilingi wajah yeti yeti tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga membuat mereka semua terganggu. Sean yang melihat kesempatan tersebut langsung tidak menyia nyiakan kesempatan itu, kemudian dia langsung berubah menjadi seekor serigala yang berukuran sangat besar dan menyerang para yeti tersebut dengan membabi buta.


Para yeti yang di serang pun mulai mengeluarkan energi listrik di tubuhnya yang membuat sean dan xing terpental.


Arghhh


Burghh


"Groarr." Yeti yeti tersebut mengaum dengan keras seakan menyatakan jika tidak akan ada yang mampu menyerang mereka.


"Arghhh..Jika sudah begini, kita tidak memiliki pilihan lain. Kita harus menyerang mereka dengan kekuatan yang kita miliki." Ucap sean dengan serius.


"Iya, kita tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kekuatan kita." Jawab xing,


Mereka berdua sebenarnya tidak ingin melukai siapa pun, tetapi karena keadaannya yang sudah sangat mengkhawatirkan, membuat mereka berdua terpaksa menggunakan kekuatan mereka.


Terlihat sekali tubuh mereka berdua penuh dengan berbagai luka, meski pun mereka berdua mampu beregenerasi degan cepat, tetapi intensitas penyerangan yang di lakukan yeti yeti tersebut membuat tubuh mereka berdua mulai di ambang batas kemampuan mereka berdua.


Mereka berdua kembali menyerang para yeti tersebut dengan kekuatan terakhir yang mereka miliki.


Sean menggunakan kekuatan pikirannya dengan mengubah salju salju yang ada di sekelilingnya menjadi senjata dan menghujam para yeti tersebut, sean mampu mengubah benda benda di sekelilingnya menjadi senjata yang dia inginkan. Dia bahkan mampu menduplikat energi yang di gunaka lawannya untuk kembali menyerang lawannya.

__ADS_1


Sedangkan xing, dia mengangkat tangannya dan munculah pedang merah ditanggannya. Dia mengaliri energi api di pedangnya dan menebaskan pedangnya ke arah para yeti tersebut. Hingga energi api yang keluar dari pedangnya membakar para yeti tersebut.


"Huh huh huh.. " Nafas mereka berdua mederu dengan keras, mereka berdua ngos ngosan karena terlalu banyak menggunakan energi. Tubuh mereka yang sudah lemah semakin melemah.


Tapi mereka berdua tidak pernah goyah sama sekali, mereka bertekat harus mampu mencapai tujuan mereka demi mei dan orang oarang yang sangat mereka sayangi.


Sean dan xing saling memandang dan juga tersenyum, saat mereka berdua berhasil mengalahkan para yeti tersebut meski keadaan mereka berdua yang tidak baik baik saja.


Di sisi lain para pixie yang melihat kejadian itu pun mulai turun tangan agar tidak ada jiwa yang menghilang akibat dari pertempran mereka.


Pixie pixie tersebut menurunkan hujan kearah para yeti agar api yang membakar yeti yeti tersebut padam dan mereka tidak tewas terpanggang.


Xing dan sean pun sangat terkejut, "Ba.. bagimana bisa.." Ucap xing dengan terkejut. Pasalnya energi yang di keluarkan oleh pedangnya mampu padam hanya karena hujan.


Sean pun hanya mampu terdiam dengan kejadian tersebut, Karena dia sendiri pun juga terkejut.


Para pixie pun berubah menjadi bentuk manusia dan menghampiri mereka berdua.


"Sudah cukup, mereka tidak akan menyerang kalian lagi." Ucap seorang pixie, dan dia adalah ratu pixie air.


"Saya viata, ratu dari bangsa pixie air." Jawab ratu viata.


Sontak saja sean dan xing langsung membungkukan badanya sebentar lalu mengucapkan niat mereka berdua untuk datang kesana.


"Salam ratu viata, kamu berdua datang kemari untuk meminta sedikit air yang ada di mata air suvi anda ratu." Ucap xing dengan sopan.


"Untuk apa kalian mengingikan air suci kami." Tanya ratu viata dengan tegas tetapi lembut.


"Kami sangat membutuhkannya untuk menyelamatkan nyawa adik dan juga keluaga saya ratu." Jawab sean, tak kalah sopannya dengan xing.


"Baikalah, karena kalian sudah berhasil melewati seluruh rintangan yang ada, itu artinya kalian datang kesini dengan niat yang tulus dan juga murni. Maka dari itu, kalian bisa mendapatkan air suci yang kalian inginkan, Mari ikut saya." Ucap ratu viata dengan lembut.


Sean dan xing yang mendengar penuturan dari ratu viata pun sangat senang, kemudian mereka berdua mengikuti ratu viata.


Di sepanjang jalan mereka berdua berdecak kagum dengan pemandangan yang sangat cantik di sekeliling mereka. "Ini tempat yang sangat indah, di balik puncak gunung yang bersalju ternyata tersembunyi tempat yang semenakjubkan ini." Ucap xing dengan kagum.

__ADS_1


"Iya, ini benar benar indah." Sahut sean, dia juga terpesona dengan pemandangan yang di lihatnya.


Bagaimana tidak indah, tempat tersebut terdapat sungai dan juga tumbuhan berwarna warni. Dan yang membuatnya semakin indah adalah banyak sekali pixie pixie kecil yang berterbangan merawat tanaman yang mengelilingi tempat tersebut.


Tak terasa mereka telah sampai di sebuah kolam air yang sangat jenih bagaikan kristal yang di atasnya terdapat air terjun yang berwarna keemasan.


"Ini adalah mata air suci milik kami, dan ini wadahnya untuk menapung air suci ini. Wadah ini akan terisi sesuai dengan yang kalian butuhkan, cukup kalian masukan ke dalam kolam. Setelah wadahnya mengapung maka kalian bisa mengambilnya." Ucap ratu viata, sembari menunjukan wadah yang berbentuk tetesan air.


"Baiklah." Sean pun mengambil wadah tersebut, lalu memasukannya ke dalam kolam, tak lama kemudian wadah tersebut mengapung.


"Kalian bisa membasuh wajah kalian dengan menggunakan air kolam ini agar luka kalian sembuh."


Sean dan xing mengambil air di dalam kolam tersebut lalu membasuhkannya ke wajah mereka bedua, hingga luka yang mereka derita sedikit demi sedikit mulai sembuh kembali.


"Terima kasih ratu, kita tidak tahu harus membalasnya dengan apa. Dengan air ini adik dan juga keluarga saya akan selamat." Ucap sean dengan tulus, dia sangat senang telah mendapatkan air suci tersebut.


"Niat kalian yang tuluslah yang membuat kalian samapi ke sini degan selamat, dan kalian tidak perlu membalas dengan apa pun. Sekarang kalian harus bergegas kembali, waktu kalian sudah tinggal sedikit. Jangan lupa kalian teteskan air tersebut ke dahi mereka, maka sedikit demi sedikit mereka akan sembuh dan kembali pulih." Ucap ratu viata dengan lemah lembut.


"Baiklah, kita akan kembali ke klan azar. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih." Ucap xing dengan tulus.


Ratu viata hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum, kemudian ratu viata mengantar mereka berdua sampai ke gerbang.


"Kalian berhati hatilah. Semoga kalian sampai ke rumah kalian dengan selamat dan semoga mereka semua cepat sembuh dan juga pulih." Ucap ratu viata.


"Sekali lagi terima kasih ratu viata, Kami akan kembali ke rumah kami, Sampai Jumpa." Mereka berdua membugkukan badan mereka sebentar, kemudian mereka melesat menuju ke klan azar dengan kecepatan maksimal mereka.


Mereka berdua sangat bahagia karena mereka berhasil pulang dengan membawa air suci dari bangsa pixie.


'Kalian semua akan selamat.' Batin mereka berdua dengan senang.


***


Bab baru telah di buat~


Jangan lupa dukungannya ya teman teman😘😘

__ADS_1


__ADS_2